
Keesokan harinya Lili bangun pagi seperti biasa. Meskipun hari libur tetapi Lili tetap beraktifitas seperti biasa dan selalu bangun pagi. Dia membantu Ibunya membersihkan rumah dan juga memasak. Untuk mengantar undangan akan dia lakukan sore hari, karena kebanyakan temannya tetap masuk kerja meskipun weekend.
Akhirnya setelah semua selesai, Lili beserta kedua orang tuanya makan bersama. Setiap libur bekerja akan Lili gunakan untuk mengobrol bersama orang tuanya. Seperti saat ini Lili dan Ibunya sedang berada di ruang keluarga sedangkan Ayahnya mencuci motor diteras.
"Bu, Dwi mau nikah." ucap Lili tiba-tiba, sambil makan kue di toples tetapi matanya tetap fokus menatap ke layar televisi meskipun pikirannya saat ini tidak berada disana.
Ya, tentu saja orang tua Lili sudah tahu jika Lili dan Dwi sudah putus. Tetapi mereka belum tahu jika Dwi akan menikah. Tentu saja perkataan Lili membuat Ibunya menoleh ke arahnya untuk memastikan apakah benar yang beliau dengar.
"Kamu yakin Dwi mau nikah?" tanya Ibunya.
"Beneran Bu, masa Lili bohong. Tunggu sebentar ya." jawab Lili sambil berjalan menuju ke kamarnya untuk mengambil undangan pernikahan Dwi. Sedangkan Ibunya hanya memperhatikan saja.
Begitu keluar dari kamar Lili membawa satu undangan dan diberikan kepada Ibunya. Ibunya pun menerima dan membacanya. Terdiam cukup lama untuk melihat undangan tersebut.
Sebenarnya Ibunya setuju saja Lili tetap bersama dengan Dwi tetapi memang kalau bukan jodohnya kita tidak bisa memaksa.
"Ya sudah memang kalian tidak berjodoh." ucap Ibunya menguatkan.
"Pak, Dwi mau nikah." lanjut Ibunya yang berbicara kepada suaminya.
__ADS_1
"Ow ya? Kapan?" tanya Bapaknya Lili, kemudian ikut masuk ke dalam ruang keluarga karena sudah selesai mencuci motor dan mengambil undangan yang semula dipegang oleh istrinya dan membacanya.
"Ya sudah mau gimana lagi, kalian memang beda." ucap Bapaknya Lili.
"Iya Lili ngerti. Ya uda Lili mau kirim foto undangan ke Rosi dulu. Soalnya Rosi gak bisa pulang." jawab Lili sembari mengambil undangan ditangan Bapaknya kemudian mengambil ponselnya untuk memfoto undangan dan dikirim kepada kontak Rosi.
Tidak lama kemudian ponsel Lili berdering ternyata Rosi yang menghubunginya.
"Bu, Lili ke kamar dulu. Rosi telepon!" seru Lili sambil berlari menuju ke kamarnya. Karena sudah pasti Rosi menghubunginya ingin menanyakan tentang undangan yang baru saja Lili kirim.
Rosi belum tahu kabar tentang kandasnya hubungan Dwi dan Lili karena setelah lulus sekolah Rosi memilih bekerja di Semarang. Makanya Rosi sangat shock ketika mendapat undangan pernikahan Dwi tetapi bukan dengan sahabatnya tetapi dengan orang lain.
"Hal.." belum sempat Lili berbicara, Rosi sudah lebih dulu memotong pembicaraannya.
"Lhoh Li, kog Dwi nikahnya sama orang lain? Kog gak sama kamu? Kamu ngeprank aku ya? Gak lucu ah, gak usah pakai prank-prank segala! Masa iya pacaran sama kamu tapi nikahnya sama orang lain, yang bener aja!" cerocos Rosi panjang lebar, bahkan Lili sampai menjauhkan telinganya karena mendengar suara Rosi yang menggelegar.
"Kebiasaan kamu itu! Telepon itu ucap salam dulu gak langsung nyerocos kayak gitu!" gerutu Lili dengan kesal.
"Hehehe maaf. Habisnya shock. Eh tapi beneran undangan yang barusan kamu foto?" tanya Rosi serius, karena terdengar dari nada bicaranya Rosi terlihat serius bertanya.
__ADS_1
"Masa iya aku kurang kerjaan bikin undangan trus aku kirim ke kamu gitu." jawab Lili dengan memutar bola matanya.
"Ya siapa tahu aja. Tapi kog bisa sih?" tanya Rosi.
"Ya bisa aja, kenapa gak?" jawab Lili.
"Trus kamu gimana? Kamu gak apa-apa kan?" tanya Rosi khawatir.
"Kalau aku kenapa-kenapa sekarang dirumah sakit bukan dirumah! Ahh uda ahh gak jelas ngomong sama kamu." jawab Lili kesal.
"Iya tapi tanggal itu aku gak bisa pulang. Karena kerjaan lagi banyak-banyaknya jadi gak boleh ada yang ijin dulu. Kalau bisa minta Dwi ganti tanggal nikah aja gimana Li?" tanya Rosi memberi usul.
"Bener-bener gak waras kamu! Uda ahh gak bisa datang ya uda, kog repot kamu itu." ucap Lili.
"Udahan ya bye." lanjut Lili dengan mematikan panggilan secara sepihak. Sedangkan diseberang sana Rosi misuh-misuh karena Lili tiba-tiba saja mematikan panggilannya padahal dia yang menelpon Lili.
...****************...
Tetap semangat yok 💪
__ADS_1
Tinggalkan jejak like, komen dan hadiah jangan lupa 🙏