
Flashback
'Noah!Aku akan membunuhmu lain kali!' batinnya kesal.
Segaf melirik ke arah Noah dengan tatapan heran.
'Cecil.. apakah yang dia maksud adalah api putih yang ada di pangkuannya?..aku tidak bisa melihat sosok itu,tapi aku bisa mendengar suaranya jelas' batinnya.
Eugene melirik Segaf yang melirik Noah.Dia heran kenapa Segaf menatap Noah seperti itu.
'Apa dia bisa melihat Cecil?tapi dia bukan keturunan Luxbello ataupun Casnelia.Kenapa?'
.
.
Episode 29
Keadaan kembali normal.Tenda para tamu yang hadir sudah di bersihkan.Baginda Kaisar masih memimpin para kesatria.
"Kakak!"
"Ah! Gera!"
Gera berlari ke arah Noah dan memeluknya.Noah membalas pelukan Gera dan mengecup keningnya.
"Kak Cecil sudah membaik,dia bilang akan istirahat di rumah,jadi dia sudah pulang lebih dulu",
"Ah, begitu ya.Apakah kamu terluka?" tanya Noah,
"Tidak sama sekali,hanya saja sihirku terkuras banyak karna menggunakan terlalu banyak" jawab Gera.
Eugene dan Segaf berjalan mendekati Noah.
"Lady,apakah anda baik-baik saja?" tanya Segaf pada Gera.
"Saya tidak apa-apa Yang Mulia, terimakasih sudah mengkhawatirkan saya" jawab Gera dengan senyumannya yang manis.
Segaf sedikit tersipu dan membalas senyuman itu dengan senyum tipis.Noah langsung mengeluarkan aura membunuh yang ditunjukkan pada Segaf.
"Kakak!Tidak boleh!" ucap Gera cemberut.
Mau tidak mau Noah menuruti Gera,karna dia lemah pada adiknya.
"Noah"
"Ada apa?"
Eugene mendekat ke telinga Noah dan berbisik pelan, "Putra Duke Zerkan menatapmu saat memangku Cecil,dan itu bukan tatapan heran,tapi tatapan waspada" ucap Eugene.
Noah tersentak kaget.Dia sedikit tidak percaya dengan kata-kata Eugene.
"Apa kau sudah bertanya padanya?" tanya Noah.
"Belum.Aku akan menanyakannya nanti ketika keadaan sudah tenang" jawab Eugene.
Gera yang heran dengan percakapan Noah dan Eugene memalingkan wajahnya.Sosok hewan langka yang tidak pernah dia lihat menarik perhatiannya.
"Apa itu?Imutnya!"
Mereka bertiga sontak menatap Gera dan melihat ke arah yang Gera lihat.Panther dan Serigala Salju tadi berjalan ke arah Noah dan Eugene.Ukuran mereka jauh lebih kecil daripada sebelumnya.Seukuran hewan yang beranjak remaja.
"Panther langka dan Serigala Salju itu,bukankah mereka hewan yang kalian naiki?" tanya Segaf.
"Benar,tapi..sejak kapan mereka menyusut?dan kenapa mereka kesini?.." ucap Eugene heran.
"Entahlah,aku akan melaporkan ini pada Baginda Kaisar dulu",
"Baiklah"
Segaf beranjak pergi meninggalkan mereka,dan hendak menemui Baginda Kaisar.
"Mereka sangat imut!~ Kakak!Aku ingin memilikinya!" Gera menatap Noah dengan nata berbinar-binar dan sangat menggemaskan.Noah tersentak dan tidak tau bagaimana cara mengatasi Gera.
"Kamu mau yang mana?" tanya Noah.
"Semua!" jawab Gera cepat.
Panther dan Serigala Salju itu mengitari Noah dan Eugene.Mereka tidak mau menjauh dari mereka berdua.
"Aku akan memelihara serigala ini,kebetulan ibu ingin memelihara hewan." ucap Eugene sambil mengelus lembut serigala itu.
"Bibi?Jarang sekali beliau ingin memelihara hewan." ucap Noah,
"Soalnya ibu hanya suka pada hewan berbulu putih yang lebat.Karna ibu alergi pada kucing,jadi sangat susah untuk mendapatkan yang lain" balas Eugene.
__ADS_1
"Apa nama yang akan kau berikan??" tanya Noah penasaran.
Eugene memiringkan kepalanya dan menatap serigala itu agak lama.
"Namanya.." Eugene berpikir keras mendapat nama untuk serigalanya.
"Bagaimana kalau Alpha?" Gera mengungkapkan pendapatnya langsung pada Eugene.Kata Alpha itu sangat berarti untuk nya. Keren ,itulah yang ada di benaknya.
"Nama yang bagus!Kalau begitu sekarang namamu Alpha!" ucap Eugene dengan mata berbinar-binar.
"wuf!" jawab Alpha.
"Gera,maukah kamu memberikan nama untuk panther kakak?" tawar Noah.Gera mengangguk setuju dan memikirkan nama.
"Hitam..ganas..hum.. Bagaimana kalau Ferox?"
"WOAH!Adikku memang hebat!" ucap Noah kagum.
Sesaat kemudian Marquess berjalan mendekati mereka bertiga.
"Noah,apa itu?"
"Ayah!Ini panther di bukit hutan,karna dia mengikutiku bersama dengan serigala Eugene,jadi aku berniat memeliharanya"
Marquess melihat Ferox dan Alpha bergantian.Beliau tampak sedikit kaget karna kedua hewan itu adalah hewan langka yang sangat jarang ditemukan.
"Baiklah,ayah mengizinkan"
"Terimakasih ayah!"
Setelah kejadian hari itu,pergaulan kelas atas dihebohkan dengan Noah,Eugene dan Segaf yang berhasil menghadapi seekor beruang raksasa.Baginda Kaisar yang mengetahui pedang Noah dan Eugene adalah pedang iblis dan pedang suci sama sekali tidak marah,malahan Baginda Kaisar sangat berterimakasih pada mereka dan mengizinkan Noah memiliki pedang iblis.Karna pedang suci Eugene adalah milik ayahnya yang disimpan di istana,Baginda Kaisar meminta Eugene untuk mengembalikannya pada Gwen,ayahnya.
Noah juga mendengar cerita dari Cecil kalau Gera direndahkan para bangsawan yang lain saat itu.Kemarahan Noah benar-benar meledak sampai-sampai dia ingin menebas kepala para bangsawan itu.Untungnya Marquess,Cecil,dan Gera mengehentikan Noah dan meredakan amarahnya.
"Jadi,Cecil ini adalah arwah ciptaan kakekmu?"
"Benar,dia seumuran dengan saya"
"Jadi kamu..datang dari masa depan?"
Noah tersentak.Mau tidak mau dia harus berkata jujur pada ayahnya.
"Benar ayah..maafkan saya telah menyembunyikannya selama ini.." Noah merasa menyesal karna menyembunyikan semuanya selama hampir 9 tahun.Dia siap menerima hukuman dari Marquess apapun itu.
"Syukurlah.."
"Kamu sudah mencoba menghentikan kematian kami bertiga..tapi kematian ibumu tidak bisa diubah.Ayah bersyukur putraku adalah kamu Noah"
Entah kenapa dada Noah terasa sesak.Rasanya dia ingin menangis.Gera yang melihat Noah menahan diri seperti itu langsung memeluknya.
"Kakak,aku disini" Gera mencoba menyemangati Noah dengan kata-katanya.Noah yang tau tujuan Gera hanya bisa tersenyum dan memeluk Gera.
"Kakak bersyukur adikku adalah gadis yang baik seperti ini, terimakasih Gera"
"Iya kak,aku juga berterimakasih karna kakak adalah kakakku"
.
.
"Noah,kapan kamu akan menikahi Cecil?"
Teh yang sedang dinikmati Noah langsung menyembur keluar dari mulutnya begitu mendengar pertanyaan ayahnya.Wajahnya berubah merah padam dan Noah menjadi salah tingkah di depan ayah dan adiknya.
"Ayah saya hampir 17 tahun!Dan lagi pula saya akan masuk akademi dulu selama 2 tahun!..dan emm..Cecil belum mendapat wadah.." jawab Noah sedikit murung begitu mengucap fakta Cecil.
"Kalau begitu jika dia sudah mendapat wadah,kamu akan menikahi nya?" tanya Marquess sekali lagi,
"Saya datang!"
"Iya..secepat mungkin saya akan memiliki Cecil seutuhnya!"
Cecil yang baru tiba langsung membatu di tempatnya.Marquess,Noah dan Gera yang menyadari kedatangan Cecil langsung menatap nya.Terlebih wajah Noah yang sudah berubah merah seperti tomat.
"A-apa yang kau katakan Noah?.." tanya Cecil gagap dengan wajah merahnya.
Marquess dan Gera saling melirik dan tersenyum licik.Noah benar-benar tidak bisa berkata-kata dan jatuh pingsan di tempatnya.
"Noah!"
"Kakak!"
/malamnya
"Noah"
__ADS_1
"Ada apa?"
"Soal tadi siang.."
Wajah Noah kembali memerah.Ia langsung menatap Cecil yang berbaring di sampingnya dengan pupil mata yang bergetar.
"Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Cecil datar.
"Jangan dipikirkan!"
Cecil menghela nafas panjang dan bangun dari tempatnya.
"Apakah aku bisa bertahan sampai saat 'itu' ?" tanya Cecil.Saat itu adalah saat dimana Noah akan menikahi Cecil.Mungkin terdengar seperti candaan,tapi Noah tidak pernah bercanda.
"Tentu saja,aku ada disisimu.Kau pasti akan baik-baik saja selama ada aku" jawab Noah sambil tersenyum tipis.
Cecil merasa lega melihat senyuman Noah.Ia pun membalas senyuman itu dan kembali berbaring.
"Bagaimana jika..Eugene yang melamarmu?" tanya Noah serius.
"Hm, entahlah"
Noah mengernyitkan keningnya kesal lalu menatap serius ke arah Cecil.
"Entahlah?Apa apaan jawaban itu?" Noah tampak tidak puas dengan jawaban Cecil.
"Karna aku tidak tau.Aku hanya menganggap nya sebagai temantidak lebih"
/Disisi Eugene
"Ugh.." Eugene mencengkram dadanya yang terasa nyeri.Gwen yang melihat Eugene tampak menahan sakit pun mendekati Eugene.
"Ada apa Eugene?dadamu sakit?" tanya Gwen cemas.
"Iya,sedikit." jawab Eugene.
'Aku tidak punya riwayat penyakit dalam.Sihirku juga akan membantuku menjaga diri, kenapa dada ku sesakit ini?' batin Eugene sambil berpikir keras.
"Bagaimana rasanya?" tanya Gwen.
"Seperti tertusuk" jawab Eugene cepat.
'Dia sakit hati??'
/Kembali ke sisi Noah dan Cecil
"Baguslah!Akan lebih baik jika kau tidak mendekatinya." Noah benar-benar puas dengan perkataan Cecil kali ini.
"Kenapa?kau cemburu?" tanya Cecil menggoda Noah.
"Tentu saja!Sejak awal kau itu milikku tau!" jawab Noah sedikit tersipu malu dan memalingkan wajahnya.
"Walau aku milikmu tapi aku ini arwah,dan juga kau sudah 'menodai' arwah!"
"Maaf,nafsu ku muncul tiba-tiba"
Sesaat kemudian pintu kamar Noah terbuka dan sosok Gera muncul dari balik pintu.
"Kakak,aku tidak bisa tidur.." ucap Gera berjalan mendekati Noah.
"Eh?Ini sudah larut Gera,apa pelayan tidak memberimu aroma terapi?" tanya Noah heran.
Gera menggelengkan kepalanya,"Sudah,hanya saja aku tetap tidak bisa tidur" ucapnya.
"Kalau begitu bagaimana kalau kita tidur bertiga disini?" ajak Cecil dengan senang hati.Gera tersenyum lebar dan mengangguk.
"Bolehkah kak?" Gera meminta izin pada Noah.Noah tersenyum dan mengangguk.
"Terimakasih!"
Gera naik ke kasur Noah dan berbaring di antara Cecil dan Noah.Cecil memeluk Gera dan Noah memeluk mereka berdua.Mereka tidur bersama layaknya sebuah keluarga yang utuh.
Seseorang yang berdiri menatap mereka diam-diam sejak tadi.Tak lain dan tak bukan orang itu adalah Xeon yang sangat tertekan melihat keromantisan orang lain.
"Bisa-bisanya kalian melakukan ini padaku..!Hiks..Ah!Bagaimana kalau aku mengembalikan Cecil ke masanya?pasti sangat ser-!?!"
Sebuah pisau makan terbang hampir tepat ke arah Xeon berdiri.Pisau itu melewati Xeon dan menancap pada dinding dibelakangnya.
"Katakan sekali lagi maka kepalamu akan lepas dari tubuh mu" Noah menatap Xeon tajam dan mengerikan.
"Kau belum tidur?!" tanya Xeon panik.
"Lebih baik aku menghilangkan mu lebih dulu dan tidur tenang"
"A-aku hanya bercanda!!"
__ADS_1
Bersambung...