Marquess And Spirit Witch

Marquess And Spirit Witch
Rencana Masa Depan


__ADS_3

Flashback


"Apa kau jatuh cinta pada gadis itu? ya ampun, ternyata anakku sudah sebesar ini" ucap Marchioness terharu,


"Saya tidak pernah bertemu seorang gadis Ibu" ucap Noah datar dengan muka meremehkan,


"Oh begitu kah" ucap Marchioness,


"Jangan terlalu dipikirkan, siapa tau kau akan bertemu dengannya lagi suatu saat nanti." ucap Marchioness sambil mengelus kepala Noah,


"Tidurlah,besok kita harus ke istana" ucap Marchioness lalu pergi,


'Istana?oh pasti soal Putra Mahkota' pikir Noah,


"Baiklah,aku harus menerima kenyataan kalau sudah kembali ke masa lalu. Aku hanya perlu mengubah takdir yang menimpaku"


.


.


Episode 2


Esoknya,Tuan Marquess, Marchioness dan Noah pergi ke Istana atas panggilan Kaisar.


/Di istana/


Setelah mendapat izin masuk dari Baginda Kaisar, Marquess Luxbello dan Istrinya bersama Noah masuk ke ruangan tempat Baginda Kaisar,


Note:Rambut Pirang adalah simbol keluarga kaisar,hanya keluarga kaisar lah yang mempunyai rambut berwarna Pirang.Jika ada anak dari keluarga yang bukan merupakan keluarga kaisar memiliki rambut berwarna pirang,maka akan dianggap sebagai anak haram dari kaisar dengan seorang perempuan yang bukan Ratu atau bahkan Permaisuri.


Seorang pria,berambut pirang dan bermata hijau,sedang duduk dengan tegak di singgasana nya.


"Saya memberi salam pada Baginda kaisar" ucap Tuan Marquess, Marchioness,dan Noah bersamaan,


"Angkatlah kepala kalian" ucap Pria yang bisa disebut Kaisar dari Kekaisaran Rexobis, Caver Rubis de Rexobis,


"Jadi,kenapa Baginda memanggil kami?" tanya Marquess,


"Sebenarnya ini tentang putraku, Putra Mahkota" ucap Kaisar agak sedih,


"Ada apa dengan beliau?" tanya Marchioness,


"Huh..aku berpikir kalau dia butuh teman sebaya untuk bermain,dia masih 7 tahun. Maka dari itu,maukah anakmu Noah bisa berteman dengannya?" tanya Kaisar penuh harapan,


"Tentu saja bisa Baginda,mereka seumuran jadi pasti akan cepat akrab" ucap Marquess,


'Jadi,aku kembali 1 hari sebelum bertemu pangeran?dulu kami memang berteman, tapi dia membenciku hanya gara gara menolak cinta Tuan Putri Michella..' pikir Noah kesal setelah mendengar perkataan Baginda Kaisar dan Ayahnya,


"Noah,kau mau kan?" tanya Marchioness pada Noah,


"Saya..hum, baiklah" jawab Noah terpaksa,


"Baguslah kalau begitu.Pelayan,antar Noah ke tempat Putra Mahkota,sepertinya Putra Mahkota sedang berada di tempat latihan" ucap Baginda pada pelayan disampingnya,


"Baik Baginda, Mari Tuan Muda Noah" ucap pelayan itu sambil mengantar Noah ke tempat Putra Mahkota,


"Ugh.." gumam Marchioness,


"Ya ampun,ada apa Nyonya Marchioness?apakah anda sakit?" tanya Baginda Kaisar,


"Saya tidak apa apa Baginda..hanya saja,saya sedang hamil" ucap Marchioness,


"Benarkah?Sungguh berita yang sangat membahagiakan,selamat untuk kalian berdua, Semoga Dewa memberkati kalian semua" ucap Baginda dengan sangat senang,


"Terimakasih banyak atas perhatiannya Baginda" ucap Marquess sambil membungkuk,


"Tidak apa apa,lagian Marchioness adalah murid kesayangan mendiang Ibu Suri,pasti beliau juga senang melihat muridnya yang sangat dibanggakan ini mendapatkan kebahagiaan bersama pasangan nya" ucap Baginda Kaisar agak sedih,


"Suatu kehormatan bagi kami" ucap Marquess dan Marchioness,


"Marchioness,temui lah Ratu Lilia,dia ingin bertemu dengan mu sejak 1 minggu yang lalu,dan baik juga untuk kandungan mu beristirahat" ucap Baginda Kaisar mengkhawatirkan kandungan Marchioness,


"Ya ampun begitukah Baginda?kalau begitu saya izin menemui Ratu Lilia" ucap Marchioness membungkuk,dan Kaisar menganggukkan kepalanya lalu Marchioness pergi menemui Ratu Lilia,

__ADS_1


/Di sisi Noah/


"Disini tempatnya Tuan muda Noah,jika ada hal yang dibutuhkan,anda bisa memanggil saya,saya akan menunggu disini" ucap pelayan setelah mengantar Noah ke tempat latihan,


"Baiklah,ucap Noah lalu masuk ke pintu gerbang yang tembus ke tempat latihan,


Terlihat anak laki laki yang sangat mirip dengan Baginda Kaisar,sedang berlatih pedang bersama pasukan kesatria,


'Kenapa aku harus berteman dengan anak kecil yang terlalu menyayangi adiknya, dan membuatku menjadi korban kisah percintaan adiknya begitu?' pikir Noah sambil melihat Putra Mahkota yang masih kecil(memang kecil),


Setelah berpikir hal yang tidak penting(?) Noah mendekati Putra Mahkota dan memberi salam,


"Saya memberi salam pada Putra Mahkota Veldas Rupert de Rexobis" ucap Noah sambil membungkuk dihadapan Putra Mahkota,


"Siapa kau?" tanya Putra Mahkota agak nyolot(?),


"Nama saya Noah dari Keluarga Marquess Luxbello,Baginda Kaisar meminta saya agar menjadi teman Putra Mahkota" ucap Noah tenang,


"Aku tidak butuh teman,pasti kau tidak menerimanya kan?" ucap Putra Mahkota agak kesal,


"Tentu saja saya menerimanya dengan seperempat hati" ucap Noah masih tenang dengan ekspresi wajah yang membuat Putra Mahkota melongo (?)


"Apa apaan ekspresi mu itu?dan lagi pula.. seperempat?kau tidak berniat berteman denganku kan!?"ucap Putra Mahkota sambil menunjuk Noah dan ngomel seperti anak kecil (memang anak kecil),


"Bukannya Putra Mahkota juga tidak mau punya teman?kalau begitu saya pamit undur diri dulu" ucap Noah bangga lalu berlari memutar arah,


"HEY!! TUNGGU DULU!!APA APAAN ETIKA MU ITU!!KEMBALI KESINI DASAR BULU BABI!" teriak Putra Mahkota mencoba menghentikan Noah.Seketika Noah berhenti lalu menatap Putra Mahkota dengan kasian,


"Apa apaan ekspresi mu itu!!apa aku terlihat menyedihkan!?" omel Putra Mahkota,


"Tidak..hanya saja.." gumam Noah,


"Hm??" gumam Putra Mahkota menunggu kalimat Noah,


"Anda..TERLALU MENYEDIHKAN" ucap Noah tanpa dosa,


"AKU TIDAK MENYEDIHKAN DASAR BULU BABI!!KEMARI DAN LAWAN AKU TANDING 1 vs 1!"teriak Putra Mahkota tidak terima perkataan Noah,


"Benarkah?kalau begitu,bagaimana kalau kita buat sebuah kesepakatan?" tawar Noah mendekati Putra Mahkota,


"Jika saya menang,maka akuilah kalau anda itu menyedihkan,dan jika anda menang,maka saya akan menjadi bawahan anda selama saya hidup" ucap Noah serius,


"Menarik juga, kalau begitu ayo kita mulai!" ucap Putra Mahkota bersemangat,


Lalu Noah mengambil sebuah pedang,dan siap tanding 1 vs 1 dengan Putra Mahkota,


Pertandingan pun dimulai dengan sengit,para kesatria yang berada disana sampai melongo (?) dan tidak mengedipkan mata melihat pertarungan singkat antara Putra Mahkota dan Noah,


Pertarungan yang singkat itu pun berakhir,dan Noah memenangkan pertarungan itu,


"Anda lumayan juga Yang Mulia" ucap Noah sambil menjulurkan tangannya hendak membantu Putra Mahkota berdiri,


"Kekuatanmu sangat hebat,aku benar benar telah meremehkan mu" ucap Putra Mahkota sambil menerima uluran tangan Noah,


"Jadi,anda akan mengakui kalau anda benar benar menyedihkan bukan?" tanya Noah memastikan,


"Cih sialan, baiklah aku akui itu" ucap Putra Mahkota cemberut,


"Baguslah,kalau begitu saya pamit,hari sudah mulai petang dan Ayah Ibu saya sudah menunggu" ucap Noah lalu pergi meninggalkan Putra Mahkota,


"Benar benar anak itu..sungguh kemampuan yang luar biasa..aku ingin dekat dengannya" gumam Putra Mahkota setelah Noah pergi,


'Aku tidak akan pernah berteman denganmu lagi Veldas..' itulah selalu dipikirkan Noah,


/Di sisi Marchioness dan Baginda Ratu/


"Sudah lama kita tidak berbincang seperti ini ya,Olivia" Ucap Baginda Ratu yang sedang duduk di pinggir danau Istananya sambil minum teh dengan Marchioness,


Baginda Ratu memiliki rambut putih perak dan mata biru muda yang sangat cerah.Posisinya sebagai Ratu,Ibu dari Putra Mahkota,sekaligus Saintess yang dapat melihat masa depan sangat lah berpengaruh. Walau yang mengetahui kalau Baginda Ratu memiliki kekuatan yang bisa melihat masa depan hanya Baginda Raja dan Tuan Marquess Luxbello beserta Istrinya,tapi berkat itu lah tidak ada yang mengincar Ratu sebagai alat tindak kejahatan.


"Benar, Baginda Ratu" jawab Marchioness,


"Jangan kaku seperti itu,bicaralah informal padaku dan panggil lah aku seperti dulu,kita kan sahabat Olivia.." minta Baginda Ratu agak sedih,

__ADS_1


"Baiklah Lilia,maafkan aku" ucap Marchioness merasa bersalah membuat Baginda Ratu,


"Tidak apa apa,aku bisa merasa lega setelah kamu memanggil namaku,aku bahagia" ucap Baginda Ratu,


"Lilia,apakah ada masalah menimpamu?ceritakanlah padaku" mohon Marchioness pada Baginda Ratu,


"Tidak apa apa,hanya terlalu banyak beban" ucap Baginda Ratu sambil tersenyum yang terkesan memaksa,


"Lilia,katakanlah.." minta Marchioness dengan sangat khawatir,


"Sebenarnya-" "IBU!!" ucapan Baginda Ratu terpotong oleh suara anak perempuan yang memanggilnya sambil berlari kearahnya,


Seorang anak perempuan sekitar 5 tahun berambut Pirang bermata Biru muda seperti Baginda Ratu,dia adalah Putri Michella Rivel vi Rexobis,Putri ke-2 Kaisar.


"Mila,tidak sopan berlari lari seperti itu, apalagi Ibu sedang ada tamu disini" ucap Baginda Ratu pada Putri,


"Maafkan saya" ucap Putri Michella lesu,


"Tidak apa apa Mila,jangan diulangi lagi ya" ingat Baginda Ratu pada anaknya itu,


"Baik Ibu!" balas Putri Michella,


"Tuan Putri benar-benar anak yang manis dan imut,mirip denganmu sewaktu kecil Lilia" puji Marchioness,


"Terimakasih Olivia,tapi aku tidak ada bandingannya dengan Mila.Dia jauh lebih berbakat daripada aku" ucap Baginda Ratu dengan rendah hati,


"Terimakasih Nyonya Luxbello" ucap Tuan Putri sambil membungkuk,


"Ya ampun tuan Putri!anda tidak boleh membungkuk pada bangsawan rendah seperti saya" ucap Marchioness sambil duduk ditanah agar lebih rendah dari Putri Michella,


"Tunggu Olivia!gaun mu akan kotor" ucap Baginda Ratu memperingati Marchioness,


"Tidak apa Lilia, hanya sebuah Gaun" balas Marchioness,


"Kenapa Nyonya berkata begitu?" tanya Putri,


"Karna Tuan Putri adalah orang yang terhormat,anda hanya boleh membungkuk salam pada keluarga Kaisar" jelas Marchioness,


"Begitukah,baiklah! terimakasih Nyonya Marchioness!" ucap Putri sambil tersenyum lebar,


"Sama sama Tuan Putri" jawab Marchioness,


"Mila,apa yang ingin kamu katakan?" tanya Baginda Ratu,


"Ah!Tadi saya membuat Mahkota Bunga dari bunga putih di taman.Saya membuatnya 2, jadi yang 1 untuk Ibu dan yang satu untuk Nyonya Marchioness,dan untungnya warna rambut Ibu dan Nyonya Marchioness sama" ucap Putri Michella sambil memperlihatkan Mahkota bunga yang dia buat,lalu memasangkannya di kepala Baginda Ratu dan Marchioness,


"Wah,indahnya!Terima kasih Tuan Putri" ucap Marchioness memuji Putri Michella,


"Sama sama Nyonya Marchioness!" balas Putri Michella sangat senang,


"Tapi,sebentar lagi Putri akan membuatnya menjadi 3" ucap Marchioness,


"3?tapi yang berambut putih disini hanya Nyonya dan Ibu" ucap Putri Michella bingung,


"Jangan jangan?" ucap Baginda Ratu mengira ngira,


"Aku hamil lagi" ucap Marchioness,


"Wah!selamat ya Olivia!" ucap Baginda Ratu ikut bahagia,


"Terimakasih Lilia" balas Marchioness,


"Bolehkah aku menyentuhnya?" tanya Baginda Ratu,lalu Marchioness mengangguk setuju


Baginda Ratu menyentuh perut Marchioness dengan halus,lalu tiba tiba terlihat sesuatu di mata Ratu Lilia,


'7 bulan..Count Spera..Kereta Kuda..gadis berambut putih..dan sihir..'


"Ada apa Lilia?" tanya Marchioness,


"Ah tidak!tidak apa apa" Jawab Baginda Ratu sambil berpikir,


'Aku harus mencegah hal ini apapun yang terjadi!Demi Olivia dan Anaknya'

__ADS_1


Bersambung..


Aloo semua⊂(◉‿◉)つmasih belum baca Novel ini ya?:v gapapa karna masih bau pabrik🐝✨makasii buat readers atas support nya ya,author berencana mau buat komik baru dari novel ini,tapi gak ada bakat ngegambar manga🗿💔 awokawok:v sekian dulu ya,terima gaji 🗿✨


__ADS_2