
Lili kemudian meraih tangan Dwi dan menggenggamnya.
"Kamu percaya gak sama aku?" tanya Lili dengan menatap dalam mata Dwi.
"Percaya." jawab Dwi dengan tegas.
"Ya uda kalau percaya apalagi yang mesti dikhawatirkan? Lagian di STM belum tentu cowok semua juga Yank, ada juga yang cewek meskipun gak banyak." ucap Lili.
"Tapi kan gak mungkin aku suka sama mereka karena ada hati yang harus aku jaga." jawab Dwi dengan cepat.
"Sama. Aku juga gitu Sayang. Uda deh gak usah dibahas lagi nanti kita malah jadi makin ribut." ucap Lili dengan melepaskan genggaman tangannya.
"Iya deh." jawab Dwi dengan tersenyum.
"Eh Yank keluar yuk. Di desa sebelah tadi ada bazar lho yuk kesana." ajak Dwi, dia tahu karena tadi sempat melewatinya dan tiba-tiba saja ingin mengajak Lili pergi kesana.
"Iya sih tadi sore Rosi sama Dina juga mau ngajakin tapi aku bilang kalau kamu mau kesini ya uda akhirnya mereka berangkat sendiri." jawab Lili. Karena memang setelah Dwi mengirim pesan bahwa dia akan datang kerumahnya, 5 menit kemudian Dina juga mengirim pesan bahwa ingin mengajak datang ke bazar.
__ADS_1
"Trus kog kamu gak ngomong ke aku kalau ada bazar?" tanya Dwi.
"Ya kirain kamu gak suka." jawab Lili. Karena setahunya kebanyakan cowok tidak suka pergi ketempat rame.
"Siapa bilang. Justru aku suka Yank, seru aja gitu." jawab Dwi dengan tersenyum.
"Ya uda kalau gitu aku ganti baju dulu kamu pamit sama Ibu ya." ucap Lili sambil beranjak untuk berganti pakaian sedangkan Dwi mengikutinya untuk bertemu Ibunya Lili meminta ijin keluar sebentar.
Beberapa menit berlalu, Dwi sudah mendapatkan ijin dan Lili juga sudah berganti pakaian. Mereka bersiap akan pergi ke tempat dimana bazar diadakan.
Dwi sengaja melajukan motornya dengan kecepatan sedang karena dia memang ingin menikmati malam minggunya bersama dengan Lili.
"Anto, bukannya yang di depan itu si Liliput sama si Dwi? Kata kamu Liliput pindah luar kota?" tanya teman Anto yang juga mengenal Lili dan Dwi.
Mendengar itu Anto pun mengikuti arah pandang dimana temannya menunjuk itu.
"Iya itu si Lili. Katanya pindah?" jawab Anto begitu dia memastikan dengan benar bahwa yang berada didepan mereka adalah Lili.
__ADS_1
"Wahh berani juga dia bohongi aku." gumam Anto sambil mengepalkan kedua tangannya merasa kesal karena alasan Lili menolak cintanya adalah dengan pergi ke luar kota padahal itu cuma alasan Lili saja.
"Hahhaaha ternyata si Anto bisa juga dibohongi sama anak kecil." ledek teman Anto yang saat itu mengendarai sepeda motor.
"Diam kamu!" bentak Anto tidak suka karena merasa diledek.
"Iya-iya gitu aja marah." jawab teman Anto masih dengan menahan tawanya.
"Kita ikuti mereka gak nih?" tanyanya lagi.
"Gak usah, gak penting juga! Uda kita cabut ke basecamp langsung aja kasihan yang lain uda pada nungguin." jawab Anto, karena sudah mulai malas berurusan dengan Lili.
Karena Anto yakin bahwa Dwi dan Lili mereka sudah jadian. Semua sudah jelas dengan adanya mereka keluar bersama di malam minggu dan juga Lili yang berpegangan saat dibonceng oleh Dwi. Meskipun berpegangan dalam hal yang wajar tetapi Anto cukup bisa membedakan mana yang pacaran dan mana yang cuma temenan.
...****************...
Tetap semangat deh 💪
__ADS_1
Terus dukung dengan tinggalkan jejak like, komen dan hadiah 🙏