
Begitu sampai di lapangan disana sudah ada banyak orang sedang menikmati kulineran yang tersedia. Tidak hanya bubur ayam tetapi ada beberapa jenis makanan yang menjadi ciri khas tempat itu.
Dina dan Lili segera menuju ke lapak bubur ayam yang saat itu sudah ada beberapa orang yang mengantri. Begitu sudah ada didekat lapak, Dina dan Lili memesan 2 mangkok bubur ayam untuk mereka makan ditempat. Tiba-tiba saja ada yang memanggil nama Lili.
"Lili...!" seru orang tersebut.
Lili pun menoleh ke arah suara, karena merasa namanya dipanggil begitupun dengan Dina dia juga reflek menoleh mencari arah sumber suara.
Dan Lili pun menemukan orang yang memanggilnya.
"Sini..!" panggil orang tersebut dengan menggunakan isyarat tangannya dan menunjukkan bangku kosong disebelahnya.
"Kita duduk disana ya Pak." ucap Lili kepada penjual bubur agar nanti pesanannya diantar dibangku Lili dan Dina.
"Iya Neng." jawab sang penjual.
Dina dan Lili pun berjalan ke arah dimana Jerry duduk kemudian segera duduk disana. Lili pun mengenalkan Dina kepada Jerry, karena memang mereka belum saling mengenal.
"Kog tahu kalau aku mau kesini?" tanya Lili.
__ADS_1
"Kan tadi aku uda bilang mau ikut juga." jawab Jerry santai sambil menikmati bubur ayamnya yang tinggal setengah, karena Jerry memang datang lebih dulu dan memesan lebih dulu.
"Iya maksudnya, kog tahu kalau yang dimaksud bubur ayam yang disini?" tanya Lili penasaran.
"Siapa juga yang gak tahu bubur ayam ini." jawab Jerry yang masih menikmati.
"Iya juga sih." gumam Lili.
Tidak berapa lama, bubur ayam pesanan Dina dan Lili pun datang dan mereka segera makan dengan lahap. Karena memang ketika pagi hari itu sangat nikmat ketika sarapan dengan bubur ayam.
Ketika masih menikmati bubur, Jerry meminta ijin kepada Dina dan Lili untuk beranjak sebentar. Ternyata Jerry menghampiri penjual bubur dan membayar buburnya serta membayar bubur Dina juga Lili. Tetapi tentu saja tanpa sepengetahuan Dina dan Lili. Setelah selesai membayar Jerry segera kembali duduk dibangku mereka sebelumnya.
Akhirnya hanya dalam hitungan menit bubur mereka pun habis. Tetapi mereka masih belum beranjak dari sana. Dan orang-orang yang semula berolahraga pun sudah mulai berkurang karena memang waktu yang sudah mulai beranjak siang.
Lili hanya memutar bola matanya karena malas berdebat dengan Jerry. Karena apa yang dikatakan Jerry memang benar adanya.
"Uda ah ayo aku mau pulang, mau tidur lagi." ucap Lili sambil beranjak kemudian berjalan ke arah penjual bubur karena berniat akan membayar bubur yang sudah dimakannya dengan Dina. Dan Dina mengikutinya dari belakang.
"Berapa Pak?" tanya Lili.
__ADS_1
"Sudah dibayar Neng sama Mas nya yang itu." jawab penjual bubur sambil menunjuk Jerry yang masih anteng duduk dibangkunya semula.
Reflek Dina dan Lili pun menoleh ke arah penjual yang menunjuk Jerry. Dan Jerry yang merasa sedang dibicarakan pun hanya menaikturunkan alisnya sambil tersenyum. Lili hanya menggelengkan kepala.
Lili pun kembali berjalan ke arah Jerry tapi tidak duduk hanya berdiri saja.
"Makasih ya traktirannya. Masa iya dari Jakarta traktiran cuma bubur ayam doank." ledek Lili.
"Wah nantangin." jawab Jerry.
"Hahhaa gak, aku cuma bercanda kali. Oke thanks ya uda traktir. Bye." ucap Lili.
"Nanti malam jangan kemana-mana, aku jemput aku traktir kamu lagi." ucap Jerry.
"Hei, gak usah! Aku cuma bercanda." jawab Lili sambil tertawa.
"Pokoknya gak ada penolakan! Awas kamu nanti kalau gak ada dirumah." ucap Jerry sambil berlalu pergi meninggalkan Dina dan Lili.
...****************...
__ADS_1
Tetap semangat kak 💪
Tinggalkan jejak dengan cara like, komen dan hadiah jangan lupa 🙏