
Hari-hari berlalu begitu saja disekolah mereka. Baik antara Lili, Dwi maupun Anto.
Lili memang menyukai Dwi dan Anto tetapi hanya sebatas suka saja bukan berarti suka yang mengarah ke rasa cinta. Sedangkan Dwi sendiri pun sama, dia hanya menganggap Lili teman yang asyik untuk diajak bergaul.
Beberapa hari yang akan datang bertepatan dengan ulang tahun Dwi. Entah siapa yang memberi tahu ternyata Lili juga mengetahui bahwa Dwi akan berulang tahun. Tetapi tidak dirayakan layaknya ulang tahun pada umumnya.
Lili berniat ingin memberi kado kepada Dwi, tetapi dia bingung ingin memberi hadiah apa. Karena melihat Dwi yang rajin menjalankan ibadah baik dirumah maupun di sekolah, akhirnya Lili memutuskan untuk memberi kado berupa peci, sarung dan juga tasbih supaya bisa digunakan untuk sehari-hari.
Setelah membeli semuanya itu Lili segera membungkusnya dan menyelipkan kartu ucapan didalamnya dengan berisi ucapan yang sewajarnya.
Tepat dihari ulang tahunnya, hari Minggu yang entah kebetulan atau apa Lili disuruh oleh Ibunya membeli sesuatu didaerah rumah Dwi. Sekalian saja dia akan mampir ke rumah Dwi untuk mengucapkan selamat dan memberikan kado yang sudah dia siapkan.
Begitu sampai di rumah Dwi terlihat sepi tetapi masih ada orang di dalam rumah. Dwi sedang berada dikamarnya, meskipun dia berulang tahun tepat hari ini tapi merupakan hal yang biasa bagi dia. Dwi bukan tipe orang yang suka berfoya-foya setiap harinya sehingga dia memilih untuk dirumah saja meskipun berulang tahun.
Lili pun turun dari sepeda motor menuju pintu rumah Dwi. Dia mengetuk pintu rumah Dwi beberapa kali.
Tok!.
Tok!.
Tok!.
Terdengar handle pintu yang terbuka dari dalam, dan muncullah seorang cowok dengan berpakaian santai. Dwi terlihat bingung kenapa Lili bisa kerumahnya padahal tidak ada janji bertemu.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Dwi dengan mengerutkan keningnya.
"Mm... Selamat ulang tahun." Lili mengulurkan tangannya kemudian disambut oleh Dwi.
"Ini kado buat kamu." ucap Lili sambil menyerahkan paper bag yang sedari tadi dia bawa.
Dwi tidak segera menerimanya dia melihat paper bag yang dibawa Lili.
Karena merasa Dwi tidak mau menerima akhirnya Lili pun menarik tangannya kembali.
"Ya uda kalau gak mau." ucap Lili sambil akan berbalik badan.
"Eh.. enak aja siapa bilang gak mau, lagian itu kan buat aku masa mau dibawa pulang lagi." jawab Dwi sambil mengambil paper bag dari tangan Lili.
"Trus kamu mau kemana?" tanya Dwi yang melihat Lili menuju ke motornya dan mengikutinya dari belakang.
"Kog pulang? Gak masuk dulu? Cuma gitu aja?" tanya Dwi bertubi-tubi.
Seketika Lili berbalik badan dan mengulum senyum melihat Dwi yang bertanya-tanya sambil mengikutinya.
"Malah senyum-senyum gak jelas!" gerutu Dwi.
"Ciee kamu berharap ya aku masuk ke rumah kamu gitu?" goda Lili sambil tersenyum.
__ADS_1
Dwi yang tahu digoda oleh Lili langsung memasang wajah datar dan ketus.
"Siapa juga yang berharap." elak Dwi.
"Kamu kan yang bilang tadi." jawab Lili dengan masih terkekeh.
Dwi tidak menanggapinya dia hanya memasang wajah kesal.
"Aku kesini tadi disuruh Ibuku beli sesuatu trus aku mampir ke rumah kamu." ucap Lili setelah puas terkekeh.
"Ya uda aku pulang dulu ya, sekali lagi selamat ulang tahun." lanjut Lili.
"Iya thanks ya, hati-hati dijalan jangan ngebut." jawab Dwi memberi perhatian.
Lili hanya mengacungkan jempolnya menjawab perkataan Dwi. Dan dia segera melajukan motornya ke tujuan awal dia pergi.
...****************...
Tetap semangat 💪
Maaf banget lama gak up 🙏
Selain karena malas nulis kehidupan real ku lagi riweh 🤭
__ADS_1
Mohon dimaklumi dan mohon diberi hadiah 🙏