
Malam harinya sesuai perkataan Jerry, dia benar-benar datang ke rumah Lili. Tetapi Lili awalnya memang tidak menganggap perkataan Jerry dengan serius sehingga setelah mandi Lili memilih untuk berdiam diri dikamar sambil menikmati musik yang dia dengarkan melalui ponselnya.
Tidak berapa lama Ayahnya mengetuk pintu kamar Lili dan muncullah Lili sambil membuka sedikit pintu kamar.
"Kenapa Yah?" tanya Lili.
"Ciee yang baru patah hati uda diapelin aja cie." goda sang Ayah.
Lili tentu saja mengerutkan keningnya karena dia tidak tahu apa-apa dan tiba-tiba saja sang Ayah berkata seperti itu.
"Maksud Ayah apa sih?" tanya Lili.
"Uda buruan itu temui ada yang ngapel juga." jawab Ayah Lili sambil berlalu pergi.
"Ngapel? Siapa juga." gumam Lili yang kembali masuk ke kamar untuk mematikan musik diponselnya kemudian segera keluar untuk melihat siapa yang datang.
Begitu sampai di ruang tamu dia melihat Jerry yang sedang bermain ponsel dan dimeja sudah tersedia minuman untuknya tetapi baru saja Ayah dan Ibunya pamit kepadanya untuk keluar sebentar.
__ADS_1
"Ngapain kamu kesini?" tanya Lili sambil duduk didepan Jerry.
Jerry yang awalnya sangat fokus melihat ponselnya langsung mengalihkan pandangan kepada Lili didepannya.
"Lhoh kog kamu belum siap? Gak mungkin kan mau keluar pakai pakaian seperti itu?" bukannya menjawab pertanyaan dari Lili, Jerry justru mengajukan pertanyaan kepada Lili.
Karena melihat Lili yang hanya memakai celana pendek dan juga kaos oblong yang sedikit kedodoran.
"Memangnya mau kemana? Perasaan aku gak ada janji apa-apa deh sama kamu." tanya Lili bingung.
Karena Lili bukan tipikal orang yang dengan mudah diajak keluar bareng lawan jenis meskipun hanya nongkrong atau main tanpa tujuan yang jelas.
Kemudian Lili pun mengingat kejadian tadi pagi di bubur ayam, dan benar saja sedetik kemudian dia ingat bahwa Jerry berkata bahwa malam ini akan datang kerumah. Dan sekarang lihat lah, Jerry memenuhi ucapannya.
Lili menghela nafas pelan sebelum dia menjawab perkataan Jerry.
"Kan aku uda bilang gak usah, aku tadi cuma bercanda lagian kamu juga uda traktir bubur ayam kan?" terang Lili mencoba menolak halus ajakan Jerry.
__ADS_1
"Gak bisa donk, lagian aku uda disini juga. Ayo cepetan keburu malam tar." ucap Jerry.
Akhirnya setelah sedikit perdebatan Lili pun mau keluar dan dia pamit sebentar untuk berganti pakaian. Jerry kembali menunggu sambil bermain ponsel dengan hati berbunga.
10 menit berlalu, Lili kembali ke ruang tamu dengan pakaian yang lebih sopan dan tanpa make-up karena Lili sudah terlihat natural selain itu Lili juga tidak suka jika harus berdandan dengan make-up terlalu ribet menurut dia.
Jerry pun segera bangkit berdiri untuk menyimpan ponselnya disaku celana kemudian menghabiskan minuman yang sudah dibuatkan khusus untuknya.
"Mau kemana sih emangnya? Jangan jauh-jauh ya besok pagi mesti kerja aku." ucap Lili sebelum dia naik ke motor sport milik Jerry.
"Pakai motor ku aja deh, susah ni naiknya." gerutu Lili, karena dengan tubuh mungilnya dia kesusahan untuk bisa naik ke motor sport milik Jerry.
"Uda buruan cerewet banget sih." kesal Jerry. Dia tidak bisa membayangkan jika harus naik motor Lili. Karena motor Lili sangat feminim dengan warna pink yang mencolok tidak akan sesuai dengan postur tubuh Jerry yang besar itu.
...****************...
Tetap semangat kak 💪
__ADS_1
Tinggalkan jejak dengan cara like, komen dan hadiah jangan lupa 🙏