
20 menit berlalu akhirnya Lili sampai juga dirumah Dwi, karena memang rumah Dwi tidak begitu jauh dari tempat kerjanya.
Begitu sampai ternyata Dwi sudah menunggu di depan rumahnya. Melihat kedatangan Lili, Dwi tersenyum bahagia entah senyum yang mengartikan bahagia kembali melihat Lili atau bahagia karena Lili mau menuruti permintaannya. Sedangkan Lili hanya tersenyum simpul saja.
Turun dari motor Lili segera disambut dengan pelukan oleh Dwi. Lili sedikit tersentak karena merasa kaget kenapa tiba-tiba saja Dwi memeluknya padahal jelas-jelas mereka sudah tidak memiliki hubungan apalagi Dwi yang sudah bertunangan. Akan sangat bahaya jika tunangan Dwi mengetahui bahwa Dwi memeluk wanita lain. Bisa-bisa Lili yang akan dituduh sebagai pelakor padahal Dwi yang tiba-tiba saja memeluknya.
Sedikit meronta akhirnya Lili bisa melepaskan pelukan Dwi. Dan Dwi pun mengerti kenapa aku menolaknya.
"Eh.. Maaf kelepasan, soalnya kangen sama kamu. Kamu baik-baik saja kan?" tanya Dwi.
"Uda buruan mau minta tolong apa?" tanya Lili to the point, karena dia memang ingin cepat selesai setelah itu ingin cepat pulang kerumah.
"Tunggu dulu, belum juga masuk. Ayo!" ajak Dwi dan sedikit menarik tangan Lili agar mau masuk ke rumah Dwi terlebih dahulu.
Akhirnya Lili pun menurut dan duduk di sofa. Tetapi sengaja menjaga jarak dengan Dwi. Dan Dwi paham akan hal itu.
"Kamu kapan datang?" tanya Lili basa-basi, karena jujur saja sebenarnya Lili tidak peduli Dwi mau pulang atau tidak.
__ADS_1
"Kemarin lusa." jawab Dwi singkat, tetapi dia justru menatap lekat ke arah Lili. Lili pun merasa sedikit risih.
"Datang uda kemarin lusa, kenapa baru mau minta tolong sekarang?" tanya Lili, yang sebenarnya bertujuan ingin menyindir Dwi. Jika Dwi tidak membutuhkan bantuannya mungkin juga tidak akan menyuruh Lili untuk datang menemuinya.
"Jangan gitu lah, karena kemarin pas pulang aku sibuk jadi baru sempat sekarang." jawab Dwi sendu, karena tahu maksud dari Lili adalah menyindirnya.
"Ibu sama Bapak mana?" tanya Lili mengalihkan pembicaraan. Tetapi juga memang ingin mencari orang tua Dwi karena terlihat rumah tersebut sepi.
"Lagi dirumah Pak RT." jawab Dwi.
Lili hanya menganggukkan kepalanya dan tidak bertanya lebih jauh lagi apa maksud kedua orang tua Dwi menemui Pak RT setempat.
"Seperti yang kamu lihat, aku cukup sangat baik." jawab Lili dengan penuh penekanan.
"Maaf karena...." belum sempat Dwi meneruskan ucapannya, Lili segera mengarahkan telapak tangannya sebagai tanda bahwa Dwi berhenti berbicara.
"Uda gak usah dibahas, uda lalu. Trus mau minta tolong apa sekarang?" tanya Lili lagi.
__ADS_1
Dwi pun menghela nafas pelan.
"Tunggu sebentar." jawab Dwi, kemudian masuk ke dalam rumah dan terlihat dia masuk ke dalam kamar untuk mengambil sesuatu. Sambil menunggu, Lili mengeluarkan ponselnya dari dalam tas kemudian memilih untuk bermain game di ponselnya agar terlihat Lili menyibukkan diri.
Tidak berapa lama, Dwi datang kembali ke ruang tamu dan membawa sesuatu. Dwi pun kembali duduk dan ingin menunjukkan beberapa undangan kepada Lili.
Deg!.
Undangan? Undangan apa ini? Siapa yang menikah? Apa mungkin Dwi memintaku untuk menerima undangan pernikahannya?
Lili sempat melirik ketika Dwi datang dan kembali duduk, juga bisa melihat dengan jelas apa yang dibawa oleh Dwi. Akhirnya pikiran Lili pun berkecamuk sendiri.
...****************...
Wah undangan apa itu ya? Reuni kali ya 🤭
Tetap semangat yok 💪
__ADS_1
Tinggalkan jejak like, komen dan hadiah 🙏
Vote jangan lupa kak 😍