
Flashback
Noah terkekeh kecil.Ia mencium pipi Cecil lembut dan tersenyum padanya.
"Kau cantik karna aku mencintaimu." ucap Noah lembut.
Cecil makin dibuat panas dengan sikap Noah,terlebih kata-kata romantisnya didukung wajah tampannya yang mempesona dan memikat hati banyak wanita.
"Cecil,selamat hari kedewasaan mu.Ku harap 'kau' bahagia selamanya."
Cecil tersenyum, "Bukan 'aku',tapi 'kita' Noah." ujarnya.
"Pft,iya kau benar."
.
.
Episode 33
"Kakak mau kemana??"
"Aku ada urusan sebentar di luar."
"Sendirian lagi?"
"Bersama Noah dan Eugene.Mungkin akan cukup lama menyelesaikannya."
Michella teringat suatu hal.Ia tersenyum dan mendekati kakaknya.
"Kakak.Aku ingin minta tolong."
"Huh?"
.
"Kau diincar."
"BAGAIMANA INI NOAH?!TIDAK MUNGKIN ADA PRIA YANG SAMA PERSIS SAAT AKU MENYAMAR KAN!"
Putra Mahkota benar-benar panik.Noah dan Eugene menghela nafas panjang karna urusan mereka akan lebih banyak.
"Tentu saja tidak ada,Yang Mulia.Lagipula keluarga dengan rambut putih perak hanya Duke Casnelia dan keluarga Ratu.Bahkan keluarga Ratu hanya Ratu dan Countess yang memiliki rambut putih perak." ucap Eugene.
"Countess adalah anak tunggal,jadi tidak mungkin ada keturunan lain seperti Ratu." ucap Noah melanjutkan.
"Michella bilang jika tidak menemukan si rambut putih maka temukanlah si rambut biru tua..Aku merasa diperbudak adik sendiri.." ucap Putra Mahkota lemas.
"Kita akan mencarinya selagi pergi ke wilayah Baron." ucap Noah.
Marquess menghampiri Noah bersama Gera.Tampak wajah Gera yang cukup cemas.Noah pun heran kenapa Gera berekspresi seperti itu.
"Ada apa Gera?" tanya Noah.
"Berapa lama kakak akan pergi?" ucap Gera bertanya.
"Wilayah Baron cukup jauh.Mungkin akan memakan sekitar 4 hari sampai kesana dengan sihir kakak.Belum lagi hal penting yang akan kakak lakukan disana entah berapa lama." jawab Noah sambil tersenyum.
"Kenapa kamu tidak mau membawa pengawal? Setidaknya bawalah 4 atau 5 untuk berjaga-jaga." tanya Marquess.
"Tidak perlu Marquess.Lagipula di setiap wilayah kekuasaan ada kurang lebih 300 kesatria penjaga dari Istana.Jika ada masalah mereka pasti selalu siap." jawab Putra Mahkota.
"Tetap saja saya khawatir,Yang Mulia.Anda bilang hanya liburan sebagai saudara pewaris,tapi firasat saya tujuan kalian lain." ucap Marquess.
Mereka bertiga tersentak bersamaan.'Liburan' hanya sebuah dalih untuk memastikan kejadian yang dikatakan Noah 2 minggu lalu.
"M-mana mungkin kami membohongi paman.. Ahahaha." ucap Eugene dengan tersenyum paksa.
"Benar-benar!" ucap Putra Mahkota dan Noah setuju.
"Hah..baiklah.Untuk berjaga-jaga bawalah alat ini Noah." Marquess memberikan sebuah bola pada Noah.Bola sihir yang berguna untuk memberi sinyal bantuan pada pihak yang berkaitan dengan bola itu.
"Ayah.."
"Sudahlah bawa itu atau kau tidak ku izinkan pergi?"
Mau tidak mau Noah menuruti perkataan ayahnya dan membawa alat itu.Setelah persiapan selesai,Noah pamit pada ayahnya dan Gera.Tidak lupa ia menitipkan salam untuk Cecil karna Cecil sedang berada di wilayah Casnelia.
__ADS_1
"Kami berangkat dulu."
"Hati-hati Kakak!"
Mereka bertiga mengenakan jubah hitam dan topeng untuk menutupi wajah mereka.Noah melakukan sihir teleportasi dan hendak berpindah ke perbatasan ibu kota.Bersama Putra Mahkota dan Eugene,mereka akan menyelidiki kasus yang dikatakan Noah sebelumnya.
Sebenarnya mereka sudah menyelidiki diam-diam wilayah Baron Oscar dan aktivitas Count Yuridan selama 2 minggu terakhir sejak hari kedewasaan Noah.
"Noah, menurutmu kenapa Count bisa leluasa membuang rakyatnya ke tanah milik Duchy Geisha?" tanya Eugene.
"Bisa kita ketahui kalau wilayah Duchy Geisha sangatlah luas.Banyak keluarga lain yang membantu untuk mengurus wilayah itu,salah satunya Count Yuridan.Wilayah yang Count urus adalah wilayah yang kaya akan sumber mata air yang jernih dan kualitas kayu yang sangat baik.Tapi sejak 3 setengah tahun lalu, 60% wilayah itu sudah gundul karna penebangan liar dan mata airnya mengering.Count tidak memikirkan cara untuk mengatasi itu dan terpaksa memindahkan penduduk ke wilayah yang masih subur.60% tanah itu pun tak terurus dan ditinggal begitu saja.Karna dia rakus dan tamak,dia tidak peduli dengan rakyatnya dan hanya mementingkan dirinya sendiri.Kau tau apa yang terjadi setelah itu." jelas Noah panjang lebar.
"Tapi, Baron tidak ada salah apa-apa." ucap Putra Mahkota heran.
"Baron Oscar adalah cucu dari adik Count Yuridan.Count memanfaatkan hubungan itu untuk menambah kekayaannya.Tentu saja Baron menolak keras.Saat itu,Baron berkata bahwa Count melakukan penyerangan terhadap wilayahnya demi mendapat uang sumbangan dari Kaisar yang seharusnya diberikan kepada warga.Count berkata akan 'memberikan' sumbangan itu sebagai wali Baron yang sedang sakit.Tapi dia mengorupsi hampir 80% uang itu..20% diberikan pada Baron hanya cukup untuk membeli bubur setiap penduduk." jelas Noah.Wajahnya tampak kesal mengingat kejadian itu.
"Count benar-benar parah,dia tidak punya hati." ucap Eugene ikut kesal.
"Kita sudah dapat beberapa informasi dari Guild Informasi.Sekarang sudah lewat 2 minggu sejak penyelidikan pertama kita yang hanya mengumpulkan informasi,tapi kita masih belum bisa menemukan identitas para pembuat ricuh itu." ucap Putra Mahkota.
"Aku sempat melihat mereka di hari ke 5.Tepatnya saat mengambil dokumen dari Guild.Aku sempat mengejar mereka sampai ke gang kecil,tapi mereka menghilang." ujar Noah.
Mereka tiba di perbatasan.Para penjaga mengecek kartu identitas lalu membiarkan mereka keluar dari ibu kota.Mereka berjalan menuju sebuah kereta kuda umum milik pria tua dan 'membelinya' bukan meminjam.
Noah membuat ilusi manusia untuk menjadi kusir.Mereka pun pergi melanjutkan perjalanan menuju wilayah Baron.
Putra Mahkota tampak terdiam seolah memikirkan sesuatu.Dia memikirkan cincin yang selama ini mengganggu pikirannya.
"Ada apa?" tanya Noah heran.
"Cincin itu mengganggu pikiranku.Entah apa tapi aku merasa tidak asing juga dengan itu." jawab Putra Mahkota.
"Yang benar saja? Sepertinya banyak orang yang tahu lambang itu,tapi tidak tahu siapa pemiliknya." ucap Eugene.
"Pastinya ini milik organisasi kriminal rahasia." ucap Noah.
"Noah,apa yang kau lakukan saat membereskan kasus itu?Bagaimana dengan para pelaku?" tanya Eugene.
"Ah.. sebenarnya..-?!"
Kereta milik mereka bertiga tiba-tiba diserang.Sekelompok orang dengan pakaian serba putih membawa pedang dengan topeng yang menutup wajah mereka,mengepung Noah, Eugene,dan Putra Mahkota.
"Bunuh mereka!" ucap salah satu dari kelompok itu.
Perseteruan antara mereka bertiga dengan kelompok berbaju putih itu sangat tegang.Sekitar 20 orang menyerang mereka bersamaan,jumlah yang sangat tidak sebanding.
Pertarungan berlangsung sengit dan cukup lama.Mereka bertiga mulai kewalahan.Terpaksa Noah dan Eugene memasukan energi sihir mereka ke dalam pedang.Untungnya,di akhir pertarungan itu mereka berhasil selamat dan menyisakan satu orang untuk di interogasi.Sayangnya,orang itu bunuh diri dengan sebuah racun di dalam tubuhnya.
Eugene memeriksa setiap mayat dan benda yang ada pada mayat-mayat itu.
"Mereka punya cincin dengan lambang yang sama di jari mereka dengan cincin yang kita punya." ucap Eugene.
"Itu artinya mereka kelompok yang sama dengan penyerang Baron." ucap Noah.
"Noah..mereka.."
"Ha?"
Putra Mahkota tampak marah.Ia mengepalkan tangannya sangat kuat.
"Mereka orang dengan ciri yang sama saat menyerang Marchioness dan ibuku beberapa tahun lalu..Tidak salah lagi..Aku melihat mayat mereka dengan jelas bersama ayah." Sontak Noah dan Eugene membelalak kaget.Tangan Noah bergetar terus-menerus.
"Jadi..apakah Count yang telah membunuh ibuku?.." tanya Noah.
Putra Mahkota menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak tahu,tapi yang jelas Count ada sangkut pautnya terhadap insiden 6 tahun lalu." jawab Putra Mahkota.
"Tunggu Noah..keringatmu banyak sekali.Kau tidak apa-apa?" tanya Eugene cukup cemas.
"Ha?..Apa maksudmu?..Aku baik-baik saja.." jawab Noah.Nafasnya tidak teratur,keringatnya sangat banyak,matanya tampak begitu sayu,wajahnya pucat.Eugene melihat Noah detail dari atas sampai bawah,dan menemukan luka gores di kaki Noah yang cukup dalam.
"Noah!Kakimu terluka!" ujar Eugene panik.
"Tidak apa-apa.Ini hanya..luka..biasa..." Noah ambruk seketika ke tanah.Eugene dan Putra Mahkota panik dan segera membawa Noah kembali ke dalam kereta.
Eugene dengan cepat menghubungi penjaga terdekat untuk menangani kasus ini.Noah pun segera dibawa ke desa terdekat untuk diobati.
__ADS_1
/Di desa,klinik.
"Ini sangat luar biasa..Racun yang ada dalam tubuh tuan ini adalah racun yang bisa membunuh orang dewasa hanya dalam 10 detik.Saya kagum beliau bisa bertahan selama kurang lebih 20 menit." ucap dokter yang menangani Noah.
"APA?!10 DETIK?!" teriak Eugene dan Putra Mahkota bersamaan.
"Benar sekali.Racun ini sangat kuat.. benar-benar mematikan." ucap dokter.
"Dokter,apa anda tahu dimana racun ini di dapat?" tanya Eugene.
"Hmm..Setahu saya racun ini adalah racun langka dan tidak diizinkan untuk diproduksi.Saya kurang tahu dimana racun ini bisa didapat dalam jumlah banyak." jawab dokter.
Selang beberapa lama,tangan Noah mulai bergerak.Matanya perlahan terbuka.
"Egh.."
"Noah! Syukurlah kau sudah sadar!" ucap Eugene lega.
"Ku pikir kau akan mati begitu saja.." ucap Putra Mahkota.
Pandangan Noah buram.Ia tidak bisa melihat sesuatu dengan jelas.
"Dimana ini?.." tanya Noah pelan.
"Kita ada di desa dekat tempat kita tadi.Kau pingsan karena racun." jawab Putra Mahkota.
"Racun?.."
"Benar.Racun ini sangat mematikan dan bisa membunuh orang biasa dalam 10 detik.Sangat luar biasa kau bisa bertahan selama ini." jelas Eugene.
'Eh?..RACUN?!' Noah langsung membelalak terkejut dan duduk tiba-tiba.
"APA?!!AKH!"
Putra Mahkota sontak memukul kepala Noah karna kaget.
"HEI KAU MENGAGETKAN KAMI SAJA!" ucap nya marah-marah.
"Aduh duh..Apa maksudmu tadi Eugene?Racun?.." tanya Noah.
"Eh?Ah iya..Racun ini yang masuk ke dalam tubuhmu melalui pedang penyerang tadi.Untunglah dokter ini sudah menyelamatkan nyawamu." ucap Eugene sambil memperkenalkan dokter di sebelahnya.
"Selamat siang Tuan Muda." ucap dokter itu.
Noah terdiam menatap dokter itu cukup lama.
"Dokter Rozan?..Apakah benar anda dokter Rozan Sculiance?" tanya Noah.
"Eh? Bagaimana anda tahu nama saya?" tanya dokter itu cukup kaget.
"Ah! Soal itu..saya sempat kemari beberapa waktu lalu dan sering mendengar nama anda dari penduduk sekitar.." ucap Noah sedikit gugup.
"Hahaha!Anda harus beristirahat setidaknya 2 hari agar pulih sepenuhnya.Saya akan memberikan andanya.Sekarang saya harus pergi dulu karna ada urusan." ucap dokter bersama Rozan itu.
"Baiklah.Terimakasih banyak dokter." ucap Noah.
Dokter Rozan tersenyum lalu keluar.Eugene dan Putra Mahkota segera duduk di sebelah Noah begitu ruangan kosong.
"Kita tidak bisa terlalu lama disini.Kita harus segera pergi." ucap Eugene.
"Benar.Tapi kondisi Noah.."
Noah menggeleng,"Aku tidak apa-apa.Ini bukan masalah besar untukku." ucapnya.
"Kita akan pergi nanti malam.Untuk jaga-jaga,kita harus membawa senjata lain." lanjut Noah.
"Baiklah.Kita akan menangani itu,kau istirahat saja." ucap Putra Mahkota.
"Aku tidak ap-"
"JANGAN MEMBANTAHKU!!IKUTI SAJA DASAR ******!" teriak Putra Mahkota kesal.
'******?' pikir Noah dan Eugene heran.
"Baiklah,Yang Mulia.." balas Noah.
'Kenapa dia mulai sok-sokan peduli begitu?.. Membuatku merinding..'
__ADS_1
Bersambung...