Marquess And Spirit Witch

Marquess And Spirit Witch
Wanita Terbaik


__ADS_3

Flashback


"Jangan bergurau Chris..Ibu belum meninggal kan?..Ibu tidak akan meninggalkan ku begitu saja!" Noah membantah perkataan Kepala Pelayan dengan amarah,kesedihan, dan kekecewaan yang tercampur menjadi satu,tapi Kepala Pelayan hanya terdiam dan tidak berani menjawab perkataan Noah,


"Huh..I-ibu..?" Suara Gera terdengar gemetar,air mata keluar dari mata ungu cerah milik Gera, umumnya anak 3 tahun masih belum paham apa itu kematian,tetapi Gera paham apa itu kematian.Tangisan Gera pecah,dia menangis dengan sangat keras, Noah memeluk Gera dan mencoba menenangkan nya,


"Gera..Kakak ada disini..kakak tidak akan meninggalkan mu..bagaimanapun caranya kakak akan menemukan orang yang sudah membunuh ibu..aku akan mencabik cabik orang itu,sampai mati secara perlahan..agar dia tahu apa itu kenikmatan kematian yang sesungguhnya.." Mata hitam pekat itu dipenuhi amarah dan kesedihan yang menjadi satu dan menjadikan tujuan Noah bulat...balas dendam.


.


.


Episode 9


Pemakaman Marchioness Luxbello menjadi pemakaman yang dikenang seluruh kekaisaran.Wanita cerdas,elegan,dan berkharisma itu mati setelah menyelamatkan Ratu Lilia.Gelar kesatria putih diberikan padanya setelah meninggal,hal itu akan mengukir sejarah yang tak terlupakan.Saat pemakaman Marchioness berlangsung,isak tangis memenuhi pemakaman beliau, kecuali Noah yang menatap makam ibunya kosong, harapan nya lenyap.


"Ibu.." Gera menangis terus menerus sejak tadi pagi, Marquess menangis melihat Gera yang harus ditinggal mati istrinya diumur yang masih sangat muda,


"Gera,kemarilah" Marquess mengambil Gera dari Noah dan membawa Gera pulang setelah pemakaman selesai.


Noah masih terdiam di depan makam ibunya,dia merasa..lemah.Hujan perlahan turun,semakin lama semakin deras tapi lembut,


"Kenapa kamu hanya berdiri disitu Noah?" suara seorang wanita asing memanggil Noah,perlahan Noah melirik ke belakang dan matanya membesar,


"Ibu..?" gumam nya,


"Bukan Noah..aku Ratu Lilia..sahabat karib ibumu sejak kecil..kami memang sangat mirip ya?aku jadi merasa bersalah.." senyum yang terkesan dipaksa,suara lembut yang terdengar sedih,Ratu Lilia mendekati Noah dan berbagi payung dengannya,


"Kau bisa sakit lho"


"..maafkan saya Ratu Lilia.." Noah kembali memasang ekspresi suram dan sedih,Ratu Lilia tidak tega melihat Noah seperti itu,

__ADS_1


"Tidak apa apa..aku tahu betapa berat hatimu saat ini.." Ratu mendekati Noah dan mengelus kepalanya,


"Akan ku beritahu semuanya..ayo kita kembali.." ajak Ratu Lilia,


"Ah..baik" Noah membungkuk dan mengikuti Ratu Lilia dari belakang,


Sesampainya di mansion Marquess Luxbello,Ratu Lilia meminta tolong pada pelayan untuk membantu Noah mandi air hangat dan ganti baju yang nyaman,tentu saja para pelayan tidak menolak dan sangat menerima perintah Ratu Lilia,


Selesai mandi dan ganti baju,Noah pergi ke ruang baca dimana ibunya sering berada disana untuk membaca, ternyata Ratu Lilia juga sedang berada disana,duduk di kursi yang selalu dipakai mendiang Marchioness membuat Ratu Lilia sangat mirip dengannya,sampai Noah berhalusinasi kalau beliau adalah ibunya,tapi tidak berlangsung lama dia langsung tersadar,


"Baginda Ratu.." gumam Noah dari ambang pintu,


"Ah Noah,kau sudah datang,kemarilah dan duduk di seblah ku" Ratu Lilia menepuk kursi di sebelahnya mengisyaratkan Noah untuk duduk,


"Baik.." Noah menghampiri Ratu Lilia dan duduk di sebelahnya,


"Noah,bagaimana pendapatmu tentang ibumu?" tanya Ratu Lilia dengan nada lembut,


"Benar..aku berhutang nyawa padanya sekali lagi.." Ratu Lilia menatap lukisan Marchioness yang ada di ruangan itu,


"Huh?.." Noah menatap Ratu Lilia dengan ekspresi bingung,


"Olivia.. Marchioness Luxbello,sekaligus ibumu adalah wanita yang sangat kuat dan berani..dulu saat aku masih Putri dari Count William,aku sangat sombong dan angkuh..sekitar umur 12 tahun aku bertengkar dengan Ibu dan pergi dari rumah hanya karna tidak mendapat permata yang kuinginkan..hehe" Ratu Lilia bercerita masa lalunya sambil tertawa kecil,Noah pun tidak menyangka Ratu Lilia yang terkenal sangat sederhana dan baik hati dulunya adalah Putri Count yang sombong dan angkuh,


"Tapi Baginda Ratu tidak seperti itu.." Noah masih berpikir bagaimana Ratu Lilia bisa berubah sangat drastis dari cerita yang beliau katakan,


"Begitulah,tetapi setelah bertemu dengan Olivia aku mengetahui sesuatu..Setelah aku kabur dari rumah dan pergi entah kemana tanpa membawa uang sepeser pun,aku duduk di tepi jalan yang sangat kumuh dan kelaparan,tidak ada seorang pun yang membantuku..aku menangis sangat kencang tapi tidak seorang pun mendengarku..sangat kekanak-kanakan untuk gadis 12 tahun,haha..tak lama setelah aku menangis,Olivia muncul dihadapan ku dan menatap mataku dengan sangat dalam, setelah itu dia mengulurkan tangannya padaku dan berkata dengan sangat lembut dan merdu.."WAH!KITA MIRIP!Ayo,ikutlah denganku!"..dengan polosnya dia mengajakku hanya karna kami berdua mirip,tapi juga tanpa sadar aku menerima uluran tangannya dan ikut bersamanya.Setelah aku mengetahui identitas nya,dia adalah Putri bungsu Duke Casnelia,Olivia Shuvi Casnelia. Aku tinggal di kediamannya selama beberapa hari dan mulai akrab dengannya.Lalu pada suatu hari aku bertanya padanya.."Olivia, kenapa kau tidak membeli gaun gaun mahal dan permata permata berkualitas tinggi?ayah mu kan Duke yang sangat berpengaruh pada politik,dia sangat menyayangi mu,uangnya juga sangat banyak tidak terhitung"..lalu dia menjawab dengan senyum manis nya.."Karna tidak peduli seberapa mewah dan mahalnya barang barang milikmu,kasih sayang tidak bisa didapatkan dengan uang"..setelah perkataan nya itu aku tersadar,selama ini aku hanya mementingkan kehidupan pribadiku,mengoleksi barang mewah,ber-foya foya,dan hanya bisa bertengkar dengan ayah ibuku setiap hari..semenjak saat itu aku memutuskan untuk tidak manja dan berusaha hidup mandiri.",


"Apakah sejak saat itu juga Baginda Ratu dan ibu berteman baik sampai sekarang?" Noah mulai tertarik dengan cerita Ratu Lilia dan mendiang Marchioness dulu,tentunya Ratu Lilia tidak menolak maksud tersembunyi Noah,


"Benar,selama puluhan tahun kami bersama,dan ada hal unik dari kami berdua. Kisah Cinta kami dimulai di usia 18 tahun,saat itu kami setuju untuk memakai pakaian yang sama dan pergi berjalan jalan,lalu saat hendak pulang,Olivia tidak sengaja menabrak orang yang tidak lain lagi adalah Marquess Luxbello,saat itu dia juga bersama dengan Baginda Kaisar saat masih menjadi Putra Mahkota.Mereka saling meminta maaf dan akhirnya jatuh cinta setelah beberapa kali bertemu,aku juga bertemu dengan Baginda beberapa kali,dan jatuh cinta padanya.Setelah 6 tahun,kami menikah di waktu yang sama dan hamil bersamaan,pantas saja saat ini kau dan Veldas sangat akrab" Ratu Lilia tersenyum sambil melihat ke arah Noah,

__ADS_1


"K-kami tidak seakrab itu!" Noah memalingkan wajahnya, tidak mau mengakui fakta itu,


"Benarkah? fufu,kau imut sekali" Ratu Lilia menggoda Noah makin banyak,sampai Noah tersipu malu,


"3 tahun lalu..saat aku bertemu Olivia yang sedang hamil di Istana,aku melihat masa depannya.. Marquess Luxbello,Olivia,dan Gera yang masih 7 bulan di kandungan akan mati saat pergi ke wilayah Count Spera.." Ratu Lilia mulai menunjukan ekspresi yang tidak bisa diartikan oleh Noah,


'Jadi, Ratu Lilia sudah tahu hal itu?' pikir Noah,


"Maka dari itu aku diam diam meminta Count Spera untuk menutup diri selama 1 tahun untuk antisipasi,dan untungnya aku bisa mencegah hal itu,aku pikir itu semua akan berakhir dan Olivia akan hidup bahagia selamanya..tetapi gara gara aku.." Ratu Lilia tidak melanjutkan kata katanya dan sedikit gemetar,


"... seandainya kemarin aku melindunginya..dia tidak akan pergi seperti ini.." Ratu Lilia mulai meneteskan air matanya,Noah yang terkejut mencoba menenangkan Ratu Lilia,


"Ratu Lilia..anda tidak apa apa?..lebih baik jangan di lanjutkan..",


"Tidak apa apa..maafkan aku Noah..",


"Tidak apa apa Baginda..tarik nafas supaya anda lebih tenang",


"Huh...kemarin aku pingsan saat Olivia datang,aku tidak sadarkan diri sampai menjelang malam,setelah sadar,aku melihat Olivia tertidur di samping ku dengan lelap,aku merasa kasian padanya karna harus menemaniku yang bertubuh lemah ini..lalu tak lama setelah itu,istana ratu diserang sekelompok tak dikenal.Olivia terbangun dan langsung melihat ke arah pintu,salah satu dari mereka berkata "Bunuh Yang Mulia Ratu!" tapi mereka bingung karna tidak bisa membedakan antara aku dan Olivia karna gelap, lalu mereka meminta untuk menyerang wanita yang tertidur .Dengan sigap Olivia melindungi ku..perutnya tertusuk 2 pedang secara langsung..darah nya membasahi seluruh lantai dan tempat tidur.Tak lama kemudian Marquess Luxbello datang dan membunuh mereka semua dan menyisakan 1,tapi orang itu langsung bunuh diri dengan menusuk lehernya sendiri..Begitu semua selesai dibantai olehnya,aku berteriak ketakutan.Tubuh Olivia langsung terjatuh ke arahku..Olivia membisikan sesuatu sebelum tak sadarkan diri.."Aku harap kau tetap bahagia Lilia.." suaranya masih lembut tapi sangat pelan.Marquess terlihat syok berat dan segera membawa Olivia ke dokter Istana,tetapi tidak ada dokter waktu itu,sampai dia memutuskan kembali dengan portal..Aku sangat syok sampai sampai sangat lemas untuk berdiri,dan saat Kaisar sampai di kamarku,aku tidak ingat apa apa lagi..Setelah sadar..kabar kematian Olivia langsung membuatku tercengang..pikiranku kosong..tidak bisa berbuat apa apa." Ratu Lilia tertunduk dan berusaha menghapus air matanya.


"Ratu Lilia..",


"Olivia..wanita terbaik seKekaisaran ini dan..sahabat ku paling berharga..", sejenak suasana sangat hening,


"Saya akan membalaskan kematian ibu.." gumam Noah dengan nada berat dan dingin,


"Huh?Noah?..-?!" Ratu Lilia melihat Noah terbelalak,


"Saya tidak akan membiarkan..tikus tikus itu lari begitu saja..mereka harus membayar perbuatannya.." Noah mengeluarkan aura yang menakutkan,sangat gelap dan dipenuhi dendam yang besar,


'Noah...aku harap kau bisa mengendalikan dendam dan emosimu..nyawa Gera berada di tanganmu sekarang...',

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2