Marquess And Spirit Witch

Marquess And Spirit Witch
Penyelidikan Segel Sihir


__ADS_3

Flashback


"Kalau begitu mau bertanding?Jika kamu mendapat buruan yang lebih baik dari ayah,maka kamu bisa meminta apapun dari ayah" tawar Marquess,


"Baiklah! saya setuju,tapi bagaimana jika saya kalah?" tanya Noah,


"Kamu harus menunjukan pada ayah calon istrimu itu" jawab Marquess lalu pergi dengan kudanya.Noah syok sambil tersipu malu dengan wajah merah padamnya,


"AYAH!!ITU TIDAK ADIL!!" Noah langsung menunggangi kudanya dan segera menyusul Marquess,


"Sepertinya Kak Cecil jadi bahan taruhan..huhu.." gumam Gera,


"Selamat Siang Lady Luxbello!"


"Hum?"


.


.


Episode 25


"Oh,selamat siang Lady Grastein, Lady Valres, dan Lady Fersia" ucap Gera sambil tersenyum,


"Apakah kami mengganggu?Kami ingin sekali minum teh bersama dengan lady" tanya Lady Rurosa,


"Tidak sama sekali, silahkan masuk" jawab Gera dengan anggun dan elegan.Para lady itu langsung tersentak kaget melihat tata krama Gera yang sempurna.


/Di tenda Marquess Luxbello


Mereka berempat minum teh bersama dengan tenang,dan berbincang seadanya.


'Lady Grastein,putri Count Grastein. Lady Valres putri Viscount Valres, dan Lady Fersia putri Viscount Fersia.Umur mereka 4 tahun lebih tua dariku.Mereka pasti mendekati ku supaya bisa dekat dengan kakak.Hm,cara yang sangat klasik' batin Gera sambil meminum tehnya,


"Omong-omong,bukankah mendiang Marchioness Luxbello sangat lemah?Padahal beliau dijuluki penyihir tingkat tinggi",


Gera langsung membatu mendengar ucapan Lady Grastein tentang mendiang ibunya.


"Benar juga.Tuan Marquess Luxbello juga tidak berusaha melindungi istrinya" balas Lady Fersia,


"Saya jadi kasian dengan Tuan Muda Noah dan Lady Gera,mereka pasti sangat menderita" ucap Lady Valres sambil menatap tajam dan menghina ke arah Gera,


"Padahal hanya seorang anak piatu.."


BRAK!!


Meja tempat mereka minum teh terlempar keluar tenda dengan suara yang sangat keras.Para Lady yang ada di dalam tenda Marquess langsung kaget dan gemetar ketakutan begitu Gera berdiri dari tempat duduknya.


'Gawat!Sihirku tidak bisa bekerja di benda mati!' ucap Cecil dari dalam tubuh boneka Gera,


"A-anu Lady.."


"Siapa kalian berani-beraninya menghina mendiang ibu dan ayahku?..apakah kalian tidak punya sopan santun dan martabat sebagai bangsawan?.." suara dingin,dan nada menekan serta tatapan tajam Gera ke arah para lady itu membuat mereka tidak bisa bergerak,bahkan mengalihkan pandangannya dari mata Gera.


"S-saya.."


"Kalian pikir kalian siapa berani berkata seperti itu tepat di depanku?..Apa kalian punya kekuasaan melebihi ayah atau ibuku?.. hanya omong kosong yang keluar dari mulut busuk kalian..Bukankah orang-orang seperti kalian memang harus dimusnahkan?..sangat mengganggu seperti lalat.."


Para wanita bangsawan dari tenda lain langsung keluar dari tenda mereka begitu juga dengan beberapa penjaga, dan berlari menuju tenda milik Marquess Luxbello.Betapa terkejutnya mereka melihat meja yang hancur di depan tenda,serta beberapa lady yang terdiam di lantai sambil menangis dan ketakutan,sedangkan Gera berdiri menatap tajam ke arah mereka semua.


"A-apa yang terjadi disini?.." tanya salah satu dari mereka,


"Usir mereka dan tutup tendanya" ucap Gera memerintah pengawal di depan tenda,


"B-BAIK!"


Terdengar keributan di luar tenda yang sangat berisik,tapi Gera tidak peduli dan menenangkan pikirannya di dalam tenda.


"Gera..kamu tidak apa-apa?" Cecil keluar dari boneka Gera dan bertanya,


"Ah,kak Cecil,aku tidak apa-apa hanya sedikit emosi" jawab Gera sambil tersenyum,


"Mereka benar-benar keterlaluan!Apakah aku harus menerbangkan mereka sampai ke tengah danau?" tanya Cecil emosi,


"I-itu tidak perlu!Lagian..apa yang dikatakan mereka benar.."


"TENTU SAJA TIDAK BENAR!! Marchioness itu memang sangat kuat!Beliau bahkan membantu penyebaran penyakit menular dulu kan?! Memangnya apa yang bisa mereka lakukan!? Menghidupkan orang mati?!" Cecil menolak perkataan Gera mentah-mentah,dia bahkan tidak terima kalau mendiang Marchioness di hina seperti itu.

__ADS_1


"Terimakasih Kak Cecil" ucap Gera sambil tersenyum manis,


"Andai aku manusia,aku tidak akan membiarkan mereka berkata hal seperti itu lagi padamu.." ujar Cecil agak sedih,


Gera ikut merasakan kesedihan Cecil yang selama bertahun-tahun hidup sebagai arwah yang hanya bisa dilihat oleh keturunan Duke Casnelia.


"Aku akan terus berusaha sampai kakak bisa mendapatkan tubuh yang pantas!" ucap Gera mencoba menyemangati Cecil,


"Ah.. terimakasih Gera" balas Cecil,


"Tentu!"


"Omong-omong buruan apa yang akan ditangkap Noah dan Marquess nanti ya??" tanya Cecil penasaran,


"Mungkin beruang berbulu emas atau serigala salju" jawab Gera,


"Tapi sekarang kan musim gugur.."


"Iya!Sebentar lagi musim dingin!"


"Masih 2 bulan lagi.."


"Itu sama saja lho"


/Disisi Noah


"Suasananya sedikit berbeda.. firasat ku tidak baik"


Noah melanjutkan perburuannya ke tempat lain.Melihat suasananya aneh,dan sangat menekan,Noah mengikuti aliran sihir yang ada disekitar hutan dengan penglihatan yang ia dapatkan dari Cecil sebelumnya.


"Sihir hitam?..ini sihir ilegal..siapa yang menggunakannya?..Alirannya bercabang..agak susah mencarinya jika tidak melihat arus didalamnya" gumam Noah sambil melihat aliran sihir hitam di sekitarnya.


Perlahan Noah mengikuti arus aliran sihir itu.Tapi ditengah jalan, rombongan ratusan kelinci berlari ke arah Noah dengan tatapan mengerikan dan gigi yang tajam.


'Sial!Mereka sudah datang!'


Noah mengambil panahnya dan menembakkan 4 busur panah sihir sekaligus secara terus-terusan.


'Mereka terlalu banyak..!'


"Noah?Apa yang terjadi sampai kau berkeringat seperti itu?" tanya Putra Mahkota menghampiri Noah,


"Barusan kelinci-kelinci itu datang lagi..jumlahnya ratusan" jawab Noah sambil melihat kondisi sekitar,


"Kelinci bergigi tajam itu?!Dimana?!" tanya Putra Mahkota panik,


"Arah timur laut sejauh 2 km dari sini" jawab Noah lalu turun dari kudanya,begitu juga dengan Putra Mahkota.


"Apa kudamu baik-baik saja?Dia terlihat kelelahan" tanya Putra Mahkota melihat lekat-lekat kuda putih milik Noah,


"Benar juga,mungkin karna Lana adalah perempuan,dan juga ini pertama kalinya aku menungganginya" jawab Noah.Ia pun langsung memberi kudanya air dan sebuah apel.


"Dimana kuda mu yang hitam gagah itu?"


"Dia sedang sakit,jadi aku tidak membawanya"


"Humm"


Setelah istirahat sebentar,Noah dan Putra Mahkota memutuskan untuk melanjutkan pemburuan bersama.


"Omong-omong,apakah kau sudah dapat buruan??" tanya Noah,


"Belum sama sekali.Aku mendapat serangan dari landak seperti waktu itu,tapi jumlahnya tambah banyak" jawab Putra Mahkota,


"Aku juga merasakan sihir hitam yang kuat daripada sebelumnya..sekarang aku bisa melihat aliran sihirnya karna bantuan dari Cecil" ucap Noah,


"Cecil?Maksudmu boneka kelinci itu?.." tanya Putra Mahkota kembali dengan tatapan datarnya,


"A-aku akan memberitahu mu nanti!" jawab Noah gagap,


Mereka berdua segera melanjutkan perburuan sekalian mencari aliran sihir hitam yang di lihat Noah.


"Berhati-hatilah,aku merasakan marabahaya yang kuat disekitar sini" ucap Noah,


"Baiklah"


Tak lama kemudian sebuah beruang bulu emas raksasa keluar dari balik sebuah batu secara tiba-tiba.

__ADS_1


"Wahh,buruan yang bagus tapi juga sangat berbahaya" ucap Noah sambil tersenyum,


"Dasar gila.." gumam Putra Mahkota,


Noah dan Putra Mahkota pun menyerang beruang itu dengan sekuat tenaga.Butuh waktu yang lumayan lama untuk melumpuhkan satu beruang raksasa seperti itu,ditambah kekuatan beruang ini 10x lipat lebih kuat dibanding biasanya karna pengaruh sihir hitam.


Setelah beberapa lama,akhirnya Noah dan Putra Mahkota berhasil membunuh beruang itu.Tapi anehnya,tubuh beruang itu mengeluarkan semacam aura hitam yang perlahan tubuhnya sedikit menyusut.


"HAH?!?BAYI BERUANG?!?"


Betapa terkejutnya Noah dan Putra Mahkota melihat tubuh beruang raksasa tadi berubah menjadi bayi beruang yang kecil setelah aura hitam itu keluar dari tubuhnya.


"Jika bayi nya saja sudah sebesar itu.. BAGAIMANA DENGAN INDUKNYA?!?KITA BISA MATI JIKA BERTEMU DENGANNYA!!" teriak Putra Mahkota panik,


"Kenapa ini terjadi?..di kehidupan ku sebelumnya tidak ada kasus seperti ini.." gumam Noah bingung dan heran,


"Mungkin ada sesuatu yang kau lewatkan,coba ingatlah baik baik,itu bisa membantu kita!" ucap Putra Mahkota,


"Baiklah..coba aku ingat..hmm.."


Noah mencoba mengingat kembali kejadian yang sama dengan kehidupannya dulu.Setekah beberapa saat berlalu,Noah menemukannya.


"Aku ingat! Seharusnya kejadian hewan buruan yang menggila terjadi 5 tahun dari sekarang!" ucap Noah,


"Benarkah?!Ceritakan!!"


"Waktu itu aku berumur 22 tahun.. sepertinya saat waktu itu adalah kasus lonjakan hewan buas yang menggila.Warga yang tinggal didekat hutan pun menjadi resah dan pindah ke ibu kota.Lalu Kaisar memerintahkan mu dan Eugene untuk mencari petunjuk alasan hewan buas itu menjadi gila.Aku tidak ada disana karna berperang bersama Cecil selama 5 bulan.Saat aku kembali,keadaan masih kacau balau,dan akhirnya kau menemukan akar dari masalah hewan menggila itu" ucap Noah,


"Aku?BENARKAH?!?" tanya Putra Mahkota girang,


"Tidak,lebih tepatnya Eugene karna kau hanya membantu menutup segel" jawab Noah datar,


"Apa itu?.." gumam Putra Mahkota dengan tatapan remehnya,


"Sebuah segel raksasa yang tersimpan dibawah tanah hutan ini..Segel sihir hitam yang sudah lama disegel oleh penyihir karna digunakan dengan ceroboh dan membahayakan banyak orang" ucap Noah,


"Tapi kita belum bertemu Eugene,apa kita harus mencarinya terlebih dahulu?" tanya Putra Mahkota,


"Sepertinya begitu" Noah mengambil mayat bayi beruang itu dan meletakkan di tas kuda,


"AH!Itu buruan kita!" ucap Putra Mahkota kesal,


"Ini demi Gera" balas Noah dengan ekspresi datarnya,


"Oh!Baiklah!Ayo pergi",


'Jika bersangkutan dengan Gera selalu saja semangat..' batin Noah,


Noah dan Putra Mahkota pun menunggangi kuda mereka lalu pergi mencari Eugene disisi lain hutan.


"Noah,apakah kau masih melihat aliran?" tanya Putra Mahkota diperjalanan,


"Huh..masih,hanya saja arusnya melemah,itu artinya kita menjauhi segel itu" jawab Noah,


"Kita harus segera menemukan Eugene"


"Dia suka tempat yang damai, sepertinya dipinggir danau seblah sana" ucap Noah sambil menunjuk ke arah cahaya celah hutan yang menuju danau,


"Baiklah! Ayo kita coba kesana"


"Iya"


Mereka berdua mempercepat kuda mereka menuju pinggiran danau.


Setibanya di pinggiran danau,Noah terkejut melihat danau itu berwarna ungu yang sangat berkilau.Begitu juga dengan Putra Mahkota yang melihat danau itu kagum.


"Walau ini masih wilayah istana,tapu aku baru pertama kali melihat danau ini" ucap Putra Mahkota masih terkagum,


"Ah!Itu Eugene!"


Noah melihat Eugene yang duduk ditepi danau bersama kudanya dengan santai.Mereka berdua pun segera menghampiri Eugene.


"Eugene!!" teriak Noah memanggil Eugene,


"Hum?Noah?"


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2