Masa Putih Biruku

Masa Putih Biruku
Bab 12


__ADS_3

Awalnya Dwi tidak begitu memperhatikan Lili karena dia masih asyik dengan teman-temannya dibelakang sambil bernyanyi-nyanyi dengan ada yang memainkan gitar. Karena melihat Dina dan Rosi yang terlihat begitu sibuk bolak balik di tempat duduk Lili akhirnya Dwi pun perlahan memperhatikan apa yang terjadi. Diam-diam dia mendatangi Dina dan Rosi untuk bertanya apa yang terjadi dengan Lili.


"Lili kenapa?" tanya Dwi tanpa basa basi.


"Mabuk dia, soalnya gak terbiasa pergi jauh pakai kendaraan umum apalagi tadi gak sempat minum obat anti mabuk." jawab Dina.


Dwi hanya mengganggukkan kepalanya kemudian pergi meninggalkan Dina dan Rosi.


Dina dan Rosi hanya saling pandang melihat tingkah Dwi yang tidak seperti biasanya. Dan mereka terlihat tersenyum simpul.


Dwi melewati tempat duduk Lili, sebenarnya dia ingin menyapa sekedar untuk bertanya apakah baik-baik saja tetapi karena melihat Lili yang memejamkan mata tertidur akhirnya Dwi mengurungkan niatnya. Dia kembali kepada teman-temannya tetapi masih tetap memperhatikan Lili dari belakang.


...****************...


Begitu sampai di tempat yang dituju dan semua diwajibkan untuk turun mengikuti setiap session dalam study tour tersebut, akhirnya Lili mau tidak mau tetap ikut turun meskipun dengan kepala yang terasa berat dan pusing.

__ADS_1


Dwi memilih berjalan dibelakang Lili tetapi agak jauh, biar dia bisa mengawasi dari kejauhan.


Beberapa saat berlalu, Lili mengikuti session demi session dengan tidak terlalu fokus. Karena mau tidak mau dia harus tetap ikut jika tidak maka dia tidak mendapat nilai.


Karena merasa sudah tidak tahan dengan perut yang terasa terus mual, akhirnya Lili memutuskan untuk ijin ke toilet. Sebenarnya baik Dina maupun Rosi ingin mengantarnya tetapi Lili tidak mengijinkan dia akan ke toilet sendiri karena tidak ingin Dina maupun Rosi kehilangan session karena akan mengurangi nilai mereka.


Melihat Lili yang keluar sendiri, Dwi pun memutuskan mengikuti dia juga meminta ijin ke toilet. Untuk masalah nilai dia nanti akan bertanya kepada teman-temannya tentang session itu. Dia lebih mengkhawatirkan Lili.


Begitu sampai di toilet, benar saja Dwi melihat Lili masuk dengan tergesa-gesa karena sudah merasa ingin muntah. Beberapa saat berlalu Lili sudah merasa lega setelah memuntahkan isi perutnya, dia keluar dari toilet dan kaget karena melihat Dwi yang berdiri tidak jauh darinya.


Dwi tidak menjawab pertanyaan Lili dia berjalan perlahan menghampiri Lili dan bisa melihat dengan jelas wajah Lili yang memang terlihat pucat menahan sakit. Lili hanya mengerutkan kening karena tiba-tiba saja Dwi menghampirinya dan mencoba memegang keningnya.


"Kamu mau ngapain?" Lili mencoba menghindar. Tetapi Dwi lebih cepat memegangnya sehingga Lili tidak bisa mengelak ketika Dwi memegang keningnya.


"Kalau sakit gak usah dipaksa, ijin aja bilang kalau benar-benar tidak kuat jangan dipaksa." tegur Dwi dengan nada yang seperti biasanya. Galak tetapi penuh perhatian.

__ADS_1


Kemudian Dwi mengambil minyak angin dan obat mual didalam tasnya kemudian memberikan kepada Lili.


"Olesi dulu diperut sama leher kamu juga dibagian yang kanu rasa tidak enak. Setelah itu minum obat ini untuk mengurangi rasa mualnya." jelas Dwi panjang lebar.


Lili hanya menatap minyak angin dan juga obat yang disodorkan Dwi tanpa berniat segera mengambilnya. Melihat Lili yang hanya bengong saja Dwi segera meraih tangan Lili dan memberikan secara paksa minyak angin juga obat itu ke tangan Lili.


"Buruan diolesi sana, aku tunggu disini!" seru Dwi.


Akhirnya mau tidak mau Lili pun kembali masuk ke dalam kamar mandi dan menuruti apa yang diperintahkan oleh Dwi.


Dwi hanya tersenyum sekilas karena melihat Lili yang mau mengikuti perkataannya.


...****************...


Tetap semangat pokoke bestie 💪

__ADS_1


Like, komen dan hadiah 🙏


__ADS_2