Marquess And Spirit Witch

Marquess And Spirit Witch
Pangeran Xavier


__ADS_3

Flashback


Kaisar menggengam tangan Adel dan Albert.Beliau menangis tepat di depan mereka,dan juga Gwen serta Marquess.


"B-baginda?!Kenapa anda menangis?!A-apakah kami membuat kesalahan?!M-maafkan kami!!" ucap Adel panik.


"Tidak..Sama sekali tidak ada.."


Gwen dan Marquess tersenyum tipis.Mereka pasti tahu bahwa sekarang Kaisar sangat lega melihat Adel dan Albert.


'Aku akan menjaga anak-anakmu,kak Xavier..Aku berjanji..'


.


.


Episode 40


"Anu..Baginda, bagaimana anda dan para Tuan Besar mengenal ayah saya?.." tanya Adel.


"Duduklah dulu.Kita akan berbincang cukup lama."


Kaisar mempersilahkan mereka berempat duduk.Tidak lupa teh dan kudapan ringan yang sangat lezat.


"Makanlah dulu."


"Ah,baik!"


Adel dan Albert memakan makanan ringan dengan lahap.Mereka tampak sangat senang bisa mencicipi banyak makanan enak seperti ini.Kaisar tersenyum puas melihat mereka berdua makan dengan senang.


Setelah selesai makan,Kaisar bertanya dimana orang tua Adel dan Albert dan bagaimana mereka bisa ikut dengan 'liburan' Putra Mahkota,Noah dan Eugene.Adel pun menjelaskan semuanya secara rinci tanpa terlewat sedikit pun.


"Jadi..ayahmu sudah meninggal ya.."


"Benar,Baginda.Itu sudah cukup lama."


"Huh..Adel,Albert.Ada fakta yang harus kalian ketahui." ucap Kaisar mulai serius.


"Ya?"


"Ayah kalian,Xavier.. adalah putra dari ibu suri yang dulunya adalah ratu kekaisaran ini sekaligus kakak ku."


Adel dan Albert sangat terkejut dengan perkataan kaisar.Mereka sedikit gemetar mendengarnya.


"Xavier Thomas de Rexobis,pangeran pertama dan anak dari ratu sebelumnya sekaligus kakakku adalah orang yang sangat lembut dan ramah.Aku hanya seorang anak selir,tapi hubungan kami sangat baik dibanding saudara yang lain.Anehnya, meskipun dia anak ratu tapi dia tidak berambisi untuk naik tahta.Dia lebih suka mengelilingi dunia dan mengetahui banyak hal lebih dari apa yang dia pelajari selama ini.Rambut pirang cerah dan bola mata biru,senyum yang manis dan ramah,tatapan yang begitu lembut dan hangat serta suara yang merdu.Kak Xavier adalah seorang pemuda yang sempurna dan sangat tampan.Dia memperlakukan wanita entah itu budak atau bangsawan tinggi,pelayan atau bukan dengan sangat lembut.Dia menjadi idaman para wanita dulunya.Tapi,saat perang perebutan tahta di umurku yang ke 15 tahun,ratu sebelumnya terlalu keras terhadap kakak yang berumur 17 sedangkan kakak tidak tertarik dengan tahta itu.Rumor bahwa kakak jatuh cinta pada seorang gadis sudah tersebar dimana-mana,pada akhirnya ratu hendak menjodohkannya dengan putri Count Ruben.Kakak begitu marah saat itu,pada akhirnya dia memutuskan kabur dari istana bersama kekasihnya.Runa adalah seorang gadis yang memang sangat cantik dengan rambut merah dan mata emas yang begitu indah,dia juga penuh kasih sayang,tidak heran kakak jatuh cinta padanya.Yang ku tahu dari Runa,dia adalah seorang gadis bangsawan di kerajaan kecil di sebelah tenggara.Dia kabur dari kerajaannya karna dijodohkan juga.Saat kak Xavier kabur itulah,aku berniat untuk naik ke tahta kaisar dan mencari keberadaannya bagaimanapun juga.Tapi selama 15 tahun tidak ada hasil..dan beruntungnya,Veldas bertemu dengan kalian dan membawa kalian bersamanya.Aku bersumpah akan terus menjaga kalian sebagai keponakan ku,dan putra putri dari pangeran Xavier.Kalian akan tinggal disini untuk seterusnya."


Adel dan Albert akhirnya paham.Alasan selama ini ayah dan ibunya tidak menceritakan latar belakang mereka,karna mereka adalah keluarga bangsawan tingkat tertinggi.Mereka tidak mau Adel dan Albert terlibat dalam politik sama seperti mereka.Tapi sekarang,Kaisar sudah menemukan mereka dan mau tidak mau mengikuti beliau.


"Anu.."


"Ada apa,Adel?Apakah kamu menginginkan sesuatu?" tanya Kaisar.


"Apakah.. Baginda akan berjanji untuk mengabulkannya?"


"Tentu saja! Katakanlah!"


"Saya dan Albert,tidak ingin masuk ke dunia politik, termasuk pernikahan.Mendiang ayah saya selalu berkata untuk hidup bebas seperti yang kita mau,maka dari itu..tolong jangan masukan kami ke dunia politik!"


Kaisar tersenyum.Ia mengusap lembut kepala Adel.


"Lakukanlah yang kalian mau,tapi kalian harus tetap mengikuti debutante untuk mengenalkan kalian me masyarakat luar.Aku hanya akan melakukan itu agar kalian tidak mengalami kesulitan.Setelah itu lakukanlah apa yang kalian mau,tapi jangan kabur dari istana,mengerti?"


"Ah!Baik! Terimakasih banyak,Baginda!"


Sementara itu,di mansion Luxbello.


"Akhirnya kita sampai!"


"Aku lelah sekali!Huft.."


"Kita masuk saja.Ayo kita istirahat.Putra Duke Zarken,mari."


"Terimakasih,Putra Marquess."


"KAKAK!!"

__ADS_1


"?!"


Di depan pintu,sudah terlihat seorang gadis kecil menunggu kepulangan sang kakak dari 'liburannya'.


"Gera.."


Noah tersenyum.Ia berjongkok dan mengulurkan kedua tangannya.


"Kemarilah."


"Hiks..Kakak!!"


Gera berlari ke arah Noah dan memeluknya begitu erat sambil berlinang air mata.


"Kenapa lama sekali?!Ayah juga pergi menyusul kakak begitu mendapat kabar..Kakak tidak tahu betapa khawatirnya aku?!Kakak bilang hanya akan pergi berlibur bersama Yang Mulia Putra Mahkota dan Kak Eugene!Kenapa kakak malah ada dalam masalah?!Kakak pembohong!Aku benci kakak!!Hwaaaa!!.."


"Maafkan kakak,Gera.Kakak tidak berniat membohongimu,kakak tidak mau kamu malah melarang kakak pergi,maaf."


"Hiks..kakak!Aku takut kakak pergi!.."


"Iya,iya..maafkan kakak,Gera."


Eugene,Putra Mahkota,dan Segaf melihat Noah dan Gera hanya bisa ternganga.


"Gera,kamu tidak mengkhawatirkan ku?Aku juga kakakmu." tanya Eugene.


"Kak Eugene hanya sepupu ku!Lagipula sebentar lagi kakak akan punya adik." jawab Gera.


"Eh?" suara itu langsung muncul dari Eugene dan Putra Mahkota.


"Apa maksudmu,Gera?" tanya Noah.


"Bibi Grace dinyatakan hamil 3 hari yang lalu." jawab Gera.


kretek.


Suara retakan muncul dari Eugene.Dia terdiam seperti patung ditempatnya.Tatapan datar seolah tiada harapan lagi.


"Selamat,Eugene!!"


"Akhirnya kau punya adik juga ya!"


Diantara semua ucapan selamat dari Noah,Segaf,dan Putra Mahkota,dia masih sibuk memikirkan akan punya adik di umurnya yang sudah 17 tahun.


"AYAHHHHHH!!!!"


/di istana.


"Uhuk!!Akh!Uhuk uhuk!"


"Ya ampun,ada apa Gwen?Bisa-bisanya kau tersedak." tanya Kaisar.


"Saya..uhuk!..Egh,entah kenapa saya merasa kedinginan,tubuh saya gemetar.." jawab Gwen.


"Ha? Padahal sekarang sedang musim panas.Mungkin seseorang membicarakan tentang mu." ujar Marquess.


"Mungkin saja.."


"Oh ya,Gwen."


"Iya,baginda?"


"Apa kau tahu istrimu sedang hamil?" tanya Kaisar.


"Apa?!I-istri saya?!"


"Benar.3 hari yang lalu Duchess muda dan Ratu sedang ada pertemuan bersama,lalu tiba-tiba Duchess pingsan.Dokter yang menangani beliau mengatakan bahwa Duchess hamil." jelas Kaisar.


"Eugene akan jadi kakak di usia 17 tahun.Duchess sekarang berusia 35 tahun,pasti akan sedikit sulit ya,Lord." ujar Marquess.


"Marquess,jangan menggoda saya.Apa yang kita bicarakan di depan anak kecil?!"


Tanpa mereka sadari,Adel dan Albert masih ada disana.Mereka pura-pura tidak mendengar apa yang dibicarakan orang-orang dewasa itu.


'Ah..benar juga.' pikir Marquess dan Kaisar.

__ADS_1


tok!tok!


"Baginda,Ratu dan Tuan Putri hendak menemui anda."


"Izinkan mereka masuk."


Ratu dan Michella masuk ke ruangan kerja,Kaisar.Tampak Michella membawa segenggam bunga untuk ayahnya.


"Baginda,maaf mengganggu waktu anda bersama Lord dan Marquess."


"Tidak apa-apa ratu,duduklah disini, Michella juga."


Adel dan Albert cepat-cepat menutup wajah mereka dengan tudung agar tidak ketahuan.


"Ayah,saya memetik bunga ini untuk ayah.Warnannya sangat cantik bukan?"


"Terimakasih banyak, Michella.Akan ku rawat bunga ini dengan baik."


"Hehee."


Ratu melihat ke arah 2 orang bertudung hitam di sebelah Marquess.


"Baginda,siapa mereka??" tanya Ratu.


"Mereka orang selama ini kucari." jawab Kaisar.


"Benarkah?!"


Michella menatap kedua orang itu lekat-lekat.


"Ibu,siapa mereka?" tanya Michella.


"Mereka orang yang ayahmu cari selama 15 tahun.Kalian, tunjukan wajah kalian."


Ratu meminta Adel dan Albert membuka jubah mereka.Dengan ragu-ragu mereka membuka jubah mereka.


"Tidak apa-apa, lakukanlah." ujar Marquess.


Saat itu juga,Adel dan Albert yakin tidak apa-apa sesuai dengan kata Marquess.Michella membelalak kaget begitu Adel dan Albert membuka jubah mereka.Terlebih Adel yang sangat mirip dengannya,bahkan bisa dibilang jauh lebih cantik.


"Perkenalan,Yang Mulia.Nama saya Adel dan ini adik saya Albert."


"Salam kenal,Yang Mulia Ratu dan Tuan Putri."


"Wahh,kalian sangat mirip dengan pangeran Xavier.Terlebih, Adel sangat mirip denganmu Michella." ujar Ratu tampak antusias.


"Iya..Sangat mirip.." ujar Michella.


'Siapa gadis itu?..Kenapa dia sangat mirip denganku?Suaranya juga begitu lembut dan halus..'


"Ratu,aku berniat memasukan Adel dan Albert ke dalam silsilah Kekaisaran sebagai putra dan putri kak Xavier.Dan juga mereka tidak akan masuk ke dalam dunia politik sesuai janjiku pada mereka." ujar Kaisar.


"Benarkah?Kalau begitu lakukanlah,buat mereka senyaman mungkin.Mereka juga bagian dari keluarga kaisar." ucap Ratu sangat kegirangan.


"Terimakasih.Aku juga akan memberikan nama baru untuk mereka setelah debutante.Kira-kira kapan?" tanya Kaisar.


"Hm,Adel,kapan ulang tahun mu?" tanya Gwen.


"Eh?Em,4 bulan lagi,usia saya 16 tahun." jawab Adel.


"Pas sekali,sekalian saja upacara kedewasaan mu.Dengan begini bisa dilangsungkan bersamaan." ujar Kaisar.


"Sebelum itu,anda harus memberikan fasilitas terbaik pada mereka, Baginda." ujar Ratu.


"Kamu tahu aku tidak paham selera anak-anak di masa pubertas mereka.Bagaimana kalau kamu saja?" tawar Kaisar.


"Apakah boleh?!"


"Eh?Tentu saja,kamu kan ratuku."


"Terimakasih banyak, Baginda!"


Ratu mencium pipi Kaisar lalu mengajak Adel,Albert dan Michella keluar untuk mempersiapkan istana yang mereka akan tinggali.Setelah keluar,suasana di dalam ruangan terasa begitu sunyi.


"Baginda,wajah anda memerah."

__ADS_1


"JANGAN MELIHATKU!"


Bersambung...


__ADS_2