
Beberapa bulan berlalu, Dwi dan Lili sudah semakin jarang menghubungi satu sama lain. Karena kesibukan pekerjaan mereka masing-masing yang sangat menyita waktu. Apalagi mereka sekarang mendapatkan kepercayaan ditempat mereka bekerja sehingga waktu mereka banyak tercurah ditempat kerja.
Sedangkan di Ibukota saat ini Dwi bersama dengan teman-temannya sedang beristirahat. Salah satu teman baik Dwi, yang bernama Jerry sudah mengetahui bahwa Dwi sudah memiliki kekasih ditempat tinggalnya.
"Masih belum bisa hubungi cewek kamu?" tanya Jerry yang melihat Dwi memegang ponsel dan berusaha menghubungi seseorang tentu saja Jerry tahu bahwa yang di hubungi Dwi adalah sang kekasih.
"Iya, belum dibalas ni dari tadi." jawab Dwi sedikit kesal sambil meletakkan ponselnya dimeja tempat mereka beristirahat.
"Mikir positif aja, mungkin dia sama-sama sibuk kayak kita gini. Kalau lagi repot juga gak bisa pegang ponsel sama sekali." Jerry memberi penghiburan kepada Dwi.
Dwi hanya menganggukkan kepalanya tanda menyetujui apa yang dikatakan oleh Jerry.
Dwi dan Jerry kembali fokus kepada makanannya karena waktu istirahat tinggal beberapa menit lagi. Tiba-tiba saja ada seorang cewek yang memanggil nama Dwi.
"Dwi!" seru cewek tersebut.
Dwi yang merasa terpanggil pun langsung menoleh dan mengerutkan kening seolah mengingat siapa yang sedang memanggilnya.
"Kamu beneran Dwi?" tanya cewek itu yang justru menghampiri dimana Dwi duduk. Dan Jerry hanya diam saja memperhatikan interaksi mereka karena Jerry tidak mengenal cewek tersebut.
__ADS_1
"Sari?" tanya Dwi setelah berdiam cukup lama karena mencoba mengingat siapa itu.
"Iya aku Sari." jawab Sari dengan sumringah, karena ternyata mereka dulunya saling mengagumi. Meskipun dulu mereka masih kecil tetapi sudah cukup paham dengan hal seperti itu.
Karena keluarga Sari yang pindah ke Ibukota sehingga membuat Dwi mengubur dalam-dalam kekagumannya terha⁰dap Sari dan membuat Dwi menghabiskan banyak waktu dengan Lili.
Dan tanpa disengaja ternyata sekarang mereka kembali diketemukan ditempat yang sama dan bahkan setiap hari akan sering bertemu.
"Kamu ngapain disini?" tanya Dwi. Pertanyaan yang cukup bodoh untuk menutupi kegugupan Dwi. Karena bisa dilihat dari seragam mereka bahwa mereka satu perusahaan meskipun beda bagian.
"Kamu gak lihat baju kita sama?" jawab Sari yang sedikit terkekeh karena melihat Dwi yang gugup.
"Ekhem..." Jerry pun berdehem karena merasa tidak dianggap.
"Oh sorry, ini teman aku." Dwi yang mengerti kode Jerry pun mengenalkan dirinya kepada Sari.
Kemudian Sari dan Jerry pun berjabat tangan saling memberitahukan nama masing-masing. Setelah itu bel tanda jam istirahat pun habis.
"Nomor ponsel kamu berapa?" tanya Sari sambil menyerahkan ponselnya kepada Dwi supaya Dwi menulis nomornya sendiri.
__ADS_1
"Oke, nanti aku hubungi ya. Aku pergi dulu." ucap Sari sambil berlalu masuk ke dalam perusahaan.
Begitu juga dengan Dwi dan Jerry, mereka juga ikut masuk menuju ruangan mereka.
"Siapa? Boleh juga tu. Kayaknya kalian kenal banget gitu hehe." tanya Jerry.
"Temen." jawab Dwi singkat, jujur saja disatu sisi dia sebenarnya merasa sangat senang bertemu kembali dengan Sari tapi disisi lain keadaannya sekarang sudah berubah dia sudah mempunyai kekasih yang jauh disana.
"Temen apa temen?" goda Jerry.
"Apaan sih! Uda ayo buruan nanti kita telat." Dwi menarik paksa tangan Jerry supaya jalan lebih cepat.
...****************...
Waduhh bau-bau perselingkuhan ni 🤔
Tetap semangat yuk 💪
Tinggalkan jejak like, komen dan hadiah 🙏
__ADS_1