Marquess And Spirit Witch

Marquess And Spirit Witch
Ungkapan Perasaan


__ADS_3

Flashback


"Cecil,Adel tidak bisa kuselamatkan.Sekarang aku tidak tahu dimana dia berada." ucap Noah.


"Gelang yang aku berikan bisa mengetahui dimana lokasinya.Aku akan melihatnya."


Sihir angin bercahaya keluar dari tangan Cecil.Arah yang dituju sihir itu adalah lokasi dimana Adel berada.


"Gera,bisakah kamu memberitahu Putra mahkota dan Eugene untuk mengumpulkan pasukan? Ini akan cukup berbahaya." ucap Noah.


"Tentu saja kak!" Gera pun kembali ke istana. Cecil membuat sebuah sihir teleportasi untuk mereka bertiga.


'Tunggu Adel..kami akan segera kesana..'


.


.


Episode 43


"Oi,bocah rendahan."


Suara yang tidak asing membangunkan Adel. Matanya perlahan terbuka. Sosok wanita tua yang tidak lain adalah ibu suri berdiri dihadapannya yang terhalang jeruji penjara.


'Mulutku tidak bisa terbuka..tubuhku lemas..'


"Dasar anak tidak tahu diri.Berani-beraninya kamu menampakan diri! Setelah bersusah payah demi anakku naik tahta,kau muncul menghancurkan semuanya! Terlebih Michella yang begitu syok dengan kedatanganmu..AKU TIDAK AKAN MEMAAFKANMU!" ucap ibu suri penuh dengan emosi nya yang meluap-luap.


"Keluarkan dia dan gantung tangannya.Dia harus diberi hukuman."


"Baik,Yang Mulia."


Beberapa orang berbaju putih mengelurkan Adel dan menggantung tangannya di langit-langit sesuai ucapan ibu suri.


"Matamu membuatku muak..Inilah alasan kenapa aku benci warna biru kecuali Michella karna dia cucuku. Bahkan ratu yang rendahan itu tidak mengetahui posisinya dengan baik..kalian sama saja membuatku muak! Buka gaunnya! Aku akan menghukum gadis tidak tahu diri ini!"


"Baik,Yang Mulia."


Orang-orang tadi melepas gaun pesta dan menyisakan gaun dalam yang panjangnya tidak sampai betis dan juga tipis.Angin malan yang dingin menyiksa Adel.


'Dingin sekali... seseorang tolong aku.'


Sebuah tongkat besi tipis diambil ibu suri. Diayunkannya tongkat itu cukup keras ke betis Adel.


"AKHHHHHHH!!!!"


Teriakan Adel menggema keseluruh ruangan.Rasa sakit luar biasa membuat dirinya gemetar ketakutan.


'S-sakit...sakit sekali..'


"Ini belum seberapa dibanding rasa sakitku selama ini!" Ibu suri memukul terus menerus betis Adel hingga bercucuran darah yang sangat banyak. Belum puas hanya betis,ibu suri juga memukul kedua lengan serta punggung Adel berkali-kali.


.


.


"Hah..aku lelah. Biarkan dia seperti itu. Jangan ada yang menolongnya."


"Baik."


Semua orang keluar dari penjara milik ibu suri.Adel hanya bisa menangis merasakan sakit karna suaranya tidak bisa keluar lagi. Ia tidak bisa melihat dengan jelas dan seluruh badannya sangat lemas.


'Apa aku akan mati?..'


.


"Yang Mulia,anda harus istirahat."


"Tentu saja. Gadis rendahan itu membuatku naik darah. Bagaimana ratu? Apakah kalian menangkap nya?"


Mereka ragu menjawab pertanyaan ibu suri.Ibu suri tampak tidak suka dengan jawaban tidak langsung mereka.


"Sepertinya putra mahkota sudah menyadari sesuatu sejak awal. Aku terlalu meremehkannya. Dan juga..putra marquess dan cucu duke cukup membahayakan, seharusnya aku menghilangkan mereka sejak awal." gumam ibu suri.


BRAKKK!!

__ADS_1


"Apa itu?!"


Gerbang istana ibu suri hancur. Tampak Noah dan Albert yang murka berjalan masuk ke dalam istana.


"Pangeran,Tuan Muda Luxbello,ada apa kalian kesini??" tanya Ibu suri ramah.


"Bukankah anda sudah tahu alasannya?" ucap Noah datar dan dingin.


"Saya tidak paham apa yang anda maksud,Tuan Muda. Masuklah dan kita berbincang." ajak ibu suri.


"Dimana putri Adel?" tanya Noah.


"Apa maksudmu?Dia ada di aula tadi." jawab ibu suri tampak kebingungan.


"Ya dia ada disana tadi. Tapi orang-orangmu menangkapnya." ucap Noah.


"Ohoho! Ya ampun anak muda. Ikut campur urusan orang dewasa itu tidak baik. Ahahahaa...TANGKAP MEREKA!!"


Orang-orang ibu suri langsung serempak menyerang Noah dan Albert. Kekuatan Noah sudah pulih,ia pun bertarung mati-matian melawan 100 orang lebih. Cecil juga membantu diam-diam karna ibu suri tidak dapat melihatnya.


"Albert gunakan sihir menghilang mu!"


Albert berpikir sejenak dengan ucapan Cecil.Tak lama ia langsung paham dan mengaktifkan kekuatannya.


Noah dengan cepat dapat bergerak sambil menghilang dari pandangan musuh. Memberikan serangan mendadak dan meratakan musuh.


"Cecil! Jangan biarkan ibu suri lolos! Kurung dia!"


"Baik!!"


Cecil pun mengurung Ibu suri dalam sebuah gelembung sihir. Ibu suri tidak tahu apa yang terjadi padanya. Terjebak tiba-tiba dalam sebuah gelembung.


"Apa-apaan ini! KALIAN CEPAT BEBASKAN AKU!" Belum sempat salah satu dari mereka hendak melepaskan ibu suri,pedang Noah menyerang lebih cepat dari yang mereka kira.


"NOAHHH!!!" Suara Eugene dan Veldas terdengar dari luar istana.


Seluruh orang milih ibu suri telah rata di tangan Noah. Tatapan tajamnya masih ada,emosinya belum kembali stabil.


"Noah! Tenanglah!" Cecil memeluk Noah erat erat dan menenangkan perasaannya.Perlahan emosi Noah mulai stabil,tubuhnya seketika melemah karna terlalu banyak menggunakan sihir.


Para kesatria segera mengamankan seluruh orang di istana ibu suri. Eugene tidak menemukan Adel dimana pun.


"Noah,kau baik-baik saja?" tanya Veldas.


"Jangan pikirkan aku..temukan Adel,dia ada di istana ini.." jawab Noah.


Eugene kembali ke tempat Noah setelah menyusuri seluruh tempat.


"Adel tidak ada dimanapun." ucap Eugene.


"Apa?! Oi! Nenek sihir!! Dimana kau sembunyikan Adel!?" teriak Noah yang masih lemah berjalan ke arah ibu suri.


"Aku tidak akan memberitahu mu! Gunakan akal mu untuk mencarinya." ucap ibu suri.


"Beri tahu atau aku akan membunuh Count Yuridan dan membawa kepalanya padamu besok.." ujar Noah mengancam.


"Loteng ilusi. Dibalik lilin."


Eugene dan Veldas serta beberapa kesatria segera pergi ke lantai 3 dan mencari lilin yang dikatakan ibu suri.


Sampai sebuah rak buku dengan lilin disampingnya menarik perhatian Eugene. Ia memutar lilin dan sebuah tangga naik muncul dari balik rak.


"Yang Mulia,disini!"


Veldas mendekati Eugene. Tangga menuju lantai yang tidak diketahui. Perlahan mereka naik ke sana sampai di beberapa tangga puncak,aliran darah segar menghentikan langkah mereka.


"Darah?..JANGAN-JANGAN!!"


"Eugene! Jaga-jaga!!"


Eugene segera berlari ke puncak. Betapa terkejut dan syoknya dia melihat Adek yang digantung serta berlumuran darah. Genangan darah segar terbentuk dibawahnya.


"Eug- HAH?! ADEL?!"


"Tidak..TIDAK!! ADEL!!"

__ADS_1


Eugene segera melepaskan rantai yang menggantung tangan Adel. Bajunya begitu tipis sedangkan udara malam begitu dingin. Darah membasahi seluruh bajunya.


"Adel..bangunlah..kumohon Adel!.."


Eugene berkali-kali mencoba menyadarkan Adel.Tatapan kosong dari mata Adel membuat dada Eugene makin sesak.


"CEPAT PANGGIL TABIB DAN PENYIHIR ISTANA!!"


"Baik,Yang Mulia!!"


Eugene masih berusaha segala cara untuk menyadarkan Adel. Tangan Adel yang gemetar beberapa kali membuat Eugene makin resah. Ia mencoba mengobati Adel dengan sihirnya tapi tidak berhasil.


Veldas menemukan sebuah tongkat besi yang dibuat anti-sihir. Tongkat itu berlumuran darah,sudah pasti itu tongkat yang digunakan ibu suri untuk menyiksa Adel.


"Dia gila.." gumam Veldas geram.


Veldas yang melihat Eugene terus menggunakan sihirnya untuk menolong Adel merasa iba karna semua itu percuma.


"Adel kumohon bangunlah..aku sudah datang jadi bicaralah.." ucap Eugene di antara isak tangisnya.


Mulut Adel mencoba bergerak.Eugene yang menyadari pergerakan Adel mencoba menolongnya lagi.


"Aa..Eu.."


"Adel..bertahanlah..aku akan segera membawa mu kembali ke istana mu..bersama dengan Albert..jadi kumohon bertahanlah.."


Adel tersenyum tipis. Ia mencoba membuka mulutnya dan berbicara pada Eugene.


"Terima..kasih.."


Eugene makin tidak tahan begitu mendengar suara Adel.Dada nya makin sesak mendengar suara yang kesakitan itu.


"Aku akan membawa mu kembali. Ayo kita pulang. Pulang ke tempat yang aman untukmu.." ucap Eugene.


Ia hendak berdiri dan mengangkat tubuh kecil yang berlumuran darah gadis itu,tapi kakinya begitu lemas.


"Tidak apa-apa.. Biarkan aku seperti ini.." ucap Adel pelan.


"Aku sudah tidak sanggup bertahan..Eugene..." lanjutnya.


"Jangan bicara seperti itu,kita akan kembali...aku akan membawamu kembali.." ucap Eugene meyakinkan Adel sambil menahan tangisannya.


"Aku..ingin jujur padamu.."


Ruangan itu hening seketika.Veldas tidak berani menatap Adel atau bahkan membuka suaranya.


"Aku bersyukur bisa bertemu denganmu..Karnamu aku dan Albert..egh..bisa merasakan hidup berkecukupan walau hanya sesaat.."


Eugene terdiam.Ia gemetaran mendengar suara itu.


"Aku.. menyukaimu..sejak awal.."


Eugene membelalak. Ia menatap mata Adel yang sudah kembali bercahaya.


"Adel,bertahan lah! Jangan katakan apapun!! Aku tidak mau mendengarnya!!" ucap Eugene.


"Tolong..jaga Albert..aku menyayangi nya.."


"Tidak Adel..aku akan menjagamu dan Albert..jadi kumohon jangan tinggalkan aku!!"


"Aku tahu kamu akan menjaga Albert..aku titip dia..dan sekali lagi.."


"BERHENTI!! JANGAN KATAKAN APAPUN!!"


"Aku.. menyukaimu.."


Tangan Adel jatuh lemas di atas genangan darah. Veldas tidak percaya apa yang dia lihat sekarang. Air matanya mengalir tanpa ia sadari.


Eugene menatap kosong kearah gadis yang sudah tidak bernyawa di pangkuannya. Air matanya tidak bisa berhenti mengalir.


"Adel.."


Tidak ada jawaban atau bahkan gerakan dari gadis itu. Emosi Eugene meluap diikuti kesedihannya yang begitu mendalam.


"TIDAK!! ADEL!! AAAAAAAAGHHHHH!!!!"

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2