
Begitu sampai di bazar, Dwi segera memarkirkan motornya. Kemudian Lili mencari keberadaan Dina dan Rosi. Karena sebelum berangkat Lili sudah mengirim pesan bahwa dia dan Dwi akan menyusul ke bazar.
Selesai memarkirkan motor Dwi menghampiri Lili.
"Gimana Yank? Dina dan Rosi mana?" tanya Dwi sambil merangkul pinggang Lili.
"Mereka nunggu di stand makanan saudara Rosi Yank. Yuk kesana." jawab Lili sambil tetap fokus dengan ponsel ditangannya.
"Disimpan dulu ponselnya nanti hilang Yank." tegur Dwi.
"Iya." jawab Lili kemudian memasukkan ponselnya kedalam tas yang dia bawa.
Setelah itu Dwi menggandeng tangan Lili untuk berjalan beriringan.
"Kayak mau nyebarang aja pakai gandengan." gumam Lili yang masih bisa didengar jelas oleh Dwi sambil menatap tangan yang digenggam Dwi.
"Biarin aja. Nanti takutnya kamu nyelip trus ilang." ledek Dwi.
__ADS_1
Lili hanya menjawab dengan mencebikkan bibirnya.
"Gak usah digituin bibirnya, minta dicium ya?" bisik Dwi ditelinga Lili.
"Awas aja kalau berani!" seru Lili sambil mengepalkan tangannya didepan Dwi.
Sedangkan Dwi hanya menanggapinya dengan tertawa lirih.
...****************...
Sedangkan ditempat lain, di basecamp Anto bersama dengan teman-temannya seperti biasa mereka selalu berkumpul jika malam minggu seperti ini.
Banyak dari pacar teman-temannya itu sering mengirim pesan kepada Anto, ada yang hanya sekedar bertanya kabar ataupun ada yang terang-terangan mengajak Anto jalan berdua.
Tetapi karena Anto lebih mementingkan solidaritas kepada teman sehingga dia tidak menikung pacar temannya sendiri meskipun sebenarnya bukan salahnya jika sampai Anto melakukannya.
Dan hari ini hanya ada satu teman Anto yang membawa pacar, karena yang lain beralasan ada acara keluarga sehingga tidak bisa ikut berkumpul. Putri, pacar dari teman Anto yang bernama Johan. Dia sebenarnya mau berpacaran dengan Johan supaya bisa dekat dengan Anto. Karena tentu saja seperti hari ini pasti mereka selalu berkumpul.
__ADS_1
Dan bukan suatu hal yang mengagetkan lagi jika mereka berkumpul pasti ada minuman beralkohol yang mereka minum meskipun kadar alkoholnya pun masih dibatas rata-rata.
Seperti biasa mereka mengobrol membahas sesuatu hal yang tidak penting dan juga ada diantara mereka yang memainkan gitar sambil bernyanyi-nyanyi meskipun suara mereka yang pas-pas an.
Berbeda dengan Anto, setelah pertemuannya dengan Lili dan Dwi tadi membuat mood Anto menjadi buruk. Dia hanya diam saja dan terlihat tidak fokus hanya melamun. Dan hal itu sangat bisa dilihat oleh Putri yang terus memperhatikannya.
"Anto kenapa? Kog diem terus dari dia datang sih? Apa ada masalah?" batin Putri.
Sebenarnya Anto tahu jika Putri terus memperhatikannya tapi dia memilih cuek saja. Jujur saja kalau dibandingkan Lili, Putri jauh lebih sempurna. Dia cantik, tinggi dan kaya juga banyak yang suka sama dia. Tetapi namanya hati dan komitmen, Anto tidak mau mengkhianati keduanya.
Lama-lama merasa risih juga karena terus diperhatikan, akhirnya Anto memilih untuk berjalan keluar dari basecamp dan duduk diluar tetapi sebelumnya dia pamit dulu dengan teman-temannya.
Putri hanya memperhatikan kemana Anto pergi. Kemudian dia berniat ingin menyusul Anto diluar. Putri meminta ijin kepada Johan dengan alasan Papanya menghubungi jadi dia mau angkat telepon Papanya dulu. Tentu saja Johan mengijinkan tanpa curiga sama sekali.
...****************...
Tetap semangat 💪
__ADS_1
Tinggalkan jejak like, komen dan hadiah 🙏