
"Lili kenapa Bu kog kayaknya buru-buru pulang? Tadi gak apa-apa kan?" tanya Ayahnya Dwi yang baru saja ke dapur setelah mengantar Lili ke depan untuk berpamitan pulang.
"Ibu juga gak tahu Pak. Tadi juga gak kenapa-kenapa kog." jawab Ibunya Dwi sambil menghampiri suaminya yang duduk di kursi karena pekerjaannya sudah selesai.
"Mungkin lagi buru-buru lupa sesuatu. Ow ya Ibu sudah baca pesan dari Dwi?" tanya Ayahnya Dwi sambil mengajak istri nya ke ruang keluarga.
"Belum Pak, ini baru mau dibaca." jawab Ibunya Dwi sambil mengambil ponsel yang ditaruh diatas meja kemudian berjalan menuju ruang keluarga.
Beberapa saat kemudian, Ibunya Dwi selesai membaca pesan dari Dwi.
"Ow brarti kita tinggal berangkat aja Pak gak perlu bawa serah-serahan lagi buat lamaran." ucap Ibunya Dwi.
"Syukurlah kalau begitu kita gak perlu repot bawa-bawa nanti." jawab Ayahnya Dwi.
...****************...
Sesampainya dirumah Lili segera membersihkan diri setelah menyapa kedua orang tuanya. Karena Lili sebelumnya sudah ijin kalau akan pulang terlambat karena ke rumah Dwi dahulu sehingga kedua orang tua Lili tidak khawatir.
__ADS_1
Selesai mandi Lili segera mengurung diri dikamar. Haruskah dia marah? Haruskah dia kesal? Tidak! Dia hanya kecewa. Ya, bagaimana tidak kecewa seseorang yang baru saja minta putus darinya tiba-tiba saja kabarnya minggu depan akan lamaran dengan orang lain. Dan lebih parahnya lagi, Lili tahu kabar tersebut dari sebuah pesan dari orang yang bersangkutan secara langsung.
Air mata Lili kembali menetes. Bukannya tidak ikhlas melepaskan kepergian Dwi tetapi kabar tersebut yang membuatnya tidak habis pikir dengan Dwi. Kan bisa Dwi jujur saja kepadanya jika memang sudah menyukai orang lain. Tetapi sekali lagi Lili mencoba menguatkan hatinya.
Lili mengusap air matanya dengan punggung tangannya dengan kasar.
"Aku gak boleh nangis! Aku harus bisa move on! Ayo Lili semangat!" ucapnya menyemangati dirinya sendiri.
Kemudian Lili membaringkan tubuhnya diranjang dia lebih memilih untuk segera tidur dan menyambut esok hari dengan hari yang baru.
...****************...
Memang sengaja Dwi mengajak Sari untuk memilih barang-barang yang akan dipakai untuk lamaran nanti. Karena supaya serah-serahannya nanti bisa digunakan Sari dan sesuai dengan keinginan Sari.
Saat ini keduanya selesai membeli perlengkapan kemudian makan dulu di sebuah rumah makan.
"Makasih ya Yank, nanti begitu sampai dirumah aku hubungi temen ku biar semua dibungkus yang sesuai untuk lamaran." ucap Sari sambil menunjuk beberapa paper bag yang baru saja dibelinya bersama dengan Dwi.
__ADS_1
"Iya sama-sama. Kalau kamu yang milih sendiri gini kan enak jadi aku gak menebak-nebak apalagi sampai salah beli. Gak mubajir kan jadinya." jawab Dwi.
Sari hanya menganggukkan kepalanya. Kemudian mereka pun memesan makanan dan minuman.
Beberapa saat kemudian pelayan pun berlalu setelah mencatat pesanan dari Sari dan Dwi.
"Ow ya Bapak sama Ibu datang kapan Yank?" tanya Sari.
"Beberapa hari lagi, uda aku siapkan tiket kog." jawab Dwi apa adanya.
"Ow syukurlah kalau gitu." ucap Sari.
...****************...
Tetap semangat 💪
Tinggalkan jejak dengan cara like, komen dan hadiah jangan lupa 🙏
__ADS_1