
30 menit berlalu akhirnya mereka sudah pulang dari print tugas. Lili duduk sebentar dan kembali meminum minumannya dan juga kue yang masih disediakan diatas meja. Lili lupa kalau ponselnya masih berada dikantong celana Dwi dan Dwi pun sengaja tidak mengingatkan.
Begitu Lili sudah bersiap-siap akan pulang barulah Dwi mengingatkan tentang ponselnya.
"Aku pulang duluan ya Dwi ini tugasnya kamu bawa aja besok jangan lupa dibawa ke sekolah." kata Lili sambil meletakkan tugas diatas meja dan dia mengambil tas nya untuk segera pulang.
"Heemm.." Dwi hanya menjawab dengan berdehem saja.
Begitu Lili akan beranjak keluar pintu barulah Dwi membuka suaranya.
"Kamu gak lupa sesuatu?" tanya Dwi.
"Lupa apa? Uda aku beresin semua kog." jawab Lili sambil mengingat-ingat apa yang belum dia masukkan.
"Yakin?"
"Iya yakin." jawab Lili memastikan.
"Ya uda kalau gitu ini ponsel buat aku aja." Dwi segera mengambil ponsel Lili dari dalam saku dan menunjukkan kepada Lili.
__ADS_1
Seketika Lili langsung berlari menghampiri Dwi dan mencoba merebut ponsel ditangan Dwi.
"Ahh iya mana ponsel ku!" seru Lili.
Tetapi Dwi menggoda Lili dia tidak langsung memberikan ponselnya tetapi semakin menaikkan tangannya sehingga Lili yang tingginya tidak seberapa tidak akan bisa menggapai tangan Dwi yang ada diatas.
Kemudian Lili mendorong Dwi sedangkan Dwi tanpa sengaja menarik tangan Lili sehingga keduanya jatuh bersamaan diatas sofa dengan posisi Lili berada diatas tubuh Dwi. Dan seketika saja pandangan mata mereka bertemu dengan mengungkapkan sesuatu yang mereka sendiri tidak mengerti. Keadaan mereka pun menjadi canggung sedangkan Dwi pun merasa grogi dengan posisi mereka yang seperti itu.
"Ekhem..!" Dwi berdehem untuk menetralkan perasaannya sendiri.
Seketika Lili pun menjadi tersadar kemudian dia segera bangun dari tubuh Dwi dan segera mengambil ponselnya dari tangan Dwi.
"Ibu dimana? A-aku mau pamitan." ucap Lili dengan sedikit salah tingkah.
"Ow ya uda kalau gitu aku pulang dulu ya?" pamit Lili.
"Iya hati-hati, makasih ya."
"Sama-sama."
__ADS_1
Akhirnya Lili pun keluar dari rumah Dwi dengan memakai sepeda nya.
Setelah Lili keluar, Dwi menghela nafas pelan.
"Masa iya harus secepat ini sih." Dwi merasa bimbang dengan perasaannya sendiri.
"Uda mulai sore jalanan rame nanti kalau ada apa-apa sama Lili aku lagi yang disalahkan. Kan tau nya dia habis dari sini. Lebih baik aku ikutin aja dari belakang kalau ada apa-apa kan aku bisa tahu sendiri." gumam Dwi.
Kemudian tanpa berpikir panjang, Dwi segera berlari ke kamar nya untuk mengambil jaket dan helm dia akan mengikuti Lili dari belakang tanpa sepengetahuan Lili dengan menggunakan sepeda motor.
Setelah memastikan rumah terkunci Dwi segera melajukan sepeda motornya untuk mengejar Lili.
"Dimana dia? Kog gak ada? Masa iya secepat itu dia kayuh sepeda?" gumam Dwi sambil celingak celinguk melihat kanan dan kiri keberadaan Lili.
"Ah itu anaknya, cepet juga dia."
Akhirnya Dwi segera mendekat ke arah Lili tetapi tidak sampai terlalu dekat karena memang dia cuma ingin mengikuti saja tanpa sepengetahuannya sehingga Lili bisa sampai dirumah dengan selamat.
...****************...
__ADS_1
Tetap semangat 💪
Mohon dukungannya like, komen dan hadiah 🙏