Marquess And Spirit Witch

Marquess And Spirit Witch
Liburan Yang Sesungguhnya


__ADS_3

Flashback


JDER!!


Suara petir terdengar sangat keras.Angin bertiup cukup kencang diluar.


"AKH!!BIKIN KAGET SAJA!.." teriak Putra Mahkota.


"Sepertinya cukup dekat.Aku khawatir dengan para penduduk.."


'Apa mereka baik-baik saja?.."


.


.


Episode 38


Eugene menatap Noah yang memandang lurus ke arah luar.Matanya yang tajam tampak sayu,seperti merasakan kehampaan yang telah menyelimuti hidup pemuda berambut hitam itu dalam waktu yang lama.Wajahnya tampak sedih seperti mengingat kenangan lama.


'Apakah..Noah pernah menangis setelah kematian bibi ya?'


"Maaf menunggu lama.Kayunya basah jadi cukup lama untuk mengeringkannya."


"Tidak apa-apa,Segaf.Terimakasih."


Mereka berempat pun menikmati teh yang diseduhkan langsung oleh Segaf.Rasa yang manis dan unik begitu terasa di dalam mulut.


"Woah!Luar biasa.Rasanya sangat enak!" ucap Putra Mahkota kagum.


"Rasanya unik.Darimana teh ini berasal?" tanya Eugene.


"Ini ibu ku yang membawanya.Entah darimana beliau mendapatkannya,tapi ini cukup bermanfaat untuk memulihkan tenaga dan menenangkan pikiran." jawab Segaf.


"Benar.Rasanya sangat enak,pikiranku juga jadi tenang." ucap Noah tersenyum tipis.


Putra Mahkota dan Eugene sangat syok melihat Noah mendramatisir seperti itu.Mereka tidak percaya apa yang mereka lihat sekarang.


"Aku akan membawa teh ini ke Adel dan Albert juga.Tunggu sebentar."


"Baiklah."


Segaf beranjak ke kamar.Disana Adel dan Albert tertidur lelap sambil berpelukan.


'Mereka pasti sangat kesulitan.Jika bukan karna 'beliau' pasti mereka akan hidup dengan nyaman di 'keluarga asli' mereka.' pikir Segaf.


.


"Noah,apa rencana kita selanjutnya?" tanya Eugene.


"Aku dulunya langsung pergi ke kediaman Count dan mencari semua barang bukti.Sebenarnya info itu aku dapatkan dari seekor burung gagak pembawa pesan.Sampai sekarang aku tidak tahu siapa yang mengirim surat itu." jawab Noah.


"Kalau begitu,kita langsung labrak saja." ucap Putra Mahkota santai.


"Tidak bisa!Kita kesini tanpa persiapan seperti membawa pengawal dan lain-lain.Kita dalam bahaya karna bertindak seenaknya sebagai pengelana seperti yang mereka kira." ujar Eugene.


"Benar juga..Aghh.."


Mereka bertiga berpikir begitu keras.Hujan mulai turun dengan sangat deras diluar.Tiba-tiba Noah teringat sesuatu.


"Menurut kalian,kenapa Adel hendak ditangkap tadi?" tanya Noah.


"Eh?Mungkin saja karna dia mirip dengan Putri Michella (?).Tapi,bagaimana Count tahu ada seseorang di kereta?.." jawab Eugene juga heran.


Segaf berjalan mendekati mereka.Dia duduk di sebelah Eugene dan memberikan segulung kertas.


"Apa itu?" tanya Putra Mahkota.


"Ini adalah kertas transportasi,Yang Mulia.6 bulan yang lalu, kertas ini dikembangkan oleh para penyihir di menara.Saya mendapatnya sebagai hadiah saat itu juga.Tapi, sekarang kertas ini sudah tidak di kembangkan karna penyalahgunaan." jawab Segaf.


"Seberapa jauh kita bisa pergi?" tanya Eugene.


"Sejauh yang kita mau selama masih di wilayah kekaisaran.Kertas ini dirancang untuk kekaisaran ini saja.Ini hanya sekali pakai,setelah itu kertasnya akan lenyap.Aku punya 6 buah." jawab Segaf.


"Hebat juga.Ah!Itu dia!"


"Apa,Noah?"


"Salah kita harus pergi kembali ke ibu kota untuk meminta pasukan bantuan pergi ke wilayah Count dan wilayah Baron.Saat itu juga salah satu dari kita pergi ke wilayah Count untuk melakukan rencana." ujar Noah.


"Rencana?" Mereka bertiga memiringkan kepalanya.Noah tersenyum licik pada mereka.

__ADS_1


"Ya!"


/Esoknya.


"Baron,aku harap keadaan wilayah ini segera membaik..Aku akan meminta untuk penambahan jumlah kesatria penjaga pada Baginda,tenang saja."


"Terimakasih banyak,Tuan Count.Saya harap Baginda Kaisar memahami situasi saat ini juga.."


Segaf dengan jubah putih penyamarannya itu mendekati Count yang sedang berbincang dengan Baron di depan gerbang.


"Tuan."


"Ha?"


"Saya mendapat kabar bahwa utusan dari Baginda Kaisar akan datang ke wilayah anda.Anda harus pergi sekarang." ucap Segaf.Tentu saja itu hanyalah akting.


"Bahaya..Padahal keadaan Baron sedang begini.." ucap Count sok sedih.


"Tidak apa-apa,Tuan.Pasti ada masalah penting sampai-sampai utusan Baginda datang langsung.Anda harus bergegas." ujar Baron.


'Baron..anda terlalu polos dan baik hati untuk seorang pria yang sudah berumur..' batin Segaf.


"Tuan,mari."


"Aku pergi dulu,Baron.Jaga wilayah ini dengan baik sebisa mungkin.."


"Tentu saja,Tuan Count!"


Count pun pergi dari wilayah itu.Segaf diam-diam memberi aba-aba pada Noah dan Putra Mahkota yang mengamatinya dari salah satu rumah kosong didekat sana.


"Count sudah pergi.Sekarang Eugene pasti sedang mengurus bagian di ibu kota.Tugas kita sekarang adalah mencegah para organisasi putih itu." ujar Noah.


"Kau sudah mengirim pesan bantuan pada, Marquess?" tanya Putra Mahkota.


"Tentu saja.Sebelumnya aku tidak mengira akan membutuhkan barang ini.Aku memang terlalu percaya diri." jawab Noah terkekeh kecil.


"Kau menertawakan dirimu sendiri?..Aneh."


"Diamlah.Kita pergi sekarang.Pakai tudung dan penutup wajahmu."


"Iya,iya."


Noah dan Putra Mahkota pun beranjak pergi menemui Baron.


"Eh?Kalian mau menginap?"


"Benar,Tuan.Maafkan saya tiba-tiba begini.Setidaknya selama 3 hari saja,sebagai gantinya saya akan membantu menangani orang-orang berbaju putih seperti kemarin.Tentu saja anda perlu mengatakan apa yang sebenarnya terjadi pada wilayah ini." ujar Putra Mahkota.


"Wah! Terimakasih banyak!Mari ikuti saya ke ruangan saya." ucap Baron.


Noah dan Putra Mahkota pun mengikuti Baron masuk kedalam kediaman.Banyak sekali orang di dalam sana, kebanyakan dari mereka adalah wanita dan bayi sampai anak-anak.


/Di ruangan Baron.


"Silahkan duduk.Saya akan menyiapkan minuman dan kudapan."


"Tidak perlu,Baron.Kami tahu kondisi anda sekarang." ujar Noah.


"Ah.. Terimakasih.."


Baron pun duduk bersama Noah dan Putra Mahkota.Dia menceritakan semuanya dari awal kejadian yang bermula 2 minggu yang lalu.Penyerangan itu terjadi tepat setelah perayaan kedewasaan Noah.Baron sempat berpikir bahwa ini adalah ulah Marquess,tapi dia berpikiran lain karna Marquess sudah banyak membantunya.


Banyak korban berjatuhan karna penyerangan ini.Tidak ada bantuan pasukan sama sekali dari pemerintah dan hal itu sangat berpengaruh pada wilayah perbatasan Baron.Karna kejadian ini juga,wilayah ini sangat dirugikan termasuk para penduduk karna ekonomi mereka juga terganggu.


"Lalu,kemana Count akan pergi?" tanya Noah.


"Beliau akan kembali ke wilayahnya karna kunjungan utusan Kaisar.Sekitar 2 hari lagi mereka akan sampai." jawab Baron


'Sesuai perkiraan ku.Utusan dari istana sudah pasti sedang dalam perjalanan menuju wilayah Count.Waktunya juga pas 2 hari,pasti mereka sedang dalam perjalanan.Ada kemungkinan Count mengganti catatan itu tepat sebelum utusan Baginda Kaisar datang.' pikir Noah.


Putra Mahkota menatap Noah yang berpikir serius.Ia mulai merasa bahwa perkataan Noah bukanlah 'mimpi' semata.


'Noah memang hebat.Pengalamannya yang hidup kurang lebih 40 tahun pasti sangat berat.Tapi dia yakin bahwa semua itu adalah rencananya untuknya dimasa depan.Dan aku..yang membuatnya terbunuh di masa lalu,ini karna Michella.Tapi,apa benar karna 'Michella' ?'


.


Selama 2 hari berturut-turut, organisasi putih itu benar-benar bergerak siang dan malam.Walau jumlahnya hanya berkisar 20 orang,tapi kekuatan mereka dibantu oleh sihir hitam.


Setelah diselidiki,di dalam cincin yang memang dipakai orang-orang itu,ada potongan batu dengan sihir hitam menyelimutinya.Sudah pasti cincin itu juga salah satu faktor penyebab kuatnya serangan mereka.


Lalu, tibalah rombongan Marquess Luxbello di wilayah Baron.Betapa terkejutnya Baron mengetahui kedatangan Marquess yang sangat tiba-tiba ini.Noah dan Putra Mahkota baru saja membereskan organisasi putih.Putra Mahkota masuk ke dalan kediaman untuk memanggil Count.

__ADS_1


"Apa-apaan wilayah ini..mengerikan sekali.Apa yang sebenarnya terjadi,Noah?" tanya Marquess.


"Organisasi putih menyerang wilayah ini selama 2 minggu terakhir.Kekuatan mereka juga sangat kuat ditambah senjata unggulan mereka,pedang dengan racun dan sihir hitam." jawab Noah.


"Omong-omong ayah,bagaimana ayah bisa sampai kesini dengan cepat?" lanjut Noah.


"Tentu saja meminjam portal Kaisar.Karna sedang dalam proses pengumpulan energi,jadi kami hanya bisa sampai di tengah jalan." jawab Marquess.


"Eugene sedang pergi menangkap 'mangsa'.Sebentar lagi akan ada kabar baik." ujar Noah.


"Ahaa,aku tahu."


"Eh?"


"Ini adalah 'liburan' yang kamu maksud kan?" tanya Marquess sambil tersenyum.


"A-ahaha..bagaimana ayah tahu?.."


"Kamu bukan tipe orang yang akan pergi berlibur,Noah."


"Egh.."


Tak berselang lama,Baron dan Putra Mahkota menghampiri Noah dan Marquess.Tampak raut kebingungan dari wajah Baron.


"Tuan Marquess..Anda datang mendadak sekali..Kenapa anda datang tiba-tiba begini?Saya tidak sempat mempersiapkan tempat.." tanya Baron gagap.


"Itu tidak perlu,Baron.Aku hanya datang untuk melihat kondisi wilayah perbatasan sesuai dengan apa yang disampaikan putraku dan Yang Mulia Putra Mahkota." jawab Marquess.


"Y-YA?!PUTRA ANDA DAN YANG MULIA PUTRA MAHKOTA?!"


Noah dan Putra Mahkota membuka penutup wajah dan tudung mereka.Baron tampak kaget dan gemetaran seperti itu.


"A-astaga!M-maafkan saya tidak mengenali anda berdua,Yang Mulia!Saya juga sudah bersikap tidak sopan pada anda berdua tadi.. MAAFKAN SAYA!" ucap Baron gelagapan sambil bersujud di hadapan Putra Mahkota dan Noah.


"T-tunggu,Baron!Anda tidak perlu seperti ini!Berdirilah!" ujar Putra Mahkota.


"T-tapi.."


"Baron,anda tidak bersalah.Itu memang tujuan kami agar Baron mengungkap semua kejadian anda selama 2 minggu terakhir ini.Saya sangat berterimakasih pada anda." ujar Noah.


"Terimakasih banyak,Yang Mulia.."


Orang-orang dari organisasi putih tadi ditangkap oleh Marquess.Untungnya Noah ingat ini adalah hari dimana Count tiba diwilayahnya,jadi dia tidak membunuh mereka semua.


Semua anggota yang ditangkap itu di interogasi Marquess.Mereka memberitahu bahwa Count Yuridan lah yang mengutus mereka,lalu Noah menekan mereka untuk mengungkap siapa Madam Yuri.Sayangnya,mereka juga tidak tahu siapa sebenarnya sosok Madam Yuri.


"Jika begini,mau tidak mau Count lah yang harus di interogasi." ujar Marquess.


"Eugene ada,dan juga 1 orang lagi.Ayah tidak perlu khawatir." ucap Noah.


"1 orang lagi?"


.


/Disisi Eugene dan Segaf.


"Selamat datang,Lord!Ya ampun,anda tidak berubah sama sekali." ucap Count menyambut utusan Baginda Kaisar,tidak lain adalah Gwen,ayah Eugene.


"Kita terakhir bertemu 2 minggu yang lalu,apakah ada hal yang harus diubah, Count?"


"A-ahahah,itu hanya basa-basi saja.Silahkan masuk dan berbincang dahulu."


"Tidak ada yang harus dibicarakan panjang lebar.Baginda Kaisar meminta pembukuan pengelolaan wilayah anda."


"Oh!Tentu saja,silahkan masuk terlebih dahulu.Saya akan memberikan bukunya."


Gwen dan para kesatria nya masuk ke dalam kastil Count.Ya,Kastil yang bisa dibilang berlebihan dengan statusnya sebagai Count itu.


'Seberapa banyak bantuan dari pemerintah yang dia korupsi?Eugene pasti sudah tahu,makanya datang tergesa-gesa.Ini pasti 'liburan' yang ia rencanakan itu.'


Begitu sampai di ruang tamu Count.Ada 2 orang yang berdiri di pojok ruangan dengan tudung putih.


"Oi,ambilkan buku pengelolaan wilayah dan keuangan di ruang kerjaku,sampul biru dan hijau."


"Baik,Tuan."


Selagi salah satu dari mereka mengambil buku,Count dan Gwen berbincang sambil meminum teh.


'Sayang sekali.Tehnya terlalu gelap untuk sebuah teh 'biasa' ya,Count.'


Gwen tidak meminum tehnya.Terlihat Count gugup melihat Gwen yang duduk didepannya tanpa menyentuh cangkirnya sama sekali.

__ADS_1


'Apa dia sadar ada racun disana?..Tidak mungkin, warnanya tidak beda jauh dengan teh tanpa racun pada umumnya..'


Bersambung...


__ADS_2