Masa Putih Biruku

Masa Putih Biruku
Bab 39


__ADS_3

Sore ini sepulang kerja Lili berencana akan mampir ke rumah orang tua Dwi. Sebelumnya Lili mampir untuk membeli buah-buahan, roti dan makanan ringan untuk dia berikan kepada orang tua Dwi. Memang sudah seperti biasa Lili akan membawa buah tangan ketika datang ke rumah orang tua Dwi. Meskipun mereka sudah sering melarang tetapi Lili tetap membawakannya.


Begitu Lili sampai didepan rumah orang tua Dwi, kebetulan Ibunya Dwi sedang menyapu halaman. Dan melihat kedatangan Lili beliau segera menyelesaikan pekerjaannya kemudian mencuci tangan di kran yang berada dipojok halaman rumah tersebut.


Lili pun segera turun dari motornya dan menyapa Ibunya Dwi kemudian menyalami tangan beliau.


"Ibu sehat kan? Maaf Lili jarang ke sini karena lagi banyak kerjaan." ucap Lili.


"Iya gak apa-apa Ibu seneng akhirnya kamu masih mau main ke rumah meskipun sama Dwi sudah putus." jawab Ibunya Dwi sambil mengajak Lili untuk masuk ke dalam.


"Masih mau donk bu, masa cuma gitu aja uda gak main ke rumah. Ow iya ini ada buah buat Ibu sama Bapak." Lili menyerahkan belanjaan yang baru saja dia beli kepada Ibunya Dwi.


"Kamu kebiasaan, kan uda Ibu kasih tahu kalau ke rumah gak usah bawa macam-macam." ucap Ibunya Dwi sedikit tidak suka.


"Gak macam-macam kog Bu." jawab Lili dengan terkekeh. Karena dia akan tetap membawa oleh-oleh meskipun sudah dilarang.


"Ow iya Bapak belum pulang Bu?" tanya Lili.


"Belum. Biasanya sih lembur." jawab Ibunya Dwi.


"Ow iya kebetulan kamu datang, ayo kita masak capjay soalnya Ibu juga mau masak buat makan malam nanti." ajak Ibunya Dwi. Karena Lili dan Ibunya Dwi memang sering masak bersama.


"Wah ayo Bu, Lili juga kangen masak sama Ibu. Kangen juga sama masakan Ibu." jawab Lili dengan bersemangat.


Kemudian Lili segera meletakkan tas nya di sofa dan mengikuti Ibunya Dwi ke dapur. Disana Lili membantu menyiangi dan memotongi sayur-sayuran yang akan dipakai untuk memasak capjay.

__ADS_1


Dengan sambil mengobrol mereka memasak bersama sampai masakan matang dan kebetulan Ayah Dwi baru saja pulang bekerja.


"Wah pas banget Bapak uda datang, masakan uda matang." ucap Lili kemudian menyalami tangan Bapak Dwi.


"Uda lama datangnya?" tanya Ayahnya Dwi.


"Sore tadi kog Pak, pulang kerja." jawab Lili.


"Ya uda Bapak ganti baju dulu habis itu kita makan bersama ya." ucap Ayah Dwi sambil berjalan menuju kamarnya untuk berganti pakaian.


"Iya Pak." jawab Lili yang kemudian kembali ke dapur untuk membantu menata makanan diatas meja.


Beberapa saat kemudian mereka makan bersama dengan diselingi obrolan ringan. Kedua orang tua Dwi masih sangat menerima kehadiran Lili meskipun Lili dan Dwi tidak harus bersama.


Akhirnya acara makan pun selesai, Ayah Dwi masuk ke dalam kamar terlebih dahulu untuk mengambil sesuatu sedangkan Lili dan Ibunya Dwi membereskan piring kotor untuk dicuci.


Ayah Dwi segera kembali ke dapur karena ingin menunjukkan pesan yang dikirim oleh Dwi. Memang sudah dibuka dan dibaca oleh Ayah Dwi dan sengaja diberikan juga kepada Ibunya supaya juga ikut membaca.


"Bu, ini Dwi mengirim pesan. Bapak taruh dimeja ya ponselnya." ucap Ayahnya Dwi, karena melihat istrinya masih sibuk didepan kompor untuk memanasi sisa sayur yang baru saja mereka makan.


"Iya taruh dulu aja Pak, Ibu masih repot." jawab Ibunya Dwi.


Kemudian Ayahnya Dwi pun ke ruang keluarga untuk bersantai.


Saat itu Lili baru saja dari arah belakang untuk membuang sampah, kemudian kembali ke dapur untuk mengelap meja makan. Dan disana tanpa sengaja Lili membaca pesan yang Dwi kirimkan untuk Ibunya. Memang saat itu posisi ponsel menyala dan memperlihatkan pesan yang Dwi kirimkan. Saat itu Dwi tidak tahu jika ada Lili dirumahnya.

__ADS_1


"Pak, Bu jangan lupa besok lusa berangkat ke sini. Dwi udah kirim nomor tiketnya. Nanti Bapak sama Ibu tidak perlu bawa apa-apa, biar Dwi urus aja dari sini masalah lamaran untuk Sari nanti."


Deg!.


Entah kenapa Lili langsung merasa lemas. Secepat itu Dwi akan menikah padahal mereka belum ada satu bulan putus. Lili merasa kosong pikirannya, dia melamun sambil tetap berdiri didekat meja dan memegang kain lap. Lili semakin menerka-nerka jangan-jangan Dwi selingkuh disana karena begitu cepat memutuskan menikah dengan orang lain.


"Lili sudah selesai?" tanya Ibunya Dwi.


Karena merasa tidak ada jawaban, akhirnya Ibunya Dwi pun menoleh dan mendapati Lili yang sedang melamun.


Ibunya Dwi pun menghampiri Lili kemudian disentuhnya bahu Lili yang membuat Lili terkejut.


"Lili kamu kenapa?" tanya Ibunya Dwi, karena merasa ada yang tidak beres dengan Lili yang tiba-tiba saja terlihat sangat sedih.


"Ahh.. Tidak apa-apa Bu." jawab Lili berusaha tersenyum meskipun jujur hatinya terasa sangat sakit.


"Ehm Bu uda petang Lili pamit pulang ya. Nanti takut Ibu nyariin." lanjut Lili, karena ingin segera pergi dari rumah Dwi.


"Tapi bener kamu gak kenapa-kenapa?" tanya Ibunya Dwi memastikan.


"Iya gak apa-apa kog Bu." jawab Lili sambil berpamitan juga kepada Ayahnya Dwi dan segera melajukan motornya untuk pulang.


Dan ditengah jalan tanpa bisa dibendung lagi air mata yang sudah dari tadi dia tahan mati-matian mengalir begitu saja dipipinya tanpa bisa dia cegah lagi.


...****************...

__ADS_1


Tetap semangat 💪


Tinggalkan jejak like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏


__ADS_2