
Flashback
"Sejak ibu meninggal..ayah berubah..dia tidak memperdulikan saya atau Gera lagi..dan Gera merasa sangat kesepian karna terkurung dirumah..selama 5 tahun Gera selalu tergantung pada saya dan beberapa pelayan di mansion,sampai kemarin..Gera ingin belajar sihir seperti ibu karna saya yang menunjukan buku sihir peninggalan ibu,tetapi..ayah menolaknya mentah mentah sambil membentak dan menatap tajam dan dingin ke arah Gera.Putra Mahkota yang kemarin melihat langsung sikap ayah mengira hal itu bisa membuatnya trauma yang mendalam..mungkin karna itu saat kakek dan Sir Johan masuk ruangan sambil berteriak Gera menangis..saya takut dia akan semakin frustasi jika bersama dengan ayah.."
Noah menjelaskan semua yang terjadi pada Duke tentang Gera dan ayahnya.
"Marquess berani membentak Gera yang masih kecil?! Kenapa dia seperti itu?!",
"Saya juga tidak tahu..ayah sudah seperti itu sejak Ibu meninggal..",
"Huh..Olivia..andai aku bisa melihat wajahnya untuk terakhir kali.."
'Kakek..anda pasti terpukul..'
.
.
Episode 12
"Kenapa kakek tidak datang ketika Ibu meninggal??",
Duke terdiam mendengar pertanyaan Noah,raut wajahnya sangat muram,Noah jadi merasa tidak enak pada beliau,
"Kakek tidak perlu menjawabnya..",
"Tidak..akan ku jawab..Huh,waktu kematian Olivia..kakek sedang berada di wilayah hutan Tronzon di wilayah selatan..tidak ada kabar sama sekali dari ibu kota, biasanya jika ada hal yang bersangkutan denganku akan langsung disampaikan,anehnya waktu itu tidak ada kabar sama sekali yang sampai..sampai 3 bulan kemudian aku baru bisa kembali ke Duchy dan mendengar kabar itu..hidupku langsung kacau balau..aku tidak bisa berpikir serius..ketika hendak melayat ke makam Olivia.. seorang pria selalu datang menghampiri ku dengan jubah hitam menutupi seluruh badan dan wajahnya..",
"Apa yang dikatakannya?",
"Dia bilang.. "Apapun yang kau lakukan demi Olivia..semua akan percuma.." kira kira seperti itu..aku sudah lumayan lupa karena sudah lumayan lama tidak pergi keluar Duchy",
'Ha??kenapa orang asing itu memanggil Ibu dengan namanya?',
Noah yang mendengar cerita kakeknya berpikir keras,banyak pertanyaan memenuhi kepalanya,kematian ibunya sangat..aneh.
"Kakek,bolehkah saya dan Gera menginap disini beberapa hari?",
"Hum?Kenapa??",
"Saya ingin Gera bisa melakukan hal yang disukainya walau hanya sebentar",
Noah tidak mau kemampuan hebat milik Gera terpendam begitu saja karna kehendak ayahnya,
"Boleh saja,malahan kakek sangat senang jika kau dan Gera bisa bersama kakek, betapa sepinya rumah ini walau ada paman,bibi,dan sepupumu,tapi mereka sedang pergi ke Ibu Kota,makin sepi saja",
"Oh,paman light??",
"Kenapa kau memanggilnya begitu?..sangat tidak cocok dengan kepribadiannya yang dingin dan tak acuh..",
"Tentu saja karna wajah paman yang sangat tampan melewati batas rata rata ketampanan seorang pria",
Noah ingat jika pamannya masih tinggal di Duchy.Kakak dari mendiang ibunya, Gwen Lance Casnelia,Putra Duke Casnelia dengan kecerdasan diatas rata-rata sebagai seorang penyihir dan ahli pedang,dia dianggap sosok yang sangat jenius sampai di juluki Si Jenius Abad ini. Rambut putih dan mata merah nya sangat mirip dengan Duke Casnelia,tinggi badan 190 lebih,otot otot yang terbentuk dengan sangat indah membuat semua wanita bangsawan jatuh cinta pada nya.Walau sifatnya yang dingin dan tegas,istrinya yang merupakan Putri Viscount Ruvine sangat mencintainya,dan begitu juga dengan Gwen yang mencintai istrinya.
"Tentu saja!Dia putraku satu satunya dan putra yang sangat mirip denganku!",
Duke mulai menyombong dirinya karna Noah memuji Gwen yang mirip dengannya.Noah hanya bisa diam terpaku sambil menatap kakeknya datar,
"Kakak..",
"Oh,Gera kau sudah bangun",
"Kakak..aku lapar",
Duke yang sangat sayang cucu langsung meminta para pelayan menyiapkan camilan dan sedikit makanan berat untuk Noah dan Gera,
"Hari sudah siang,lebih baik kita makan siang dulu",
Duke berkata lembut dan tersenyum manis ke arah Noah dan Gera.Gera yang sebelumnya takut pada Duke langsung sumringah dan bersemangat.Duke menggandeng tangan Gera yang kecil dan pergi ke ruang makan bersama,
"Tuan Besar benar benar sayang cucu ya",
"Sepertinya Gera juga menyukai Kakek,aku harap Gera bisa tersenyum selebar itu terus",
__ADS_1
"Omong-omong Tuan Muda,apakah tidak apa apa jika membiarkan Tuan Marquess mencari Tuan Muda?",
"Memangnya ayah akan peduli pada kami?..walaupun dia mencari kami..pada akhirnya dia akan mengurung kami lagi..",
Noah segera menyusul Duke dan Gera menuju ruang makan dan mencoba melupakan tentang ayahnya,
'Noah..kau harus fokus pada Gera sekarang..jangan sampai perasaan ayah mengikuti mu!'
/Diruang makan,
"Nah Gera,duduklah di seblah kanan kakek",
"Tidak mau,saya mau duduk dengan kakak",
Noah yang sudah duduk di seblah kanan Duke langsung dimangsa Gera agar bisa duduk di pangkuan Noah,
"Ya ampun Gera,kau bisa duduk sendiri",
Perkataan Noah membuat Gera sedikit murung,Noah yang tidak tega bertanya pada Gera,
"Kenapa kau mau duduk di pangkuan kakak??",
"Soalnya..jika kita berada di rumah..ayah akan marah jika aku duduk bersama kakak..sebelum ibu meninggal ayah tidak masalah dengan itu..",
"..." Noah tidak bisa berkata apa apa lagi,Gera benar..ayahnya terlalu mengekang mereka,
"Sudahlah Noah,jangan buat suasana jadi sedih sekarang,lebih baik kita makan dan menemani Gera",
Duke tidak tega melihat Noah dan Gera yang tersiksa karna menantunya,walau tidak banyak, setidaknya Noah dan Gera bisa bersenang-senang di Duchy,
Mereka bertiga makan bersama dengan penuh senyum dan canda tawa,tidak ada etika yang berlaku,melakukan apa yang mereka sukai,dan suasana yang penuh kehangatan.
/Disisi Mansion Marquess Luxbello di Ibu kota,
Marquess baru saja pulang dari latihan di Istana dan langsung masuk ke ruang kerjanya
"Selamat datang Tuan Besar"
Kepala Pelayan langsung menyambut kedatangan Marquess yang baru saja pulang di depan ruang kerjanya,
"Tuan Muda dan Nona sedang pergi keluar,mereka sudah pergi sejak tadi pagi",
"Kenapa tidak ada laporan yang masuk dari mereka?",
"Tuan Muda bilang beliau tidak ingin mengganggu waktu latihan Tuan Besar",
"Hmm,sejak tadi pagi?kenapa mereka pergi lama sekali?",
"Tuan Muda bilang sedang mencari suatu kesenangan dengan Nona",
Marquess yang menaruh rasa curiga pada Kepala Pelayan dan pergi ke tempat kereta kuda milik Keluarga Marquess Luxbello.Salah satu dari sekian banyak kereta tidak ada,dan itu adalah kereta kuda paling murah yang ada,
"Kenapa mereka pergi menggunakan kereta kuda paling murah??mereka tidak suka??atau aku perlu membeli kereta kuda baru setiap satu kali pergi??"
Marquess bergumam sendirian di tempat itu,tak lama kemudian seorang kesatria datang menghadap Marquess,
"Tuan Besar",
"Ada apa?",
"Sepertinya Tuan mencari sesuatu,apa ada yang bisa saya bantu??",
"Aku mencari anak anak,mereka pergi terlalu lama dan meninggalkan kelas tata krama dan lain lain",
"Kalau soal itu.. sebenarnya Tuan Muda dan Nona pergi ke Duchy Casnelia untuk bertemu Duke",
Marquess tercengang mendengar perkataan kesatria itu,dia terlihat emosi dan segera pergi dengan beberapa pengawal menuju Duchy Casnelia,
/4 jam setelah itu,di Kediaman Duke Casnelia,
Gera dan Duke sedang membaca buku di perpustakaan sesuai keinginan Gera untuk belajar tentang sihir,
"Kakek,apakah semua keluarga kita mempelajari sihir??",
__ADS_1
"Tentu saja,keluarga kita sudah turun temurun mempelajari sihir,dan kau sebagai salah satu penerus Casnelia dengan rambut putih memiliki inti sihir yang sangat hebat",
"Kalau begitu,apakah kakak juga bisa?",
"Noah tidak memiliki rambut putih,tapi dia juga punya potensi sihir walau cuma sedikit",
"Kakak sangat hebat dalam berpedang!bahkan ayah pernah hampir kalah karna kakak saat tanding 1 lawan 1!",
"Benarkah?!Ayah kalian yang seorang komandan pasukan dan sword master bisa hampir dikalahkan Noah?..anak itu sangat hebat ya",
"Benar! Kakak sangat sangat hebat!Kakak juga sangat tampan dan baik hati!",
"Bagaimana dengan kakek??",
"Kakek juga sangat baik!",
"Lalu?",
"Hum??lalu??",
"Apa..kakek tidak tampan??",
"Tentu saja tidak karna kakek sudah tua"
Perkataan Gera sangat menusuk Duke,apalagi dia mengatakan hal itu dengan senyum lebar,Noah yang mendengar mereka dari lorong didepan perpus hanya bisa menahan tawa sampai hampir menangis,
'Gera sangat berani!Sial,perutku sakit!'
Tak lama setelah itu, terdengar keributan di depan rumah,Noah yang menyadari itu langsung berlari ke depan dan mendapati ayahnya sedang adu mulut dengan beberapa pelayan dan Sir Johan,
"Apa yang ayah lakukan?!"
Noah langsung mendatangi ayahnya yang adu mulut di aula depan,dia tidak bisa menahan amarahnya lagi,
"Apa yang kau lakukan disini..?",
"Seharusnya saya yang bertanya pada ayah, kenapa ayah disini dan tiba tiba membuat keributan?..",
"Kau sudah berani menentang ayah?..",
"Apa saya salah?..ini kediaman kakek,dan saya sebagai cucunya wajar bila datang menjenguk kakek",
"Noah..KAU-!?"
Marquess terdiam begitu melihat Duke yang berdiri di tangga dan Gera disampingnya gemetar ketakutan,
"Apa yang kau lakukan Marquess?", nada yang dingin dan tegas keluar dari mulut Duke yang menatap tajam Marquess,beliau berjalan menuruni tangga mendekati Marquess
"Ayah..saya datang untuk menjemput Noah dan Gera",
"Menjemput??apa begini caramu menjemput anakmu dengan membuat keributan di rumah mertua mu??",
"Kakek..saya takut..",
Gera berdiri di belakang Duke sambil membawa buku sihir yang belum selesai dibacanya tadi.Marquess yang melihat buku itu langsung menunjukkan ekspresi marah,
"Gera.. kenapa kau membawa buku itu!?",
"Kenapa kau membentak Gera hanya karna dia membawa buku kesukaannya?!apa begini caramu mendidik anak anakmu dengan mengekang mereka dirumah?!",
"....",
Gera menarik jubah kakeknya dengan wajah memelas,
"Kakek..jangan membentak ayah..",
"Gera,ayahmu sudah mengekang mu seperti itu,kenapa kau masih memihaknya?",
"Karna..dia ayah saya..",
Noah yang mendengar kata Gera tersenyum tipis,
'Gera..hatimu terlalu baik..'
__ADS_1
Bersambung...