Masa Putih Biruku

Masa Putih Biruku
Bab 8


__ADS_3

Akhirnya sesuai dengan niatnya, Dwi mengikuti Lili hingga sampai di depan rumah dengan selamat. Setelah itu dia segera putar balik untuk kembali pulang kerumahnya sendiri. Ketika Dwi putar balik, Lili sempat melihatnya.


"Itu kog kayak Dwi ya yang pakai sepeda motor? Ah masa iya dia mau gitu nganter aku sampai rumah? Gak mungkinlah, pasti bukan dia aku yakin." gumam Lili sambil berjalan masuk ke dalam rumah.


...****************...


Keesokan harinya disekolah mereka bertemu seperti biasa dan kembali mengerjakan tugas kelompok yang harus dikumpulkan saat itu juga. Karena merasa ingin ke toilet Lili meminta ijin kepada kelompoknya untuk keluar sebentar.


"Teman-teman aku ijin sebentar ya, mauke toilet uda kebelet ini." ucap Lili kepada seluruh teman 1 kelompoknya.


"Buruan gak pake lama, kalau lama nama kamu gak aku masukan nanti di kelompok ini." ketus Dwi.


Lili hanya mencebikkan mulutnya saja mendengar ancaman Dwi. Dan dia segera berlalu keluar dari kelas setelah meminta ijin kepada guru yang saat itu juga sedang berada dikelas.


Begitu sampai di toilet Lili segera mencari toilet yang kosong, karena hanya tinggal 1 yang kosong akhirnya dia segera masuk dan menuntaskan hasratnya.


Beberapa saat berlalu akhirnya Lili keluar dari toilet. Begitu dia keluar ternyata dia berpapasan dengan Anto yang juga sama-sama baru saja keluar dari toilet khusus pria.

__ADS_1


Lili segera tersenyum kepada Anto, dan Anto pun juga membalas senyuman Lili. Meskipun Anto cukup terkenal di kawasan sekolahnya dia juga termasuk orang yang memperhatikan teman-temannya. Salah satunya adalah Lili. Meskipun tidak seterkenal Anto tetapi Lili cukup mampu menarik perhatian Anto. Lili yang lincah, enerjik, apa adanya adalah salah satu yang membuat Anto mengingatnya dibanding dengan cewek-cewek kelas lain yang terang-terangan menyukainya.


"Mau kembali ke kelas?" tanya Anto.


"Aku?" Lili bertanya balik kepadanya.


"Iyalah siapa lagi, emang ada orang lain disini selain kita?" tanya Anto dengan terkekeh karena merasa lucu dengan tingkah Lili.


"Iya gak ada sih." jawab Lili dengan celingak celinguk ke kiri dan kanan karena memang saat itu hanya ada mereka berdua. Karena masih jam pelajaran sehingga hampir semua siswa berada di kelas masing-masing.


"Iya ayo.." jawab Lili dengan tersenyum. Tentu saja dia senang karena bisa sedekat itu dengan Anto tanpa ada janjian apapun sebelumnya.


Mereka jalan berdua di lorong sekolahan menuju ke kelas mereka masing-masing. Selama berjalan mereka berbagi cerita. Cerita-cerita lucu yang membuat mereka tertawa bersama dan terlihat begitu akrab.


Dari dalam kelas tanpa sengaja Dwi melihat kedekatan mereka. Anto dan Lili yang berjalan sambil tertawa bersama membuat Dwi merasa kesal. Entah kesal karena apa dia sendiri juga tidak tahu. Yang jelas dia tidak rela jika Lili tertawa bersama dengan cowok lain apalagi didepan mata kepalanya sendiri.


"Uda sampai di depan kelas ni, aku masuk dulu ya?" ucap Lili sambil tersenyum kepada Anto.

__ADS_1


"Iya uda buruan masuk, aku juga mau masuk ke kelas." jawab Anto membalas senyuman Lili, kemudian dia segera menuju ke kelasnya yang berada di paling ujung.


Begitu Lili masuk ke dalam kelasnya dia segera kembali berkumpul dengan kelompoknya. Dengan wajah yang masih terlihat selalu tersenyum.


"Kamu kenapa senyum-senyum terus dari tadi?" tanya salah satu teman kelompok Lili.


"Lagi seneng aja." jawab Lili sambil terus tersenyum.


Temannya hanya menggelengkan kepala saja melihat tingkah Lili. Sedangkan Dwi hanya melirik dengan kesal karena tentu saja dia sudah tahu alasan kenapa Lili selalu tersenyum.


...****************...


Tetap semangat 💪


Mohon dukungannya like, komen dan hadiah 🙏


Jangan lupa mampir di karya aku yang lain kak 🙂

__ADS_1


__ADS_2