Masa Putih Biruku

Masa Putih Biruku
Bab 13


__ADS_3

Begitu selesai mengolesi minyak angin Lili segera keluar dari toilet dan menghampiri Dwi. Melihat Lili yang berjalan ke arahnya Dwi menyodorkan air mineral yang masih baru kepada Lili. Karena Dwi yakin jika Lili tidak membawa air ketika ijin ke toilet. Lili tahu apa yang dimaksud Dwi dia segera meminum obat anti mual dan meminum air mineral tersebut.


"Terima kasih banyak ya." ucap Lili begitu dia selesai meminum obatnya.


"Hemm..." Dwi menjawab dengan singkat seperti biasa.


Ketika mereka akan berjalan kembali ke ruangan tiba-tiba saja mendengar percakapan bisik-bisik 2 orang laki-laki dan perempuan di dinding sebelah mereka berdiri. Dwi dan Lili saling pandang dan mengerutkan kening.


Karena penasaran akhirnya mereka berdua pun mengintip. Dan terkejutlah mereka ternyata disana ada Anto dan seorang cewek dari kelas lain, bisa dibilang cewek tersebut cantik dan bahenol. Ternyata selidik punya selidik Anto sedang berusaha merayunya untuk mau dia cium padahal sudah menjadi rahasia umum bahwa Anto sudah memiliki pacar adik kelasnya sendiri. Karena cewek itu masih merasa takut-takut pelan-pelan dia menolak, tetapi karena Anto cowok yang tidak gampang menyerah akhirnya terkena juga rayuan darinya.


Ketika mereka berdua sudah semakin dekat akan berciuman dengan segera Lili mengalihkan pandangannya tidak mau melihat. Dwi pun menyadari apa yang dilakukan Lili, akhirnya dia menarik tangan Lili untuk pergi dari situ.


"Dasar emang cowok, uda tahu punya pacar masih aja goda cewek lain. Gak bisa lihat cewek yang lebih bening dikit apa!" gerutu Dwi kesal mengingat perlakuan Anto tadi.


Lili pun mengerutkan keningnya merasa heran dengan gerutuan Dwi.


"Gak nyadar kalau situ juga cowok." lirih Lili tetapi masih bisa didengar oleh Dwi.

__ADS_1


Seketika Dwi pun menoleh melihatnya.


"Iya juga ya, kan aku juga cowok." batin Dwi.


"Yee tapi beda, jangan samain aku sama si Anto!" ucap Dwi gak mau kalah.


Lili hanya mencebikkan mulutnya.


"Cowok kayak gitu masih kamu idola in?" tanya Dwi.


"Apa sih, siapa juga yang idola in dia." kesal Lili.


"Trus siapa dulu yang suka nonton dia main basket di halaman?" tanya Dwi lagi.


"Apaan sih, gak jelas!" seru Lili sambil berlari menuju ke ruangan dimana session demi session masih berlangsung.


Dwi hanya memperhatikan Lili berlari mendahuluinya.

__ADS_1


"Untung dulu bukan kamu yang jatuh ke pelukan buaya darat itu Li." gumam Dwi sambil berjalan kembali ke ruangan.


Begitu sampai di ruangan, pikiran Lili masih tertuju kepada pertunjukan Anto dan juga temannya dari kelas lain itu. Tetapi kemudian Lili menggelengkan kepalanya pelan.


"Ahh ngapain juga harus keinget itu terus. Untung bukan aku yang kena rayuan Anto. Fokus-fokus aku harus fokus! Aku kesini kan selain mau belajar juga mau liburan. Fighting Lili!" seru Lili lirih seraya mengepalkan tangannya untuk memberi semangat dirinya sendiri.


Berkat obat anti mual yang diberikan Dwi, Lili pun bisa mengikuti setiap session dengan fokus. Dan dia bisa menikmati setiap acara yang berlangsung. Tetapi ketika nanti kembali lagi di dalam bis dia akan merasakan pusing lagi.


Ketika ditengah acara Lili sengaja melihat-lihat sekeliling dimana teman-temannya berkumpul, secara tidak sengaja pandangan matanya bertemu dengan pandangan mata Dwi yang saat itu juga sedang sama-sama memperhatikan sekeliling. Secara reflek Lili tersenyum manis kepada Dwi sedetik kemudian dia menundukkan pandangannya karena malu kenapa tiba-tiba saja dia tersenyum kepada Dwi.


Dwi yang melihat perubahan pada Lili pun menahan senyumnya.


"Senyum tinggal senyum aja pakai malu segala." lirih Dwi yang masih melihat ke arah Lili, tetapi Lili sudah tidak lagi melihat kearahnya karena malu.


...****************...


Tetap semangat 💪

__ADS_1


Cie.. yang malu-malu meong 🤭😁


__ADS_2