
Flashback
"Noah,dia anak dari Duke Zerkan,Assegaf Trey Zerkan,satu satunya penerus gelar Duke keturunan dari Timur Tengah,Dan ini, Putra Marquess Luxbello", Putra Mahkota mengenalkan mereka berdua,
"Tatak itu ampan(Kakak itu tampan)!" Ucap Gera memuji anak bernama Segaf itu dengan senyum lebar,
"Siapa yang lebih tampan hah?!" Noah tidak terima Gera memuji lelaki lain selain dia,
"Salam kenal Putra Marquess Luxbello" Segaf menyalami Noah dengan senyuman yang sangat berdamage(?)
"Salam kenal juga Putra Duke Zerkan"balas Noah,
'Anak ini..TIDAK AKAN KUBIARKAN KAU MEREBUT PERHATIAN ADIKKU DARIKU!'
.
.
Episode 8
"Tatak,ayo tita ulang (Kakak ayo kita pulang)" Gera memelas pada Noah agar segera pulang,tampaknya Gera kelelahan seharian ini,
"Baiklah,ayo kita pulang" Noah menggendong Gera dan Gera langsung tertidur begitu bersender di dada Noah,
"Putra Mahkota,dan Putra Duke Zerkan,saya izin undur diri,permisi" Noah langsung pergi begitu saja setelah pamit pada Putra Mahkota dan Segaf,dia tidak peduli mereka akan menjawab salamnya atau tidak,
"Dasar anak itu,langsung pergi begitu saja setelah membuat keributan dan merepotkan ku" gumam Putra Mahkota kesal,
"Apa anda ingin minum teh dikediaman saya Putra Mahkota?" tanya Segaf menawarkan karna melihat Putra Mahkota tampak kelelahan,
"Tidak perlu,aku akan langsung pul-" "YANG MULIA PUTRA MAHKOTA!!" suara yang sangat Putra Mahkota kenal memanggilnya dengan sangat lantang,sontak seluruh orang yang sedang berlalu lalang menengok ke arah Putra Mahkota,
"KHAK!- R-rafael?kenapa kau disini?" Putra Mahkota tampak terkejut sekaligus gagap menjawab panggilan seorang Pria tinggi berpakaian formal dan berkacamata menghampiri Putra Mahkota dengan tatapan tajam,
"Kenapa anda berpergian tanpa pengawal?dan juga kenapa anda membuat keributan?tidak seharusnya anda sebagai penerus Kaisar yang akan memimpin negri ini kedepannya bertingkah laku seperti itu!" ucap pria itu dengan tegas,
"J-jangan memarahi ku terus!lagian aku hanya berjalan jalan sebentar.." Putra Mahkota mengalihkan pandangannya dari pria itu karna ketakutan,
"Halo Tuan Count Lenos" Segaf menyapa pria yang dipanggil Count Lenos olehnya,
"Wahh!Tuan Muda Zerkan,suatu kehormatan bisa bertemu anda ditempat ini" jawab Count Lenos dengan semangat,
"Apa kabar anda baik baik saja?Saya sudah lama tidak melihat anda semenjak usia saya 5 tahun" lanjut Segaf,
"Saya baik baik saja Tuan Muda,sekarang saya bekerja sebagai asisten pribadi Putra Mahkota sejak 4 tahun lalu,tepatnya 2 tahun setelah kepergian Tuan Muda ke Timur Tengah,saya sangat senang begitu melihat anda kembali kesini dengan sehat" jawab Count Lenos dengan terharu,
"Terimakasih banyak atas perhatian anda,omong omong jangan memarahi Putra Mahkota,saya yang mengajak beliau keluar secara diam diam,maafkan saya" Segaf pun menunduk sambil meminta maaf walau dia tidak bersalah,
"Benarkah?!kalau begitu anda tidak perlu meminta maaf,seharusnya saya tidak menilai situasi begitu saja." ucap Count degan rasa bersalah,Putra Mahkota terkejut dengan ucapan Segaf karna tidak seharusnya dia ikut terlibat(walau nyolong adik orang sih)
"Putra Mahkota,mari kita kembali, Baginda Kaisar mencari anda" lanjut Count pada Putra Mahkota,
"Ah, tunggu sebentar" Putra Mahkota mendekati Segaf dan menepuk pundaknya,
__ADS_1
"Terimakasih banyak" ucap Putra Mahkota dengan tulus,dan Segaf tersenyum tipis dan mengangguk,lalu Putra Mahkota kembali ke Istana bersama Asistennya alias Count Lenos,
/Di mansion Marquess Luxbello
"Apakah ibu belum kembali?" tanya Noah pada Kepala Pelayan,
"Belum,nyonya dan tuan belum kembali sejak tadi" jawab Kepala Pelayan agak resah,
"Begitukah?tapi kalian sudah menyiapkan makan malam?" tanya Noah lagi,
"Kami belum menyiapkan nya karna takut makanannya akan dingin" jawab Kepala Pelayan,
"Huh,tolong siapkan secukupnya,jangan lupa milik Gera" ucap Noah yang masih menggendong Gera,
"Baik Tuan Muda",
"humm.." Gera perlahan membuka matanya setelah tertidur cukup lama,
"Gera,bangunlah,ayo kita makan malam" ucap Noah sambil tersenyum tipis,
"ibu ayah ana(Ibu ayah mana)?" tanya Gera yang masih mengantuk,
"Ibu dan ayah belum kembali,sebentar lagi mereka akan sampai.Kita makan malam duluan,kakak takut kamu akan sakit jika terlambat makan" ucap Noah lalu duduk di ruang makan,menunggu makan malam bersama Gera,
"Tatak..ayah..ibu.." Gera terlihat sedih menunggu Tuan Marquess dan Marchioness yang terlalu terlambat pulang,biasanya Marquess memang sering terlambat pulang,tetapi tidak sampai selarut ini,
"Tuan Muda, makanannya sudah siap, silahkan dimakan" Kepala Pelayan dan 1 pelayan datang membawa makan malam.Seperti kata Noah,makanan yang disajikan untuk nya dan Gera tidak lebih dari 4 hidangan.
"Tatak?" Gera yang kebingungan karna Noah berhenti tiba-tiba mencoba menggenggam tangan Noah,
"Ah,tidak apa apa Gera,mungkin kakak hanya kelelahan" Noah tidak mau membuat Gera khawatir hanya karna tangannya tiba tiba sakit,
"Noah" seseorang tiba tiba muncul di samping Noah dan memanggil,membuat Noah terkejut,
"Ah..Xeon,kukira siapa,jangan mengagetkan ku" Noah menyuapi Gera sambil berbicara pada Xeon,
"Ada apa?" tanya Noah,
"Bersiaplah" ucap Xeon dengan nada serius,
"Hah?apa maksudmu?" tanya Noah kebingungan,
"Bersiaplah untuk hal terburuk yang akan terjadi kedepannya" Xeon pun menghilang setelah mengucapkan kata kata itu,
"Dasar orang aneh,apa maks-" "TUAN MUDA!!TUAN BESAR DAN NYONYA SUDAH KEMBALI!" Kepala Pelayan berlari dan memanggil Noah dengan sangat keras,
"Benarkah?, bagus-" "TAPI KEADAAN NYONYA SANGAT PARAH!BELIAU SEKARAT!" Mendengar kata sekarat,Noah langsung berlari menemui Marchioness tanpa pikir panjang sambil membawa Gera.Dibelakangnya diikuti Kepala Pelayan dan beberapa pelayan lain yang mencoba menghentikan Noah,
Ketika sampai di depan pintu kamar Marchioness,2 penjaga menghentikan Noah dan tidak mengizinkannya masuk,
"Tolong berhenti Tuan Muda!Anda tidak boleh masuk sekarang!" ucap salah satu penjaga,
"JANGAN HALANGI JALAN KU!! BIARKAN AKU MASUK!" Noah memberontak dengan sangat liar, matanya penuh dengan amarah,
__ADS_1
"Tuan Muda!Jangan memberontak lebih dari ini!" ucap penjaga yang lain yang melawan tingkah laku liar Noah,
"NOAH!BERHENTI!" suara lantang keluar dari Tuan Marquess yang menghampiri Noah,seragamnya penuh dengan darah Marchioness.Mata Marquess dipenuhi kesedihan dan amarah yang mendalam,bahkan Noah tau kalau darah yang ada di seragam Marquess adalah darah Marchioness
"A-ayah..." Noah menatap ayahnya tidak percaya.Darah yang ada di seragam Marquess membuat Noah gemetar hebat,mengingat dirinya di kehidupan sebelumnya dipenggal,rasa sesak masih tertanam ditubuhnya,
"Tatak.." Gera memeluk kakaknya erat sambil menangis,dia pasti sangat ketakutan dengan kondisi saat ini.Noah yang tahu Gera ketakutan,langsung memeluk Gera dengan sangat erat dengan mata yang tidak berubah,
"Kakak disini Gera..kakak ada disisimu..kumohon..jangan menangis.." Noah mulai menangis dan menyembunyikan tangisannya di pundak adiknya,tubuhnya masih gemetar hebat,rasa sakit yang dialaminya setelah dipenggal dulu masih terasa.Marquess yang tidak tega melihat kedua anaknya dalam keadaan terpuruk seperti itu langsung memeluk mereka berdua walau bersimbah darah,
"Maafkan ayah..ayah tidak bisa melindungi Ibu kalian dengan baik.." gumam Marquess sambil menangis,
Suara tangisan mengisi lorong didepan kamar Marchioness,semua orang menangis mengetahui keadaan Marchioness yang sangat parah.Marquess berniat menceritakan kejadian yang menimpa Marchioness jika keadaan sudah membaik.
Hari pun berganti,pagi hari telah tiba,dan Noah masih terbaring di tempat tidur,
"Tatak" suara gadis kecil yang imut memanggil Noah pelan sembari mencoba menggoyangkan tubuh Noah,
"Hmm.."Noah menolak untuk bangun,tubuhnya terlalu lelah,
"Tatak,angun(Kakak bangun)" Gera kembali mencoba membangunkan Noah,
"Ugh..hum??kenapa Gera?Kakak lelah sekali.." gumam Noah masih dalam keadaan mengantuk,
"Aju tatak erah(Baju kakak merah)" ucap Gera sambil menunjukan bagian merah karna terkena darah walau Noah tidak melihatnya,
"Hm?merah??.." perlahan Noah membuka mata dan mendapati Gera duduk disampingnya,
"Selamat pagi Gera..maaf,kakak sangat lelah" Noah mengelus pipi tembam Gera perlahan,lalu Gera menunjukan kembali baju Noah yang ternoda darah(noda di pinggang seblah kiri).Noah mengikuti arah jari Gera dan mendapati darah di bajunya,sontak dia terkejut dan membuka mata lebar lebar,
"Kenapa bajuku bisa bernoda seperti ini?!" lalu dia melihat baju Gera bagian kanan juga terkena noda darah,
"Semalam..apa yang terjadi.." Noah perlahan kembali mengingat ngingat apa yang terjadi tadi malam,dan semua sudah kembali.
"Ibu.." gumam Noah,
Tak lama kemudian, Kepala Pelayan masuk ke kamar Noah dengan baju serba hitam sambil menatap Noah dalam dalam,
"Chris?apa yang terjadi?" tanya Noah datar,
"Tuan Muda..sudah saatnya anda bersiap siap,saya akan membantu anda dan Nona" ucap Kepala Pelayan dengan nada rendah terkesan sedih,
"Bersiap siap?untuk apa?" tanya Noah sekali lagi,Kepala Pelayan menunduk sambil menahan air matanya,
"Hari ini... Marchioness akan dimakamkan." ucapnya dengan penuh kesedihan yang sangat mendalam.Air mata perlahan keluar dari mata Noah,dia masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan Kepala Pelayan padanya,
"Jangan bergurau Chris..Ibu belum meninggal kan?..Ibu tidak akan meninggalkan ku begitu saja!" Noah membantah perkataan Kepala Pelayan dengan amarah,kesedihan, dan kekecewaan yang tercampur menjadi satu,tapi Kepala Pelayan hanya terdiam dan tidak berani menjawab perkataan Noah,
"Huh..I-ibu..?" Suara Gera terdengar gemetar,air mata keluar dari mata ungu cerah milik Gera, umumnya anak 3 tahun masih belum paham apa itu kematian,tetapi Gera paham apa itu kematian.Tangisan Gera pecah,dia menangis dengan sangat keras, Noah memeluk Gera dan mencoba menenangkan nya,
"Gera..Kakak ada disini..kakak tidak akan meninggalkan mu..bagaimanapun caranya kakak akan menemukan orang yang sudah membunuh ibu..aku akan mencabik cabik orang itu,sampai mati secara perlahan..agar dia tahu apa itu kenikmatan kematian yang sesungguhnya.." Mata hitam pekat itu dipenuhi amarah dan kesedihan yang menjadi satu dan menjadikan tujuan Noah bulat... balas dendam.
Bersambung..
__ADS_1