
Flashback
"Bisa-bisanya kalian melakukan ini padaku..!Hiks..Ah!Bagaimana kalau aku mengembalikan Cecil ke masanya?pasti sangat ser-!?!"
Sebuah pisau makan terbang hampir tepat ke arah Xeon berdiri.Pisau itu melewati Xeon dan menancap pada dinding dibelakangnya.
"Katakan sekali lagi maka kepalamu akan lepas dari tubuh mu" Noah menatap Xeon tajam dan mengerikan.
"Kau belum tidur?!" tanya Xeon panik.
"Lebih baik aku menghilangkan mu lebih dulu dan tidur tenang"
"A-aku hanya bercanda!!"
.
.
Episode 30
"Kakak aku pinjam Ferox ya!"
"Eh?Kenapa?Kamu mau kemana Gera?"
"Sebentar saja!Sampai jumpa!"
"Eh?Gera!"
Gera pergi keluar rumah bersama dengan Ferox,panther hitam milik Noah yang ia dapatkan saat festival berburu.
Sudah beberapa minggu sejak kejadian itu.Noah,Eugene dan Segaf mendapat penghargaan langsung dari Kaisar di tempat itu.Walau Kaisar tahu bahwa Noah mengambil Pedang Iblis dan Pedang Suci tanpa izin,beliau tidak mempermasalahkan hal itu.Karna itu,Noah mendapatkan pedang Iblis lebih cepat dari perkiraannya.Untuk Eugene,ia mengembalikan pedang itu pada ayahnya.Segaf juga mendapat banyak perhatian setelah berjasa walau baru kembali dari luar negeri.Mereka bertiga menjadi sorotan publik,terlebih untuk para gadis bangsawan yang belum mempunyai pasangan.Paras mereka bertiga bagaikan lukisan,tidak seorang pun yang tidak melirik mereka.Banyak pria bangsawan yang merasa kalah saing dan mencoba menjatuhkan mereka.
Putra Mahkota tidak diberi penghargaan secara publik,melainkan hanya keluarga dari kalangan tertentu.Putra Mahkota juga tidak ingin dirinya menjadi pusat perhatian seperti Noah, Eugene dan Segaf.
Hari ini adalah hari ulang tahun Noah ke-17 dan juga hari upacara kedewasaannya.Para pelayan sibuk mendekor ruangan dan taman yang baru saja Marquess bangun hanya demi upacara kedewasaan Noah.
Sebelumnya Noah sudah bilang kalau upacaranya kedewasaannya 'harus' sederhana.Marquess mengiyakan perkataan Noah dan mempersiapkan upacara kedewasaan Noah sesuai 'standar sederhana' Marquess.
Dipagi hari yang cerah itu,Noah menyempatkan dirinya untuk memeriksa catatan masa lalunya.
'Hari ini..upacara kedewasaan ku berlangsung di Istana atas perintah Kaisar.Hari yang sangat melelahkan karna banyaknya ajakan dansa dari para gadis bangsawan.Ajakan dansa pertama ku bersama Tuan Putri..hah, menyebalkan..Lalu saat malam tiba insiden buruk terjadi,Tuan Putri diculik saat berada di balkon pesta sendirian..lalu..'
"Apa yang kau baca Noah?"
"AKHHH!!HAH?!Ah..Cecil..kau mengejutkanku..".
Noah yang sedang serius membaca catatannya dikejutkan Cecil yang tiba-tiba muncul di sampingnya.
"Kenapa kau ada disini dan malah membaca buku?hari ini adalah hari istimewa mu!",ucap Cecil sedikit kesal.
"Bukan hanya aku,tapi kau juga akan merayakannya!",balas Noah.
"Apa maksudmu?!Aku hanya arwah penasaran.Lagian hanya keluarga Duke dan Marquess yang bisa melihatku.",ucap Cecil.
"Apa salahnya?Kita melewatinya bersama.Itu terkesan spesial bukan?.Ada sesuatu yang sudah ku persiapkan nanti, bersiaplah." Noah berdiri dari tempatnya dan mencium kening Cecil.
"ugh.." semburat merah tipis muncul di wajah Cecil membuat Noah gemas.Noah tersenyum tipis lalu keluar dari kamarnya.
"Ah!Tuan Muda!",seorang pelayan menghampiri Noah.Sontak Noah menengok ke arah suara yang memanggilnya.
"Ada apa?",tanya Noah penasaran.
"Nona bilang untuk menyampaikan pesannya pada anda.Nona pergi keluar bersama dengan Tuan Muda Eugene,jadi anda tidak perlu mencarinya." jawab pelayan itu.
__ADS_1
"Apa?Padahal aku sudah bersiap untuk menemaninya..yasudahlah,kembalilah."
"Baik Tuan Muda."
Sekarang Noah sendirian di depan pintu kamarnya sendiri.Dia berpikir apa yang harus dia lakukan sekarang.
'Apa aku berlatih saja ya?' pikir Noah.
/Di tempat latihan.
"Oi kalian!Ingat apa yang aku katakan tadi!Jangan sampai Tuan Muda berlatih pedang di hari pentingnya!"
"Siap!"
"Tapi ketua..apa nyawa kita akan selamat?",tanya salah satu dari mereka pada ketua pasukan.
"T-tentu saja!Tuan Muda penuh belas kasihan pada pasukannya!..A-ahahaa!",jawab ketua pasukan gugup.Kesatria yang lain bahkan tidak percaya dengan perkataan Ketua.
Sebelumnya,para pasukan kesatria sudah sepakat untuk tidak membiarkan Noah latihan hari ini,Marquess pun mendukung keputusan mereka.Walau nyawa mereka akan terancam karna melarang Noah,tapi demi hari spesial mereka siap mengorbankan apapun.
Tak lama kemudian Noah tiba disana.Para kesatria yang menyadari itu langsung berbaris rapi di depan pintu masuk tempat latihan.
"Aku da..tang(?).Kenapa kalian berdiri disitu?",tanya Noah heran.
"Tuan Muda..",
"Ya?",
"Hari ini...ANDA TIDAK BOLEH LATIHAN!!JADI KEMBALILAH KE DALAM!"
"HAAAA?!?!"
Para kesatria serempak mengatakan keputusan mereka demi Noah.Mereka tampak sangat membara dan bersemangat untuk melarang Noah berlatih hari ini.
"T-tunggu dulu! Kenapa aku tidak boleh latihan?!", tanya Noah gugup dan heran, ekspresi nya bahkan tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.
"I-itu..Pedang anda tidak ada di tempat!",ucap salah satu kesatria.
"Ha?Pedang?aku selalu membawanya di pinggangku lho.",balas Noah sambil menepuk-nepuk pedang yang ada di pinggangnya.
"P-patung kayu untuk latihan hancur semua Tuan Muda!",ucap yang lain.
"Eh?Aku bisa berlatih dengan kalian bukan?Lagipula aku tidak pernah memakai patung kayu busuk,jelek,dan rapuh itu.Memang seharunya diganti minggu ini,tapi apa ayah lupa?",balas Noah sambil berpikir keras.
Kata busuk,jelek,dan rapuh yang Noah katakan tanpa rasa bersalah itu benar-benar menusuk para kesatria.
'Padahal patung itu terbuat dari kayu terbaik..!' batin mereka serempak.
"A-anu Tuan Muda..hari ini adalah hari spesial untuk anda,maka dari itu hari ini kami sepakat untuk membuat Tuan Muda tidak latihan dan menikmati hari ini..",ucap ketua pasukan.
Noah terdiam.Hawa tidak enak muncul darinya,membuat para kesatria merinding ketakutan.
"Kalian..", nada dingin dan menekan dapat dirasakan hanya dari satu kata itu.
"Ternyata kalian sangat memperhatikan ku yaa!Ya ampun, kalian sangat baik hati!Aku sangat berterimakasih pada kalian!" lanjut Noah kegirangan dan mata yang berkaca-kaca karna terharu.
'Eh?Nyawa kita..MASIH ADA!!',para kesatria menangis bahagia dalam hati menyadari mereka masih hidup.
"Tapi aku menolak."
Harapan mereka sirna seketika dengan satu kalimat dari Noah yang ia ucapkan dengan ringan.
"Noah,jangan berlatih." Marquess sudah tiba disana.Semua pasukan menatap Marquess dengan penuh harapan.
__ADS_1
'KOMANDAN!!SELAMATKAN KAMI!', ucap mereka dalam hati.Marquess yang melihat mereka berkaca-kaca seperti itu paham apa yang Noah lakukan.
"Kenapa ayah?saya bosan dan tidak ada pekerjaan yang bisa saya lakukan." tanya Noah murung.
"Bagaimana urusan laporan?",tanya Marquess.
"Sudah selesai sampai 5 bulan kedepan." jawab Noah.
"Aku dengar dari kakek dan paman mu kalau kau bisa melakukan sihir.Bagaimana kalau mencari guru sihir?", tanya Marquess lagi.
"Saya sudah menguasainya sampai tahap tertinggi." jawab Noah makin murung.
"Pelajaran ekonomi? sejarah?sosial?dan lain-lain?",
"Saya sudah hafal seluruhnya sejak 9 tahun lalu.Bahkan sudah 9 tahun saya tidak belajar dari guru privat sama sekali.",
"Bagaimana dengan teknik pedang?Jika kau sudah menguasai semuanya maka kau tidak perlu latihan bukan?",
"Saya sudah mempelajari semuanya,tapi saya hanya ingin mengayunkan pedang saja."
"..."Marquess benar-benar kehabisan kata-kata.Noah tampak makin murung karna tidak ada hal yang bisa dia lakukan hari ini selain menunggu acara.
Tak lama kemudian Gera tiba di tempat latihan bersama Eugene dibelakangnya.
"Ayah!Kakak!",
"Ah Gera,kamu sudah kembali, bagaimana jalan-jalannya?" tanya Marquess.
"Sangat menyenangkan,aku bertemu dengan putra Duke tadi." jawab Gera girang.
Marquess dan Noah diam membeku.Eugene yang ada dibelakang Gera sedikit gugup dan merinding.
"Putra Duke?.." tanya Marquess dan Noah bersamaan.
"Iya!Dia sangat baik padaku,dan juga tadi dia memberikan belati yang dia beli padaku, kebetulan belati itu hanya ada 1 dan ingin ku berikan pada kakak." jawab Gera sangat girang.
'Anak itu.. berani-beraninya mendekati Gera!!',batin Marquess dan Noah bersamaan.
"Oh ya Ayah,hari ini..bolehkah aku mengunjungi makam ibu?",tanya Gera ragu,ia takut menyakiti perasaan ayah dan kakaknya.
"Tentu saja.Ayo kita pergi bersama.Dihari bahagia kakak mu,kita tidak boleh melewatkan ibu kalian." jawab Marquess lembut menatap Gera.
"Terimakasih ayah!",Gera sontak memeluk Marquess dengan erat.Noah dan Eugene tersenyum tipis.
"Apa kau mau ikut?", tanya Noah pada Eugene.
"Tidak,aku akan pulang dan bersiap-siap untuk nanti malam.Jangan lupakan penampilan mu juga,aku menantikannya." jawab Eugene.
"Yang harusnya kau lihat adalah Gera dan Cecil.Mereka akan jadi yang paling bersinar di acara ku nanti!",ucap Noah bangga.
"Aku belum melihat Cecil sejak tadi,dimana dia?",
"Mungkin dia sedang berada di suatu tempat?entahlah,dia tadi ada dikamar ku",
"Apa-apaan jawabanmu itu..",
Setelah itu,mereka berempat kembali ke dalam mansion.Eugene pamit pulang,ibunya sudah menunggu untuk ditemani Eugene berbelanja karna ayahnya sedang ada urusan di Istana.Marquess juga berterimakasih pada Eugene karna menemani Gera jalan-jalan tadi.
Setelah itu, Marquess,Noah dan Gera bersiap-siap mengunjungi makam Marchioness di makam keluarga.
'Ibu..putramu sudah dewasa tanpa sosok dirimu lagi..'
Bersambung...
__ADS_1