Marquess And Spirit Witch

Marquess And Spirit Witch
Sosok Asli Sang Penyihir


__ADS_3

Flashback


"Kalau begitu ayo kita cari di balkon" ucap Putra Mahkota langsung berlari menuju Balkon,Noah sempat terkejut tapi langsung menyusul,


/Di balkon/


"Ketemu?",


"Tidak,tidak ada disini",


Noah dan Putra Mahkota mencari kancing itu sekuat tenaga sampai tengah malam,bahkan sampai Pesta berakhir.Mereka berdua yang sudah kehabisan tenaga mencari di sekitar istana,dan berpikiran hal yang sama


'Sama sekali tidak ketemu..'


.


.


Episode 6


"Ibu,jika adik sudah lahir, siapa namanya?",


"Ibu juga masih memikirkan namanya,tapi tidak tahu pendapat ayahmu tentang ini",


Noah dan Marchioness sedang makan siang di taman belakang sambil berbincang ringan tentang adik Noah yang sudah berusia 6 bulan,


"Kalau Noah?apa nama yang akan kamu berikan pada adikmu?" tanya Marchioness sambil mengelus perutnya yang besar,


"Jika dia laki laki,aku akan memberi nya nama Lean,tapi kalau dia perempuan aku tidak tahu" jawab Noah,


"Kenapa kau tidak tahu?banyak nama yang cocok untuk anak perempuan dibanding laki laki lho" Marchioness kebingungan dengan jawaban Noah barusan,


"Tidak tahu, lupakan saja" ucap Noah lalu memakan pie yang disediakan di meja taman,


"Oh ya,2 hari lagi ayah dan ibu akan pergi ke wilayah Count Spera,apakah kau mau ikut?" tanya Marchioness dengan senyum manis khas dirinya,


'Count Spera?!',


"Ibu!!aku mohon jangan kesana!" Noah langsung berteriak meminta Marchioness agar tidak pergi,


"Eh?kenapa?" Marchioness makin kebingungan dengan tingkah laku Noah,


"Aku dengar dari beberapa penyihir di Istana ketika Putra Mahkota memanggil ku,kalau cuaca akan sangat buruk akhir akhir ini,dan untuk ke wilayah Count Spera yang tidak datang ke Ibu kota perlu melewati tebing yang curam" jawab Noah lesu,


"Baiklah,ibu tidak akan pergi" Marchioness mengelus kepala Noah lembut dan berjanji tidak akan pergi.Noah yang mendengar nya sangat senang dan tersenyum lebar seperti anak 8 tahun pada umumnya,


"Kau ini sudah tua" Xeon berdiri di belakang Noah sambil mengejeknya,


"Khak!" Noah sangat terkejut dengan kedatangan Xeon yang tiba tiba,


"Hum?Kenapa Noah?apakah kau tersedak?" tanya Marchioness khawatir,


"Ah!tidak apa apa,aku cuma..emm,kurang minum" jawab Noah gugup,lalu segera meminum teh diatas meja,


"Ibu,aku akan membaca buku di perpustakaan dulu,jika ada apa apa langsung saja memanggilku" Noah pamit pada Marchioness karna hendak ke perpustakaan,


"Baiklah" jawab Marchioness,


Noah beranjak pergi sambil menarik lengan Xeon dengan kasar,


"T-TUNGGU TUAN MUDA!SAKIT SAKIT!!ARGHH!!MAAFKAN SAYA!!" Xeon berteriak sambil menangis tapi Noah menghiraukan nya,


"Noah.. menggenggam angin??" Marchioness kebingungan melihat Noah yang mencengkram sesuatu di tangannya tapi tidak bisa dilihat oleh Marchioness,


/Di perpustakaan/


"T-tunggu Tuan Muda..saya tidak sanggup lagi..",

__ADS_1


"Apakah kau begitu lemah hanya untuk menerima hukuman ini?",


"Saya tidak kuat melanjutkan ini..lagi..ini..SANGAT SAKIT!! LEPASKAN SAYA TUAN MUDA!!!",


"Ini hukuman untukmu karna membuatku tersedak dan ibu jadi curiga",


"Saya hanya berniat menjahili anda!apakah itu salah?!",


"Tentu saja salah!apa apaan gaya bicaramu itu?!",


Noah sedang mencengkeram pergelangan tangan Xeon dengan sangat kuat sampai bekas luka yang merah meninggalkan jejak di sana,


"S-sakit sekali.." Xeon bergumam sambil menangis ria(?)


"Salahkan dirimu sendiri" ucap Noah kesal,


"Apa yang terjadi jika Gera tau orang yang disukainya adalah orang yang kasar" gumam Xeon sangat pelan,


"D-disukainya?!" Noah langsung menunjukan muka merah padam setelah mendengar gumaman Xeon,


"Saya bercanda, NYOHOHO!!" Xeon tersenyum licik lalu menari menari ala dirinya(?),


"Xeon...aku akan menjadikan mu makanan penutup malam ini.." Noah mengeluarkan pedangnya dan hendak memotong leher Xeon,


"A-ANDA TIDAK BISA MELAKUKANNYA ITU!!S-SAYA SUDAH MENEMUKAN GERA DI DUNIA INI!" ucap Xeon sambil berkeringat dingin yang tidak berhenti,


"Gera?!dimana dia?!" Noah langsung menyingkirkan pedang nya dan mendesak Xeon,


"Saya akan memberikan gambarannya.." gumam Xeon terlihat lelah,


Xeon membuka tangannya ke udara,dan sebuah cahaya berwarna biru muncul.Sebuah bayi yang sangat kecil dan terlihat rapuh tergambar di cahaya itu,


"Bayi??" Noah kebingungan setelah melihat perwujudan Gera di dunia yang sekarang,


"Tentu saja,anda bilang dia lebih muda 8 tahun dari anda kan? itu artinya di masih dalam kandungan atau belum lahir" jelas Xeon,


"Berapa kira kira umurnya?" tanya Noah,


"Tunggu apa?6-7 bulan?",


"Iya,dan lihatlah rambut putih perak yang mulai muncul padanya,imutnya" gumam Xeon sambil terpesona melihat bayi Gera,


'Apa jangan jangan..Gera adalah..adikku?'


Noah memikirkan hal itu terus,Gera adalah adiknya atau bukan selama 2 bulan.Dia juga menjelaskan hal itu pada Putra Mahkota Veldas,


"Gera adalah adikmu?",


"Sepertinya begitu,waktu, umur,dan ciri cirinya sangat mirip",


"Itu artinya selama ini kau menyukai adikmu sendiri?!",


"A-apa?!",


Noah kehilangan keseimbangan dan terjatuh.Dia sedang latihan berpedang dengan Putra Mahkota Veldas di tempat rahasia mereka,


"Ada apa denganmu?selalu saja tidak fokus saat membicarakan Gera" Putra mahkota menyodorkan tangannya hendak membantu Noah berdiri,


"Aku cuma terlalu memikirkan nya saja" Noah mencapai tangan Putra Mahkota lalu berdiri,


"Apa kau mau memancing? setidaknya kau butuh istirahat,dan sangat kebetulan ikan di sungai ini sangatlah banyak,itulah kenapa sungai di Pusat Ibu kota sangatlah sedikit" jelas Putra Mahkota sambil menyodorkan sebuah pancing pada Noah,


"Aku baru tau keluarga kaisar punya pancing" Noah menatap Putra Mahkota datar dan meremehkan,


"Aku meminta ini pada seorang nelayan saat di pelabuhan" ucap Putra Mahkota dengan bangga,


"Meminta??Putra Mahkota Veldas yang sangat dihormati rakyatnya meminta pancing pada seorang nelayan?apakah dia sama sekali tidak punya uang untuk membeli pancing, kasian nya.." ucap Noah sambil melihat Putra Mahkota dengan sangat kasian,

__ADS_1


"A-aku membelinya!!mana mungkin aku meminta pancing?!" Putra Mahkota memerah karna malu dan marah,


"Kau bilang meminta tadi" ucap Noah datar,


"Aku membelinya!",


"Meminta tuh",


"Membeli!",


Mereka terus terusan berdebat sampai sore,tak disangka mereka mendapat 4 ember penuh dengan ikan segar,


"Sudah mulai gelap,aku tidak mau pulang" ucap Noah,


"Kita sama, bagaimana kalau kita camping?'" ajak Putra Mahkota dengan riang,


"Tidak bisa,ayo kembali" Noah pulang sambil membawa 2 ember berisi ikan yang ditangkapnya tadi,


"T-tunggu aku!" Putra mahkota menyusul Noah sambil membawa 2 ember lainnya,


'Aku akan memberikan ini pada koki dan memintanya membuat makanan yang enak,pasti bagus',


Tak lama kemudian Noah sampai di mansion keluarganya.Dia sangat terkejut karna suara tangisan bayi terdengar sampai gerbang,dia langsung berlari ke dalam mencari asal suara itu.Noah menemukan asal suara itu,dari kamar ibunya,langsung dibukalah kamar ibunya,


"Selamat nyonya!putri anda yang cantik sudah lahir,dia sangat mirip dengan anda" ucap seorang pelayan yang menggendong seorang bayi mungil,


"Ibu!" Noah berlari mendekati Marchioness yang lemah setelah melahirkan,


"Ya ampun Tuan Muda!anda tidak boleh masuk",


"Tidak apa apa..biarkan dia melihat adiknya.." Marchioness membiarkan Noah masuk walau suaranya sangat pelan dan lemah,


"Ibu..ibu baik baik saja??" Noah terlihat cemas melihat ibunya yang sangat lemas,


"Ibu baik baik saja..untungnya adikmu lahir dengan sehat" Marchioness melihat ranjang bayi yang ada di seblah kasurnya,Noah mendekati ranjang bayi itu dan melihat bayi mungil berkulit putih,bulu mata yang panjang dan lentik, rambut putih perak yang mirip ibunya menambah kesan cantik dan imutnya,


"Dia..sangat cantik.." gumam Noah,


"Noah? kenapa mau menangis?" Marchioness melihat Noah memandang adiknya sambil menangis haru,


"Aku..sangat senang..aku sangat bersyukur masih bisa melihat ibu dan adik sehat.. terimakasih banyak.." Noah menangis makin deras,dia tidak bisa menahan air matanya setelah di kehidupan sebelumnya dia tidak bisa melihat adiknya lahir dan kematian kedua orang tua nya,


"ISTRIKU!!" Marquess langsung datang menemui Marchioness setelah mendengar kabar putrinya telah lahir,


"Ya ampun,kenapa kau sangat terburu buru?" Marchioness agak terkejut dengan kedatangan Marquess yang mendadak,


"Apakah kau baik baik saja?kau sangat lemah.." Marquess menopang tubuh Marchioness yang sangat lemah itu,


"Aku baik baik saja,dan putri kita sudah lahir dengan sehat"ucap Marchioness dengan senyum lebar yang hangat,Marquess melihat bayi itu sedang tertidur di ranjang seblah Marchioness,


"Terimakasih telah memberiku seorang Putra yang tampan dan Putri yang sangat cantik",


"Aku sangat bahagia sekarang", Marquess dan Marchioness bermesraan saat itu juga,


"Lalu,apa nama yang akan kau berikan padanya?" tanya Marchioness,


"Nama..namanya adalah.. Gera" Marquess dan Noah mengucapkan nama Gera bersamaan,


"Lho,kalian sangat kompak ya" Marchioness tertawa kecil melihat tingkah ayah dan anak laki lakinya itu,


"Noah,apa kau mau memberi nama pada adikmu?"Marquess bertanya pada Noah dengan senyum tipis,


"Namanya.. Gera Claire vi Luxbello",ucap Noah sambil tersenyum tipis,


"Nama yang indah,darimana kau dapat inspirasi untuk nama itu Noah?" tanya Marchioness,


"Dari seseorang yang sangat berharga untukku" Noah tersenyum sangat lebar untuk pertama kalinya,

__ADS_1


'Benar..Gera..adikku yang berharga'


Bersambung...


__ADS_2