
Flashback
Disisi lain tepatnya di Istana Ratu Lilia,sebuah uji coba dilakukan Baginda Ratu di ruang bawah tanah,yang sangat rahasia,bahkan hanya Ratu yang tau 'di istananya'.
"Sebentar lagi wadah nya akan selesai.."
Sebuah tabung raksasa yang berisi sosok gadis yang sangat mirip dengan Cecil dan mendiang Marchioness Luxbello, tersembunyi di ruang bawah tanah milik Baginda Ratu.
"Apakah anda ingin melanjutkannya..Duke Casnelia?Semua yang anda lakukan..hanya demi Noah.."
.
.
Episode 22
H-3 Festival Berburu
"Ayah!",
"Hum?Ada apa putriku??"
"Sebentar lagi Festival Berburu akan dimulai!apakah ayah ikut?",
"Tentu saja,karna tahun ini semua bangsawan dan rakyat biasa akan ikut serta",
"Apa tidak apa-apa?"
Gera memiringkan kepalanya dan menatap Marquess lesu. Marquess heran kenapa Gera menatapnya seperti itu.
"Ada apa??" tanya Marquess,
"Aku pernah tidak sengaja mendengar percakapan kakak dan Putra Mahkota di kastel kakek.Katanya, perburuan beberapa tahun ini sedikit aneh" jawab Gera,
'Noah menyadarinya?Anak itu memang cepat membaca situasi' batin Marquess,
"Memang, beberapa tahun belakangan ini hal aneh saat perburuan sering terjadi.Hewan buruan tingkat rendah bertambah ganas dan mulai sulit dihadapi, tidak jarang pula ada yang terluka berat hanya karna hewan kecil itu.Pada kasus tahun lalu, ada 2 lady yang diserang hewan kecil itu,dan untungnya hanya mengalami luka ringan ucap Marquess,
"Kenapa para hewan buruan seperti itu??" tanya Gera penasaran,
"Entahlah,para peniliti juga kebingungan dengan apa yang terjadi belakangan ini" jawab Marquess,
"Aku takut.." ucap Gera,
"Tidak apa-apa,ayah akan memberikan crossbow untukmu nanti" balas Marquess sambil mengusap kepala Gera,
"Baiklah!Kalau begitu aku pergi dulu,ada kelas sihir dengan kak Cecil",
"Ah,baiklah",
"Hehe",
Gera pun pergi ke kamarnya, meninggalkan Marquess yang penuh tanda tanya.
Disisi Noah dan Putra Mahkota Veldas,mereka berdua pergi diam-diam mengamati daerah yang akan jadi tempat perburuan.
"Noah",
"Apa?"
"Pakaian ini...SEPERTI NINJA!!KEREN!!"
"Karna kita sedang pergi diam-diam..bisa bahaya jika identitas kita ketahuan.."
Noah dan Putra Mahkota menggunakan pakaian serba hitam bertudung, dengan memakai penutup muka.
"Tapi.."
"Apa?"
"KENAPA KAU LEBIH KEREN DARIPADA AKU?!JIKA KAU JADI PENJAHAT PASTI WANITA SUDAH LULUH DULUAN!" ucap Putra Mahkota kesal dan emosi,
"Berhentilah berkata seperti itu!" balas Noah kesal dengan wajah datarnya,
"Tapi..hutan ini lumayan luas untuk dijadikan tempat berburu" lanjut Noah melihat-lihat sekitar dari atas pohon di bukit hutan itu,
"Benar.Diseblah barat ada danau dan lahan tanah kosong yang cukup luas,jadi rencananya disana adalah tempat tenda untuk semua partisipan dalam Festival Berburu kali ini.Lihatlah,beberapa pekerja sudah menyelesaikan 50% dari total seluruh tenda" ucap Putra Mahkota menunjuk ke seblah barat,tampak disana beberapa tenda sudah selesai dikerjakan.
__ADS_1
"Bagaimana dengan pengamanan?" tanya Noah,
"Ayah memasang sihir dengan bantuan Duke Casnelia dan Tuan Muda Gwen,walau sihirnya kuat tapi aku tidak cukup atau tidak untuk menghalau serangan hewan kecil yang mengganas" jawab Putra Mahkota sedikit bingung,
"Kita kesini untuk mencari tau alasan hewan hewan itu mengganas tiba-tiba beberapa tahun belakangan ini" ucap Noah,
"Baiklah,aku mengerti" balas Putra Mahkota,
"Bagus, kalau begitu ayo pergi" Noah hendak menggunakan sihir teleportasi yang sudah diajarinya dulu,tapi Putra Mahkota menahannya,
"Ada apa?" tanya Noah bingung,
"Kau tau tentang kancing yang hilang 9 tahun lalu kan?" tanya Putra Mahkota,
"Iya tentu saja karna itu peninggalan nenek,ada apa?" jawab Noah kembali bertanya,
"Michella yang mengambil kancing itu,lalu 2 minggu yang lalu aku kembali mengambilnya" ucap Putra Mahkota lalu memberikan kancing itu pada Noah,
"Ah!Syukurlah..masih ada peninggalan nenek.." ucap Noah lega,
"Tapi,jas mu waktu itu juga masih ada kan?" tanya Putra Mahkota,
"Tidak,aku sudah memberikannya pada anak dipinggir jalan yang hanya memakai baju tipis beberapa tahun lalu,aku harus merelakan nya, dan untungnya aku mendapat kancing ini kembali" jawab Noah tersenyum tipis,
"Kisah yang mengharukan,ayo pergi",
"Baiklah!"
Noah mencengkram pundak Putra Mahkota erat dan fokus dengan teleportasi nya,cahaya putih dengan pola sihir keluar dari ranting Noah dan Putra Mahkota berpijak,
"S-SAKIT!!APA KAU GILA NOAH?!?" ucap Putra Mahkota kesakitan,lalu mereka berdua menghilang dari atas pohon.
Mereka berdua sampai di tengah hutan,diikuti cahaya sihir Noah yang kemudian menghilang, sedangkan Putra Mahkota masih kesakitan.
"S-sakit..duh..duh.." gumam Putra Mahkota kesakitan,
"Ah, disini pasti tengah hutan,tidak ada cahaya terang di sisi manapun" ucap Noah melihat sekitar,
"Para penjaga pasti sedang melakukan pengawasan,lebih baik kita naik ke atas pohon" lanjut Noah lalu melompat ke ranting pohon disekitarnya,diikuti Putra Mahkota.
"Lho? Pakaian itu bukan milik kesatria istana" ucap Noah heran,
"Untuk perburuan kali ini Duke Zerkan yang akan melakukan peninjauan" ucap Putra Mahkota,
"Duke Zerkan?Ah, maksudmu Duke dari timur tengah itu?" tanya Noah,
"Benar,dan putranya Segaf,akan ikut berpatisipasi dalam perburuan" jawab Putra Mahkota,
'Segaf?..aku sangat ingat,6 tahun lalu dia yang menolong Gera saat aku kehilangan dia' batin Noah kembali mengingat kejadian itu,
"Dia juga akan menginjak umur 17 tahun,jadi kita bisa masuk akademi bersama-sama" ucap Putra Mahkota,
"Begitu ya"
'Ternyata sudah memasuki tahun ke-6 setelah kematian ibu..waktu berjalan sangat cepat..' batin Noah,
Tak berselang lama,mereka berdua mulai mencari hewan buruan lebih dulu.
"Aneh,dimana mereka?" tanya Noah kebingungan,
"Sekarang masih pukul 12,mungkin saja mereka tidur?" ucap Putra Mahkota mengira-ngira,
"Bukankah ini terlalu tenang?Aku merasa aneh.." gumam Noah sambil melihat sekitar,
"Iya aku juga merasakannya..hawa nya jadi aneh.." balas Putra Mahkota bersiap-siap dengan pedangnya.
Tiba-tiba sebuah duri hendak menyerang Noah dari atas pohon,tapi Noah menyadarinya dan dengan sigap menangkisnya dengan pedang.Tak berhenti sampai disitu,duri-duri itu terus bermunculan dari atas pohon menyerang mereka berdua.
"Apa-apaan duri ini?!" Putra Mahkota dengan lincah menangkis semua serangan duri yang menyerangnya,
"Jangan sampai tertusuk!Kau bisa keracunan!" ucap Noah sambil terus-terusan menghalau serangan duri-duri yang menghujani mereka berdua.
Selang beberapa lama,duri-duri itu berhenti menghujani Noah dan Putra Mahkota,sampai kewalahan.
"Sudah berhenti?Aneh sekali",
"Tidak ada apa-apa diatas pohon, sebenarnya apa itu tadi?"
__ADS_1
"Noah!Lihatlah!Duri-duri yang berserakan meleleh dan berubah menjadi asap!"
Noah dan Putra Mahkota tercengang melihat duri-duri itu meleleh,lalu berubah menjadi asap panas.
"Melihat bentuk durinya, sepertinya itu duri landak" ucap Noah,
"Uhuk!-..apakah memang seberbahaya ini?" tanya Putra Mahkota,
"Tidak..pasti ada yang sengaja melakukan hal aneh pada hewan-hewan ini.Ayo kita pergi,para kesatria pasti akan segera kesini!" ucap Noah lalu pergi diikuti Putra Mahkota.
Benar saja,para kesatria dan beberapa penjaga istana langsung datang ke tempat Noah dan Putra Mahkota diserang tadi.Betapa terkejutnya mereka melihat asap keluar dari duri-duri yang berserakan di tanah.
"Apa yang terjadi disini?!" teriak salah satu kesatria yang terkejut,
"I-itu duri landak!Bagaimana bisa menjadi seperti ini?!" kesatria yang lain hendak mengambil duri itu dengan tangan kosong,tapi seseorang berteriak menghentikannya,
"Hentikan!Tanganmu bisa melepuh" ucap pria itu,
"Eh?!Ah!Tuan Muda Segaf!",
Ternyata pria itu adalah Segaf,putra Duke Zerkan.6 tahun sudah berlalu sejak ia kembali ke Kekaisaran.Rambut birunya sudah panjang dan harus diikat,mata jingga cerah layaknya matahari tenggelam juga sangat tajam dan cantik.Ditambah, penampilan nya saat ini yang menggunakan jubah putih tampak sangat keren dan gagah.Suara lembut dan tegas juga jadi idaman para wanita.
"Sepertinya ini bukan duri landak biasa" ucapnya melihat duri-duri itu berubah menjadi asap,
"Tuan Muda!!",
"Hm?Ada apa Trey?"
"Baginda Kaisar mencari anda",
"Baginda?Baiklah,aku akan segera kesana, kalian lanjutkan peninjauan",
"Baik!"
Segaf pergi bersama asistennya,Trey menemui Baginda Kaisar.
Disisi Noah dan Putra Mahkota,mereka terus-menerus mendapat ancaman dari hewan buruan yang menggila.
"Sudah berapa banyak rintangan yang kita lewati?" Putra Mahkota terengah-engah setelah melawan serangan hewan buruan yang aneh itu,mulai dari duri landak,gigi kelinci,tanduk rusa,dan banyak lagi.
"Sepertinya kita hanya bisa sampai disini,kita harus pulang sekarang" ucap Noah melihat jam yang dibawanya,
"Hanya samapi disini?baiklah..mau bagaimana lagi,aku juga sudah lelah" balas Putra Mahkota,
"Baiklah ayo pergi" Noah memegang pundak Putra Mahkota dan fokus dengan lingkaran sihir yang dibuatnya untuk teleportasi,
"Kau..pria pengubah nasib kekaisaran yang akan hancur.."
Noah mendengar suara aneh dari belakangnya,tapi belum sempat melirik,dia sudah kembali ke kamar Istana Putra Mahkota.
"Akhirnya kita kembali!!" ucap Putra Mahkota lega dan membanting tubuhnya ke kasur,
"Noah,kau mau istirahat disini?"
"Tidak,aku ingin langsung pulang" jawab Noah sambil melepas pakaian penyamarannya,
"Sampai jumpa" ucap Noah lalu kembali teleportasi ke mansion,
"Iya!"jawab Putra Mahkota lalu tertidur pulas.
Noah kembali ke mansion dengan pakaian rapi dan rambut yang berantakan,memang ciri khasnya.Gera sudah menunggu Noah di halaman sejak tadi,dan langsung menghampiri Noah yang tiba-tiba muncul.
"Kakak!"
"Eh, Gera,maaf kakak terlalu lama",
"Tidak apa-apa.Oh ya kak,aku ingin belajar menggunakan crossbow,apakah kakak mau mengajariku?"
Noah heran kenapa Gera ingin menggunakan Crossbow,apakah ayah mereka yang meminta.
"Baiklah,kita berlatih setelah kakak ganti baju" ucap Noah,
"Baiklah!Aku juga akan ganti baju!Sampai jumpa nanti kak!" Gera pergi kembali ke kamarnya meninggalkan Noah.
'Suara siapa tadi?..'
Bersambung...
__ADS_1