
Flashback
"Rambut perak putih hanya dimiliki keluarga Duke Casnelia,kakek saya.Dan,saya tidak punya kerabat jauh yang seperti Tuan Putri katakan." jawab Noah.
"Tapi..aku benar-benar ingin tahu pemuda-pemuda itu." ucap Michella agak murung.
"Kalau boleh tahu,siapa yang lebih menarik perhatian Tuan Putri?" tanya Noah penasaran.
"Emm,saya lebih suka pemuda rambut putih..karna saya mengagumi mendiang Marchioness,secara alami saya lebih menyukai nya." jawab Michella malu.
'Tamatlah riwayatmu Veldas..'
.
.
Episode 33
"Entah kenapa, aku merasa udaranya tiba-tiba dingin..aku merinding.." ucap Putra Mahkota.
"Eh?Bukannya tadi anda kepanasan??" tanya Gera heran.
"Aku merasa akan terkena demam." jawab Putra Mahkota.
Lagu mulai mencapai akhir bagian.Ritme naik begitu mendekati akhir lagu.Dansa ini diakhiri dengan berputarnya sang wanita dan sang pria menangkap tubuh wanitanya ketika selesai berputar.
Sorakan dan tepuk tangan yang meriah terdengar dari segala sisi.Ini dansa pertama Gera,dan sudah terlihat jelas ia cukup kelelahan.Ia duduk di sofa sisi ruangan untuk meregangkan kakinya yang cukup sakit.Putra Mahkota menghampiri Gera.
"Mau ku ambilkan minum?" tawarnya.
"Boleh,maaf merepotkan mu kak." balas Gera merasa tidak enak.
"Tidak sama sekali.Tunggulah aku akan segera kembali." ucap Putra Mahkota lalu beranjak pergi.
Gera melihat Noah yang bercakap dengan Michella cukup lama usai dansa.Entah apa yang mereka bicarakan tapi dari raut wajah Noah yang cemas, dapat dipastikan itu bukan perbicangan yang menyenangkan.
"Kalau begitu,saya izin undur diri.Dansa nya sangat menyenangkan." ucap Michella pada Noah.
"Suatu kehormatan bagi saya Yang Mulia." balas Noah.
Setelah itu Michella pergi,kembali ke kerumunannya.Noah segera mendatangi Cecil di luar.Gera yang melihat kakaknya berlari terburu-buru sudah merasakan firasat buruk akan terjadi.
'Kuharap mereka akan baik-baik saja..' pikir Gera cemas.
Noah tiba di taman pilar,dimana ia melihat Cecil dan Eugene berdansa.Dilihatnya Cecil tersenyum lebar bersama Eugene,entah apa yang mereka bicarakan.
"Cecil?"
Eugene dan Cecil tersentak.Noah sudah menatap mereka dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Ah!Kau sudah selesai?.." tanya Cecil ragu.
"Iya.Aku datang kesini setelah melihatmu berdansa dengan Eugene dari dalam." jawab Noah datar.
Cecil sedikit ketakutan dan bersembunyi dibelakang Eugene.
"Aku sudah menjelaskan semuanya pada Cecil.Dia paham maka dari itu jangan terlalu marah.Aku menemaninya berdansa karna kebetulan lagunya juga sudah diputar." jelas Eugene.
"Aku tahu." Noah mendekat dan menggenggam tangan Cecil erat.
"Ayo kembali." ucap Noah lalu menarik paksa tangan Cecil.
"T-tunggu Noah!Sakit!" Eugene langsung menepis tangan Noah dari Cecil dan melindungi Cecil dibelakangnya.
"Kenapa kau sekasar itu padanya?Kau terlalu terbawa emosi!" ucap Eugene kesal.
"Memangnya aku kenapa?!..jangan membuatku tambah kesal Eugene." ucap Noah marah.
"Kau ini kenapa?! Jangan terlalu kekanak-kanakan hanya karna masalah sepele!" ujar Eugene makin kesal.
Amarah Noah terpancing.Ia mencengkeram erat kerah Eugene dan hendak berkelahi. Cecil segera melerai pertengkaran mereka berdua sebelum masalah makin rumit.
"CUKUP!Kenapa kalian ini?!Tidak bisakah kalian tidak terlalu mempermasalahkan hal sepele?!Ini salah ku karna tidak memberitahu Noah terlebih dahulu.Kumohon jangan bertengkar.." ucap Cecil.
Noah mulai menjernihkan pikirannya.Kenapa dia semarah itu? seharusnya dia tidak melakukan hal yang dibenci Cecil.
"Maaf.." gumam mereka berdua.
Cecil menghela nafas panjang dan menggenggam tangan mereka berdua.
"Ayo kita kembali ke dalam.Tidak ada waktu untuk bertengkar di hari bahagia ini.Dan Noah.."
"Ya?"
__ADS_1
Cecil mencium pipi Noah dan tersenyum lebar.
"Selamat ulang tahun!" ucap Cecil memberi selamat pada hari yang sangat membahagiakan untuk Noah.
Noah membelalak kaget.Wajahnya perlahan berubah menjadi merah padam saking malunya.
"T-terima kasih.." balas Noah begitu mulu dan memalingkan wajahnya.
Cecil yang gemas hanya bisa tertawa kecil.Disisi lain Eugene berpikir keras ingin melaksanakan upacara kedewasaannya lagi agar dicium Cecil.
"Ayo kita masuk!"
Cecil pun menarik mereka berdua bersamaan.Eugene dan Noah hanya bisa terdiam dalam pikiran mereka masing-masing.
Saat hendak masuk.Noah mendengar sesuatu dari balik semak-semak.Karna curiga ia meminta Eugene dan Cecil masuk terlebih dahulu.
"Eugene, bawa Cecil masuk.Aku ada urusan sedikit." ucapnya.
"Ha?Urusanmu saat ini hanya pesta perayaan Kedewasaan mu.Tidak ada yang lain." ucap Eugene heran.
"Sudahlah ikuti saja kata-kata ku." ucap Noah menatap datar ke Eugene.
"Noah,apakah ada yang salah?" tanya Cecil.
"Itu.."
srekkk
Suara diantara semak-semak kembali terdengar.Noah tidak bisa mengulur waktu lagi.Ia mendekati semak-semak itu dengan hati-hati.
"No-"
"Sssttttt."
Noah makin dekat dengan semak-semak itu.Dengan hati-hati ia sudah siap mengeluarkan pedangnya jika diserang.
"RAWRRRR!"
"WAAAA!"
"NOAH!!"
Noah terjatuh begitu sosok besar keluar dari semak-semak dan menikam Noah.Ternyata sosok itu adalah Ferox dan Alpha yang sedang bermain.
"Ada Alpha juga,kenapa dia disini?" tanya Eugene bingung dan menghampiri Alpha.
"Wuff!" Alpha memberikan sebuah cincin dengan sebuah lambang.
"Apa ini?" Eugene memeriksa cincin itu dengan teliti.Sebuah lambang gagak dan bulan dengan pedang ditengah tengahnya.
"Pertama kalinya aku melihat lambang ini." ucap Eugene.
Noah berdiri dari tempatnya dan menghampiri Eugene bersama Yesra.
"Haa,aku juga baru pertama kali melihatnya." ucap Noah.
"Bagaimana denganmu Cecil?" tanya Eugene.
"Hum,aku juga asing dengan lambang ini.Aku tidak pernah melihatnya." jawab Cecil.
"Aku akan bertanya pada ayah nanti.Ayo kita masuk.Alpha,kau berjaga disini bersama Ferox.Jangan kemana-mana." ucap Eugene.
Alpha dan Ferox pun paham dan duduk manis di depan pintu masuk ke ruangan pesta.Mereka bertiga segera kembali ke ruangan pesta sebelum orang-orang curiga.
"Noah,kamu darimana saja?Banyak orang mencarimu untuk berbincang." tanya Marquess.
"Maaf ayah,aku ke taman untuk menyusul Cecil dan Kak Eugene." jawab Noah.
"Begitu?Baiklah."
Eugene mencari ayahnya di sekitar sana,tapi tidak menemukannya.
"Paman,dimana ayah?" tanya Eugene.
"Dia ada bersama ibu mu di ruang istirahat." jawab Marquess sambil tersenyum.
"APAAA?!!" teriak Eugene syok.
"Hoho, sepertinya aku akan mendapat cucu baru." ucap Duke yang berjalan mendekati mereka berempat.
"Kakek!Jangan berkata seperti itu!" jawab Eugene panik.
"He?Apa-apa?Putra Duke Muda akan dapat adik?" tanya Putra Mahkota tiba-tiba muncul bersama Gera.
__ADS_1
"Benarkah kak Eugene?!" tanya Gera antusias.
"T-tidak!" jawab Eugene.
"Aku menantikannya." ucap Noah menggoda Eugene.
"Woi!Itu tidak akan terjadi!" balas Eugene masih panik dan kesal.
"Aku melihat kalian bersama Cecil dari luar,raut wajah kalian juga terlihat cemas.Apa ada sesuatu?" tanya Duke.
Noah dan Eugene saling menatap satu sama lain.Lalu berbalik menatap Cecil.Cecil menatap mereka bingung.
"Anu,kakek, sebenarnya Alpha memberikan cincin ini pada saya." Eugene memberikan cincin yang ditemukan Alpha tadi pada kakeknya.
Duke yang melihat cincin itu merasa tidak asing.Dia melihat cincin itu lekat-lekat dan mencoba mengingat lambang yang terukir jelas.
"Aku pernah melihatnya entah dimana.." ucap Duke sambil berpikir keras.
"Benarkah?!Tapi..kakek tidak terlalu ingat." ucap Noah.
"Aku akan mencarinya di rumah nanti.Sekarang lebih baik kita menikmati pesta ini, AHAHAAAA!" ucap Duke bahagia.
"Pesta yang sedikit..ekhem."
"Diamlah Noah!"
Noah mencoba meledek Eugene karna tingkah pamannya.Cecil,Gera dan yang lain hanya bisa tertawa melihat tingkah mereka berdua.
Sebuah lagu baru dimulai.Noah mengajak Cecil berdansa untuk menggantikan kesalahannya.Cecil pun tidak bisa menolak, karna dia juga sangat ingin berdansa dengan Noah untuk pertama kalinya.
Mereka berdansa di lantai dansa bersama pasangan lainnya.Terlebih mereka sangat mencolok karna Cecil sangat mirip dengan mendiang ibu Noah. Kerumunan para bangsawan yang melihat Cecil mulai ribut,tapi Noah tidak memperdulikannya.
"Mereka sedikit kaget ya..sudah kuduga." ucap Cecil tidak enak.
"Apakah itu mengganggu?" tanya Noah.
"Emm, sedikit.Tapi tidak masa-"
Sebelum Cecil menyelesaikan kata-katanya Noah membuat lingkaran sihir yang mengangkat mereka ke udara.
"Wah!Tuan Muda Noah sangat berbakat!"
"Beliau benar-benar hebat!"
"Sebenarnya siapa wanita yang bersamanya itu?"
Kerumunan makin ricuh dengan persembahan yang Noah berikan.Baginda Kaisar yang melihat dari bawah tertawa terbahak-bahak karna bangga dengan Noah.Begitupun Baginda Ratu yang tersenyum lebar dan sedikit terkekeh.
"Lihatlah sobat!Anakmu sangat diperbudak cinta oleh wanita yang mirip istri dan anak perempuan mu itu." ucap Kaisar bahagia pada Marquess.
"Dia memang anak saya.Cecil sangat pantas bersanding dengannya." ucap Marquess mengangguk mantap.
"Oh?!Namanya Cecil? Siapa dia?Kau harus memperkenalkannya padaku sebagai calon menantumu!" ucap Kaisar.
"Itu tidak bisa Baginda.Dia wanita spesial dan hanya bisa saya tunjukan dalam waktu tertentu dan tergantung keputusan anak saya." jawab Marquess serius.
"Jahatnya.Lain kali kenalkan lah padaku." ucap Kaisar sedikit cemberut.
"Saya harus meminta izin Noah terlebih dahulu." jawab Marquess tetap teguh pada jawabannya.
"He?!Tidak adil." balas Kaisar.
Disaat yang sama Noah dan Cecil benar-benar menikmati waktu dansa mereka diudara.Noah hanya menatap pada Cecil sambil tersenyum terus menerus.Cecil merasa sedikit malu karna kelakuan Noah.
"A-anu Noah..kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Cecil.
"Karna kau cantik." jawab Noah cepat.
"Jadi jika aku tidak cantik maka kau tidak akan menatapku sambil tersenyum seperti itu?" tanya Cecil sedikit cemberut.
Noah terkekeh kecil.Ia mencium pipi Cecil lembut dan tersenyum padanya.
"Kau cantik karna aku mencintaimu." ucap Noah lembut.
Cecil makin dibuat panas dengan sikap Noah,terlebih kata-kata romantisnya didukung wajah tampannya yang mempesona dan memikat hati banyak wanita.
"Cecil,selamat hari kedewasaan mu.Ku harap 'kau' bahagia selamanya."
Cecil tersenyum, "Bukan 'aku',tapi 'kita' Noah." ujarnya.
"Pft,iya kau benar."
Bersambung...
__ADS_1