Marquess And Spirit Witch

Marquess And Spirit Witch
Ayah dan Anak (1)


__ADS_3

Flashback


"Olivia..wanita terbaik se-Kekaisaran ini dan..sahabat ku paling berharga..", sejenak suasana sangat hening,


"Saya akan membalaskan kematian ibu.." gumam Noah dengan nada berat dan dingin,


"Huh?Noah?..-?!" Ratu Lilia melihat Noah terbelalak,


"Saya tidak akan membiarkan..tikus tikus itu lari begitu saja..mereka harus membayar perbuatannya.." Noah mengeluarkan aura yang menakutkan,sangat gelap dan dipenuhi dendam yang besar,


'Noah...aku harap kau bisa mengendalikan dendam dan emosimu..nyawa Gera berada di tanganmu..',


.


.


Episode 10


2 minggu berlalu sejak kematian Marchioness Luxbello yang mengguncang kekaisaran.Kaisar langsung menurunkan pasukan terbaik untuk mencari dalang dibalik kasus penyerangan Ratu Lilia dan Marchioness Luxbello,bahkan para petinggi mendukung aksi Kaisar dalam kasus ini.


Disisi lain,Gera yang masih trauma dengan kematian ibunya mengurung diri dikamar dan hanya mengizinkan Noah dan pelayan pribadinya yang masuk,bahkan Marquess tidak diizinkan masuk oleh Gera,


"Gera,makanlah agar kau tidak jatuh sakit" Noah duduk di depan Gera sambil membujuknya supaya makan dengan teratur,sudah lama Gera menolak semua makanan yang diberikan dan hanya minum 2 gelas air perhari,


"..." Gera terdiam dengan raut wajah yang sedih,


"Gera, kenapa denganmu??kakak tidak mau kau sakit..makanlah 5 suap",Noah membujuk Gera lagi tetapi Gera menolak,


"Ibu.." gumam Gera diantara raut wajah sedihnya,Noah tau betapa sakitnya hati Gera kehilangan sosok Ibu yang sangat perhatian dan penuh kasih sayang,


"Gera,jika kau bersedih terus,ibu juga akan sedih diatas sana..apa Gera mau ibu bersedih??" Gera langsung terkejut dan menatap Noah serius,


"Huh?!benal?!(benar)" tanya Gera sedikit gemetar,


"Benar lho,Ibu mengawasi kita berdua dari tempat yang jauh,maka dari itu jangan sedih agar ibu juga tidak bersedih",


"Alau itu atu nda oleh enangis(kalau begitu aku tidak boleh menangis)!!" Gera menepuk pipinya yang tembam agak keras dan mempercayai perkataan Noah,


"Benar,dan Gera juga harus makan agar ibu juga kenyang" Noah hendak menyuapi Gera lagi tetapi Gera kembali diam,


"Tatak,apa ibu cayang ita?(kakak,apa ibu sayang kita)" Noah tertegun mendengar pertanyaan Gera,tentu saja dia tau kalau ibunya sangat menyayangi mereka berdua,Noah hendak menangis tapi dia menahannya,


"Tentu saja!kalau ibu tidak menyayangi kita tidak mungkin ibu merawat kita sebaik ini" Noah meyakinkan Gera bahwa ibu mereka sangat menyayangi mereka,


"Cehalusnya ibu idak eninggal ita..(seharusnya ibu tidak meninggalkan kita)" Noah terdiam mendengar kata kata Gera,masih terlalu kecil bagi Gera untuk mengetahui kalimat kalimat seperti itu,


"Gera..dimana pun ibu berada..pasti dia menyayangi kita..andai kata suatu saat kita membenci ibu..ibu tidak akan membenci kita dan akan tetap menyayangi kita.." Noah mengusap kepala Gera pelan,berusaha menghibur nya walau sedikit,


"Umm.. baik.."


Sejak Marchioness meninggal,Noah lah yang mengurus Gera.Marquess makin dibuat sibuk,bahkan tidak ada waktu untuk bermain lagi bersama Gera seperti biasanya. Gera yang makin tumbuh dan berkembang,lama kelamaan mulai terbiasa menjalani kesehariannya tanpa ayahnya dan lebih tergantung pada Noah.


5 tahun berlalu sejak kematian Marchioness,Noah menginjak umur 16 tahun dan Gera berusia 8 tahun.Sudah lewat 2 tahun sejak Gera mendapat pelajaran tata krama,dan pengetahuan dasar,walau terbilang sangat muda untuk mendapat pelajaran,tapi Gera termasuk jenius untuk usia sebaya nya.Noah juga sudah masuk Pasukan Kekaisaran unit 1 di usia 14 tahun,bahkan menjadi Ketua Pasukan unit dibawah Marquess Luxbello,ayahnya. Marquess tidak pernah memuji Gera ataupun Noah sekalipun tau kemampuan mereka berdua.


.


"Gera,kakak masuk ya?"


"Masuklah kak", Noah masuk ke kamar Gera membawa sebuah buku yang tidak pernah Gera lihat sebelumnya.


"Lho??buku apa itu??" Gera yang sedang membaca buku di kasurnya, penasaran dengan buku yang dibawa Noah.


"Ini buku sihir",


"Sihir??kenapa kakak memberiku ini??",


"Aku akan memberitahu mu jika sudah datang waktu yang tepat,baca lah dan beritahu kakak bagaimana pendapatmu,Kakak harus latihan dengan Putra Mahkota,datanglah ke tempat latihan jika kamu butuh bantuan ku",Noah mengusap kepala Gera dan beranjak keluar dari kamar.Gera mulai penasaran dan membaca buku itu.


"Kenapa kau tidak memberitahu nya sekalian??"

__ADS_1


"Dia masih terlalu muda untuk mengetahui alasan itu,aku akan memberitahu nya 4 tahun lagi",


"Itu terlalu lama Tuan Muda,bukankah nona harus tau alasannya sebelum melakukan hal baru??",


"Kalau begitu aku akan memberitahunya 2 hari lagi sebelum latih tanding antar pasukan",


"Latih tanding?? sepertinya akan butuh waktu lama tinggal di Istana ya,dan diam diam nona Gera akan bertemu seorang pria yang disukainya",


"Cih..BERHENTILAH BICARA OMONG KOSONG!SAMPAI KAPAN KAU AKAN MENGIKUTI KU HAH?!?" Noah tidak tahan lagi dengan Xeon yang mengikuti nya sejak bangun tidur sampai sekarang, kemana pun dan kapanpun,bahkan sekarang menggodanya dengan menyangkutkan Gera,


"Ey ey,jangan terlalu emosi,aku hanya bercanda..tapi ada saatnya juga nona bertemu pasangannya kan?",


"Dia masih 8 tahun, belum saatnya bertemu seorang pria!",


"Tapi kemarin aku melihat nona sedang bersama seorang anak lelaki yang sebaya denganmu"


"SIAPA?!" Noah langsung mencengkram kerah Xeon dengan erat,


"T-tunggu dulu!!aku tidak bisa bernafas!!",


"Katakan padaku siapa bocah sialan itu?!",


"A-aku tidak tahu siapa dia tapi rambutnya coklat tua dan mata kuning keemasan!!",


"APA?!?" 'Dasar anak sialan itu..aku sudah memperingatinya agar tidak mendekati Gera..',


"Tuan Muda", Kepala Pelayan mendatangi Noah yang hendak turun ke lantai satu,


"Ada apa Chris??" Noah langsung melepaskan cengkeramannya dari Xeon dan mendekati Kepala Pelayan,


"Tuan Besar memanggil anda di tempat latihan,anda harus datang sekarang juga",


"Ayah?..ah,baiklah aku akan segera kesana, terimakasih Chris",


'Tidak biasanya ayah memanggil ku tiba tiba,ada apa ya??'


Noah langsung pergi ke tempat latihan menemui ayahnya.Sesampainya disana,ia melihat ayahnya sedang mengamati perkembangan Putra Mahkota yang latih tanding dengan ketua pasukan keluarganya,


"Kau sudah datang,cepat juga.Latihan selesai,kalian bisa istirahat!"


"Baik!" latih tanding yang dilakukan pasukan diberhentikan,Putra Mahkota langsung tergeletak di tanah saking lelahnya,


"Jadi,ada apa ayah?",


"Berapa umurmu sekarang?",


'Dia bahkan tidak ingat umurku..',


"16 tahun",


"16...1 tahun lagi umurmu 17?",


"Tidak,4 bulan lagi saya menginjak 17 tahun",


"Aku sudah membuat keputusan.Di umurmu yang ke 17 tahun,usiamu sudah masuk usia dewasa,sudah saatnya memikirkan pasangan", Noah langsung terdiam mendengar kata kata Marquess,sudah pasti beliau meminta Noah untuk bertunangan,


"Jadi ayah meminta saya untuk bertunangan?",


"Benar,ayah sudah memilihkan be-" "Saya menolak" Noah langsung memberikan jawabannya tanpa mendengar omongan Marquess yang belum selesai,


"Jangan menentang perkataan ayah,Noah.",


"Saya tidak akan bertunangan atau menikah dengan cara seperti ini ayah",


"Ayah melakukan ini yang terbaik untukmu!",


"Saya akan menemukan sendiri siapa wanita yang saya cintai dan siapa yang akan saya nikahi!",


"Kau..JANGAN MELAWAN!APA KAU TIDAK TAHU BETAPA SUSAHNYA MENEMUKAN ORANG YANG KITA CINTAI DENGAN SENDIRINYA?!?"

__ADS_1


"KENAPA AYAH MENOLAK HAH?!AYAH BISA MENEMUKAN CINTA AYAH SEPERTI IBU!KENAPA SAYA TIDAK BISA?!", Marquess langsung terdiam begitu Noah mengatakan hal itu,dia tidak bisa berkata kata lagi,


"Saya harap ayah bisa memahami saya sekali saja.." Noah langsung beranjak pergi dari tempat latihan,


"Tunggu Noah!kau mau kemana?!" Putra Mahkota mengikuti Noah dari belakang.


"Kakak!!" Gera datang ke tempat latihan hendak menemui Noah sambil membawa buku yang diberikan Noah tadi,


"Gera??ada ap-" "NONA!!!" Para pasukan langsung berjalan menghampiri Gera dengan wajah sangat gembira,seolah malaikat turun dari langit,


"Kembali ke tempat kalian masing masing.." Noah langsung menatap tajam mereka semua,seolah akan membunuh mereka jika bergerak 1 langkah lagi,


"Ada apa Gera??",


"Ada hal yang mau ku tanyakan tentang buku tadi",


"Halo Gera!",


"Putra Mahkota?!saya memberi salam pada Putra Mahkota,semoga Dewa memberkati anda" Gera langsung membungkuk memberi salam begitu Putra Mahkota menghampiri nya,


"Tidak perlu kaku begitu,santai saja",


"Tidak bisa begitu,saya tetap harus memberi salam!",


"ah..baiklah" Putra Mahkota tidak bisa melawan Gera jika sudah menyangkut tata krama,


"Anu kakak,aku ingin belajar sihir,bolehkah??"Gera memohon dengan sangat sangat imut pada Noah,


'Bisa bisanya dia seimut ini..'


"Tentu saja,apapun keputusanmu aku akan mendukungnya" Noah mengusap rambut Gera dengan lembut,tetapi Marquess mendekati Gera dan mengambil buku itu darinya,


"Ayah tidak mengizinkan mu!" Marquess tidak setuju dengan permintaan Gera untuk kali ini,


"Ayah!Biarkan Gera melakukan apa yang dia suka!" Noah tidak terima ayahnya memperlakukan Gera seperti itu,


"Tidak akan ada yang belajar sihir di keluarga ini sampai kapanpun!!" Marquess langsung beranjak pergi dari tempat latihan dengan meninggalkan kesan menakutkan,


"Kenapa ayah tidak pernah mendengarkan kita.."Noah mengepalkan tangannya erat,dia tidak percaya ayahnya akan sangat menentang apapun keputusan yang dia dan Gera ambil,


"Noah.. sepertinya ayahmu membenci sihir..",


"Iya..karna itu mengingat nya pada mendiang ibu..",


"Oh ya, Marchioness termasuk penyihir ahli kekaisaran ya,beliau pasti sangat terpukul dengan kematian Marchioness 5 tahun lalu.."


"Benar,tapi aku tidak menyangka ayah akan jadi seperti ini.." Putra Mahkota ikut merasakan apa yang Noah dan Gera rasakan,pasti berat bagi mereka yang tidak bisa berbuat dengan apa keinginan mereka sendiri,


"K-kakak..maafkan aku..",


"kena-!?" Noah terkejut melihat Gera yang gemetar ketakutan,air mata tidak berhenti keluar dari matanya,dan keringat dingin yang keluar di sekujur tubuhnya,


"GERA!KENAPA KAU SAMPAI SEPERTI INI?!" Noah langsung menggendong Gera mencoba menenangkan nya,


"A-aku.. h-hiks..m-maaf.." Gera melingkarkan tangannya di leher Noah dan menyembunyikan wajahnya sambil menangis tersedu sedu,


"Noah..Gera bisa saja trauma karna hal tadi.. sepertinya Marquess terlalu berlebihan menanggapi hal tadi.." Putra Mahkota ikut merasa prihatin dengan Gera yang masih kecil harus menerima amarah ayahnya


"Aku tidak bisa membiarkan ini terus menerus..",


"Apa yang akan kau lakukan??tidak ada seorang pun yang bisa kau andalkan",


"Kakekku dari mendiang ibu",


"Maksudmu..Duke Casnelia?",


"Benar..walau paman sudah menikah dan punya anak,tetapi kepala keluarga Duke Casnelia masihlah Kakek",


'Ini tidak bisa dibiarkan'

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2