
Begitu Lili berlalu dari rumahnya dan sudah terlihat lagi, Dwi segera masuk ke dalam kamarnya dia berniat ingin segera membuka kado dari Lili untuknya.
Begitu sampai di kamar, Dwi menatap terlebih dahulu paper bag itu sambil menerka-nerka apa isinya.
"Kog Lili tahu kalau aku ulang tahun darimana, kog bisa-bisanya juga dia kasih kado. Seumur-umur baru sekali ini aku ulang tahun dikasih kado sama cewek." gumam Dwi dengan terkekeh.
Sebelum dia membuka kadonya terlihat Ibunya Dwi sudah sampai dirumah, setelah mengucapkan salam beliau segera menuju ke kamar Dwi karena Dwi hanya menyahut salamnya saja tanpa menemui Ibunya.
Begitu sampai dikamar Dwi, Ibunya heran karena ada kado dikamar Dwi.
"Kadonya siapa itu Nang?" tanya Ibunya Dwi kepadanya.
"Ya kado aku donk Bu, kan hari ini aku ulang tahun." jawab Dwi seakan memberi tahu Ibunya, karena Ibunya Dwi memang lupa ulang tahun anaknya, maklum memang sudah berumur.
"Lhoh kamu hari ini ulang tahun Nang?" tanya Ibunya Dwi sambil duduk disamping Dwi.
"Selamat ulang tahun bahagia selalu, maaf Ibu tidak bisa memberi apa-apa." lanjut Ibunya Dwi sambil memeluk dan mengelus punggung Dwi.
"Iya trima kasih Bu. Dwi gak minta apa-apa cukup doakan saja semoga bisa membahagiakan Ibu selalu." jawab Dwi membalas pelukan hangat dari wanita yang sudah melahirkannya itu.
__ADS_1
"Amin!" seru Ibunya Dwi sambil melepaskan pelukannya.
"Ngomong-ngomong itu kado dari siapa? Kog gak dibuka-buka? Memangnya gak penasaran?" tanya Ibunya Dwi yang juga ingin tahu isi kado tersebut.
"Dari cewek yang dulu pernah kesini ngerjain tugas bareng itu Bu." jawab Dwi sambil fokus membuka kadonya dengan perlahan.
Ibunya Dwi berpikir sejenak, mencoba mengingat-ingat siapa yang dimaksud oleh anaknya. Setelah memikirkan cukup lama akhirnya Ibunya Dwi pun berhasil mengingat.
"Ow cewek yang kecil lincah itu? Yang jadi saingan rangking kamu dikelas?" karena memang itu yang ada dipikiran Ibunya Dwi.
Dwi hanya membalas dengan senyuman seakan membenarkan bahwa Lili adalah cewek kecil yang lincah.
Ibunya Dwi pun ikut melihat dan mengambil isinya.
"Wah pintar juga teman kamu itu kasih kado. Semua bisa digunakan setiap hari. Apa jangan-jangan memang sengaja kasih kayak gini biar kamu ingat dia setiap kali sholat ya." goda Ibunya Dwi.
"Apa jangan-jangan kalian pacaran ya? Soalnya kog cuma dia aja yang kasih kamu kado?" lanjut Ibunya Dwi.
"Ibu apaan sih, kita kan masih SMP mana ada pacaran-pacaran." jawab Dwi dengan kesal.
__ADS_1
"Ya siapa tahu aja kalian sudah pacaran. Atau jangan-jangan habis ini kamu bakal nembak dia kan?" goda Ibunya Dwi lagi.
Dwi yang merasa antara kesal dan senang karena digoda Ibunya pun menyuruh Ibunya keluar dari kamarnya.
"Ibu ngomong apa sih. Uda mendingan Ibu keluar dari kamar Dwi trus masak, Dwi uda laper dari tadi nunggu Ibu gak datang-datang." Dwi menarik pelan tangan Ibunya untuk menyuruh keluar dari kamarnya kemudian menutup pintu kamarnya.
"Lhoh.. Lhoh kamu kog ngusir Ibu sih Dwi!" gerutu Ibunya Dwi.
Dwi hanya tersenyum didalam kamarnya karena terus mendengar Ibunya yang menggerutu.
Kemudian dia kembali kepada kado-kado tersebut dan meraihnya. Seketika senyum mengembang di kedua bibirnya.
"Makasih ya Lili kamu memang tidak seperti yang aku bayangkan." lirih Dwi dengan tersenyum kemudian memeluk erat kado dari Lili seolah memeluk seseorang yang memberikan kado tersebut.
...****************...
Tetap semangat pokoke bestie 💪
Tinggalkan jejak like, komen dan hadiah 🙏
__ADS_1