Marquess And Spirit Witch

Marquess And Spirit Witch
Aksi Organisasi Putih


__ADS_3

Flashback


"Sepertinya kita harus membeli informasi dari guild informasi.Siapa tahu mereka ada informasi tentang organisasi putih itu." ucap Eugene.


"Baiklah begini saja.Aku dan Eugene akan berada di istana untuk memantau pergerakan ibu suri dan menjaga Adel dan Albert.Noah dan Segaf akan mencari informasi tentang organisasi putih di beberapa guild informasi. Pastikan kita sering bertukar kabar karna ini cukup berbahaya,jangan sampai apa yang kita lakukan ini diketahui oleh pihak istana atau pihak luar." jelas Veldas.


"Baik,Yang Mulia."


.


.


Episode 42


Hari Debutante


"Noah,dimana Gera?"


"Dia bersama ayah di ruang kerja baginda,sebentar lagi mereka akan kembali."


"Aku akan berjaga di sekitar pintu masuk baginda.Segaf dan putra mahkota ada di pojok ballroom."


Noah dan Eugene sudah berada di posisi mereka masing-masing. Tiba-tiba seorang pelayan menghampiri Noah dan Eugene.


"Permisi,Tuan Muda Luxbello. Baginda meminta saya untuk menyampaikan pada anda bahwa anda akan mendampingi putri Adeline menuju aula." ucap pelayan itu.


"Pergilah Noah. Aku akan berjaga disini." ucap Eugene.


"Baiklah. Aku akan meminta Albert untuk datang kemari bersama Gera nanti.Awasi mereka jika sudah datang."


"Tentu."


Noah pun pergi menjemput Adel di istananya.Di lorong depan kamar Adel,ia melihat seorang pria menggunakan jubah putih tampak memperhatikan pintu kamar Adel cukup lama.


"SIAPA DISANA?!" Noah dengan sigap berlari ke arah orang itu dan menangkap nya.


Orang itu terpojok karna Noah langsung mengarahkan pedangnya ke arah leher. Tatapan tajam dan dingin menusuk.


"Siapa kau?..Kenapa kau berdiri di lorong istana putri Adeline? Apa kau suruhan Count Yuridan?..Dia sudah di penjara tapi masih berani berlagak seperti ini.. SIAPA KAU?!JAWAB AKU!"


Orang itu gemetar ketakutan.Ia tidak menjawab pertanyaan Noah.


"Anda lincah dan peka,tapi anda cukup ceroboh.."


"Apa mak- agh!!"


Orang asing itu mengeluarkan bola asap dan kabur begitu saja.Noah tidak bisa melihat apa-apa karna terhalang asap yang tebal.


"SIAL! AKU TIDAK AKAN MEMBIARKAN MU LOLOS LAIN KALI!" teriak Noah emosi.


Mendengar teriakan itu,Adel keluar dari kamarnya dan melihat Noah menggenggam pedang dengan raut wajah yang marah.


"Tuan Noah?..Anda baik-baik saja??" tanya Adel cemas.


Menyadari keberadaan Adel,Noah langsung sadar atas tindakannya. Ia langsung memasukkan pedangnya kembali dan mengatur emosinya.


"Maafkan saya putri. Tadi..ada orang mencurigakan di depan kamar anda,dan saya mencoba menghentikannya tapi dia lolos begitu saja.." jelas Noah.


"Anda baik-baik saja,Tuan?!" tanya Adel cemas dan mengecek Noah.


"Saya tidak apa-apa,Tuan Putri. Dimana pangeran?"


"Pelayan sudah menjemputnya bersama nona Gera.Saya menunggu anda karna pelayan bilang anda akan menjemput saya."


"Benar.Mari Tuan Putri."


Noah menyodorkan lengannya,dengan senang hati Adel menggandeng lengan Noah.


"Terimakasih."


"Anda berdandan begitu cantik hari ini.Pasti banyak pria bangsawan akan melamar anda." ucap Noah.


"Anda berlebihan.Saya tidak akan menikah kecuali suatu saat saya berubah pikiran atau Albert memintanya." balas Adel.


"Sepertinya Eugene harus buru-buru saat anda berubah pikiran." ucap Noah menggoda Adel.


Wajah Adel berubah merah.Ia malu begitu memikirkan ucapan Noah.


"A-apa maksud anda?!"


"Saya bercanda,putri."


Adel menggerutu terus-menerus dan Noah hanya tertawa kecil melihat Adel menggerutu soal Eugene.


Mereka berjalan menuju tempat acara.Tentu saja Noah tetap waspada dengan sekelilingnya.Hawa tidak mengenakan dia rasakan sejak masuk ke istana Adel.


'Nenek tua itu sudah bersiap cukup matang ya.'


Tak lama,mereka sampai ke pintu dimana saat dibuka,kerumunan orang berkumpul untuk melihat Adel.


"Putri,pakai ini."


Noah memasangkan sebuah gelang kristal yang berisi perisai sihir buatan Cecil. Karna Cecil tampak menyukai Adel,dia dengan senang hati membuatnya dan menambah daya tahan perisai itu.


"Apa ini?" tanya Adel.

__ADS_1


"Gelang ini berisi perisai sihir.Gelang ini akan bereaksi ketika ada seseorang dengan niat jahat mendekati anda.Memikirkan kemungkinan saya akan melakukan perlawanan dan tidak sempat melindungi anda nanti,perisai ini akan melindungi anda sampai seseorang datang dengan niat menyelamatkan anda." jawab Noah.


"Terimakasih banyak,tuan Noah. Maafkan saya merepotkan. Akan saya balas suatu hari nanti." ucap Adel terharu dengan kepedulian Noah.


"Berterima kasihlah nanti saat anda bertemu pembuat gelang ini.Dia membuat gelang ini karna menyukai anda." ucap Noah sambil tersenyum manis.


"Eh?Benarkah? Baiklah."


Terdengar dari luar pintu,baginda kaisar sedang melakukan pidato,sampai dimana kaisar hendak memanggil nama Adel.


"Kalau begitu,anda siap?" Noah mengulurkan telapak tangannya. Adel menyiapkan hati nya dan menerima uluran tangan itu.


"Iya,saya siap."


Pintu terbuka.Noah dan Adel berjalan menuju tempat pidato kaisar.Tatapan tajan dari orang-orang membuat Adel sedikit takut.Tapi, Noah menggenggam erat tangan Adel, meyakinkannya bahwa dia akan baik-baik saja. Mengetahui niat Noah,Adel sedikit merasa lega dan berdiri tegak mengahadapi seluruh mata bangsawan yang menuju ke arahnya.


"Putri Adeline Sovan vi Rexobis."


Sorakan dari seluruh bangsawan terdengar sangat meriah.Adel yang baru pertama kali merasakan hal ini begitu berdebar-debar.Adel membungkuk salam pada mereka semua.


Albert dan Gera melihat Adel dan Noah dari pojok ruangan bersama anak-anak yang lain.Banyak yang memuji Adel lewat Albert.Tentu saja Albert sangat membanggakan kakaknya yang memang sangat cantik.


Disisi lain,Veldas yang berdiri bersama Ratu dan Michella masih mengawasi gerak-gerik orang-orang. Tapi yang paling ia khawatirkan adalah Michella. Beberapa waktu belakangan ini ia tampak muram dan seperti..marah akan sesuatu.


"Ekhem,ekhem. Hari ini adalah debutante bagi para gadis bangsawan dan juga putri Adeline. Karna ini hari yang istimewa karna bertepatan dengan ulang tahun putri,ibu suri akan hadir di acara ini."


Ucapan kaisar membuat seluruh orang heboh.Ini pertama kalinya ibu suri menampakkan diri setelah lahirnya Michella.


Segaf berlari dari luar ruangan menghampiri Eugene diantara kerumunan.


"Eugene!!"


Eugene yang melihat Segaf terburu-buru segera mendekat.


"Ada apa? Kenapa kau terburu-buru seperti itu?" tanya Eugene keheranan.


"Organisasi itu mulai bertindak! Mereka sudah bersiap diatas bangunan dan beberapa ada di dalam sini!" jawab Segaf.


"Apa?! Tapi-"


Pintu kembali terbuka. Muncul sosok wanita tua yang tak lain adalah ibu suri. Wajahnya tidak mencurigakan bagi orang yang baru saja melihat beliau.


Noah mundur beberapa langkah.Ia meminta Adel untuk tetap waspada.Adel sedikit ragu melihat ibu suri.


"Salam untuk Yang Mulia ibu suri." ucap seluruh orang diruangan itu.


"Terimakasih banyak baginda sudah mengizinkan saya untuk hadir di acara debutante ini. Apakah dia,putri dari pangeran Xavier? Putri Adeline?"


Suara yang sedikit serak tapi lembut sedikit menggoyahkan Adel.


"Benar,Yang Mulia."


"Tentu saja,Yang Mulia. Saya akan melakukan yang terbaik."


"Bagus sekali.Ini hadiah dariku.Buka lah."


Sebuah kotak kecil beliau berikan pada Adel.Karna penasaran,Adel membuka kotak itu. Sebuah cincin dengan batu safir yang berkilau.


"Indah sekali."


"Mirip seperti mata mu. Untunglah aku sangat ingat wajah Xavier dan kamu sangat mirip dengannya.Pakai lah."


Adel sedikit ragu untuk mengunakan cincin itu,tapi semua orang melihat nya sekarang.Ia terpaksa memakai cincin itu agar tidak mengundang gosip diantara bangsawan.


"Wah,kamu sangat cocok menggunakan nya.Aku tidak pernah salah pilih untuk 'cucu kesayangan' ku ini." ucap ibu suri ramah.


Mendengar kata-kata itu,Michella makin muram.Veldas melihat Michella. Ia mendekat kan mulutnya ke telinga Michella.


"Jangan terbawa perasaan. Kamu bukan mangsa nya."


Michella kaget dengan apa yang dikatakan kakaknya. Bingung tapi juga merasa aneh. Apa yang Veldas maksud?


"Baginda,saya permisi dulu karna saya cukup lelah berlama-lama di keramaian."


"Tentu saja ibu. Pengawal akan mengantar anda sampai istana."


"Baiklah."


Noah memperhatikan tangan ibu suri daritadi. Cincin yang sama dengan organisasi putih.Tidak salah lagi beliau adalah dalang dibalik semua ini.Eugene berlari ke arah tangga dimana Noah berada.


"Noah!"


"??"


"Mereka disini!"


Baginda Kaisar mengangkat gelasnya dan mempersilahkan tamu menikmati acara.


"Semuanya,silahkan nikmati acara ini!Selamat untuk Putri Adeline!"


"Selamat untuk putri!!"


PRANG!!


"APA ITU?!"

__ADS_1


"Meraka datang!!"


Kaca ruangan itu hancur diikuti segerombol orang berbaju putih dan bertudung. Semua orang panik. Salah satu dari mereka langsung menangkap Adel dan Albert keluar menggunakan sihir.


"TOLONG AKU!!"


Perisai sihir tidak bekerja pada Adel.Noah yang menyadari itu langsung mengejar Adel dan Albert.


"EUGENE!! TANGKAP MEREKA JANGAN SAMPAI ADA YANG LOLOS HIDUP HIDUP MAUPUN MATI!! AKU AKAN MENGEJAR ADEL DAN ALBERT" teriak Noah.


"AKU MENGERTI!"


Segaf langsung mengarahkan para prajurit untuk mengevakuasi para tamu terlebih dahulu ke tempat yang lebih aman.Veldas dan Marquess segera menyembunyikan kaisar,ratu,dan Michella ke ruangan tersembunyi.


"Veldas! Apa yang terjadi?!" tanya Kaisar.


"Ayah,ini masalah yang menyangkut masa lalu pangeran Xavier dan juga ketamakan nenek..Ibu sedang diincar untuk dibunuh..Adel dan Albert juga diincar oleh beliau.Maka dari itu tetaplah disini,Marquess akan menjaga kalian dari luar karna beberapa musuh bergabung di antara para tamu.Duke muda juga akan datang sebentar lagi,tetaplah disini,mengerti?" jawab Veldas terburu-buru.


Kaisar yang mendengar itu tidak percaya.Ia hanya bisa mengangguk mengerti karna dia tahu dia tidak akan bisa membantu dalam pertarungan.


"Berhati-hatilah,kak.." ucap Michella khawatir.


"Tentu saja." Veldas mencium kening adiknya lalu pergi membantu Segaf dan Eugene.


Disisi lain,Noah mengikuti orang yang menculik Adel dan Albert sampai ke hutan istana.


"BERHENTI DISANA PENGECUT!!" teriak Noah emosi.


Albert yang kesal menggigit keras tangan penculiknya.


"DASAT BOCAH SIALAN!"


Pria itu kesakitan dan melempar Albert dari ketinggian.


"ALBERT!!"


Noah dengan sigap menangkap Albert. Sihir Noah melemah, ia terjatuh ke tanah begitu menangkap Albert.


"Akh!!"


Penculik Adel berhenti sebentar. Ia menatap tajam Noah yang terkapar ditanah.


"Kalau kau mau sang putri selamat,lebih baik diam dan duduk manis dirumah."


Pria itu pergi membawa Adel sendirian.Noah tidak sanggup mengejar lagi karna tangannya terluka menabrak batu.


"KAKAK!!" Albert langsung berdiri dan berlari.Mencoba mengejar tapi sia-sia.


Berulang kali ia memanggil Adel tapi itu semua juga sia-sia. Air mata mengalir deras dari matanya.


"Albert..kamu tidak apa-apa?" suara Noah terdengar lemas. Albert segera mendekat ke arah Noah dan melihat kondisinya.


"Saya baik-baik saja,Tuan!Tapi..lengan tuan.."


"Ini tidak masalah..asalkan kamu selamat.Maafkan aku tidak bisa menyelamatkan Adel.." ucap Noah.


"Kita bisa menyelamatkan kakak!! Tapi..hiks..kakak.." Albert kembali menangis. Noah mencoba menenangkan Albert dengan memeluknya.


"Jangan menangis. Kita akan segera menemukannya." ucap Noah.


Tak lama kemudian Gera datang ke temlat Noah bersama Cecil.Mereka tampak sangat khawatir.


"Kakak!!/ Noah!!"


"Kalian kenapa disini?.."


"Itu tidak penting! Lukamu cukup parah!" Cecil segera mengobati lengan Noah yang terluka.


Gera melihat Albert yang terbengong.Entah apa yang dipikirkan anak itu.


"Yang Mulia,apakah ada sesuatu?" tanya Gera.


"Kakak ini mirip denganmu,Gera." jawab Albert sambil menunjuk Cecil.Mereka bertiga kaget Albert bisa melihat Cecil.


"Permisi,Yang Mulia. Bolehkan saya melihat anda lebih dekat?" tanya Cecil.


"Tentu saja."


Cecil melihat kedua mata Albert.Ia kaget Albert memiliki mata transparan yang hanya dimiliki putri Runa dahulu.


"Kamu anak dari putri Runa?" tanya Cecil.


"Benar! Darimana kakak tahu ibuku?" tanya Albert.


"Aku membaca buku tentangnya.Mata ini sangat spesial,kamu harus menjaganya untuk melindungi orang-orang yang kamu sayangi, mengerti?" Albert mengangguk,dia akan melindungi semua orang yang telah membantunya dan menyelamatkan kakaknya.


"Cecil,Adel tidak bisa kuselamatkan.Sekarang aku tidak tahu dimana dia berada." ucap Noah.


"Gelang yang aku berikan bisa mengetahui dimana lokasinya.Aku akan melihatnya."


Sihir angin bercahaya keluar dari tangan Cecil.Arah yang dituju sihir itu adalah lokasi dimana Adel berada.


"Gera,bisakah kamu memberitahu Putra mahkota dan Eugene untuk mengumpulkan pasukan? Ini akan cukup berbahaya." ucap Noah.


"Tentu saja kak!" Gera pun kembali ke istana. Cecil membuat sebuah sihir teleportasi untuk mereka bertiga.

__ADS_1


'Tunggu Adel..kami akan segera kesana..'


Bersambung...


__ADS_2