Marquess And Spirit Witch

Marquess And Spirit Witch
Takdir Yang Dihindari


__ADS_3

Flashback


"Benarkan?kalau begitu biar kucoba mengkuliti mu dengan belati ini?.." Noah kembali mendekatkan Belati ke leher Xeon bahkan lebih dekat,


"SAYA CUMA BERCANDA!!TOLONG AMPUNI SAYA!!SAYA TIDAK AKAN MENGULANGINYA!!HWAAA MAMA!!" teriak Xeon meminta pertolongan walau tidak akan ada seorang pun menolongnya,


"Kau itu tidak punya orang tua atau garis keturunan" ucap Noah dingin dan mencengkam,


"Anda benar..saya tidak punya keluarga sama sekali.." ucap Xeon memalingkan wajahnya dengan nada yang sok sedih,


"Kau ingin mati?" tanya Noah polos,


"SAYA SUDAH BILANG CUMA BERCANDA!"


.


.


Episode 5


"Bukankah itu bagus",


"Apanya yang bagus dasar bodoh,aku tidak menyukai Tuan Putri Michella sama sekali",


Xeon dan Noah sedang mengobrol di balkon kamar Noah. Sejak malam itu,Noah mengizinkan Xeon untuk mengikutinya,lagian Xeon tidak bisa dilihat siapapun kecuali Noah,


"Anda membenci Tuan Putri karna fitnah itu?" Tanya Xeon memastikan,


"Tentu saja,jika dia tidak berpura pura seperti itu,aku tidak akan membenci nya" ucap Noah kesal,


"Besok anda akan pergi ke Istana bukan?anda akan bertemu lagi dengan Tuan Putri yang sangat baik hati" Xeon mencoba menggoda Noah supaya dia marah,


"Aku berniat kabur dari pesta dan tidak bertemu dengan nya, tapi ini melibatkan martabat keluargaku,aku jadi tidak bisa pergi begitu saja" ucap Noah sambil menghela nafas panjang,


"Bagaimana kalau anda menyamar?" Xeon menyarankan sebuah rencana untuk Noah,


"Menyamar??" Noah bingung dengan rencana yang disarankan Xeon,


"Hohoho!" Xeon tertawa licik dengan tatapan licik pada Noah,


'Perasaanku tidak enak'


/Hari Ulang Tahun Tuan Putri/


"Jadi,kenapa aku harus ikut?",


"Kau sudah janji akan membantuku menjauhkan diri dari adikmu kan?maka patuhilah aku untuk saat ini",


"Kau satu satunya orang selain ayah dan ibu yang memerintahku,dan lagi pula kenapa kau sangat ingin menjauh dari adikku?",


"Ini bersangkutan dengan nyawa,jadi jangan mengabaikan perkataan ku untuk saat ini saja Yang Mulia Putra Mahkota",


'Dia menyeramkan..aku akan mematuhinya untuk sementara..haha'


Putra Mahkota Veldas dan Noah sedang berdiskusi(lebih tepatnya berdebat) di Kamar Noah sebelum berangkat ke Istana,


"Masalahnya..KENAPA KITA HARUS MENYAMAR MENJADI SEORANG GADIS?!", Putra Mahkota mengomeli Noah karna berencana menyamar menjadi gadis di Istana,bahkan gaun,sepatu,dan Wig sudah disiapkan,


"Mau bagaimana lagi,aku tidak ingin Tuan Putri melihat wajahku yang sangat tampan ini" ucap Noah sangat sombong,


"Kau ini sangat narsis" balas Putra Mahkota datar memandang Noah,


"Memang kenyataannya seperti itu,apakah anda iri dengan ketampanan saya ini?" Noah mulai mengejek Putra Mahkota dan memancing emosinya,


"AKU TIDAK PERNAH IRI!AKU INI PUTRA MAHKOTA KEKAISARAN INI!AKU INI PALING TAMVAN!" Balas Putra Mahkota makin berlagak,(Darimana dia tau kata tamvan?)


"Kau ini sangat membuatku emosi. Lupakan hal tadi!lakukan ini sekarang juga!" Noah bergumam menahan emosi,

__ADS_1


"GUNAKAN CARA LAIN DASAR BODOH!"


/Di Istana/


"Kapan Tuan Putri akan datang?",


"5 menit lagi,dan penyamaran kita ini lebih baik dari pada penyamaran sebagai gadis",


"Apakah Baginda tahu kau sedang menyamar?"


"Tentu saja,bahkan sejak tadi beliau sudah memperhatikan kita dari sudut ruangan.."


"Mengerikan..aku akan bermimpi buruk setelah ini..",


Noah dan Putra Mahkota Veldas menyamar menjadi orang lain dengan menggunakan wig dan memakai kontak lensa,


"Tapi,menurutku kau lebih cocok dengan itu,benar benar seperti orang lain." ucap Putra Mahkota memuji Noah.Noah menggunakan rambut biru tua yang agak panjang dan lensa kontak berwarna emas,


"Anda sangat aneh dengan gaya itu?anda mau meniru saya?_-",Noah mengkritik gaya Putra Mahkota yang mirip dengan nya,rambut hitam dan lensa kontak berwarna ungu,


"Salah kah?" tanya Putra Mahkota sok polos,


"Jika Tuan Putri sampai menyukaiku akan ku bunuh kau.." ucap Noah dingin,


"B-baiklah!akan ku ganti!" Putra Mahkota langsung mengganti rambut palsunya dengan warna putih.


"Sekilas,kau mirip dengan Gera dan Ibu" gumam Noah melihat Putra Mahkota,


"Gera?ah,wanita yang kau ceritakan di kehidupan mu sebelumnya kan?" Putra Mahkota memastikan nama Gera yang disebutkan Noah,


"Kau benar benar percaya padaku?" tanya Noah serius,


"Tentu saja!kau ini sahabatku,untuk alasan apa aku tidak mempercayai mu. Maka dari itu,jangan mengkhianati ku." jawab Putra Mahkota,


'Kau juga bilang begitu sebelumnya..tapi akhirnya kau mengkhianati ku lagi..' batin Noah,


"Akhirnya datang juga..",gumam Noah,


Semua orang langsung tertuju pada Kaisar, Yang Mulia Ratu dan Putri Michella,bintang pada acara ini,


Baginda Kaisar langsung menuju ke balkon ruangan dan bersiap mengatakan sesuatu,


"Ekhem.Semua bangsawan yang hadiri,terima kasih telah datang ke pesta ulang tahun Tuan Putri Michella.Hari ini adalah hari yang sangat istimewa,maka dari itu nikmatilah pesta ini dan aku harap kalian diberkati" begitulah ucapnya,


Para bangsawan langsung bersorak gembira dan memberi selamat pada Putri Michella atas ulang tahun nya yang ke-6.


Banyak para wanita bangsawan langsung mendekati Putri Michella dan mengucapkan selamat serta membahas masa depan Putri Michella kelak.


"Tuan Putri,apakah anda berniat mencari pasangan sejak sekarang?" tanya salah satu wanita bangsawan pada Michella,


"Saya tidak tahu,tidak ada yang membuat saya tertarik" jawab Michella dengan senyumnya yang manis,


"Bagaimana dengan Putra saya?dia anak yang sangat pintar dan kompeten" ujar wanita bangsawan yang lain,


"Saya akan mencarinya sendiri.Omong-omong sebentar lagi pesta dansa untuk para dewasa akan dimulai,lebih baik para nyonya menyiapkan diri" ucap Michella lalu pergi ke balkon,


"Ya ampun,Tuan Putri sangat dewasa ya,padahal umurnya masih 6 tahun" gumam salah satu dari mereka,


"Benar, Tuan Putri pasti akan jadi wanita yang bijak" ujar wanita yang lain,


/Di balkon/


"Dasar,dimana Noah tadi,dia langsung menghilang setelah makan kue",Putra Mahkota sedang bergumam sendirian di balkon sambil menunggu Noah yang tiba tiba menghilang entah kemana,


Tak lama kemudian,seseorang membuka pintu menuju balkon yang didatangi Putra Mahkota, dan Putra Mahkota mengira kalau itu Noah,


"Noah!!kau dari-"Putra Mahkota berhenti melanjutkan kata katanya setelah melihat orang yang datang bukanlah Noah melainkan Putri Michella,

__ADS_1


"Michella?!" Dia langsung membatu di tempat dengan mulut yang membuka lebar,


"Siapa kau berani memanggilku dengan namaku?!" Putri Michella langsung memarahi Putra Mahkota yang memanggil namanya sembarangan,


"M-maafkan saya Tuan Putri!Saya hanya terkejut melihat anda tiba tiba datang" ucap Putra Mahkota gugup,


'Gawat..bisa bisanya Michella kemari..aku sangat tidak memikirkannya' batin Putra Mahkota,


"Ternyata kau disini,aku mencarimu kemana mana" Noah datang ke tempat Putra Mahkota dan Putri Michella berada,


Angin bertiup agak kencang, rambut Noah dan jas hitamnya menambah kesan gantengnya,ditambah tirai yang ikut bergerak terbawa angin ditambah cahaya dari dalam ruangan,


'Kenapa angin tidak pernah memihakku?..apa salah ku pada angin..?' Putra Mahkota bengong menatap Noah yang mengeluarkan aura sangat ganteng(?),


"Kenapa kau tidak menjawab?ayo kita kembali" ucap Noah lalu berbalik setelah sadar kalau ada Tuan Putri disana,


"Ah!tunggu dulu!" Putra Mahkota hendak menyusul Noah, tapi memutar badan menghadap Tuan Putri"


"Saya permisi dulu,Tuan Putri",sekali lagi angin berbaik hati meminjamkan kesan ganteng(?) untuk Putra Mahkota,


'Ternyata begini kesan ganteng' batinnya bangga,lalu pergi menyusul Noah,


"Mereka berdua...SANGAT KEREN DAN TAMPAN!" Putri Michella langsung terpesona melihat Putra Mahkota dan Noah tadi,


"Aku ingin tahu siapa mereka" gumam Putri Michella,


Lalu Putri Michella melihat sebuah kancing emas tergelak di lantai balkon dan mengambilnya,


"Cantiknya,apa ini milik salah satu dari dua orang tadi ya?ah!ada ukiran nya!" kancing yang dipungut Tuan Putri memiliki nama butik yang membuatnya,


"La Teritora?butik mana ini?" gumam Putri Michella,


Disisi lain,Noah dan Putra Mahkota berada di halaman Istana Utama,


"Lho?" Noah seperti kebingungan seperti mencari sesuatu,


"Kenapa?apakah kau kehilangan sesuatu?" tanya Putra Mahkota,


"kancing ku lepas" ucap Noah sambil melihat sekitar,


"Hah?bisa bisanya kau kehilangan kancing, kapan kau kehilangan nya?" tanya Putra Mahkota,


"Aku juga tidak tahu,mungkin di balkon" jawab Noah khawatir,


"Kenapa kau relakan saja?lagian itu hanya kancing dari sebuah butik yang tidak terkenal di Ibu kota" ucap Putra Mahkota,


"Tidak bisa,itu berharga untuk ku" jawab Noah,


"Kenapa?" tanya Putra Mahkota penasaran,


"Nenek Pemilik Butik itu,adalah Ibu asuh dari Ibuku,jadi dia seperti nenekku.Nenek yang merupakan ibu kandung ibu sudah meninggal saat ibu berumur 4 tahun,maka dari itu,kancing itu lebih berharga dari apapun" jelas Noah,


'Setidaknya..aku ada peninggalan nenek di kehidupan kali ini sebelum beliau meninggal..'


"Kalau begitu ayo kita cari di balkon" ucap Putra Mahkota langsung berlari menuju Balkon,Noah sempat terkejut tapi langsung menyusul,


/Di balkon/


"Ketemu?",


"Tidak,tidak ada disini",


Noah dan Putra Mahkota mencari kancing itu sekuat tenaga sampai tengah malam,bahkan sampai Pesta berakhir.Mereka berdua yang sudah kehabisan tenaga mencari di sekitar istana,dan berpikiran hal yang sama


'Sama sekali tidak ketemu..'


Bersambung..

__ADS_1


Yee, author telat up lagi:( lagi dan lagi,karna author sibuk sama RL jadi lupa sama novel,maaf ya author gak bisa sering sering up,makasii yang udah setia baca novel karya author,sekian dulu terima kasih ✨


__ADS_2