Masa Putih Biruku

Masa Putih Biruku
Bab 28


__ADS_3

Selama diperjalanan menuju ke rumah, Lili banyak diam karena jujur saja dia merasa kecewa dengan Dwi yang mengambil keputusan tanpa dibicarakan dengannya dahulu. Memang sih Lili belum berhak sepenuhnya terhadap Dwi tetapi Lili merupakan salah satu orang terpenting dihidup Dwi. Dan Lili juga menyadari bahwa Dwi adalah tumpuan keluarganya sehingga tidak ada alasan bagi Lili untuk menghalangi Dwi meraih masa depannya.


Dwi yang tahu dengan kondisi kekasihnya pun dengan sengaja memegang tangan Lili selama perjalanan dan Dwi melajukan motornya dengan santai.


Beberapa saat berlalu, akhirnya mereka sampai juga didepan rumah Lili. Sebelum masuk ke dalam rumah seperti biasa Lili melepas helm nya dan berpamitan kepada Dwi.


"Ehm... Yank nanti aku gak bisa ke sini, gak pa-pa kan?" tanya Dwi perlahan karena takut semakin membuat Lili kecewa kepadanya.


Lili pun menghela nafas pelan. Belum ditinggal aja uda gak bisa ketemu apalagi nanti kalau uda jauhan, batin Lili.


Melihat Lili yang hanya diam saja, membuat Dwi kembali berbicara.


"Aku harus siapin berkas-berkasnya dulu Yank, biar besok gak buru-buru takutnya malah ada yang ketinggalan. Janji deh nanti kalau uda selesai kita teleponan. Oke?" Dwi pun sedikit merayu Lili.


Lili hanya menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Yank.." panggil Dwi lirih sambil memegang tangan Lili.


Lili kembali hanya menganggukkan kepalanya.


"Sayang.." rengek Dwi. Karena pantang bagi Dwi meninggalkan Lili yang sedang marah atau kecewa terhadapnya tanpa bicara seperti itu.


"Iya." jawab Lili singkat.


Dwi akan merasa tenang jika sebelum dia pulang Lili mau berbicara kepadanya dahulu meskipun itu hanya sebuah kata 'iya' saja. Apapun permasalahan mereka, prinsip Dwi adalah tidak ingin pergi dengan meninggalkan luka atau tangisan kepada orang itu.


Akhirnya setelah berpamitan Dwi pun benar-benar pulang kerumahnya untuk mempersiapkan berkas-berkas seperti yang dia katakan.


Hingga hampir tengah malam, Lili belum bisa terpejam karena selain tidak bisa tidur dia juga sengaja menunggu Dwi yang sudah berjanji akan menghubunginya.


Tetapi nihil Dwi tidak juga menghubungi sampai akhirnya Lili pun tertidur dengan sendirinya dan ponselnya pun dia atur dengan panggilan bergetar saja.

__ADS_1


Sedangkan di pihak lain, ternyata Dwi sudah terlelap setelah menyiapkan berkas-berkasnya. Sebenarnya dia hanya akan rebahan saja diranjang tetapi ternyata matanya tidak bisa diajak untuk berkompromi akhirnya Dwi terlelap dengan sendirinya.


Keesokan harinya Lili bangun dia kembali mengecek ponselnya ternyata tidak ada pesan ataupun panggilan dari Dwi, akhirnya dengan kesal Lili sedikit melempar ponselnya ke ranjang dan dibiarkan begitu saja. Dia memilih keluar dari kamar, mandi dan membantu Ibunya mengerjakan pekerjaan rumah. Sampai setelah mandi pun Lili sudah tidak peduli dengan ponselnya, dia kemudian pergi ke rumah Rosi untuk sekedar melepaskan kekeselannya. Sebelumnya dia pamit terlebih dahulu kepada Ibunya.


Dwi yang baru saja membuka mata pun, meregangkan otot-ototnya. Seketika dia teringat bahwa dia berjanji kepada Lili bahwa akan menghubunginya begitu selesai dia menyiapkan berkas-berkas.


"Mati aku! Kog malah ketiduran sih! Aduh ngamuk deh si ayank beb!" seru Dwi sambil mencari ponselnya yang lupa dia letakkan dimana.


...****************...


Hayoo lhoo, kena amukan si liliput gak tu? 🤭


Tetap semangat 💪


Tinggalkan jejak like, komen dan hadiah 🙏

__ADS_1


__ADS_2