
Flashback
"Dia suka tempat yang damai, sepertinya dipinggir danau seblah sana" ucap Noah sambil menunjuk ke arah cahaya celah hutan yang menuju danau,
"Baiklah! Ayo kita coba kesana"
"Iya"
Mereka berdua mempercepat kuda mereka menuju pinggiran danau.
Setibanya di pinggiran danau,Noah terkejut melihat danau itu berwarna ungu yang sangat berkilau.Begitu juga dengan Putra Mahkota yang melihat danau itu kagum.
"Walau ini masih wilayah istana,tapi aku baru pertama kali melihat danau ini" ucap Putra Mahkota masih terkagum,
"Ah!Itu Eugene!"
Noah melihat Eugene yang duduk ditepi danau bersama kudanya dengan santai.Mereka berdua pun segera menghampiri Eugene.
"Eugene!!" teriak Noah memanggil Eugene,
"Hum?Noah?"
.
.
Episode 26
"Untunglah kau ketemu secepat ini!"
"Eh?Ah!Putra Mahkota juga?!"
Eugene langsung berdiri dan membukukan badan memberi salam dan hormat pada Putra Mahkota,
"Semoga Dewa menyertai anda" ucap Eugene,
"I-iya semoga Dewa menyertai mu juga.." balas Putra Mahkota turun dari kudanya.Noah juga segera turun dan mendekati Eugene.
"Eugene!Aku butuh bantuan mu!" ucap Noah tegas,
"Bantuan?Bantuan apa?Berburu?Enak saja" balas Eugene,
"Aku serius!Ini bukan tentang berburu,tapi hewan buruannya!" ucap Noah sedikit menekan kalimatnya,
"Terus?Apa yang harus ku lakukan?" tanya Eugene dengan tampangnya yang datar,
"Kau bisa menggunakan sihirmu kan?" tanya Noah,
"Tentu saja,kau pikir aku ini si-"
"Aku butuh kekuatan mu untuk menyegel sihir hitam"
Eugene tersentak mendengar ucapan Noah.Dia kaget tapi juga heran kenapa Noah membicarakan sihir yang sudah di ilegal kan sejak lama.
"Kenapa dengan sihir itu?" tanya Eugene,
"Segelnya terbuka..dan itu mempengaruhi para hewan buruan di hutan ini.Mereka menjadi gila dan bertambah kuat karna sihir itu" jawab Noah,
"Hah?.. Bagaimana bisa?!"
Noah mengambil bayi beruang dari tas kudanya dan menunjukkannya pada Eugene.
"Aku dan Putra Mahkota melawan bayi ini tadi" ucap Noah,
"Berdua?Beruang sekecil ini?!" tanya Eugene kaget,
"KECIL APANYA?!TADI DIA SEBESAR 3 ORANG PRIA DEWASA SAAT KAMI MELAWANNYA!!" jawab Putra Mahkota emosi mengingat pertarungannya dan Noah melawan seekor bayi beruang.
"Putra Mahkota benar.Lalu saat kami berhasil mengalahkannya,aura hitam keluar dari tubuhnya dan mengecil menjadi segini" ucap Noah,
"Kalau bayinya saja sebesar itu..bagaimana dengan induknya?.." tanya Eugene ngeri membayangkannya,
"ITULAH YANG AKU PIKIRKAN SEJAK TADI!!" jawab Putra Mahkota tambah emosi,
"Kekuatannya tadi juga bukan main-main..beruang itu 10x lebih kuat dari beruang biasanya.." ucap Noah,
"Itu mengerikan..omong-omong darimana kau tau tentang segel itu?" tanya Eugene,
"Ingatanku di kehidupan sebelumnya.Seharusnya ini terjadi 5 tahun dari sekarang saat usiaku 22 tahun,tapi entah kenapa waktunya berjalan sangat cepat seperti ini.." jawab Noah,
__ADS_1
"Bagaimana cara kita mengatasinya?.." tanya Eugene lagi,
"Waktu itu kau menyegelnya dengan sihirmu,dibantu dengan Putra Mahkota yang memiliki sihir setelah menaklukan Wyvren di perbatasan utara..tapi Putra Mahkota belum menaklukkan Wyvren..jadi sepertinya aku yang akan menggantikannya" jawab Noah,
"APA?!?KENAPA KAU LAGI?!? SEBENARNYA SIAPA TOKOH UTAMANYA?!?AKU INI PUTRA MAHKOTA TAU!!" teriak Putra Mahkota sangat emosi,tapi Eugene dan Noah mengabaikannya,
"Seingatku..untuk menaklukan hewan buas tingkat atas seperti induk Beruang,Harimau,dan yang lain harus menggunakan alat sihir yang setara dengan kekuatan Pedang Iblis dan Pedang Suci..Induk beruang itu pasti sedang tidur karna aku tidak merasakan getaran" ucap Noah,
"Kalau begitu kita harus mengambil pedang-pedang itu untuk berjaga-jaga" balas Eugene,
"Benar.Aku akan segera kembali,kalian pikirkan dulu rencananya" lingkaran sihir keluar dari tanah yang Noah pijak,dan dia pun menghilang,berteleportasi ke tempat lain.
"Dasar anak itu,selalu semaunya!" ucap Putra Mahkota kesal,
/Disisi Noah,Istana Kaisar
'Aku ingat kalau pedang-pedang itu disimpan tepat dibawah singgasana Kaisar'
Noah pun mencoba berpindah ke ruangan rahasia itu,lalu.. berhasil!Noah masuk ke dalam ruangan rahasia,tempat Kaisar menyimpan Pedang Iblis dan Pedang Suci.
"Itu dia!"
Dua buah kotak kaca berisi pedang iblis dan pedang suci,benda yang Noah cari sekarang.
"Aku harus segera kembali!" Noah menggunakan penutup wajah dan tudung,lalu pergi membawa dua kotak itu.Tanpa Noah sadari, seseorang melihat Noah pergi membawa kotak pedang itu.
'Auranya tidak berbahaya,tapi kenapa dia mengambil pedang itu?'
/Ditempat Eugene dan Putra Mahkota
"Jadi begitu.."
"Kita harus menjaga tenda juga"
"Aku yang akan bertanggung jawab"
Noah tiba kembali ke tempat Eugene dan Putra Mahkota berada sambil membawa 2 kotak kaca berisi pedang iblis dan pedang suci.
"Ku pikir ayah yang membawa pedang suci" ucap Eugene sedikit kaget,
"Sepertinya itu karna perang belum terjadi selama 20 tahun terakhir,maka dari itu pedangnya diletakan tersembunyi dibawah singgasana Kaisar" ucap Noah,
"Jelaskan dulu padaku!" ujar Noah sedikit kesal,
"Ah iya,maaf aku lupa",
"Cih!"
"Jadi Putra Mahkota akan kembali ke tenda melewati pinggiran danau ini,karna tendanya ada disana,jadi akan aman jika lewat sini.Beliau juga akan memberitahu semua orang untuk berjaga-jaga dan tetap waspada pada hewan buruan yang menggila,dan juga pengamanan akan diperketat.Lalu aku dan kau akan mencari segel itu sesuai dengan penglihatan aliran sihir yang kau dapatkan dari Cecil, seperti yang dikatakan Putra Mahkota" jelas Eugene,
"Begitu ya?Baiklah!" balas Noah paham,
"Kita harus bergegas,sebentar lagi terompet tanda perburuan berakhir akan dibunyikan" ucap Putra Mahkota,
"Baik!" balas Eugene dan Noah serempak,
Eugene dan Noah kembali kedalam hutan sedangkan Putra Mahkota pergi menuju tenda.
"Eugene,kau harus berhati hati,banyak jebakan hewan buas disini" ucap Noah mengingatkan Eugene,
"Jebakan?Baiklah.." balas Eugene,
'Alirannya makin bercabang..kita harus lebih cepat!'
/Disisi Gera dan Cecil
"Nona,apakah anda mau jalan-jalan?Udaranya sedang sejuk"
"Baiklah,tapi aku akan pergi sendiri"
"Tapi.."
"Aku akan baik-baik saja,jaga tenda nya"
"Baik.."
Gera pergi keluar tenda bersama Cecil.Tidak lupa ia membawa crossbow untuk jaga-jaga seperti kata Noah.Banyak mata yang ketakutan melihat Gera berjalan sendirian membawa crossbow seperti itu.
"Gera,kamu mau jalan-jalan kemana?" tanya Cecil,
__ADS_1
"Entahlah,aku hanya ingin menghirup udara segar"jawab Gera menghela nafas panjang,
"Begitu ya"
Gera melanjutkan jalan-jalannya disekitar tenda,sampai akhirnya dia sampai di pinggiran danau dibelakang tenda keluarga Kaisar.
"Wah!Danaunya berwarna ungu.. cantiknya!", Gera terpungkau melihat keindahan danau itu,
"Danaunya terlihat sangat mewah diantara dedaunan musim gugur" ucap Cecil ikut kagum,
"Ya ampun,ada Gera juga?"
Gera menoleh ke arah suara yang menyebut namanya.Baginda Ratu Lilia berdiri tepat dibelakang Gera bersama dengan Putri Michella disamping beliau.
"Yang Mulia!Semoga Dewa memberkati Baginda Ratu dan Yang Mulia Tuan Putri" ucap Gera langsung memberi salam,
"Semoga Dewa menyertai mu.Omong-omong Gera,kenapa kamu disini sendirian??" tanya Baginda Ratu,
"Eh?Emm,saya hanya sedang mencari udara segar karna sejak tadi saya hanya berdiam diri di tenda" jawab Gera melirik ke Cecil yang menatap datar ke arah Putri Michella,
"Ah,aku dengar kamu sedikit membuat keributan tadi.. apakah kamu baik-baik saja?" tanya Baginda Ratu cemas,
"Saya baik-baik saja Yang Mulia, terimakasih telah mengkhawatirkan saya" jawab Gera,
"Begitu ya",
"Lady Gera,apakah anda sudah membuat jimat?" tanya Putri Michella,
"Jimat?Tentu saja Yang Mulia" jawab Gera,
"Kamu memberikannya pada siapa?" tanya Putri,
"Tentu saja pada ayah dan kakak saya,bagaimana dengan Yang Mulia sendiri?" jawab Gera balik bertanya,
"Aku hanya memberikannya pada Kakak,walau ada juga yang meminta jimat dariku,tapi..aku tidak mau" jawab Putri Michella agak gugup mengingat para pemuda yang mendatanginya demi mendapat jimat,
Gera merasa kan hal yang dialami Putri Michella karna tadi juga banyak pemuda yang meminta jimat padanya.
"Ah,aku melihat Noah yang kewalahan menghadapi rombongan para Lady.Sepertinya mereka ingin memberikan jimat pada Noah ya,huhu" ucap Baginda Ratu sambil tertawa kecil,
"Benar,tadi kakak sempat kelelahan menghadapinya tapi untungnya ada ayah yang membantu kakak" ucap Gera,
'Membantu kakak dengan tatapan tajamnya..apakah para Lady itu kena mental ya?..' batin Gera sedikit cemas,
Sesaat kemudian Putra Mahkota tiba di area tenda dan bertemu Baginda Ratu,Putri Michella,serta Gera di pinggiran danau belakang tenda Keluarga Kaisar.
"Lho?Yang Mulia Putra Mahkota??"
"Kakak??"
"Veldas?Kenapa kau lewat jalur itu?apakah kamu tidak berburu??"
Putra Mahkota segera mendekati mereka bertiga dengan ekspresi cemasnya.
"Ada apa??" tanya Baginda Ratu,
"Ibu! Michella!Lady Gera! Cepat arahkan para rakyat yang hadir untuk masuk ke tenda!!" ucap Putra Mahkota,
"Eh??Kenapa??" tanya Baginda Ratu bingung dan panik,
"Hewan buruan-!?"
"Getaran apa ini?!"
Tanah mereka berpijak bergetar lumayan kuat seperti gempa.Para hadirin yang ada ditenda juga merasakannya dan panik.
"Sial!Dia sudah bangun ya?!" ucap Putra Mahkota kesal,
"Apa maksud kakak?!" tanya Michella panik,
"Soal itu-"
GROARRR!!
Suara auman yang sangat keras dan nyaring mengalihkan perhatian Noah dan Eugene.
"Noah,suara itu..!"
"Gawat!!"
__ADS_1
Bersambung...