Masa Putih Biruku

Masa Putih Biruku
Bab 21


__ADS_3

Beberapa hari berlalu, Dwi dan Lili semakin dekat. Mereka sering memberi kabar jika tidak bisa bertemu, bahkan di malam minggu seperti anak muda pada umumnya mereka pun keluar bersama untuk sekedar makan. Tetapi pacaran mereka terbilang pacaran yang sehat tidak pernah melakukan hal yang aneh-aneh. Karena mereka saling menyadari bahwa mereka tidak mau merusak masa depan mereka yang masih panjang.


Hari-hari ini mereka disibukkan dengan berbagai ujian untuk masuk di Sekolah Menengah Atas pilihan mereka masing-masing.


Dwi sebagai laki-laki dia memilih Sekolah Tehnik Mesin sedangkan Lili sebagai anak perempuan dia memilih Sekolah Menengah Kejuruan. Tentu saja itu merupakan sekolah yang berbeda sehingga nantinya akan membuat mereka tidak bisa bertemu setiap hari disekolah seperti ketika mereka masih SMP.


Tetapi mereka saling percaya satu sama lain sehingga dimanapun mereka bersekolah tidak menjadi penghalang hubungan keduanya.


Hari ini adalah malam minggu, sore hari tadi Dwi sudah mengirim pesan bahwa nanti dia akan datang kerumah Lili. Istilah anak muda jaman sekarang adalah ngapel.


Dan Lili sudah bersiap-siap menunggu Dwi dirumah. Dia memakai pakaian rumah yang biasa tetapi masih terbilang sopan karena Lili sendiri tidak biasa memakai pakaian yang seksi-seksi sekalipun itu sedang dirumah.


Seperti janji Dwi, sekitar pukul 19.30 dia sudah sampai dirumah Lili. Saat itu Lili sedang menonton televisi bersama dengan Ibunya sedangkan Ayahnya sedang ada rapat RT ditempat tetangganya.


Tok.. Tok.. Tok..


Dwi mengetuk pintu dengan sopan, meskipun pintu terbuka tetapi Dwi tetap mengetuknya. Lili yang mendengarnya pun menoleh ke arah pintu dan mendapati kekasihnya yang berdiri disana.


"Masuk!" seru Lili.

__ADS_1


Dwi pun masuk dan menyapa Ibunya Lili dan tidak lupa juga Dwi juga menyalami dengan hormat.


"Kita ke depan dulu ya Bu." pamit Lili kepada Ibunya.


"Iya." jawab Ibunya Lili. Karena sang Ibu percaya bahwa mereka tidak akan berbuat macam-macam sehingga mengijinkan mereka berduaan diruang depan. Selain itu tetangga Lili pun masih banyak yang berada diluar rumah jadi jika Dwi dan Lili berbuat macam-macam pun akan ketahuan.


Lili pun menuju ke ruang depan dengan membawa beberapa camilan dan juga minuman untuk Dwi. Dia menaruhnya dimeja dan mereka duduk bersebelahan.


"Gimana tadi tes nya? Bisa mengerjakan?" tanya Dwi begitu mereka sudah duduk bersama.


"Bisa donk. Aku yakin deh kayaknya bakal lolos kog. Soalnya aku cek pengumuman tadi nomor aku aman gag mungkin ke geser." jawab Lili dengan senang.


"Kalau kamu gimana? Bisa ngerjain juga kan tadi?" tanya Lili sambil memakan camilan.


"Bisa donk. Sama kayak kamu kog, aman." jawab Dwi dengan tersenyum.


"Tapi Yank..." ucap Dwi tiba-tiba merasa sendu.


"Tapi kenapa?" tanya Lili penasaran.

__ADS_1


"Kita jadi jarang ketemu donk. Kita gak bisa ketemu tiap hari kayak waktu SMP gitu." jawab Dwi dengan sedih.


"Trus maunya gimana? Apa mau balik SMP lagi aja?" tanya Lili dengan menahan tawa, merasa konyol dengan pertanyaannya sendiri.


"Ya gak gitu juga Yank. Kamu gak sedih ya kita jadi jarang ketemu?" tanya Dwi tiba-tiba merasa kesal karena merasa Lili tidak sayang kepadanya.


"Bukan masalah sedih gak sedih Yank, kan kita uda janji kalau kita bakal meraih masa depan bersama. Masa cuma gara-gara beda sekolah aja kita jadi berantem gini sih?" jawab Lili dengan sedikit merasa kesal.


"Gak berantem Yank, cuma kan aku takut aja nanti kamu kecentilan disekolahan karna gak aku awasi. Kan kalau SMK masih ada murid cowoknya tu. Kalau di STM sekolah aku kan pasti cowok semua." jawab Dwi sesuai dengan apa yang dia pikirkan.


Lili pun menghela nafas pelan. Dia harus bisa menjaga perasaan Dwi juga. Karena Dwi melakukan itu pasti ada alasannya.


...****************...


Ciee... yang cemburuan 🤭


Tetap semangat yok 💪


Tinggalkan jejak like, komen dan hadiah 🙏

__ADS_1


__ADS_2