
Flashback
"Kamu tahu aku tidak paham selera anak-anak di masa pubertas mereka.Bagaimana kalau kamu saja?" tawar Kaisar.
"Apakah boleh?!"
"Eh?Tentu saja,kamu kan ratuku."
"Terimakasih banyak, Baginda!"
Ratu mencium pipi Kaisar lalu mengajak Adel,Albert dan Michella keluar untuk mempersiapkan istana yang mereka akan tinggali.Setelah keluar,suasana di dalam ruangan terasa begitu sunyi.
"Baginda,wajah anda memerah."
"JANGAN MELIHATKU!"
.
.
Episode 41
"Adel,Albert, kalian akan tinggal di istana Celestian untuk seterusnya."
"B-baik,baginda ratu."
Ratu begitu girang menyiapkan istana untuk Adel dan Albert. Ia juga memanggil desainer dan juga penata rias terbaik di seluruh penjuru kekaisaran.
Adel dan Albert mendapat perawatan terbaik di istana. Ratu mempersiapkan semuanya dengan sangat baik.
Butuh waktu berhari-hari sampai semua bersiapan selesai,bahkan baju yang dipesan ratu untuk Adel dan Albert menggunakan anggaran pribadinya hampir 20 kereta.
.
"Kakak,aku dengar dari ayah ada putri dan pangeran dari pangeran Xavier di istana.Apa benar?"
"Benar. Aku,Eugene dan Putra mahkota yang membawa mereka kemari."
Mata Gera berbinar-binar,ia ingin bertemu dengan kedua orang itu. Noah yang melihat Gera tampak senang tersenyum tipis.
"Mau ikut dengan mu besok ke istana? Eugene akan ikut karna urusan tentang ditemukannya Adel dan Albert." tawar Noah.
"Mau!"
Besoknya.
"Adel,Albert."
__ADS_1
"Ah! Tuan Eugene! Tuan Noah! Selamat datang!"
Penampilan Adel dan Albert sangat berbeda. Mereka berubah 180°. Adel yang begitu manis membiat Eugene terpana.
"Masuklah,saya akan menyiapkan teh dan camilan." ucap Adel kegirangan.
"Terimakasih,Tuan Putri." balas Noah. Sebelum mereka masuk,Albert melihat gadis kecil berdiri di belakang Noah.
"Tuan Noah,siapa gadis itu?" tanya Albert.
"Oh,ini adik saya,pangeran. Gera keluarlah."
Gera keluar dari persembunyiannya. Ia menatap ke arah Albert cukup lama.
Mata Albert membulat melihat Gera. Gadis berambut putih perak yang indah dan mata ungu seperti permata. Gaun lolita yang membuatnya terlihat sangat menggemaskan.
"H-halo,saya Gera." ucap Gera ragu-ragu.
"Ah! H-halo,aku Albert." balas Albert gagap.
Eugene tersenyum tipis melihat kelakuan dua bocah di depannya. Berbeda dengan Noah yang tampak suram.
"Adik ipar?" tanya Eugene menggoda Noah.
"Berisik!"
.
"Kalian beruntung sekali mendapat istana ini." ucap Eugene.
"Eh? Kenapa?" tanya Adel bingung.
"Ini adalah istana yang dibangun khusus untuk ratu pertama kekaisaran ini ratusan tahun lalu. Dan juga,istana ini selalu diberkati langsung dari kuil setiap tahunnya. Alasan ratu setelah ratu pertama tidak memakai istana ini karna terlalu istimewa. Ratu pertama adalah seorang gadis desa yang begitu rupawan dan membuat hati kaisar pertama goyah.Istana ini adalah bukti cinta mereka berdua." jawab Eugene menjelaskan.
"Luar biasa. Apakah kekuatan cinta sekuat itu?" tanya Adel.
"Sangat kuat,tapi juga melemahkan mu. Maka dari itu gunakanlah perasaan mu dengan baik." jawab Eugene.
Adel paham apa yang dimaksud Eugene.Dari kata katanya sepertinya Eugene sedang salah mencintai seseorang.
"Omong-omong,kapan kalian mendapat pendidikan dasar istana?" tanya Noah.
"Baginda ratu bilang kami bisa mulai kapan pun kami mau,tapi saya merasa tidak enak pada putri Michella karna beliau sangat anggun dan sopan,saya merasa tidak pantas berada disini jika seenaknya sendiri,maka dari itu saya dan Albert akan mulai pendidikan dasar istana besok." jawab Adel senang.
"Waktu kalian masih ada 4 bulan sampai debutante. Gunakanlah sebaik mungkin tapi jangan paksakan diri kalian.Semangat." ucap Noah menyemangati Adel.
"Terimakasih,Tuan Noah dan Tuan Eugene. Saya akan berusaha sebaik mungkin agar tidak mengecewakan kalian berdua!" balas Adel semangat.
__ADS_1
"Disaat anda bersemangat,pangeran Albert dan Gera sibuk bermain ya." ucap Eugene sambil melihat 2 bocah sedang kejar-kejaran di taman.
"Ini pertama kalinya dia punya teman perempuan.Dia pasti sangat senang." ucap Adel.
"Oh ya,bukankah kalian berdua harus masuk akademi?" lanjut Adel bertanya.
"Kami menolak masuk karna banyak urusan yang harus kami selesaikan." jawab Eugene.
"Begitukah."
Waktu begitu tenang.Mereka bercanda bersama dan banyak topik yang mereka bahas. Eugene dan Noah merasa Adel sangat mudah diajak bicara, bisa dibilang untuk orang yang belum mengajari pendidikan dasar akan sukit membahas hal berat,tapi Adel sangat pintar.
.
Selama 4 bulan,mereka sibuk dengan urusan mereka tapi mereka juga membantu satu sama lain. Eugene,Noah dan Veldas yang masih menyelidiki organisasi putih, Adel dan Albert yang sibuk mempelajari pendidikan dasar dibantu oleh Gera.Terkadang Adel memberikan saran saat Eugene,Noah dan Veldas kesulitan mencari arah hilangnya organisasi putih yang mereka kejar. Segaf juga ikut berpatisipasi dalam pencarian organisasi putih. Banyak sekali kasus akibat organisasi itu,tapi hanya keluarga dari mendiang ratu terdahulu dan keluarga ratu sekarang.
"Keluarga Count Yuridan adalah keluarga ibu suri.Tapi, keberadaan ibu suri disembunyikan pihak istana karna alasan kesehatan beliau yang sudah berumur cukup tua."
"Noah,apakah ibu suri pelaku dari semua ini? " tanya Eugene serius.
"Aku tidak mau berpikir begitu tapi melihat kondisinya seperti ini aku tidak bisa mengelak nya." jawab Noah.
"Tapi, kita tidak ada bukti kuat untuk menuduh ibu suri sebagai pelakunya." ucap Veldas.
"Pada debutante Adel dan Albert nanti kemungkinan besar ibu suri akan datang." ujar Segaf curiga.
"Eh? kenapa?" tanya Eugene bingung.
"Predator akan terus mengawasi mangsanya yang selamat."
Jawaban Segaf menguatkan bahwa ibu suri adalah pelakunya.
"Yang dikatakan Segaf ada benarnya.Bukankah ibu suri sangat membenci ratu terdahulu karna menganggap merebut tahta ratu yang seharusnya menjadi miliknya hanya dengan mendapat cinta kaisar? Karna mengetahui kondisi putranya yang lemah, ibu suri menghasut ratu terdahulu untuk menikahkan pangeran Xavier karna tahu pangeran sedang jatuh cinta dengan seorang gadis dari negeri seberang sejak pertemuan delegasi dari kerajaan gadis itu berasal.Dengan hal itu,pangeran Xavier kabur dari istana sesuai rencana ibu suri. Ratu yang depresi karna kepergian putranya selalu menyalahkan dirinya sendiri sampai akhirnya ia bunuh diri dari menara penjara.Kaisar yang syok berat akhirnya jatuh sakit dan menunjuk Kaisar sekarang sebagai putra mahkota dan ibu suri sebagai ratu." jelas Noah.
"Aku juga mendengarnya dari ayah,dulu ibu suri selalu dibandingkan dengan mendiang ratu terdahulu,sampai ia hendak menikahkan ayah dengan mendiang Marchioness Luxbello agar kekuatannya makin kuat.Tapi ayah terlanjur jatuh cinta pada ibu saat berpapasan dijalan bersama Marquess dan mendiang Marchioness. Ibu suri sangat tidak menyukai ibu karna berasal dari keluarga bangsawan yang miskin." ucap Veldas mengingat ngingat cerita lama ayahnya.
"Baginda ratu juga menceritakan itu padaku saat pemakaman ibuku beberapa tahun lalu." ujar Noah juga mengingat-ngingat.
"Itu berarti ibu suri berniat mengincar ratu dengan menggunakan kekuatan kakaknya sebagai Count.Tapi, Marchioness menjadi korban tak bersalah atas kekejaman ibu suri.." ucap Eugene geram.Ia tampak marah mendengar itu semua.
"Akan sulit bagi kita untuk meneliti hal ini jika ibu suri belum menunjukan batang hidungnya setelah sekian lama." ucap Segaf.
"Tinggal tersisa 2 minggu sampai debutante.Para petinggi dan gadis gadis bangsawan pasti akan mengamati setiap gerakan yang dilakukan Adel dan apa saja hal menarik yang terjadi nanti. Kita harus bersiap. Kemungkinan Adel bisa dalam bahaya saat debutante nya nanti." Mereka mengangguk setuju dengan perkataan Veldas. Mereka harus mencari informasi tentang orang-orang itu.
"Sepertinya kita harus membeli informasi dari guild informasi.Siapa tahu mereka ada informasi tentang organisasi putih itu." ucap Eugene.
"Baiklah begini saja.Aku dan Eugene akan berada di istana untuk memantau pergerakan ibu suri dan menjaga Adel dan Albert.Noah dan Segaf akan mencari informasi tentang organisasi putih di beberapa guild informasi. Pastikan kita sering bertukar kabar karna ini cukup berbahaya,jangan sampai apa yang kita lakukan ini diketahui oleh pihak istana atau pihak luar." jelas Veldas.
__ADS_1
"Baik,Yang Mulia."
Bersambung...