
Flashback
"APA?!"
"Veldas!Shtt!"
"Cih..Tidak bisa dibiarkan."
Tak lama kemudian,sebuah kereta kuda datang ke arah kediaman Baron.Seorang pria tua dengan jenggot panjang dan tampak sangat mewah turun dari kereta.Itu adalah Count Yuridan.
"Selamat datang,Tuan Count." ucap Baron.
Noah dan Putra Mahkota menatap Count begitu tajam.
'Kurang ajar!'
.
.
Episode 37
"Halo Baron.Maafkan aku datang terlambat.Ada urusan kecil yang harus aku tangani."
"Tidak apa-apa,tuan.Saya berterimakasih tuan Count mau datang lagi."
"Aku membawakan bantuan untuk para warga.Mungkin tidak seberapa tapi aku harap bisa membantu."
Count meminta pelayannya mengeluarkan sebuah kotak.Disisi lain, seseorang yang menggunakan jubah putih dibelakang kereta Count membuat Eugene yang melihatnya curiga.Mirip dengan sekumpulan orang-orang yang menyerang mereka,hanya saja ada garis emas di sisi jubah itu.Diam-diam ia memperhatikan orang itu dari dalam kereta.
Tampaknya orang berjubah putih itu menyadari Eugene yang mengawasinya.Ia pun beranjak pergi diam-diam.
'Sial!'
"Adel,Albert,diam lah disini dan jangan kemana-mana sebelum Noah memerintah kalian,mengerti?"
Eugene pun segera keluar dari kereta dan mengejar orang itu.
"T-tunggu!Tuan Eugene!"
Noah melihat Eugene keluar terburu-buru dari dalam kereta seolah mengejar seseorang.Menyadari seseorang dari rombongan Count menghilang, sudah jelas Eugene mengejar orang itu.
"Veldas,Eugene bergerak."
"Kemana?"
"Dia pergi ke arah lain.Sepertinya dia mengejar orang Count."
"Ini bahaya.."
Count menyadari keberadaan orang asing di wilayah Baron.Mata Noah yang tajam bertatapan langsung dengan Count.
'Kau pikir aku tidak tahu akal busuk mu?'
Count tersentak melihat mata Noah.Ia pun mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Ekhem.Sepertinya ada pengelana disini ya,Baron." ucap Count.
"Ah,mereka kebetulan lewat." balas Baron.
Count tersenyum tipis.Tangannya bergerak seolah memerintah pengawalnya.Noah yang menyadari itu langsung melihat ke atas.
"?!"
Sekelompok orang berjubah putih sudah memenuhi atap-atap rumah warga dan siap menyerang Noah dan Putra Mahkota.
"Sial!"
trangg!
Gesekan pedang terdengar sangat nyaring.Pertarungan kembali berlangsung tepat di depan Baron dan penduduk.
"M-mereka datang!!"
"Semuanya selamatkan diri!!"
Count berpura-pura panik dan mengajak Baron untuk segera bersembunyi.
"B-Baron!Ayo kita selamat kan para penduduk dan diri kita sendiri!"
"T-tapi mereka-"
"Mereka baik-baik saja!Ayo!"
Count tampak meminta sesuatu pada pelayannya lalu pergi bersama Baron.Pelayan itu membawa pengawal Count dan mendekati kereta Noah hendak menculik Adel dan Albert.
"Lepaskan aku!!"
"Kakak!"
"DIAMLAH!IKUT KAMI!"
"Tidak!!"
Tanpa waktu lama,Eugene sudah kembali ke sana dan segera menyelamatkan Adel dan Albert.
"Menyingkir dari mereka!"
"AKH!!"
Eugene melumpuhkan orang-orang itu dengan sihirnya.Melihat Noah dan Putra Mahkota yang sedang sibuk melawan,dia tidak punya waktu cukup banyak untuk memindahkan kereta mereka juga.
"Tuan Eugene! Terimakasih!"
"Apa kalian baik-baik saja?"
"I-iya,kami baik-baik saja.."
Noah menyadari tangan Adel terluka.Orang-orang tadi menariknya terlalu keras.
'Dasar tidak punya hati!'
"Adel,Albert,saya permisi."
"Ya?-AHH!"
Tanpa pikir panjang,Eugene menggendong Adel dan Albert lalu pergi mengamankan mereka.
"Eugene sudah kembali.Sepertinya dia baik-baik saja." ucap Noah.
"Dia cepat juga..tapi..APA-APAAN MEREKA INI!!INI TERLALU BANYAK!!" teriak Putra Mahkota sangat kesal.
"Jumlah mereka cukup banyak!..Sekitar 40 orang..ekh!" ucap Noah.
"Beraninya..BERANINYA KALIAN PADAKU!!DASAR ORANG-ORANG BODOH!!KALIAN MENGGANGGU WAKTU TIDURKU!!AKAN KU HUKUM KALIAN!!"
__ADS_1
Putra Mahkota terlihat sangat murka.Matanya begitu berapi-api ditambah suaranya yang begitu keras.Orang-orang yang hendak menyerang Putra Mahkota pun tersentak dan enggan menyerang.
"Dia sehat?.."
"Mungkin gangguan jiwa sejak dini.."
"AKU MENDENGAR KALIAN!!"
Tanpa pikir panjang,Putra Mahkota menyerang mereka semua tanpa ampun sambil mengoceh dan marah-marah.
"Veldas!Tung-"
"TIDAK AKAN KU BIARKAN KALIAN HIDUP!!"
"Akh!!"
Sekitar lebih setengah dari mereka sudah habis di tangan Putra Mahkota yang marah.Noah pun bingung,heran,dan takjub melihat Putra Mahkota ternyata memiliki bakat terpendam seperti itu.
"Noah!Atas!"
"?"
"MATI KAU!!"
srattt!
Dengan begitu ringan,Noah memenggal (lagi) kepala orang-orang yang menyerangnya dari atas.Tatapannya begitu polos seolah tidak terjadi apa-apa.Bagaikan hujan darah,tubuh Noah penuh dilumuri darah dari ujung rambut sampai kakinya.
"Bisakah kau berhenti memenggal kepala orang dengan wajah tak bersalah begitu?.. Mengerikan tahu.." ujar Putra Mahkota.
"Apa maksudmu?Aku hanya mengayunkan pedang." balas Noah.
"Itu terlalu sadis.."
Tak lama setelah itu,Count dan Baron keluar.Mereka melihat mayat-mayat bertumpuk di sekitar Noah dan Putra Mahkota yang sedang adu mulut hanya karna masalah jumlah orang yang mereka habisi.
'Ck.. Bisa-bisanya mereka kalah dengan 2 anak kecil seperti mereka!' pikir Count.
"Apakah kalian..yang menghabisi mereka?" tanya Baron ketakutan.
Noah dan Putra Mahkota melihat kearah Count dan Baron.Ekspresi mereka benar-benar bertolak belakang.Count dengan ekspresi kesalnya,sedangan Baron tampak begitu senang.
"Maafkan kami.." ucap Noah.
"Tidak!Ini sangat membantu!Yang kalian habisi sekarang hanya seperempat dari jumlah mereka yang sebenarnya." balas Baron.
"APA?!! SEPEREMPAT?!!" tanya Putra Mahkota begitu syok.
"I-iya.. Waktu itu ratusan orang berkumpul dan merampok serta memporak-porandakan perumahan warga..Untuk sekarang suasananya lebih tenang.." jawab Baron.
"Mereka benar-benar meremehkan ku ya?..TIDAK AKAN KUBIARKAN MEREKA!!!AKAN KU HABISI MEREKA SEMUA DENGAN TANGANKU SENDIRI!!" teriak Putra Mahkota tampak makin murka.
"Tenanglah,bodoh!"
Tak berselang lama,Eugene datang menghampiri Noah dan Putra Mahkota.
"Noah,ada sesuatu yang harus ku tunjukan padamu.." bisik Eugene.
"Hm?"
Noah dan Putra Mahkota mengikuti Eugene dari belakang.Dari raut wajah Eugene,Noah merasa kalau ini bukanlah hal baik.
Mereka tiba di sebuah rumah yang tidak terlalu besar di puncak bukit dekat kediaman Baron.Disana tampak Albert duduk di depan rumah.Ia melihat Eugene kembali bersama Noah dan Putra Mahkota.
"Tuan Eugene!Tuan Noah!Tuan Veldas!" Albert berlari mendekati mereka bertiga.
"Kakak sedang istirahat,saya tidak mau mengganggunya." balas Albert.
"Apa yang terjadi pada Adel?" tanya Putra Mahkota.
"Pergelangan tangan kiri dan lengan kanannya terluka karna paksaan orang-orang tadi." jawab Eugene.
"MEREKA BAHKAN BERANI MELUKAI PEREMPUAN!!LIHAT SAJA MEREKA!!" ucap Putra Mahkota kesal.
"Berhentilah marah-marah.Eugene,apa yang ingin kau tunjukan?" tanya Noah.
"Ah itu!Kemarilah!" Eugene berjalan ke arah belakang rumah itu.Sebuah pohon berdiri tegak disana.
"Pohon??"
"Rasakanlah."
Noah mencoba fokus.Ia langsung merasakan aliran sihir hitam yang tidak asing baginya.
"Ini sihir yang sama dengan sihir yang mencekik orang waktu itu.." ucap Noah.
"Benar..dan..sihir yang menyerang acara perburuan waktu itu." ujar Eugene.
"Ya,aku juga berpikir begitu.Ini aneh.." Noah kembali mengingat kejadian di perburuan.Sihir ini sangat mirip bahkan tidak bisa dikatakan berbeda.
"Semakin mendekat pohon itu,aku merasa sihirnya makin kuat." ucap Eugene.Di dalan dirinya,ia merasakan kecemasan yang cukup besar.Hatinya sangat resah ketika berada di dekat pohon besar itu.
"Sepertinya sesuatu terkubur dibawah sana.Kita tidak bisa menggalinya sekarang karna situasi yang tidak mendukung." ucap Noah.
"Kau benar.Kita harus bergegas."
Matahari mulai tenggelam.Waktu berjalan sangat cepat.Noah fokus pada alat sihir yang diberikan ayahnya.Sebisa mungkin ia mengubahnya menjadi alat perekam juga.
"Eugene."
"Hm?"
"Apa yang terjadi saat kau mengejar pria tadi?"
Eugene terdiam sejenak.Dia sudah berpikir Noah akan bertanya hal itu.
"Hanya pertarungan kecil." jawab Eugene.
"Apa maksudmu?" tanya Noah lagi.
"Hah..kau akan tahu nanti.Aku tidak bisa memberitahu mu sekarang." jawab Eugene.
"Memangnya ada ap-"
"DASAR TIDAK BERGUNA!"
"?!"
Suara seorang pria terdengar dari kejauhan dan perlahan makin jelas.Noah dan Eugene segera membawa memberitahu Putra Mahkota untuk keluar dan bersembunyi bersama Adel dan Albert.
Tampak orang tua dengan seorang pengawal berjubah putih yang tadi dikejar Eugene.Count dan orang itu berjalan ke arah rumah itu.Count terlihat sangat kesal dilihat dari raut wajah dan gaya bicaranya itu.
"40 orang melawan 2 anak kecil seperti mereka saja tidak bisa!"
"Tenanglah,tuan."
__ADS_1
"KAU PIKIR AKU BISA TENANG SETELAH MELIHAT ANAK BUAHKU MATI BEGITU MENGENASKAN DI TANGAN ANAK KECIL?!"
"Mereka hanya prajurit kelas bawah,anda tidak perlu mengkhawatirkan itu.Masih banyak prajurit dengan kemampuan jauh lebih baik."
"Cih!Terlebih siapa anak-anak itu?Mereka datang dengan sangat mencurigakan."
"Bahkan orang yang dicari Madam Yuri ada bersama mereka."
Noah mempertajam pendengarannya. Semampu mungkin ia harus menyaring semua percakapan itu.
"Kau baru saja kembali dari sana kan,Victor? Bagaimana keadaan Yang Mulia?" tanya Count.
"Beliau terlalu banyak menggunakan sihirnya.Sekarang sedang dalam kondisi lemah." jawab orang bernama 'Victor' itu.
"Aku akan pergi menemui Baron.Istirahatlah agar besok kau bisa bertindak untuk menghabisi anak-anak itu."
"Baik,tuan."
Count pun pergi menuruni bukit, meninggalkan orang itu sendirian disana.
"Kalian bisa keluar." ucap orang itu.
"Dia menyadari kit-"
"Ya ampun! Sebenarnya apa rencananya?"
Dengan berani Eugene langsung berdiri dari semak-semak tempatnya bersembunyi.Noah langsung menarik jubah Eugene karna kaget dengan sikapnya.
"Apa yang kau lakukan?!" tanya Noah.
"Tenanglah.Dia sekutu kita." jawab Eugene.
"Ha?"
Eugene berjalan mendekati orang itu dengan tenang.Noah dan Putra Mahkota masih memantau mereka dari semak-semak.Orang itu membuka kain yang menutup mulutnya.
"Sesuai cerita dari putra Marquess yang kau katakan,putra Duke Muda.Count sudah mengorupsi uang bantuan 90% dari jumlah awalnya.Setelah ku selidiki lebih jauh,alasan para penjaga tidak kembali dan burung merpati pembawa pesan menghilang karna mereka dibunuh organisasi putih." ucap orang itu.
'Eh?Suara yang tidak asing ini.. Jangan-jangan!'
"Tidak salah lagi aku meminta orang handal sepertimu,Segaf." ucap Eugene.
"APA?!!PUTRA DUKE/SEGAF?!" teriak Noah dan Putra Mahkota kaget bersamaan.
Tudung putih itu terbuka.Rambut biru muda yang panjang dan mata berwarna jingga yang cerah dan tajam,tidak salah lagi dia adalah Segaf.
"Halo,Yang Mulia Putra Mahkota dan Putra Marquess Luxbello." ucap Segaf ramah.
"T-tunggu!Apa maksudnya ini,Eugene?!" tanya Putra Mahkota menghampiri Eugene.
"Akan saya jelaskan,Yang Mulia."
Adel dan Albert yang melihat mereka berempat begitu syok.Ternyata Noah, Eugene dan Veldas adalah orang yang sangat penting dan mereka bertiga adalah calon pewaris tahta,ditambah ada Segaf yang merupakan putra Duke Zarken dari timur tengah yang begitu terkenal dengan sumpah Raja Elf sejak sangat lama.
"Kakak.. apakah tidak apa-apa kita disini bersama orang-orang penting itu?.." tanya Albert.
"Entahlah..kakak juga tidak tahu.." jawab Adel gemetar.
Noah yang masih berdiri di samping Adel dan Albert menyadari tubuh Adel yang gemetar.
"Adel,kau tidak apa-apa?" tanya Noah.
"Eh?! S-SAYA TIDAK APA-APA!!" jawab Adel begitu panik.
'Sangat jelas kau tidak baik-baik saja..' pikir Noah.
Noah membantu Adel dan Albert keluar dari semak-semak.Tubuh mereka gemetar karna suhu disana cukup dingin.
"Sebaiknya kita masuk.Sepertinya hujan akan turun cukup lebat melihat langit yang begitu gelap." ucap Segaf.
"Benar juga,anginnya juga dingin.Adel dan Albert belum memakai pakaian yang layak." ujar Eugene.
"Adel,pakailah ini untuk sementara.Albert bisa menggunakan jubah Noah."
"T-terimakasih,Yang Mulia.."
Putra Mahkota memberikan jubahnya pada Adel,begitupun Noah yang memberikan jubahnya pada Albert.
"Mereka menghilang!" ucap Putra Mahkota.
"Itu karena ukuran kita yang terlalu besar untuk mereka." balas Noah.
"Kalian tidak apa-apa?.." tanya Eugene.
"K-kami baik-baik saja!" jawab Adel yang terlihat begitu kecil,disusul Albert yang menganggukkan kepalanya walau tidak terlihat.
'Mereka..sangat imut!!' pikir mereka berempat.
/Di dalam rumah.
"Istirahat lah.Ada 2 kasur disini,akan ku buatkan minuman." ucap Segaf lalu beranjak pergi ke ruangan lain.
"Terimakasih,Segaf." balas Eugene.
Sebelumnya,Segaf memberikan buku keuangan dan catatan asli semua transaksi milik Count.Dia sudah menyalin semua catatan itu sebelum mengambilnya.
"Dia hebat juga.Penyamarannya juga tidak ketahuan." ucap Putra Mahkota.
"Itu Count saja yang bodoh." balas Noah.
"Sudahlah kalian ini.."
Noah mengamati isi dari buku keuangan serta catatan transaksi dengan teliti.
"Ini sangat mirip dengan catatan yang ada di ingatanku sebelumnya.Tidak ada yang tidak sesuai,semua ini sangat mirip." ucap Noah.
"Kau mengingat semua isinya?.." tanya Putra Mahkota.
Noah balik menatap Putra Mahkota dengan datar.
"Tentu saja.Aku sudah menghafal 200 buku sejarah dan ekonomi serta 100 buku strategi perang di usia 13 tahun di kehidupanku sebelumnya.Ingatanku itu tajam." jawab Noah.
"Kau mau pamer hah?!"
"Bukankah kau yang seharusnya Putra Mahkota bisa memahami itu semua di usia 10 tahun?"
"Egh!..Benar juga.."
JDER!!
Suara petir terdengar sangat keras.Angin bertiup cukup kencang diluar.
"AKH!!BIKIN KAGET SAJA!.." teriak Putra Mahkota.
"Sepertinya cukup dekat.Aku khawatir dengan para penduduk.."
__ADS_1
'Apa mereka baik-baik saja?.."
Bersambung...