Marquess And Spirit Witch

Marquess And Spirit Witch
Pertemuan


__ADS_3

Flashback


"Gera.. kenapa kau membawa buku itu!?",


"Kenapa kau membentak Gera hanya karna dia membawa buku kesukaannya?!apa begini caramu mendidik anak anakmu dengan mengekang mereka dirumah?!",


"....",


Gera menarik jubah kakeknya dengan wajah memelas,


"Kakek..jangan membentak ayah..",


"Gera,ayahmu sudah mengekang mu seperti itu,kenapa kau masih memihaknya?",


"Karna..dia ayah saya..",


Noah yang mendengar kata Gera tersenyum tipis,


'Gera..hatimu terlalu baik..'


.


.


Episode 13


"Jika dia ayahmu,harusnya dia benar benar menjagamu Gera,dan dia tidak mengabaikan mu serta membentakmu hanya karna sihir",


Duke mengernyitkan dahinya,dia tampak kesal dengan Marquess yang menyia-nyiakan Noah dan Gera,


"Apa yang kau lakukan selama ini? mengabaikan anak anakmu?apa pekerjaan lebih penting daripada mereka?apa yang kau pikirkan selama ini tentang mereka berdua?",


"Saya hanya melakukan yang terbaik untuk mereka berdua ayah,saya tidak bermaksud mengekang mereka",


"Terbaik?Gera ingin mempelajari sihir tapi kau mengekang nya,dan Noah akan kau jodohkan?dia masih 16 tahun dan perlu banyak pengalaman",


Suasana di aula depan mulai memanas,Duke yang marah karna sikap keras kepala Marquess makin memojokkan demi Noah dan Gera,para pelayan ketakutan dengan suasana perang antar mertua dan menantu di aula ini,


"Gera..tidak ada potensi untuk belajar sihir dan Noah sudah cukup umur untuk bertunangan",


"Kau salah menilai,Gera sangat mirip dengan Ibunya yang merupakan penyihir hebat,apa kau benar benar memperhatikan anak anakmu?",


"Ayah,ini kewajiban saya sebagai orang tua untuk mendidik anak anak saya",


"Apa kau masih tidak bisa melupakan Olivia yang rapuh karna sihir?dan itu sebabnya kau menolak keinginan Gera mentah mentah?"


Marquess langsung terdiam mendengar kata kata Duke,itu semua..benar.Olivia yang dulu hebat dalam sihir bahkan bisa menyembuhkan luka 10 tusukan pedang,melemah dengan sangat drastis karna menggunakan sihir secara massal untuk mengobati penyakit mewabah yang terjadi 23 tahun lalu,itu sebabnya ia meninggal walau hanya 2 tusukan pedang,sihirnya sangat melemah.Marquess tidak mau Gera juga mengalami hal yang sama dengan ibunya,


"Iya..",


"Hah..sudah ku putuskan,Noah dan Gera akan tinggal bersama ku sampai pikiranmu jernih"


Marquess terkejut dengan keputusan yang dibuat Duke,tapi dia tidak bisa membantah lagi


"Baik..kalau begitu saya pamit undur diri,maaf sudah membuat keributan"


"Baiklah,aku harap kau benar benar fokus untuk menjernihkan pikiran mu",


Marquess mengangguk lalu beranjak pergi,tapi..


"Ayah!",


"!?",


Gera menahan jubah seragam ayahnya sambil menangis,Noah yang melihat Gera hendak menghentikan nya tapi ditahan oleh Duke,


"Jangan pergi..maafkan Gera..Gera tidak akan nakal lagi..",


Marquess tidak tega melihat Gera menangis,dia tahu Gera tidak bersalah,tapi dia tidak bisa berkata apa-apa dan hanya mengusap kepala Gera sambil tersenyum tipis lalu pergi,


"Ayah!!",


Tangisan Gera menjadi-jadi,ia hendak berlari mengejar Marquess tapi Noah menahannya,


"Kakak!ayah pergi!",


"Kakak tau Gera,tapi ayah akan kembali secepat mungkin",


"H-hiks..ayah.."


Noah hanya bisa menggendong Gera dan memeluknya,tapi tangisan Gera tidak mereda sampai beberapa lama lalu tertidur,

__ADS_1


"Kakek,apa aku dan Gera akan benar benar tinggal disini?",


"Ya untuk beberapa waktu kedepan,maka dari itu cobalah beradaptasi,sebentar lagi pamanmu akan pulang",


"Eh?paman akan pulang?kalau begitu bibi Grace dan Eugene akan ikut?"


"Tentu saja,tapi Noah,panggil lah Eugene dengan kakak,dia lebih tua darimu",


"Kami hanya selisih satu tahun kek..lagian kami tidak seakrab itu",


"Walau kau hanya bertemu dengannya 2x tapi dia tetap kakakmu",


"Hah..baiklah"


Eugene Lagnar de Caesar Casnelia,putra tunggal dari Gwen Lance de Frederick Casnelia dan istrinya,Grace Casnelia.Umurnya menginjak 17 tahun,wajah rupawan,rambut putih,ahli pedang dan sihir yang menurun dari ayahnya,serta mata bewarna hijau cerah dan kepintaran dalam segala bidang di Kekaisaran meliputi politik,sosial,budaya,strategi perang,dan bahkan perdagangan yang menurun dari ibunya,membuatnya benar benar menjadi sosok suami idaman seperti ayahnya.


'Entah kenapa sepertinya setelah ini akan terpancar cahaya yang bahkan lebih terang daripada matahari..'


Sir Johan datang menghampiri Duke,menyampaikan Gwen dan istri,serta anaknya sudah sampai di gerbang,


"Benarkah?!kalau begitu ayo kita sambut mereka di depan pintu", saat hendak melangkah,pintu depan sudah di terbuka dengan cahaya yang sangat terang,


"Wah,mereka sudah sampai",


2 orang pria masuk ke aula dengan seragam Ksatria berjubah,cahaya makin lama makin terang dan membuat buta mata orang yang melihatnya,


"Lho??cahaya apa ini..?" Gera terbangun karna silaunya cahaya yang masuk,


"Gera tutup matamu atau kau bisa buta" Noah menutup mata Gera dengan tangannya dan mengalihkan pandangannya dari cahaya silau itu,


"Ayah,kami pulang",


"Kalian sudah datang rupanya,tapi aku tidak bisa melihat kalian karna cahayanya terlalu terang",


"Ah maafkan saya,matikan lampunya",


"Baik!",


Beberapa orang di balik pintu terlihat sibuk dengan beberapa alat besar yang bercahaya,


"Kau ini ingin mata ayahmu buta?",


"Hah,sudahlah.Selamat datang kembali,kalian terlihat sangat sibuk di ibu kota,aku jadi merasa bersalah", Duke terlihat berkaca kaca walau hanya pura pura,


"Tidak apa apa kakek,lagipula sudah jadi tugas ayah untuk melakukan pekerjaan sebagai Duke",jawab Eugene sambil melirik ayahnya,


"Dasar anak sialan,kau tidak membantu ayah sama sekali",jawab Gwen pada anaknya dengan sedikit emosi,


"Bukankah ayah sendiri yang berkata akan melakukan semuanya sendiri demi Ibu?",


"Ahh itu.."


"Sudahlah,jangan membuatku pusing.Omong omong,kita ada orang spesial hari ini",


Noah menurunkan Gera dan memberi salam pada Gwen serta Eugene,


"Halo paman Gwen dan kak Eugene,lama tidak bertemu",


"Haloo paman dan kak Eugene",


Gwen dan Eugene sedikit terkejut dengan kedatangan Noah dan Gera,


"Halo Noah,sudah lama tidak bertemu,dan ini Gera bukan?dia terlihat lebih cantik dan lucu setelah 5 tahun ya,mungkin dia tidak terlalu mengingat ku",


"Terimakasih paman,suatu kehormatan bagi saya" balas Gera sambil menunduk,Gwen pun terkejut dengan reaksi Gera yang sangat sopan,


"Lho?aku baru tau Noah punya adik, berapa umurnya??",


"Umur saya 8 tahun,emm,salam kenal",


Gera tidak pernah bertemu dengan Eugene sebelumnya,dia terlihat sedikit gugup ketika memberi salam dan menjawab pertanyaan Eugene.


"Dia..imut sekali~" Wajah Eugene berubah menjadi gemas dan berseri seri melihat Gera,


"Kak,aku akan tidak akan tinggal diam jika kau macam macam pada Gera.." Noah mulai menatap tajam Eugene yang berani macam macam pada Gera,


"A-apa salahku?dia juga adikku tahu!",


"Dia adik kandung ku..",


"JANGAN MENATAPKU SEPERTI ITU!ITU MENGERIKAN!"

__ADS_1


"Siapa yang peduli?"


"TENTU SAJA AKU!"


Disaat mereka berdua berdebat,Duke melihat mereka akur dan bermain bersama (?),


"Omong-omong Gwen,dimana istrimu?",


"Grace sedang menemani Viscountess yang terbaring sakit,dia meminta saya untuk kesini tanpanya, padahal saya sudah merindukannya...hiks..", Gwen menangis tersedu sedu hanya karna tidak bisa ikut istrinya menjenguk Viscountess,


"Ada saatnya juga dia merindukan ayah dan ibunya, beri dia sedikit kebebasan",


"Tapi ayah,saya ingin terlihat sebagai menantu yang baik..apakah saya sangat kurang sebagai menantu dimata mertua?",


'Bagian mana yang kurang darimu?..' pikir Duke,


"Kau bisa mengatakan hal itu nanti pada istrimu,kau pasti lelah, istirahat lah,sebentar lagi makan malam",


"Baik ayah, terimakasih banyak",


"Noah dan Gera,kalian bermainlah dengan Eugene",


"Baik!",Eugene,Noah dan Gera menjawab serempak perintah Duke,


"Noah,apa kau belum masuk ke akademi?",tanya Eugene,


"Aku akan masuk akademi begitu menginjak 17 tahun", jawab Noah sambil berpikir,


"Kalau begitu,kau akan meninggalkan Gera kan?",


Noah langsung membatu dan Gera terkejut bak disambar petir dan menjatuhkan buku yang daritadi dipegangnya,


"T-tunggu!jangan membicarakan hal itu didepan Gera!",


"Hem?Memangnya kena-!?G-gera?!",


Eugene dan Noah melihat aura suram keluar dari Gera dan pupil matanya bergetar,


"K-kakak akan meninggalkan ku?...k-kenapa?kakak membenci ku?..",


"M-mana mungkin kakak membenci mu!!jangan mendengarkan perkataan Eugene!",


"T-tapi.. k-kakak memang harus masuk ke akademi sebentar lagi..kakak harus meninggalkan ku..",


"I-itu memang benar..t-tapi..emm...",


Noah menatap Eugene tajam seolah meminta pertanggung jawaban,sedangkan Eugene mengalihkan pandangannya,


"Anuu..Gera..walau kakak masuk ke akademi,kakak tidak akan meninggalkan mu selamanya..kakak akan mampir pulang ketika sudah waktunya masa liburan",


'Di kehidupan sebelumnya aku tidak perlu masuk akademi karna sudah jadi kepala keluarga dan ikut perang, tapi kali ini ada Gera..aku tidak tega meninggalkannya'


"Siapa yang akan menemaniku?..",


"Ada kakek yang akan selalu bersamamu,kakak juga akan mengirim surat untukmu",


"Janji?",


"Tentu saja,kakak akan selalu menepati janji",


"Baiklah,aku percaya pada kakak!",


"Gadis baik",


Noah lega Gera bisa memahami perkataannya dan mempercayai nya,dia tidak boleh merusak kepercayaan Gera,


/Skip malam,kamar Noah


"Gera..apa yang terjadi jika dia tidak jadi arwah ya?.."


Noah bergumam sendirian di kamar sambil memikirkan "Gera",.


"Ketemu!"


"Eh!?"


"Dasar kau ini!Membuatku khawatir saja bodoh!Untung ada Xeon"


"G-gera?..."


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2