
Keesokan harinya seperti yang dikatakan Dwi, saat ini Dwi sedang lembur kerja bersama dengan Jerry. Sebagai seorang pemuda apalagi diperantauan mereka akan bekerja dengan keras karena suatu saat nanti mereka akan menghidupi anak orang istilah dari istri mereka nanti.
Dan saat ini jam istirahat, seperti biasa Dwi dan Jerry beristirahat dikantin.
"Ow ya aku perhatikan kamu sekarang deket ya sama Sari?" tanya Jerry kepada Dwi.
"Ya begitulah." jawab Dwi singkat.
"Deket sebagai apa dulu ni? Kata anak-anak kemarin kamu antar dia pulang ya?" tanya Jerry menginterogasi, karena kemarin Jerry tidak enak badan jadi setengah hari kerja dia ijin untuk pulang.
"Iya kemarin minta tolong anter pulang soalnya motor dia masih diservis. Lagian orang tuanya juga pengen ketemu sama aku." jawab Dwi apa adanya.
Ya, Jerry sudah mengetahui bahwa dulu Dwi dan Sari bertetangga bahkan sebenarnya mereka saling menyukai sebelum akhirnya Sari pindah ke luar kota. Tentu saja orang tua Sari mengenal Dwi begitupun sebaliknya.
"Pasti sudah terjadi sesuatu ya kemarin?" tanya Jerry menebak. Karena tidak tanpa alasan Jerry bertanya seperti itu, Jerry melihat perubahan mimik wajah Dwi selama setengah hari ini. Dwi seakan menyimpan sesuatu tetapi sulit untuk dia ungkapkan.
__ADS_1
Dwi menghela nafas kasar sebelum dia bercerita. Dia memang sulit untuk menyembunyikan masalah dari temannya ini.
"Kemarin orang tuanya tanya kapan aku lamar Sari." ucap Dwi bingung.
Mendengar itu tentu saja sukses membuat Jerry tersedak. Dan dia segera meraih minumannya untuk dia minum.
"Aku gak salah denger?" tanya Jerry mencoba meyakinkan pendengarannya.
Dwi hanya mengangguk saja.
"Trus Lili gimana? Kamu uda ngomong sama dia?" tanya Jerry.
"Kenapa mesti pusing? Kamu tinggal jawab kalau kamu sudah punya pacar dikampung kalau memang mau mengakui Lili sebagai pacar. Kalau gak ya ngomong dulu jujur sama Lili sebelum kamu ambil keputusan. Kalau kayak gini sama aja kamu lagi selingkuhin Lili." terang Jerry.
Dwi pun hanya terdiam memikirkan setiap perkataan Jerry.
__ADS_1
"Kamu jangan egois! Mereka sesama wanita pasti memiliki rasa sakit hati jika dilakukan tidak adil." lanjut Jerry karena Dwi terlihat termenung memikirkan nasehat darinya.
Bersamaan dengan itu bel masuk pun terdengar. Dan Jerry lebih dulu beranjak, sebelum dia benar-benar pergi lebih dulu menepuk bahu Dwi dan segera meninggalkan Dwi sendirian. Tidak berapa lama pun Dwi mengikuti Jerry untuk masuk dan kembali bekerja.
Sebenarnya bukan karena iri atau cemburu Dwi yang sudah memiliki kekasih tapi masih bermain api dengan wanita lain. Tetapi Jerry lebih memikirkan perasaan kedua wanita yang akan disakiti oleh Dwi.
...****************...
Sedangkan dilain pihak, Lili yang hari ini libur bekerja pun berinisiatif untuk menghubungi Dwi lebih dulu. Dan setelah mencoba beberapa kali ternyata tidak diangkat oleh Dwi. Dan Lili tidak mengetahui bahwa hari ini Dwi ada lembur karena biasanya jika hari weekend mereka menghabiskan waktu bersama dengan video call karena sama-sama libur bekerja.
"Kog gak diangkat? Uda malas ya angkat telepon aku?" gumam Lili sambil memperhatikan ponselnya yang hanya berdering tetapi tidak juga diangkat oleh Dwi.
"Lagi ngapain sih kamu." lirih Lili.
...****************...
__ADS_1
Tetap semangat yok kak 💪
Tinggalkan jejak like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏