
Flashback
"Eugene, cobalah,kita bisa memanfaatkan mereka" ucap Noah,
"Mengusap serigala ini?" tanya Eugene,
"Iya" jawab Noah,
"Ini?",
"Ya"
"Yang benar?"
"Aku akan membuatmu menjadi santapannya jika kau bertanya sekali lagi"
"Ini..mengerikan tau.." ucap Eugene,
"Dasar lemah" balas Noah,
"Jahat.."
.
.
Episode 28
"Baginda Ratu,Tuan Putri,ikuti ayah agar anda berdua selamat!" ucap Gera,
"Gera..akan bahaya jika kamu sendirian disini.." ucap Baginda Ratu cemas,
"Tidak apa-apa Baginda,saya akan menyusul" ucap Gera,
"Lebih baik kamu ikut bersama kami!Marquess juga pasti tidak akan mengizinkan kamu ada disini" ucap Putri Michella,
"Tuan Putri,saya percaya pada ayah saya dan kakak saya,dan..saya yakin dengan kekuatan saya, setidaknya saya bisa mencegah beruang itu jika dia terbangun" ucap Gera,
"Aku mohon berhati-hatilah Gera! masih ada hewan buruan tingkat menengah yang menggila..",
"Baik Baginda"
Ratu Lilia dan Putri Michella pun mengikuti Marquess ke tengah area tenda.Gera yang masih ada di tempat pun mengamati beruang raksasa yang masih pingsan.
'Kakak.. cepatlah!'
Tak lama kemudian,beberapa kancil yang berukuran agak besar datang menghampiri Gera yang sendirian di tempat itu.Tidak ada prajurit penjaga disana karna sibuk mengungsikan para bangsawan dan rakyat biasa yang ikut serta dalam perburuan.
"Mereka sudah datang rupanya!"
Gera pun mulai menembak hewan-hewan itu dengan crossbow nya berkali-kali.Tapi hewan-hewan itu tidak berkurang dan malah tambah banyak.
Grrr-!
Tanpa Gera sadari,beruang tadi sudah tersadar dari pingsannya dan mendapati Gera sedang lengah.
GROARR!!
'Sial!Aku tidak akan sempat!
Beruang itu hendak menyerang Gera.Sayangnya Gera tidak sempat menghindar.
SRATT!
"Eh?"
Seseorang menyerang beruang itu dan menangkis serangannya.Sosok pemuda yang tidak asing di mata Gera.Rambut biru muda yang sangat Gera ingat.
"Jangan mendekatinya hewan sialan"
Beruang itu tampak kesakitan dengan luka di tangannya akibat tangkisan pedang pemuda itu.
"Lady,apakah anda baik-baik saja?"
Gera mantap mata jingga pemuda itu layaknya matahari terbenam lekat-lekat.
"Anda..Kakak yang waktu itu!"
"Eh?Kamu kan..gadis kecil itu"
Pertemuan pertama Gera dan Segaf setelah hampir 6 tahun lamanya.
"Ah!Awas!"
"!?!"
Beruang itu kembali menyerang Gera dan hendak melukai Segaf yang berdiri di depan Gera.Tapi dengan sigap Gera menembak beruang itu dengan crossbow nya dan kekuatan sihir.
"Kita tidak boleh lengah!Hewan buruan tingkat menengah juga ada disini!" ucap Gera mulai menembak ke arah hewan-hewan itu.
"Tentu saja!"
Mereka berdua saling membelakangi dan menyerang hewan-hewan itu.
/Di sisi Noah dan Eugene
"Wah! Bulunya sangat lembut!"
"Sepertinya itu serigala salju,kau cocok dengannya"
"Tentu saja! Wajah ku yang tampan pasti cocok dengan apapun!"
"Kalau begitu kau lebih cocok dengan babi"
"APA KATAMU?!"
__ADS_1
Noah dan Eugene mencoba menaiki panther dan serigala itu beberapa kali.Diawal mereka sempat kesusahan karna ditolak,tapi setelah beberapa kali,akhirnya mereka bisa menaiki kedua raksasa itu.
"Bagaimana dengan kuda kita??" tanya Eugene,
"Kita akan kembali lagi nanti dengan sihir teleportasi ku.Mereka butuh istirahat" jawab Noah,
"Baiklah.Kita tidak bisa mengulur waktu lagi,ayo kita pergi!" ucap Eugene,
Noah dan Eugene pun hendak pergi dengan panther dan serigala dengan 'tenang'.Tapi parahnya,bukan melewati jalan biasa,panther dan serigala itu menembus dinding Goa sampai keluar dan berlari secepat kilat.
"Hwaaa!!Ini gila!!" teriak Eugene yang hampir terlepas dari serigalanya,
"Mereka sangat cepat!aku khawatir kita akan menabr-!?"
Noah terbentur dahan pohon yang rendah.Mereka menuruni bukit dan pepohonan lebih pendek dari sebelumnya.
"Pft! HAHAHAHA!!RASAKAN ITU!!" Eugene tertawa puas sampai menangis melihat Noah yang terbentur dahan pohon,
"Siala-!?"
Lagi-lagi Noah terbentur.Eugene makin tertawa keras melihatnya.
"Bagaimana rasa-!?!"
Kali ini Eugene yang terbentur,bahkan dia sampai hampir terjatuh dari serigalanya.
"HAHAHAHA!!KAU KENA IMABASNYA!BAGAIMA-!?"
Noah dan Eugene terbentur dahan pohon berkali-kali selama menuruni bukit.Sesampainya di jalan hutan yang rata dengan pohon tinggi,wajah mereka sudah memar.
"Lain kali kita harus menebang pohon yang dahannya kurang dari 4 meter" ucap Eugene kesal,
"Ini salah kita karna terlalu tinggi.." balas Noah memalingkan wajahnya,
"Berapa tinggi mu?" tanya Eugene,
"187,saat umurku 24 seharunya 196" jawab Noah,
"Sekarang aku 190.Bagaimana dengan diriku waktu itu?" tanya Eugene sedikit kesal,
"195" jawab Noah cepat,
"A-..APAAA?!?!"
/Disisi Gera dan Segaf
"Gera!"
"Ayah!Bagaimana kondisi di belakang?!"
"Perlahan mulai membaik,dan sekarang para kesatria sedang diobati"
"Bagaimana dengan Kak Cecil?!"
"Dia masih lemah,tapi sayangnya tidak ada yang melihatnya selain ayah.."
'Kakak Cepatlah!'
ROARRR!!
Beruang raksasa itu mengamuk dan hampir melukai Segaf yang sedang melawannya.Gera dan Marquess mulai menyerang hewan tingkat menengah.Mereka mulai lengah karna pengaruh sihir hitam yang sudah di segel.
"Sial! Kekuatannya tidak berkurang walau sudah terluka!" ucap Segaf yang mulai kewalahan melawan beruang itu.
"Kak! Minggir!" Gera menyiapkan crossbow nya.Segaf langsung menyingkir dari beruang itu dan tembakan sihir Gera melesat ke arah beruang.
DUAR!!
Serangan Gera meleset.Beruang itu sangat lincah dan cepat dengan tubuh besarnya itu.
'Meleset?!' batin Segaf dan Marquess.
"T-tidak mungkin.." Gera pun kaget serangannya meleset, dan hanya menggores sedikit kulit beruang itu.
"GERA!!"
"eh?"
Noah dan Eugene tiba di area tenda bersama panther dan serigala mereka.
"Beruangnya bahkan lebih besar dari serigala dan panther kita!.." ucap Eugene kaget,
"Gerakannya juga lincah..kita harus lebih cepat!" ucap Noah menyiapkan pedangnya,
"Tentu saja!"
Noah dan Eugene turun dari panther dan serigala mereka dan mulai menyerang beruang itu.
"Kakak!Awas!!"
"Lady,anda harus kembali ke tenda tengah" ucap Segaf pada Gera,
"Tapi..kakak.."
"Saya akan membantu mereka.Anda sudah terlalu banyak menggunakan sihir."
Gera terdiam.Ucapan Segaf benar,sekarang tubuhnya tidak bisa menyerang menggunakan sihir sementara.
"Marquess,anda juga harus menjaga area tengah.Hewan tingkat menengah masih bisa bergerak.Kita tidak tau seberapa cepat mereka akan menyerang sampai ke tengah.Para kesatria juga sudah mulai kewalahan." ucap Segaf,
"Tapi Tuan Muda.."
"Saya mohon."
Marquess tidak bisa membantah lagi dan menuruti perintah Segaf.Marquess dan Gera segera kembali ke area tenda yang aman.Segaf pun ikut membantu Noah dan Eugene menyerang beruang itu.
__ADS_1
"Tidak hanya lincah.Beruang ini juga sangat kuat"Eugene menahan serangan beruang dengan pedangnya.Cukup sulit baginya menahan kekuatan beruang sebesar itu.
"Akan saya bantu!"
"Kau..Duke muda Zerkan?" tanya Noah,
"Kau mengingatku ya..aku ingat kelemahan beruang itu ada pada dadanya,sangat sulit menebas dadanya karna ada sesuatu yang kuat didalamnya" jawab Segaf,
"Kalau begitu..Noah!Kau incar beruang itu dengan pedangmu!Aku dan dia akan mengalihkan perhatiannya dan melindungi mu!" ucap Eugene,
"Begitu ya,baiklah!"
Eugene dan Segaf mengoceh perhatian Beruang itu agar menyerang mereka.Disaat beruang itu menyerang,Eugene dan Segaf akan menaham tekanan dan Noah menusuk dada beruang itu.
'Panther dan Serigala itu tidak bisa berbuat apa-apa..mereka kekurangan kelompok untuk menyerang beruang ini..' batin Noah melirik panther dan serigala tadi yang tampak ingin menyerang tapi kalah kekuatan.
Beruang dewasa menyerang serigala jika serigala tidak memiliki kelompok.Tapi serigala akan menggunakan berbagai cara memanggil kelompoknya untuk menyerang beruang.Dilihat dari situasi sekarang, beruang yang sangat besar itu adalah induk, sedangkan panther dan serigala sedang beranjak usia remaja.Kekuatan mereka tidak akan sebanding dengan beruang induk sebesar 4 tenda bangsawan itu.
"Sekarang!Tahan!"
"Iya!!"
Eugene dan Segaf bersamaan menahan kekuatan beruang yang menekan mereka.Perlahan mereka mundur karna tekanan luar biasa dari beruang itu.
'Ini kesempatan ku!'
Noah berlari sekencang mungkin dengan pedangnya.Melompat setinggi-tingginya dan memusatkan ujung pedang pada beruang.
"Wahai jiwa yang kelaparan!Penuhi panggilanku dan makanlah hasrat yang murka dari mahkluk ciptaan Dewa!"
Dengan gesit Noah menghunuskan pedangnya tepat di dada beruang itu.Beruang itu mulai kehilangan kendali dan terjatuh.Noah masih berusaha mendorong pedangnya masuk lagi ke dalam dada.Tapi..
"Ini terlalu keras..! Eugene aku butuh bantuan-akh!!"
'Dadaku..sesak..'
"Ada apa Noah?!" teriak Eugene mulai cemas,
"Bantu aku..ugh..tancapkan pedangmu kesini! Tuan Muda Segaf juga!"
"Baiklah!Ayo Eugene!"
"Iya!"
Eugene dan Segaf naik ke dada beruang itu dan siap menusuk dada beruang dengan pedang mereka,tapi beruang itu kembali bangkit dan menjatuhkan mereka bertiga.Pedang mereka pun tidak berhasil menjatuhkan beruang.
"Sial..uhuk-!akh!!"
"Noah!Kau kenapa?!"
"Dadaku..sesak.."
ROARRRR!
"Sial-!"
"MENUNDUK!!"
"?!"
Mereka 'bertiga' reflek menunduk.Sebuah rantai sihir mengikat kaki dan tangan beruang itu dengan sangat kuat.
"Eh?Siapa??" Noah sontak melirik dan melihat Cecil yang terlihat sangat lemas mencoba mengeluarkan sihir pengikatnya.
"Cecil?!"
"CEPAT SERANG!INI KESEMPATAN TERAKHIR KALIAN!!" teriak Cecil menahan sihirnya agar tidak terlepas.
Noah,Eugene dan Segaf pun sontak menyiapkan pedang mereka dan menyerang beruang itu bersamaan.
"Noah,apakah aku harus membaca mantra?!" tanya Eugene siap dengan pedangnya,
"Iya! Gantilah kata-kata ku tadi dengan 'roh','yang mensucikan',dan 'murnikanlah'!" jawab Noah,
"Baiklah!Aku mengerti!"
Segaf melirik mereka berdua dan tersenyum tipis.'Senjata andalannya' juga sama.
"Wahai jiwa yang kelaparan!Penuhi panggilanku dan makanlah hasrat yang murka dari mahkluk ciptaan Dewa!" ucap Noah,
"Wahai roh yang mensucikan!Penuhi panggilanku dan murnikanlah hasrat yang murka dari mahkluk ciptaan Dewa!" ucap Eugene,
Sekarang giliran Segaf.Dengan tenang ia mengangkat pedangnya dan membaca mantra.
"Wahai spirit yang menenangkan!Penuhi panggilanku dan tenangkanlah hasrat yang murka dari makhluk ciptaan Dewa!" ucap Segaf,
Eugene dan Noah sedikit terkejut.Tapi secara bersamaan mereka menusuk pedang tepat ke dada beruang itu.
ROARRRR!!!
Mereka bertiga berhasil.Sihir hitam perlahan keluar dari beruang dan tubuhnya mulai menyusut.Mereka tampak sangat kelelahan.
"Syukurlah.." Cecil mulai terhuyung lemas,
"Cecil!" Noah dengan sigap berlari ke arah Cecil dan menangkapnya.
Eugene tampak kesal dengan aura yang sudah membara.
'Noah!Aku akan membunuhmu lain kali!' batinnya kesal.
Segaf melirik ke arah Noah dengan tatapan heran.
'Cecil.. apakah yang dia maksud adalah api putih yang ada di pangkuannya?..aku tidak bisa melihat sosok itu,tapi aku bisa mendengar suaranya jelas' batinnya.
Eugene melirik Segaf yang melirik Noah.Dia heran kenapa Segaf menatap Noah seperti itu.
__ADS_1
'Apa dia bisa melihat Cecil?tapi dia bukan keturunan Luxbello ataupun Casnelia.Kenapa?'
Bersambung...