Masa Putih Biruku

Masa Putih Biruku
Bab 38


__ADS_3

Sesuai dengan janjinya setelah pulang kerja Dwi datang ke rumah Sari. Disana dia disambut dengan sangat baik karena keluarga Sari tentu tahu maksud kedatangan Dwi.


Setelah makan bersama mereka mengobrol basa basi sebentar, tentang pekerjaan mereka, tentang keadaan dulu sewaktu mereka tinggal dikampung.


"Ow ya Om, Tante. Maksud kedatangan saya kesini mau menyampaikan bahwa minggu depan orang tua saya akan datang untuk melamar Sari." ucap Dwi, pada akhirnya mengutarakan maksudnya setelah berbincang cukup lama.


"Iya baiklah Om sama Tante akan terima dengan senang hati." jawab Pak Parto.


"Ow ya kalian kan satu tempat kerja, kalau menikah kan harus salah satu keluar. Tante harap kalian bicarakan baik-baik ya jangan sampai jadi bomerang suatu saat nanti." ucap Bu Maria.


"Iya Tante, pasti akan kami bicarakan." jawab Dwi.


"Ya sudah sekarang saja kalian bicarakan Om sama Tante mau istirahat dulu ya." ucap Pak Parto.


Kemudian kedua orang tua Sari beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kamar mereka.


Sedangkan Sari dan Dwi beralih ke teras dan berduaan disana dengan duduk bersebelahan.


"Terima kasih ya Dwi." ucap Sari malu-malu.

__ADS_1


"Terima kasih buat apa?" tanya Dwi.


"Kamu serius dengan ucapan kamu." jawab Sari.


"Ya karena memang aku mau serius sama kamu." Dwi meraih tangan Sari kemudian menggenggamnya dan mata mereka saling memandang.


Beberapa detik kemudian benda kenyal tsrsebut saling bertemu, yang awalnya hanya menempel tapi Dwi mencoba membuka mulutnya dia sedikit menyesap dengan lembut sedangkan Sari hanya menutup matanya menikmati sentuhan lewat bibir Dwi. Tetapi tiba-tiba saja Dwi melepaskan ciumannya.


"Maaf." ucap Dwi lirih.


Sari pun membuka matanya dan tersenyum. Dia tidak munafik bahwa sebenarnya dia juga menikmati sentuhan Dwi untuk pertama kalinya.


Seketika Dwi melepaskan genggaman tangannya perlahan. Tentu saja ucapan Sari seakan membuatnya tertampar apalagi mereka yang baru saja berciuman. Seakan Dwi memang benar-benar telah berselingkuh seperti apa yang dikatakan Jerry.


"Hmm.. Gak donk masa iya aku ada pacar dikampung." jawab Dwi sedikit terbata.


"Aku cuma bercanda kog, masa iya kamu disana punya pacar trus mau nikahin aku." ucap Sari dengan terkekeh.


"I-iya." jawab Dwi.

__ADS_1


"Ow ya untuk masalah kerjaan gimana setelah kita nikah nanti?" tanya Sari.


"Kamu keberatan gak kalau kamu saja yang keluar? Biar aku yang tetap bekerja disana? Karena bagaimanapun kan aku yang bertanggung jawab untuk kehidupan kamu selanjutnya jadi aku harus punya kerjaan yang tetap." jawab Dwi.


Sari terlihat diam sebentar memikirkan ucapan Dwi. Tetapi memang benar apa yang dikatakan Dwi. Kalau misalnya Sari yang tetap bertahan kemudian suatu saat dia hamil maka akan sangat mengganggu pekerjaannya dan tentu saja berpengaruh dengan penghasilannya. Maka dari itu Sari harus bisa berpikir jauh kedepan.


Setelah terdiam cukup lama Sari pun memutuskan bahwa dia setuju dengan rencana Dwi.


"Iya aku ikut kamu aja, karena kamu kan yang mau jadi Imam ku." jawab Sari malu-malu.


"Makasih ya."


"Sama-sama."


Karena sudah malam akhirnya Dwi memutuskan untuk berpamitan pulang.


...****************...


Tetap semangat 💪

__ADS_1


Tinggalkan jejak like, komen dan hadiah 🙏


__ADS_2