Marquess And Spirit Witch

Marquess And Spirit Witch
H-3/H-2


__ADS_3

Flashback


"Kakak!"


"Eh, Gera,maaf kakak terlalu lama",


"Tidak apa-apa.Oh ya kak,aku ingin belajar menggunakan crossbow,apakah kakak mau mengajariku?"


Noah heran kenapa Gera ingin menggunakan Crossbow,apakah ayah mereka yang meminta.


"Baiklah,kita berlatih setelah kakak ganti baju" ucap Noah,


"Baiklah!Aku juga akan ganti baju!Sampai jumpa nanti kak!" Gera pergi kembali ke kamarnya meninggalkan Noah.


'Suara siapa tadi?..'


.


.


Episode 23


"Lihatlah!Tuan muda sangat tampan!"


"Bukankah beliau memang sudah tampan sejak dulu"


"Entah kenapa tiap hari beliau memang makin tampan..aku bisa pingsan..",


"Hari ini beliau akan mengajari Nona cara menggunakan crossbow,aku belum pernah melihat beliau menggunakan crossbow",


"Jangan-jangan Tuan Muda tidak bisa?"


"Entahlah,tapi beliau bisa dalam segala bidang"


Bisikan dari para pelayan tidak menggubris Noah yang sibuk memikirkan suara di hutan tadi.


'Argh,suara itu mengganggu pikiranku!!' batin Noah makin mengacak-ngacak rambutnya,


'KYAAAA!!BELIAU SANGAT TAMPAN!!' teriak para pelayan yang melihatnya dalam hati,


Noah pergi ke tempat latihan,dan melihat Gera serta ayahnya sudah ada disana.Para pasukan juga sedang istirahat,jadi Gera bisa berlatih.


"Oh?Kakak!" Gera berlari menghampiri Noah dan memeluk kakinya,


"Maaf kakak terlambat" ucap Noah berjongkok didepan Gera,


"Tidak kok,tapi..kenapa kakak bersiap-siap dengan sangat tampan?" tanya Gera heran,


"Apanya?" balik Noah bertanya heran,


"Rambut kakak" ucap Gera sambil menunjuk ke rambut noah yang acak-acakan,


"Rambut kakak memang begini.." jawab Noah datar,


"Bohong!" balas Gera kaget,


"Betulan tau.." ucap Noah,


"Ternyata kamu cocok juga dengan rambut diikat,Gera.Kakak menyukainya" lanjut Noah memuji Gera,


"Benarkah?!Kalau begitu seterusnya aku harus mengikat rambut ku!" balas Gera senang,


"Noah,Gera,cepatlah kemari" ucap Marquess memanggil Noah dan Gera,


Mereka berdua segera menghampiri Marquess begitu dipanggil.Marquess duduk dan meminta Noah yang mengajari Gera.


"Kenapa ayah tidak ikut??" tanya Gera,


"Ayah tidak bisa menggunakan Crossbow,Gera" jawab Noah sedikit tertawa,


"Tapi ayah bisa menggunakan panah,jadi itu sama aja" lanjutnya,


"Begitu ya",


Noah mengambil crossbow nya dan mengincar sebuah apel di pohon.Dengan cepat busurnya meluncur tepat ke arah buah apel itu.Gera dan beberapa pelayan yang melihat Noah dia gerbang masuk tempat latihan sangat kagum dengan kelihaian Noah dalam menggunakan senjata.


"Wah!Kakak hebat!" Gera memuji Noah dengan mata berbinar-binar melihat tembakan tadi,


"Ini mudah kok.Kemarilah kakak ajari menggunakannya"


Noah berjongkok di belakang Gera dan memegang kedua tangan kecil Gera.


"Posisikan kaki mu dengan benar agar tidak tergelincir dan terjatuh,itu akan melukaimu" ucap Noah sambil membenarkan posisi kaki Gera,


"Tahan dengan kuat" lanjutnya,


"Baik" jawab Gera menguatkan kakinya,


"Nah,sekarang masukan busur ini pada jalurnya dan tarik kebelakang",

__ADS_1


"uhm,begini??"


"Benar.Lalu,arahkan pada benda yang kamu incar,apa yang akan kamu incar?" tanya Noah,


"Aku mau..ah!Kayu itu!" jawab Noah menunjuk ke potongan kayu yang lumayan tebal,


"Baiklah,fokuskan busur mu pada kayu itu" ucap Noah membantu Gera mengarahkan busurnya,


"Letakan jarimu pada pelatuk nya.Fokus lah"


Gera benar-benar fokus mengarahkan busurnya sesuai kata-kata Noah.


"Tembak"


Pola sihir terbentuk tepat di depan crossbow Gera lalu Gera menembak..duar!!


Tembakan Gera melesat jauh ke depan sampai merobohkan tembok pembatas antar paviliun dengan tempat latihan.


Semua orang yang menyaksikan itu langsung terkejut dan syok melihatnya,tak terkecuali Marquess dan Noah.


"E-eh?!" Gera pun ikut terkejut melihat tembok raksasa itu hancur berkeping keping karna tembakannya,


'Tidak mungkin..bagaimana bisa sihir Gera membuat tembakan itu sangat kuat?..' batin Noah tercengang,


"M-maaf kak..!" ucap Gera meminta maaf sampai hampir menangis,


"Eh?Ah!Tidak apa-apa Gera..kamu hanya sedikit berlebihan..itu cuma kesalahan kecil.." balas Noah menenangkan Gera,


"Baiklah.." jawab Gera masih murung,


"Akan lebih baik kamu belajar mengendalikan sihirmu saat menggunakan senjata,belajarlah pada Cecil nanti" ucap Noah sambil mengusap kepala Gera lembut,


"Tapi..apakah ayah marah?..EH?!"


Noah dan Gera melirik Marquess yang syok dan membatu di tempat duduknya tanpa bergeming sedikitpun.


"AYAH?!?"


Karna saking terkejutnya, Marquess sampai terbaring sakit di tempat tidur.Gera terus menerus meminta maaf sambil menangis,Noah pun mencoba menenangkan nya tapi nihil,Gera tetap menangis sampai kelelahan dan tertidur.


/Dikamar Noah


"Hah,lelahnya.." gumam Noah merebahkan tubuhnya,


"Bau keringat,cepat mandi!" pinta Cecil sambil membaca buku di udara,


"Biarkan aku istirahat sebentar" balas Noah benar-benar tampak kelelahan.


"Kenapa sihirnya bisa sekuat itu?padahal dia anak campuran" ucap Noah heran,


"Kau juga anak campuran,tapi bisa menggunakan sihir dengan baik" balas Cecil,


"Tapi,bukankah Gera..tampak berbahaya?" tanya Noah,


"Soal itu..mungkin saja iya,tapi aku juga tidak tau menahu" jawab Cecil sambil berpikir,


Noah menatap Cecil agak lama,lalu tersenyum tipis.Cecil yang sadar dengan tatapan Noah langsung memalingkan wajahnya.


"Kenapa?Kau marah padaku?" tanya Noah sedikit licik,


"T-tidak!Siapa juga yang marah!" jawab Cecil kesal,


'Kalau tidak marah lalu apa?..' batin Noah dengan ekspresi datarnya,


"Aku mau mandi dulu"


"Baik!"


H-2 Festival Berburu


"Tuan Putri,ini tenda yang akan anda gunakan saat Festival Berburu",


"Besarnya,padahal cukup yang kecil saja",


"Itu tidak bisa!Karna Festival ini juga menentukan calon suami anda!"


"Aku ini masih 15 tahun.."


Michella dan para dayangnya pergi ke lokasi tenda yang akan ia gunakan saat Festival Berburu nanti.Melihat tenda yang akan dipakainya sangat besar, Michella tampak enggan untuk menerimanya.


"Apakah tenda milik bangsawan lain juga sama besar??" tanya Michella,


"Tidak,para bangsawan memiliki tenda setengah dari tenda anda" jawab salah satu dayang,


"Itu tidak adil.." gumam Michella murung,


Tak lama kemudian Putra Mahkota datang kesana untuk melihat bagaimana kondisi para perancang tenda.


"Ah!Kakak!" Michella langsung menghampiri Putra Mahkota begitu melihatnya sampai,

__ADS_1


"Michella?kenapa kau disini?" tanya Putra Mahkota heran,


"Aku datang untuk melihat-lihat tenda" jawab Michella,


"Oh begitu ya" ucap Putra Mahkota datar,


Michella yang teringat dengan kancing langsung menunjukkan ekspresi marah sabil menggembungkan pipinya.


"Ada apa?" tanya Putra Mahkota yang menyadari perubahan ekspresi Michella,


"Dimana kancing ku?" tanya Michella menahan kesal,


"Kenapa kau mencarinya?itu bukan kancingmu.." jawab Putra Mahkota lesu,


"Kembalikan!!Aku menyimpannya untuk ku berikan pada orang yang kucari!" ucap Michella emosi,


"E-eh?!S-siapa yang kau cari?.." tanya Putra Mahkota gagap,


"Sekitar 9 tahun lalu,2 orang anak laki-laki dengan rambut biru tua dan mata kuning,serta satu lagi rambut putih dan mata ungu,dia mirip dengan Lady Gera adik dari Tuan Muda Noah" jawab Michella,


"A-ah,anu.. Michella.. sebenarnya.."


"Apa?"


Putra Mahkota menjelaskan semua yang terjadi dan siapa sebenarnya 'Anak laki-laki berambut putih' pada Michella,dia tidak menceritakan siapa sebenarnya Noah saat menyamar.


"APA?!JADI ITU KAKAK?!"


"Benar..aku tidak mau menarik perhatian banyak orang,jadi aku menyamar..haha",


"Lalu siapa yang rambut biru itu?!"


"E-eh..itu..emm"


"SIAPA?!"


"Temanku"


"Kakak kan tidak punya teman!"


Putra Mahkota saling berdebat terus-terusan,sampai Baginda Kaisar dan Ratu Lilia datang tanpa pemberitahuan.


"Veldas, Michella,apa yang kalian lakukan?" tanya Ratu Lilia dengan lembut,


"Ah?!Ibu?!" ucap mereka berdua bersaman,lalu menghampiri Ratu Lilia dan Baginda Kaisar,


"Kalian ini sudah dewasa,kenapa masih saja berdebat?" tanya Baginda Kaisar,


"Ayah,aku masih 15 tahun!" elak Michella kesal,


"2 tahun lagi kamu juga akan menginjak usia dewasa Michella,itu bukan waktu yang lama" ucap Ratu Lilia,


"Itu benar tapi..huh..",


Melihat Michella yang lesu,Baginda Kaisar dan Ratu Lilia saling bertukar pandang lalu menatap Putra Mahkota seakan ingin tau alasan Michella lesu.


"Dia jatuh cinta" ucap Putra Mahkota singkat dengan polosnya,


"APA?!?",Baginda Kaisar dan Ratu Lilia sangat syok begitu Putra Mahkota mengatakan itu tanpa rasa bersalah,sedangkan wajah Michella langsung memerah,


"I-ITU TIDAK BENAR!!KAKAK BOHONG!!" elak Michella dengan wajah memerah,


"Hah?Aku tidak bohong,kan tadi kau sendiri yang cerita", ucap Putra Mahkota memalingkan wajahnya,


"Benarkah Michella?!?Siapa pemuda itu?!" tanya Baginda Kaisar panik dan menatap Michella lekat-lekat,


"TIDAK AYAH!!" elak Michella kesal,


"Ya ampun Michella..kau sudah besar ya.." ucap Ratu Lilia sambil menangis terharu dan mengusap air matanya,


"TIDAK IBU! Percayalah padaku!" ucap Michella mulai lelah tapi kesal,


"Kau jatuh cinta kan?"tanya putra Mahkota


"Ugh!!Kakak!!",


'Noah..bersiaplah untuk ancaman dari Michella..cepat atau lambat dia akan sadar dengan penyamaran mu waktu itu..' batin Putra Mahkota sambil menangis dalam hati,


Disisi lain,Noah yang baru saja selesai mandi langsung merinding tiba-tiba,


"Perasaanku tidak enak.." gumamnya sambil bergidik ngeri,


Cecil yang sedang makan cookies di kasur sambil berbaring dan membaca buku memiringkan kepalanya dan menatap Noah bingung,


"Ada apa?" tanya nya,


"Apa?Ah tidak.." jawab Noah masih merinding,


"Begitu" Cecil langsung melanjutkan kegiatannya tanpa rasa bersalah,

__ADS_1


'Dia tidak peduli sama sekali?!'


Bersambung...


__ADS_2