
Begitu sampai diluar, Putri melihat Anto sedang duduk termenung sambil menghisap rokok. Keadaan diluar pun cukup lumayan sepi karena basecamp mereka pun jauh dari rumah penduduk.
Anto pun menyadari keberadaan Putri yang datang menghampirinya tetapi dia hanya meliriknya saja kemudian kembali mengalihkan pandangannya ke arah lain.
Begitu sampai dihadapan Anto, Putri segera duduk disamping Anto.
"Kog keluar, kenapa?" tanya Putri.
"Gak apa-apa." jawab Anto cuek sambil menghisap rokoknya dan menghembuskannya pelan ke arah lain kemudian Anto segera mematikan rokoknya yang baru saja dia nyalakan. Karena sebrengseknya Anto dia masih bisa menghargai cewek dengan cara tidak merokok didepannya.
Putri yang melihat apa yang dilakukan Anto pun tersenyum senang karena dia merasa bahwa Anto menghargainya dengan tidak merokok didepannya. Padahal jika Putri lebih memahami Anto dia akan melakukan hal itu kepada semua cewek bukan hanya dia saja.
"Trus kalau gak apa-apa kenapa diluar? Lagi patah hati ya?" tebak Putri, karena memang tidak biasanya jika sedang berkumpul Anto akan segalau itu.
"Gak, biasa aja." jawab Anto sambil menegakkan tubuhnya yang semula dia bersandar pada tembok dibelakangnya.
"Kamu ngapain ikut keluar, tar cowok kamu nyariin. Malah ikut kesini tar dikira kita ngapain." lanjut Anto tanpa menoleh ke arah Putri dan dia merasa heran kenapa Putri malah ikut menyusulnya keluar.
__ADS_1
"Emangnya mau kalau kita ngapa-ngapain?" tanya Putri dengan terus menatap Anto dan menunggu reaksi Anto ketika Putri berbicara seperti itu.
Mendengar pertanyaan Putri, seketika Anto pun menoleh dan tanpa sengaja mata mereka bertemu pandang. Mereka saling memandang sejenak dan tanpa mereka sadari jarak mereka pun menjadi sangat dekat.
Entah kenapa Anto merasa seperti terhipnotis dengan mata indah Putri serta bau mint yang keluar dari nafas Putri. Tiba-tiba saja pandangan mata Anto turun ke bibir Putri yang terlihat sangat menggoda.
Bibir tipis berwarna pink, dengan melihat saja Anto sudah bisa menebak bahwa bibir Putri akan menjadi candu jika dia bisa menyentuhnya.
Entah kenapa hanya dengan mereka seperti itu pikiran mesum Anto dengan cepat bekerja. Apalagi dengan kesadaran Anto yang sedikit berkurang akibat minuman yang baru saja dia dan teman-temannya minum.
Tetapi Anto masih bisa menahan dirinya berbeda dengan Putri yang justru malah semakin mengikis jarak mereka sehingga dengan sengaja bibir mereka pun bertemu. Tetapi Anto hanya diam saja hingga beberapa saat berlalu akhirnya hilang sudah kesadaran Anto.
"Yank..! Kamu dimana?" teriak Johan.
Seketika Anto dan Putri membuka mata mereka dan segera melepaskan ciuman tersebut. Putri segera berdiri dan mengambil ponselnya pura-pura baru saja mengakhiri panggilan.
"Ow kamu disini Yank? Uda telpon Papa?" tanya Johan menghampiri Putri.
__ADS_1
Dengan jantung yang deg-deg an dan perasaan yang takut jika ternyata Johan mengetahui perbuatan mereka tadi Putri pun menjawab dengan sedikit gugup.
"Su..sudah Yank, barusan selesai. Ini mau masuk." jawab Putri dengan melirik Anto, sedangkan Anto merasa cuek saja seakan baru saja tidak terjadi apa-apa diantara mereka.
"Ya uda ayo masuk. Kamu gak masuk An?" tanya Anto sambil menggandeng tangan Putri untuk diajak masuk ke dalam.
"Duluan aja." jawab Anto singkat.
Setelah kepergian Johan dan Putri, Anto mengusap kasar wajahnya.
"Apa sih yang barusan aku lakukan." gumam Anto sedikit menyesal atas perbuatannya dengan Putri baru saja.
...****************...
Tetap semangat 💪
Tinggalkan jejak like, komen dan hadiah 🙏
__ADS_1
Selamat hari vote kak 🤗