
Flashback
Baginda Ratu menyentuh perut Marchioness dengan halus,lalu tiba tiba terlihat sesuatu di mata Ratu Lilia,
'7 bulan..Count Spera..Kereta Kuda..gadis berambut putih..dan sihir..'
"Ada apa Lilia?" tanya Marchioness,
"Ah tidak!tidak apa apa" Jawab Baginda Ratu sambil berpikir,
'Aku harus mencegah hal ini apapun yang terjadi!Demi Olivia dan Anaknya'
.
.
Episode 3
3 hari setelah itu,Noah sering di datangi Putra Mahkota hanya untuk diajak tanding pedang dengannya. Noah yang selalu menghindar membuat Putra Mahkota makin penasaran dan mulai mengikuti Noah kemanapun dia pergi,
'Anak itu benar benar membuatku merinding,sampai kapan dia akan mengikuti ku?',Noah yang sedang berjalan jalan di taman kota sadar bahwa Putra Mahkota mengikutinya sejak beberapa waktu belakangan ini,
"Kenapa anda bersembunyi?keluarlah" ucap Noah sambil melirik ke arah semak semak tempat Putra Mahkota bersembunyi,
'Sial! bagaimana dia bisa sadar?' pikir Putra Mahkota yang bersembunyi di balik semak semak,
"Ya ampun,kau ini benar benar memiliki insting yang tajam",Putra Mahkota beranjak keluar dari tempat persembunyiannya (?) lalu mendekati Noah,
"Apa anda perlu sesuatu Yang Mulia Putra Mahkota?" tanya Noah agak licik,
"Iya benar,aku ingin kau bertanding denganku seperti waktu itu lagi!tidak ada penolakan" ucap Putra Mahkota dengan lantang,
"Kalau saya menolak?" tanya Noah sambil tersenyum licik,
"Kau tidak akan bisa berteman denganku" jawab Putra Mahkota dengan sangat narsis(?)
"Kalau begitu saya menolak" ucap Noah lalu melarikan diri,
"H-Hei!!dasar tidak tahu malu!KEMBALI KESINI!!",Putra Mahkota segera menyusul Noah,
"Kenapa anda mengikuti saya terus?!" tanya Noah sambil berlari menghindari Putra Mahkota,
"Jadilah temanku!!" ucap Putra Mahkota semakin dekat dengan Noah,
"saya tidak mau!!" jawab Noah lalu melompat ke sebuah pohon di depan sebuah makam keluarga,
"Dasar Licik!turunlah kesini!" ucap Putra Mahkota memerintah Noah untuk turun,
"Tidak mau" ucap Noah malas,
"Ada apa deng-!,lho?kenapa kau kesini?" tanya Putra Mahkota sambil melihat Makam Keluarga Marquess Luxbello,
"Kenapa?ini makam keluarga ku" jawab Noah bingung,
"Tapi,ada tujuan apa kau kesini?bahkan orang tua mu tidak ada yang meninggal" ucap Putra Mahkota,
"Saya sedang mencari seseorang,ah tidak,mungkin lebih tepatnya seorang penyihir (?)" ucap Noah,
"Penyihir?Tidak ada penyihir di negara ini,hanya ada Aura"Jelas Putra Mahkota,
note:Aura adalah kekuatan kuat yang turun temurun diseluruh Kekaisaran Rexobis.Aura memiliki warna yang berbeda beda,tergantung bagaimana jati diri orang itu.
"Tapi,aku bertemu seorang gadis",ucap Noah mulai bercerita,
"Gadis?" tanya Putra Mahkota yang sudah naik ke pohon dan duduk di samping Noah,
"Sejak kapan anda naik?" tanya Noah agak kaget,
"Baru saja,abaikan keberadaan ku dan lanjutkan ceritamu" ucap Putra Mahkota,
"Huh,anda ini merepotkan sekali. Gadis itu bernama Gera,umurnya 12 tahun sampai 16 tahun,dia lebih muda dari saya 8 tahun" jelas Noah,
"Darimana kau tahu itu jika kau saja masih 8 tahun?" tanya Putra Mahkota curiga,
"I-itu!saya tahu dari sebuah mimpi!dan itu terjadi berulang kali! makanya saya mencoba membuktikan mimpi itu" jawab Noah gagap,
"Oh begitu,kalau begitu kau tidak akan menyerah sampai bertemu dengannya?" tanya Putra Mahkota,
__ADS_1
"Tentu saja!Dia sangat penting untuk saya,saya harap begitu.." ucap Noah mengepalkan tangannya,
"Sampai saat itu tiba,kita bisa berteman bukan?" tanya Putra Mahkota,
"Tidak bisa" jawab Noah jelas,padat,dan singkat.
"Cepat sekali!kalau begitu bagaimana caranya aku baru bisa berteman denganmu?" tanya Putra Mahkota agak malu,
"Hmp,tidak ada" jawab Noah,
"DASAR KERAS KEPALA!Berikan aku kesempatan untuk berteman denganmu!" ucap Putra Mahkota marah,
"Kalau begitu..", Noah berdiri dari ranting pohon yang didudukinya tadi,
"Hum??", Putra Mahkota penasaran dengan kata kata Noah selanjutnya,
"Jangan pernah mengkhianati saya,walau itu demi Tuan Putri.Jika anda melanggarnya,sama saja anda seorang pecundang" ucap Noah datar tapi menantang,
"Adikku?apa hubungannya dengan pertemanan kita?" tanya Putra Mahkota penasaran,
"Kau akan tahu suatu saat nanti" ucap Noah lalu pergi meninggalkan Putra Mahkota,
'Dia tidak akan bisa melakukan itu'
/Skip di mansion Marquess Luxbello/
"Selamat datang kembali Tuan Muda" ucap Kepala Pelayan yang sedang berada di teras,
"Terimakasih Chris,dimana ibu?" tanya Noah,
"Beliau sedang beristirahat di teras belakang,apakah anda mau saya antar?" tanya Kepala Pelayan,
"Tidak usah, terimakasih" jawab Noah lalu beranjak pergi menemui Marchioness,
/Di teras belakang/
"Ibu??",Noah mencari Marchioness di teras,
Akhirnya Noah menemukan Marchioness yang sedang tertidur di ayunan sambil membaca sebuah buku di salah satu ruangan labirin.Seketika, air mata mengalir dari mata Noah dan membasahi pipinya yang putih itu,
"Aku akan melindungi kalian apapun caranya",itulah tekad kuat yang dikatakan Noah saat itu.
/Skip Malam/
Noah sedang duduk di meja belajarnya,sambil menulis sesuatu diatas secarik kertas,
'Aku akan memanfaatkan daya ingat milikku yang kuat untuk mengubah takdir'
Ia sedang menulis semua hal hal penting selama 16 tahun,sejak dia bertemu Putra Mahkota sampai hukuman pancung yang ditunjukan padanya. Seketika hukuman pancung itu membuat Noah bergetar ketakutan,dia masih merasakan bagaimana pisau tajam yang besar itu memenggal kepalanya,
'Tidak tidak..aku harus fokus' pikirannya sudah bulat,dia akan mengubah semua itu sesuai dengan jalan yang baru,
Disisi lain, Marchioness melihat apa yang Noah lakukan dari depan pintu kamar Noah,
'Dia masih belajar sekeras itu sampai larut malam seperti ini,apa dia tidak apa apa?' pikir Marchioness sambil melihat Noah,
"Aku harus fokus menghentikan kematian Ayah dan Ibu..", Marchioness terkejut mendengar gumaman Noah,
'Apa maksud Noah?..apa dia sama dengan Baginda Ratu?..' pikir Marchioness,lalu beranjak pergi sambil memikirkan hal yang dikatakan Noah tadi,
"Sepertinya barusan ada seseorang di depan kamar,apa perasaan ku saja..hem,sudah lah" gumam Noah,lalu beranjak tidur,
/Esoknya di Perpustakaan Kota/
"Noah,apakah kau tidak bosan berada di kediaman terus?" tanya Veldas, Sang Putra Mahkota,
"Tidak.Kenapa anda bertanya?" tanya Noah yang sedang membaca buku di perpustakaan,
"Ayo kita jalan jalan ke kota, mumpung kita masih berada di Ibu Kota" ucap Putra Mahkota,
"Saya tidak terlalu suka keramaian" jawab Noah cepat,
"Cepat sekali..dan jangan bicara formal kepadaku,bicara saja seperti biasa" ucap Putra Mahkota,
"Saya tidak bisa melakukan itu" jawab Noah,
"Tidak apa-apa,santai saja,panggil namaku" ucap Putra Mahkota,
__ADS_1
"Emm,tidak bisa",Noah memalingkan wajahnya kearah lain,
"Cepatlah!ini perintah" ucap Putra Mahkota sombong dengan wajah menjengkelkan,
"Huh..Veldas" ucap Noah pelan,
"AKU TIDAK MENDENGAR MU!KATAKAN LEBIH KERAS!" teriak Putra Mahkota mengejek Noah,
"JANGAN BERTERIAK DI PERPUSTAKAAN!" Noah pun ikut berteriak karna emosi,
"Kau juga berteriak dasar bodoh" gumam Putra Mahkota sambil menatap Noah,
"Ini semua gara gara anda.." gumam Noah kesal,
"Setidaknya kau lumayan santai dengan ku tadi bukan?" ucap Putra Mahkota seakan menjebak Noah supaya lebih santai dengannya,
"Huh..baiklah kau menang",Noah mengalah pada Putra Mahkota supaya masalah tidak lebih panjang,
"Hahaha!kau sangat pemalu",Putra Mahkota tertawa puas karna sikap Noah,
"Sialan" gumam Noah kesal,
"Ayo kita pergi keluar!",Putra Mahkota menarik tangan Noah lalu berlari keluar dari perpustakaan,
"T-TUNGGU DULU!",Noah berteriak tapi Putra Mahkota mengabaikannya,
Putra Mahkota pergi ke sebuah Hutan yang gelap lalu tembus ke sebuah sungai kecil yang sangat jernih,
"Lihatlah! mengagumkan bukan?!" Putra Mahkota berkata dengan sedikit sombong,
"Apa yang- eh?tempat apa ini?indahnya",Noah terpungkau dengan sungai yang sangat jernih itu,dan tidak jauh dari sana ada sebuah air terjun yang tidak terlalu deras.Bunga bunga kecil dipinggir sungai yang memantulkan bayangan di sungai menambah keindahan sungai kecil itu,
"Sungai ini tidak banyak orang yang tahu karna tempatnya terpencil" jelas Putra Mahkota lalu duduk di tanah,
"Bagaimana kau bisa menemukan tempat ini?" tanya Noah penasaran,lalu duduk di samping Putra Mahkota,
"Waktu itu,aku kabur dari sekelompok penjahat yang mengejarku,karna aku masih berumur 4 tahun,aku hanya bisa menangis dan berlari tanpa arah demi menghindari mereka,lalu sampai lah aku disini. Sejuk dan tenang,aku suka tempat ini." jelas Putra Mahkota,
"Bagaimana cara mu kembali?" tanya Noah,
"Para kesatria memanggilku dengan suara yang sangat keras,lalu aku mencari sumber suara itu dan keluar dari hutan.Sejak saat itu lah aku mulai tekun belajar berpedang dan tempat ini menjadi tempat setelah berlatih" ucap Putra Mahkota tenang dan sangat halus,seakan tempat ini adalah rumah baginya,
'Di kehidupan ku sebelumnya,aku hanya fokus pada belajar dan berlatih pedang,tidak ada waktu bagiku untuk bersantai',Noah agak sedih mengingat hal itu kembali,
"Karna sekarang kau juga temanku,maka tempat ini adalah tempat rahasia kita berdua! Bagaimana?!" ucap Putra Mahkota sangat senang,
"Maksud anda markas rahasia?" Noah mencoba mengartikan tempat rahasia yang dikatakan Putra Mahkota,
"Ide bagus!!nama yang keren!kalau begitu..KITA SUDAH SEPAKAT!",Putra Mahkota melompat lompat kegirangan,layaknya etika atau aturan pun tak berlaku ditempat itu,
"Noah! Mulai hari ini,saat ini,dan detik ini juga!kita..ADALAH TEMAN SEPANJANG MASA!",Noah yang mendengar kata kata itu membatu, dikehidupan sebelumnya Putra Mahkota tidak pernah seakrab itu denganya,
"Iya,kita teman" Noah menjawab ucapan Putra Mahkota dengan senyum yang tulus,
"Akhirnya kau tersenyum!",
"Eh?"
"Sejak pertama kita bertemu,aku tidak pernah melihatmu tersenyum sedikitpun,sepertinya rencana ku berhasil" ucap Putra Mahkota kembali sombong,
"Jadi ini rencana mu dasar bodoh" gumam Noah menunjukan raut wajah datar yang memandang rendah Putra Mahkota,
"Apa katamu?!DASAR ES KEPAL!",
"Apa Keledai?" Noah mulai pertengkaran dengan Putra Mahkota seperti biasa,
"Es kepal!",balas Putra Mahkota emosi,
"Keledai",Noah pun tidak mau kalah,
"ES KEPAL!",Putra Mahkota membalas ejekan Noah dengan senyuman
Waktu itu,Noah menghabiskan waktu dengan Putra Mahkota lebih santai daripada sebelumnya,dan hatinya mulai terbuka.
Bersambung..
Haloo Minna⊂((・▽・))⊃✨lamaa gak ketemu,maaf author jarang up sini karna wipi putus cinta,eh putus koneksi🗿💔dan masih banyak tugas juga:v ,sekian terima gaji 🗿✨
__ADS_1