Masa Putih Biruku

Masa Putih Biruku
Bab 29


__ADS_3

Dwi berusaha menghubungi Lili berkali-kali tetapi nihil ponselnya hanya berdering dan tidak juga ada yang menerima. Tanpa berpikir panjang Dwi segera membersihkan diri kemudian segera pergi ke rumah Lili dan berpamitan terlebih dahulu dengan Ibunya.


Begitu sampai dirumah Lili, Dwi hanya bertemu dengan Ibunya Lili dan diberitahu bahwa Lili main ke rumahnya Rosi. Akhirnya Dwi kembali berpamitan untuk pergi ke rumah Rosi.


"Pantesan gak diangkat-angkat, gak bawa ponsel kali ya." gumam Dwi didalam perjalanan menuju rumah Rosi.


Tidak berapa lama Dwi sudah sampai dirumah Rosi karena memang jarak rumah Rosi dan rumah Lili cukup dekat.


Lili yang saat itu sedang ngobrol diteras dengan Rosi pun tahu dengan kedatangan Dwi. Lili sebelumnya sudah bercerita kepada Rosi tentang Dwi yang akan merantau dan juga kejadian semalam yang membuat Lili kesal dengan Dwi.


"Tuh, laki mu datang. Sana diurus dulu, awas berantem disini." bisik Rosi ditelinga Lili kemudian segera masuk ke dalam rumah. Karena Rosi tidak mau ikut campur terlalu dalam dengan permasalahan orang lain, meskipun itu sahabatnya sendiri.


"Ros.. Ros! Disini aja!" seru Lili karena melihat kepergian Rosi.


Lili menghela nafas kasar, dan menatap Dwi yang berjalan mendekat ke arahnya.


"Yank, aku hubungi dari tadi gak diangkat ternyata kamu disini hehe." ucap Dwi dengan sedikit takut, dan dia sengaja tidak membahas kejadian semalam karena bisa-bisa akan semakin membuat Lili marah.


Lili hanya diam saja, tetapi tatapan matanya masih tajam dengan menatap ke arah Dwi.


"Yank, aku minta maaf. Tadi malam itu aku ketiduran setelah menyiapkan berkas-berkas. Niatku cuma mau rebahan tapi malah ketiduran." akhirnya mau tidak mau Dwi menjelaskan apa yang terjadi, kemudian dia duduk disamping Lili

__ADS_1


Lili hanya diam saja, seolah merasa tidak ada orang disampingnya.


"Yank..." lirih Dwi karena Lili tidak juga mau bicara.


Hingga sampai beberapa menit Lili terdiam dan Dwi masih mencoba terus memanggilnya.


"Gimana rasanya dicuekin?" tanya Lili tiba-tiba tanpa menoleh ke arah Dwi yang ada disampingnya, justru pandangan matanya menerawang ke depan.


"Iya maaf, kan aku uda minta maaf Yank!" lirih Dwi.


"Karena memang aku ketiduran, kalau kamu gak percaya bisa tanya Ibu. Aku telepon Ibu ya." lanjut Dwi sambil merogoh ponselnya yang ada disaku celananya.


Dengan cepat Lili mencegahnya, dia gak mau cuma masalah sepele gitu aja orang tua sampai tahu.


Dwi kemudian tersenyum karena dia memang sengaja melakukan hal itu. Karena Dwi yakin Lili gak mungkin akan melibatkan orang tua hanya untuk masalahnya yang sepele itu.


"Ya makanya maafin aku Yank. Beneran aku ketiduran kog." Dwi masih berusaha minta maaf.


"Heemmm..." Lili hanya menjawab dengan deheman saja.


"Gak mau ahh masa jawabnya gitu." rayu Dwi lagi.

__ADS_1


"Iyaa.." akhirnya Lili pun menjawab dengan singkat.


"Ya uda yuk kita keluar bentar. Mau jalan-jalan gak?" ajak Dwi.


Lili yang memang suka jalan-jalan meskipun tidak harus mengeluarkan uang, dirayu seperti itu tentu saja langsung mau.


"Mau..." jawab Lili dengan merengek manja.


"Ayo, berangkat!" Dwi pun tersenyum senang karena memang sangat mudah merayu Lili dengan hanya diajak jalan-jalan. Tetapi bukan berarti Lili gampang dirayu, karena memang masalah mereka hanya sepele dan Lili tidak mau membesar-besarkannya. Apalagi sebelum Dwi datang Rosi sudah menasehatinya banyak hal.


"Ros.. Aku pulang!" seru Lili sambil beranjak pergi dari rumah Rosi. Dan kebetulan saat itu Rosi hanya dirumah sendiri.


Ternyata sedari tadi Rosi sembunyi didekat mereka didalam rumah, bukannya mau kepo tetapi Rosi hanya ingin memastikan bahwa tidak ada permasalahan yang serius kepada sahabatnya.


"Dasar sesama bucin." gumam Rosi sambil keluar dari persembunyiaannya begitu keduanya pergi.


...****************...


Maaf kak lama gak up 🙏🙏


Terus semangat yaa 💪

__ADS_1


Tinggalkan jejak like, komen dan hadiah 🙏


__ADS_2