
Dika pun memberi kode kepada Johan bahwa pintunya ternyata tidak dikunci. Dan Johan tahu apa yang dimaksud oleh Dika. Akhirnya mereka berpindah tempat karena Johan ingin biar dia yang memergoki perbuatan bejat mereka.
"Tapi kamu pelan-pelan aja jangan sampai membuat kekacauan ya nanti kita bisa diusir warga." bisik Dika.
"Iya tenang aja." Johan kembali berbisik.
Akhirnya tanpa banyak kata Johan segera membuka pintunya dengan perlahan kemudian masuk ke dalam kamar kost tersebut bersama dengan Dika. Kedua orang yang berada didalam pun tidak menyadari bahwa mereka telah digrebek oleh Dika dan Johan, karena gairah mereka yang sedang memuncak apalagi posisi mereka yang memang membelakangi pintu.
"Bagus ya! Jadi ini yang katanya sakit? Yang katanya mau anter Ibu ke rumah sakit? Mulut kalian sampah persis kayak tingkah laku kalian!" seru Johan dengan amarah yang membuncah sambil melipat tangannya didada.
Bagaimana Johan tidak merasa sakit karena melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana kedua orang yang dia percayai ternyata bermain api dibelakangnya.
Anto dan Putri tentu saja merasa terkejut karena tiba-tiba saja didepan mereka ada Johan. Putri segera turun dari pangkuan Anto dan membenahi bajunya yang sudah berantakan tidak karuan. Anto merasa heran kenapa Johan dan Dika bisa masuk.
"Ahh sialan pintunya lupa dikunci!" **batin Anto, karena saking merasa sudah tidak sabar dan merasa cukup aman sehingga Anto lupa tidak mengunci pintu.
Anto berusaha tenang, padahal dia tahu apa yang akan terjadi. Karena bagaimanapun dia juga yang salah berani menikung pacar temannya sendiri apalagi tanpa adanya status.
"Yank ini gak seperti yang kamu kira!" ucap Putri sambil berusaha memegang tangan Johan.
__ADS_1
Tapi dengan kasar Johan melepaskannya.
"Masih mengelak? Apa aku buta sampai gak bisa lihat kelakuan bejat kalian? Apa kamu gak menyadari aku begitu menjaga kamu tanpa berani menyentuh mu dengan kurang ajar? Tapi justru dengan cuma-cuma kamu kasihkan tubuhmu untuk pria bajingan!" seru Johan geram.
Karena tersulut emosi dan merasa tidak terima dengan perkataan Johan akhirnya Anto pun membela dirinya sendiri.
"Eh bukan aku ya yang mulai! Cewek kamu tu yang godain aku! Ow pantesan dia gak pernah kamu sentuh, begitu tahu rasanya sentuhanku dia jadi ketagihan." ucap Anto dengan senyum yang mengejek.
"Bajingan kamu!" seru Johan sambil memukul pipi kiri Anto.
Dan Anto pun tidak bisa mengelak karena kejadian itu begitu cepat sehingga membuatnya terhuyung dan ada darah yang mengalir disudut bibirnya. Bukannya membalas Anto justru hanya tersenyum.
Johan yang ingin mengejarnya dan hendak memukulnya kembali pun dihalangi oleh Dika.
"Uda biarkan aja nanti kita yang kena masalah." ucap Dika mengingatkan. Johan pun menuruti perkataan Dika.
Dan sekarang dikamar kost tersebut hanya ada tiga orang saja. Johan yang sedang menahan amarah yang membuncah, Dika yang berusaha menenangkan dan juga Putri yang entah sedang memikirkan apa. Karena tentu saja dia merasa malu, apa yang dikatakan Johan memang benar. Selama berpacaran dengan Johan, Putri begitu dijaganya justru Putri memberikan secara cuma-cuma kepada Anto. Dan sekaran Putri tahu bahwa Anto memang tidak mencintainya bahkan dia pergi begitu saja.
Setelah mereka terdiam cukup lama, akhirnya Johan pun membuka suara.
__ADS_1
"Sekarang kita sudah tidak ada hubungan apa-apa. Aku membebaskan kamu mau melakukan apa saja. Ahh iya lupa dari kemarin memang kamu sudah bebas ya." ucap Johan dan setelah itu dia pergi meninggalkan Putri dan dengan sigap Dika mengikutinya.
"Maafkan aku. Mulai sekarang aku akan pergi jauh dari kehidupan kalian." ucap Putri yang membuat langkah Johan terhenti. Tapi setelah itu dia kembali melangkah menuju motornya dan kemudian juga pergi bersama Dika meninggalkan Putri sendirian.
Setelah kepergian mereka semua, Putri duduk diranjang dan menyesali semua yang terjadi. Tapi disisi lain Putri merasa bersyukur bahwa apa yang dia dan Anto lakukan ada yang mengetahui. Putri tidak bisa memikirkan apabila dia dan Anto terus melakukan itu tidak menutup kemungkinan mereka akan bertindak lebih jauh lagi.
Putri menghela nafas kasar, kemudian dia bangkit berdiri mengambil tas nya dan membenahi pakaiannya sebelum dia pergi juga dari kost itu. Putri berjalan lebih dulu ke jalan raya dan disana nanti dia akan memesan ojek online untuk mengantarnya sampai dirumah.
Tanpa sepengetahuannya ternyata ditempat yang agak jauh, Johan dan Dika memperhatikan Putri. Setelah Johan memastikan Putri pulang dengan aman dia pun segera ikut pulang dengan Dika.
Sebelum naik ke motor, Dika menepuk bahu Johan dan berkata.
"Tulus banget cinta kamu bro! Semoga kamu dapat yang lebih baik dari dia." ucap Dika dan hanya diamini dalam diam oleh Johan.
...****************...
Tetap semangat yuk 💪
Tinggalkan jejak like, komen dan hadiah 🙏**
__ADS_1