
Pulang bekerja Dwi segera pulang ke kostnya tanpa mampir ke tempat lain. Seperti biasa dia segera membersihkan diri kemudian beristirahat. Dan belum sempat memeriksa ponselnya sama sekali.
Begitu selesai mandi, Dwi segera merebahkan diri diranjang tetapi sebelumnya dia sudah mengambil ponselnya didalam tas kecil yang biasa dia gunakan untuk bekerja.
Begitu membuka kunci dari ponselnya, Dwi terdiam sebentar karena ternyata ada beberapa panggilan tidak terjawab dari Lili dan satu pesan yang menanyakan sedang apa serta kenapa Dwi tidak menjawab panggilannya.
Jujur Dwi belum siap untuk jujur kepada Lili tentang apa yang dia alami akhir-akhir ini diperantauan. Tetapi mau tidak mau Dwi pun harus siap menghadapinya.
Akhirnya setelah meyakinkan dan memberanikan diri, Dwi memencet tombol video call pada kontak Lili. Dan setelah berdering beberapa kali akhirnya terlihatlah wajah Lili yang sudah segar dan terlihat bahwa Lili baru saja selesai mandi.
"Hai.. Lagi sibuk ya? Tadi aku telepon kamu." ucap Lili begitu panggilan terhubung. Dan Lili mencoba bersikap biasa saja, padahal sebenarnya dia ingin sekali bertanya banyak hal kepada Dwi tetapi semua pertanyaan itu seakan tidak sanggup keluar dari mulutnya.
"Hmm... Iya hari ini aku lembur ini baru saja pulang trus mandi." jawab Dwi, berkata yang sebenarnya.
Jujur saja sebenarnya Lili ingin bertanya benarkah? Yakin lembur? Lembur dimana?. Tetapi sekali lagi itu semua hanya dipendam oleh Lili.
"Ini aku juga barusan mandi, tu rambutku masih basah kan." ucap Lili sambil menunjukkan rambutnya yang masih setengah basah.
__ADS_1
"Iya." Dwi hanya menjawab singkat disertai dengan senyum simpul.
Beberapa saat kemudian keduanya saling terdiam, tidak ada yang membuka suara sama sekali. Akhirnya suara deheman Lili membuat Dwi tersadar, karena sebelumnya memang dia sedikit melamun memikirkan bagaimana caranya berbicara kepada Lili tentang ini semua.
"Hmm.. Begini Lili, aku mau ngomong sesuatu sama kamu."
Dwi menghela nafas sejenak sebelum dia melanjutkan apa yang akan dia sampaikan. Sedangkan Lili terlihat seperti menunggu apa yang akan dikatakan oleh Dwi.
"Aku minta maaf kalau akhir-akhir ini jarang hubungi kamu. Karena kamu tahu sendiri kan kita uda sama-sama kerja dan sama-sama sibuk. Jadi aku minta maaf kalau kita..." Dwi seakan tidak sanggup mengatakannya.
Kalau boleh jujur sebenarnya Dwi masih sayang sama Lili, tetapi karena pertemuannya kembali dengan Sari apalagi keluarga Sari yang seakan menyuruh mereka untuk segera menikah membuat Dwi tidak bisa menolaknya. Bisa dikatakan bahwa Dwi belum bisa move on ketika dia mendekati Lili sewaktu mereka sekolah. Dan Lili hanya pelarian bagi Dwi karena merasa kecewa setelah Sari dan keluarganya pindah.
"Maaf..." lirih Dwi.
"Gak apa-apa aku bisa memaklumi kog. Lagian dari awal kita pacaran kan memang sudah bahas ini, kalau keyakinan kita berbeda. Tapi asalkan setelah putus nanti kita masih berteman ya? Paling gak kita masih bisa ingat kalau pernah saling sayang." ucap Lili.
"Iya donk, sampai kapanpun kita tetap berteman sekalipun nanti aku uda nikah." jawab Dwi, yang sebenarnya keluar dari hatinya.
__ADS_1
"Kamu mau nikah?" tanya Lili, karena mendengar perkataan Dwi.
"Hmm... Maksud aku nanti kalau aku uda ketemu jodohnya." jawab Dwi dengan sedikit terbata.
"Iya aku ngerti kog." ucap Lili.
"Memang itu kan yang sebenarnya terjadi sama kamu. Kamu disana sudah menemukan jodohmu tetapi kamu gak mau jujur sama aku." batin Lili.
"Ya uda aku makan dulu ya, Ibu uda manggil dari tadi hehe." lanjut Lili karena dadanya tiba-tiba merasa sangat sesak.
"Iya, salam buat Ibu sama Bapak ya." jawab Dwi.
Akhirnya panggilan mereka pun berakhir. Dwi bisa bernafas lega, dia berpikir bahwa bisa lepas dari masalahnya. Dan bersyukur karena Lili memiliki hati yang legowo.
Tetapi berbeda dengan Lili, begitu menutup telepon dia langsung menangis berusaha mengeluarkan sesak di dada yang baru saja dia tahan. Jujur saja Lili sangat bersyukur bisa dekat dengan Dwi selama ini. Tetapi dia tidak bisa menentang takdir, apalagi Lili dari awal memutuskan menjalin hubungan dengan Dwi pun sudah tahu bahwa suatu saat nanti mereka akan berakhir karena keyakinan mereka yang berbeda.
...****************...
__ADS_1
Tetap semangat 💪
Selamat hari vote, tinggalkan jejak like, komen dan hadiah 🙏