
"Kita pulang dulu ya." ucap Dina ketika mereka sudah berada dimana teman-temannya sedang berkumpul.
"Gak ikut kumpul dulu?" tanya salah satu dari mereka.
"Gak, aku mau ada urusan soalnya." jawab Dina, karena tidak mungkin dia mengatakan alasannya karena kasihan dengan Lili.
Akhirnya teman-temannya pun memakluminya. Dina sengaja tidak berpamitan dengan Dwi karena jika dia melakukan itu bisa saja Dwi menahan mereka dan hal itu semakin membuat Lili sakit dengan kenyataan yang ada. Dina berpamitan kepada teman-temannya ketika Dwi masih sibuk menyalami tamu undangan yang akan pulang.
Tetapi dari kejauhan Dwi bisa melihat ketika Dina dan Lili mendekat ke arah teman-temannya berkumpul kemudian pergi kearah luar. Dan Dwi bisa menebak bahwa Dina dan Lili memilih untuk pulang tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.
Begitu sampai di parkiran, Lili segera mengeluarkan kunci motor dan akan bersiap untuk menaikinya tetapi Dina segera mengambil kunci tersebut dan dia memposisikan diri duduk didepan.
"Aku aja yang nyetir. Takutnya kamu uda ngantuk nanti malah nabrak lagi." ucap Dina perhatian, sebenarnya bukan karena Lili mengantuk karena saat itu jam masih menunjukkan belum terlalu malam. Tetapi Dina sengaja memberi waktu kepada Lili untuk santai dan melepaskan bebannya ketika duduk dibelakang nanti.
Lili pun menurut dan membiarkan Dina menyetir motornya, kemudian dia segera naik dibelakang. Dina melajukan motor dengan kecepatan sedang. Dan dibelakang sana tanpa sengaja air mata Lili jatuh begitu saja, Lili melepaskan sesak yang sedari tadi dia rasakan. Dan tentu saja Dina tahu akan itu, dia bisa melihat dengan jelas dari spion motor ketika Lili menghapus air mata dengan punggung tangannya.
__ADS_1
20 menit berlalu, akhirnya mereka sampai juga dirumah Dina. Keduanya segera turun dari motor dan duduk diteras rumah Dina.
"Tunggu sebentar." ucap Dina yang kemudian masuk ke dalam rumah. Lili hanya diam dan duduk diteras dengan sesak yang sudah sedikit hilang.
Tidak berapa lama, Dina keluar dengan membawa 2 cangkir susu coklat hangat. Kemudian dia memberikan 1 kepada Lili dan duduk disamping Lili. Keduanya tidak banyak berkata, karena Dina sengaja memberi waktu kepada Lili.
Dina segera mengeluarkan ponselnya dan terlihat menghubungi seseorang. Tetapi Lili tidak mempedulikannya, pandangan matanya menerawang jauh kedepan.
"Halo.. Selamat malam tante." ucap Dina setelah panggilannya tersambung.
"Tante, malam ini Lili nginep dirumah aku. Karena katanya Lili capek dan mau tidur jadi biar nginep disini ya Tante? Lagian besok kan libur kerja. Boleh ya Tante." ucap Dina.
Lili merasa namanya dipanggil pun menoleh kepada Dina yang sedang menelpon, Lili mengedikkan kepalanya seakan bertanya siapa yang dia telepon dan apa hubungannya dengan Lili. Tetapi Dina hanya diam saja tidak merespon isyarat dari Lili.
"Iya gak apa-apa Din, Tante tahu kog. Kamu jaga baik-baik ya, katakan kalau Lili harus bisa mengikhlaskan semua. Memang susah tetapi dia harus melakukannya." ucap Beliau.
__ADS_1
"Iya Tante beres. Terim kasih banyak sudah mengijinkan. Selamat malam." jawab Dina.
Akhirnya panggilan pun terputus. Ya, orang yang dihubungi Dina adalah Ibunya Lili. Dina sengaja meminta ijin kepada Ibunya Lili agar Lili boleh menginap dirumahnya dan ternyata dengan senang hati Beliau mengijinkannya.
"Ayo kita masuk kamar aja, diluar dingin." ucap Dina sambil membawa cangkirnya dan menyuruh Lili untuk masuk.
"Tapi aku mau pulang." jawab Lili.
"Kamu gak denger aku tadi telepon siapa? Uda buruan ayo." ucap Dina sambil menarik paksa Lili untuk masuk.
Sebelum keduanya masuk ke dalam kamar, terlebih dahulu mereka memasukkan motor Lili kedalam garasi dan memastikan bahwa semua pintu dan jendela sudah terkunci.
...****************...
Tetap semangat yok 💪
__ADS_1
Tinggalkan jejak dengan cara like, komen dan hadiah jangan lupa 🙏