Marquess And Spirit Witch

Marquess And Spirit Witch
Permintaan


__ADS_3

Flashback


"Jika kau bergerak lagi maka aku akan bermain" ucap Noah sambil menggenggam salah satu tangan Cecil,


"Bisakah kau berhenti melakukan itu padaku..?" tanya Cecil dengan wajah merah padam,


"Kalau tidak?apa yang akan kau lakukan?" tanya Noah sedikit menggoda Cecil,


"Aku akan jalan dengan Eugene" jawab Cecil cepat,


"Kalau begitu aku akan menghukum mu lagi" balas Noah dengan senyum lebar,


"Sampai jumpa" ,Cecil langsung menghilang dengan sihirnya,


"Eh?.."


.


.


Episode 21


"Kakak,kita mau kemana?",


"Tempat yang kakak ceritakan tadi",


"Tapi..kenapa lewat hutan seperti ini?.. menakutkan lho.."


"Tidak apa-apa,ada kakak disini",


Noah mengajak Gera pergi ke markas rahasianya dengan Putra Mahkota saat sore hari.Walau sudah lama mereka tidak kesana karna sibuk dengan urusan pribadi mereka.


"Sebentar lagi kita sampai,tutup matamu dulu" ucap Noah pada Gera,


"Eh?uhm" Gera menutup matanya dan menggenggam erat tangan Noah yang sedang menuntun nya,


"Kita tiba,bukalah matamu",


Begitu Gera membuka matanya,sebuah air terjun yang tidak terlalu deras,serta danau kecil dan aliran sungai yang tenang membuatnya terpungkau,dan suasananya juga sangat pas saat matahari hampir terbenam.


"Cantiknya.." gumam Gera dengan mata berbinar-binar,


"Ini adalah markas kakak dan Putra Mahkota 9 tahun lalu,9 bulan sebelum kelahiran mu" ucap Noah kembali mengingat masa-masa itu,


"Begitu ya.Omong-omong kakak,bukankah Gera itu nama anak laki-laki?" tanya Gera sedikit murung,


"Siapa yang berkata seperti itu?Gera juga nama anak perempuan", jawab Noah sambil tersenyum tipis,


"Apa artinya?" tanya Gera,


"Gera artinya kuat dengan tombak,itu diambil dari bahasa Ibrani.Mungkin alasan kakek memberikan nama Gera pada Cecil agar dia bisa menjadi tombak yang sama kuatnya dengan ibu,begitu juga denganmu" jawab Noah,


"Eh? Kenapa aku juga?Bukankah kakak memberikan nama Gera padaku karna mengira aku adalah kak Cecil?" tanya Gera heran,


"Benar,tapi hal itu juga yang kuharap kan padamu karna tubuh ibu yang lemah,dan berharap kamu bisa menjadi tombak untuk ibu.Kamu juga ada nama tengah kan?",


"Eh?Benar,ibu bilang kakak yang memberikan nama tengah itu padaku",


"Benar,Claire artinya cerah..maka dari itu nama Gera Claire artinya tombak cerah yang memperkuat dan Luxbello adalah marga kita.Harapan ayah,ibu dan kakak menjadi satu padamu..Tombak cerah yang memperkuat Luxbello",


Detak jantung Gera terasa berhenti sebentar.Pemikirannya selama ini tentang nama nya yang asal di berikan oleh kakaknya, ternyata salah.


"Maaf..aku sudah salah menilai.." ucap Gera sambil menangis,


"Eh eh!Gera,jangan menangis, kenapa kamu menangis hm?"tanya Noah panik,


"Soalnya..aku pikir kakak memberikan nama itu dengan asal-asalan..maaf.." jawab Gera dalam isak tangisnya,


"Tidak apa-apa,kakak tau kenapa kamu berpikir seperti itu" ucap Noah lega,


"I-iyaa..",


"Kalau begitu ayo kita pulang,ayah sudah menunggu kita",


"Uhm..baiklah.."


/Skip di mansion


"Tuan Muda,anda sudah pulang rupanya",


"Maaf kami pergi terlalu lama.Apakah ayah sudah lama menunggu kami?",

__ADS_1


"Beliau baru saja masuk ke ruang makan",


"Begitu ya,baiklah, terimakasih Chris",


Noah dan Gera segera pergi ke ruang makan untuk makan malam bersama Marquess.Tapi, sesampainya di pintu ruang makan,Gera menggengam tangan Noah sangat erat dengan ekspresi ragu,


"Ada apa Gera?" tanya Noah,


"Eh?..uhm..aku takut.." jawab Gera,


Noah menghela nafas dan tersenyum,


"Kakak ada disini,jangan khawatir" ucap Noah yakin,


"Baiklah.." balas Gera,


Mereka berdua pun masuk ke ruang makan. Tampak Marquess yang duduk tegak sambil menopang dagunya,menunggu Noah dan Gera.


"Ayah,maaf kami terlambat" ucap Noah datar,


"Tidak apa-apa,duduklah" balas Marquess,


"Baik",


Noah duduk di seblah kanan Marquess,sedangkan Gera duduk di seblah kiri Marquess dengan ragu-ragu.Marquess yang sadar dengan perilaku Gera yang ragu-ragu,merasa bersalah mengingat perilaku kasar dan dinginnya ia sejak dulu.


"Gera,kamu tidak apa-apa?" tanya Noah cemas,


"T-tidak apa-apa kakak.." jawab Gera ragu,


"...",


Noah tau keadaan Gera sekarang yang sulit untuk kembali pada ayah mereka sekarang,setelah kejadian di kastel kakeknya.


"Gera", Gera tersentak ketika ayahnya memanggilnya dengan nada datar,


'Aku takut...' batin Gera,


"Ya ayah?...", balas Gera ketakutan,


Marquess beranjak berdiri dari kursinya dan berjongkok di depan Gera.Gera yang kaget hendak turun dari kursinya tapi di tahan oleh Marquess


"Gera..maafkan ayah atas semua perilaku ayah selama 6 tahun ini..Ayah tau kamu pasti sangat kesulitan menghadapi sikap ayah setelah kematian ibumu dan lebih bergantung pada Noah..maafkan ayah..",


Permintaan maaf dari Marquess membuat Gera tersentuh,begitu juga dengan Noah yang tersenyum lega melihat ayahnya meminta maaf pada Gera.


"Tidak.. seharusnya Gera yang meminta maaf pada ayah.." ucap Gera sambil menangis deras di depan ayahnya,


"Tidak Gera..semua ini salah ayah..kamu tidak salah apapun..maaf" balas Marquess sambil memeluk Gera,


"Hiks..ayah!!.." Gera membalas pelukan Marquess dengan tangan kecilnya dan menangis sekencang mungkin,


"Hubungan yang mengharukan ya" Cecil tiba-tiba muncul tepat di samping Noah,


"Darimana saja kau?" tanya Noah pelan sambil cemberut,


"Aku pergi menikmati kolam air panas di wilayah selatan,disana sangat nikmat" jawab Cecil berseri-seri mengingat betapa nyamannya kolam air panas di wilayah selatan yang dikunjunginya,


"Bukankah kau tidak dapat merasakan hal seperti itu?.." tanya Noah curiga,


"Karna disana mengandung mana sihir yang banyak,jadi aku bisa merasakannya!" jawab Cecil antusias,


'Dia sangat menyukainya?! Kalau begitu aku harus membuat kolam air panas di Mark dan mansion untuk Cecil nanti!' pikir Noah serius,


'Firasatku mulai buruk..' batin Cecil,


/Skip pagi


Gera pergi ke ruang kerja Marquess dengan terburu-buru,diikuti Noah di belakangnya tampak kelelahan mengejar Gera yang sejak tadi berlari dari sana kemari.


'Dia kan bisa menggunakan teleportasi!! kenapa harus berlari?!Lagipula kapan tenaganya habis?!Dia tidak berhenti berlari sejak tadi!' batin Noah kesal,


"Kakak cepatlah!!" ucap Gera terburu-buru,


"T-tunggu Gera!..kamu bisa menggunakan teleportasi.. kenapa harus berlari?!.." tanya Noah kesal tapi juga terengah-engah,


"Ah!Aku baru ingat!" jawab Gera langsung berhenti,


"Nah..kalau begitu..hah..pakai saja-",


"Aku tidak mau!!Mana ku akan berkurang dan butuh waktu lama untuk mengembalikannya!Nanti aku ada kelas dengan kak Cecil!" Gera memotong perkataan Noah dan kembali berlari menuju ruang kerja Marquess,

__ADS_1


"AKH-!!Gera!!",mau tidak mau Noah harus kembali mengejar Gera walau sudah kewalahan.


Sesampainya di depan pintu ruang kerja Marquess,Gera tanpa ragu langsung mendobrak pintu sekeras mungkin.


"Ayah!!",


Marquess yang sedang minum dengan santai sontak menyemburkan minumannya saking terkejutnya.


"G-gera?..a-ada apa?.." tanya Marquess kaget dan tegang,


"Saya ingin menunjukkan sesuatu!!" ucap Gera sambil tersenyum lebar mendekati Marquess,


"G-gera..tunggu..akh.." Noah yang baru sampai di depan ruang kerja langsung tepar di lantai,


"Apa yang kamu lakukan pada kakakmu?.." tanya Marquess sambil melihat merinding ke arah Noah yang berusaha berjalan ke sofa lalu berbaring,


"Kakak duluan yang ikut saya berlari, jadi dia kelelahan" jawab Gera dengan polosnya,


"A-ah begitu..apa yang mau kamu tunjukan?" tanya Marquess,


"Lihat ini!"


Gera mengepalkan kedua tangannya dan fokus dengan niatnya.Perlahan angin berhembus lembut disekitar Gera,dan cahaya berwarna ungu dan putih keluar dari dalam kepalan tangan Gera.


"Aku ada 'hadiah' untuk ayah" ucap Gera sambil tersenyum lebar lalu membuka tangannya,


"!?" pola sihir yang bercahaya dari tangan Gera mengeluarkan kupu-kupu sihir berwarna ungu dan putih yang banyak dan sangat indah.


Marquess dan Noah terpungkau melihat kupu-kupu yang diciptakan Gera dengan sihirnya,sangat indah dan berkilau.


"Indahnya" gumam Noah,


"Bagaimana bisa kamu membuat sihir menjadi hal seindah ini?.." tanya Marquess terharu dengan 'hadiah' yang Gera berikan,


"Kakek pernah mengajari saya sebelumnya,dan hebatnya kupu-kupu ini dibuat dengan sihir petir" jawab Gera senang,


"Sihir petir?!" tanya Noah dan Marquess terkejut,


"Iya!Kakek bilang kalau sihir petir ini tidak akan menyengat karna..aku adalah anak ibu.." jawab Gera pelan,


'Ah..benar..sihir ibu sangat kuat..tapi juga lembut..' batin Noah,


"Terimakasih Gera..ini hadiah paling indah yang ayah terima darimu.." ucap Marquess terharu,


"Hehe",


Tanpa Gera sadari, mendiang ibunya melihat mereka sejak tadi dari belakang Gera sambil tersenyum manis,


"Kerja bagus Gera..ibu bangga padamu.. Terimakasih" ucapnya lalu menghilang,


"Eh?..siapa itu tadi?" gumam Gera melihat ke belakang nya,


"Cecil pasti akan mengajari mu lebih banyak" ucap Noah pada Gera,


"Iya!" balas Gera mengangguk,


"Cecil?Siapa itu?" tanya Marquess curiga,


"A-ah!I-itu..", Noah yang menjawab dengan gagap membuat Marquess makin curiga lalu balik melihat Gera,


"Dia calon kakak ipar ku!", jawab Gera dengan senyum lebar dan wajah berseri-seri,


Jawaban Gera membuat Marquess terkejut layaknya disambar petir,dan Noah tersipu malu dengan ucapan Gera,sedangkan Cecil yang melihat mereka dari pohon didepan ruang kerja Marquess langsung melongo dengan wajah merah padam.


"HAH MENANTUKU!?!" teriak Marquess membuat Noah ketakutan,


"T-TIDAK!!AYAH SALAH PAHAM!!Tapi..bisa jadi.." jawab Noah menurunkan suaranya,


"APA!?!?" Marquess makin dibuat syok dengan jawaban Noah,


"D-DIA GURU PRIBADI GERA!!AKU AKAN MENGENALKANNYA PADA AYAH NANTI!!"


Disisi lain tepatnya di Istana Ratu Lilia,sebuah uji coba dilakukan Baginda Ratu di ruang bawah tanah,yang sangat rahasia,bahkan hanya Ratu yang tau 'di istananya'.


"Sebentar lagi wadah nya akan selesai.."


Sebuah tabung raksasa yang berisi sosok gadis yang sangat mirip dengan Cecil dan mendiang Marchioness Luxbello, tersembunyi di ruang bawah tanah milik Baginda Ratu.


"Apakah anda ingin melanjutkannya..Duke Casnelia?Semua yang anda lakukan..hanya demi Noah.."


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2