Masa Putih Biruku

Masa Putih Biruku
Bab 48


__ADS_3

Waktu berlalu, akhirnya hari pernikahan Dwi pun datang juga. Saat ini Lili sudah bersiap-siap akan berangkat tetapi terlebih dahulu dia akan menjemput Dina, karena memang rumah Dina yang dekat dengan Dwi sehingga Lili lah yang menjemputnya. Sedangkan Rosi tidak bisa datang karena masih ada pekerjaan di Semarang.


"Ayah Bu, Lili berangkat dulu." pamit Lili kepada Ibunya yang berada di ruang keluarga bersama Ayahnya.


"Iya hati-hati. Kamu jadi menjemput Dina kan?" tanya sang Ibu.


"Jadi donk Bu." jawab Lili.


"Nanti disana jangan nangis lho ya, jangan lupa bawa tisu yang banyak haha." ledek Ayahnya Lili.


"Ayah apaan sih. Siapa juga yang bakal nangis." jawab Lili.


"Ya kan siapa juga yang bener-bener ikhlas lihat orang yang kita sayang menikah dengan orang lain padahal pacaran sama kita haha." kembali sang Ayah meledeknya.


"Ayaaahhh..." rengek Lili. Karena sejujurnya benar saja apa yang dikatakan Ayahnya. Ketika sedang berada dikamar bersiap-siap Lili merasakan hatinya begitu sesak membayangkan bagaimana nanti melihat dengan mata kepalanya sendiri Dwi menikah dengan orang lain.


"Sudah-sudah, Ayah jangan begitu. Kasihan Lili. Sudah kamu berangkat sana hati-hati lho ya." lerai Ibunya, karena sebagai sesama perempuan apalagi Lili adalah anaknya tentu saja sang Ibu bisa merasakan juga.


Akhirnya Lili pun keluar dengan memakai motornya menuju ke rumah Dina. Didalam perjalanan Lili kembali memikirkan perkataan sang Ayah dan rasa sesak itu kembali datang. Tetapi Lili segera menepisnya dia mengambil udara sebanyak-banyaknya kemudian dia buang perlahan dan itu sedikit berhasil untuk mengurangi rasa sesak itu.

__ADS_1


Begitu tiba dirumah Dina ternyata Dina sudah menunggunya dan mereka segera berpamitan dengan orang tua Dina. Begitu akan bersiap berangkat Dina tidak segera naik ke motor Lili membuat Lili bertanya.


"Kenapa? Ayo buruan naik." ucap Lili.


"Kamu yakin mau datang? Biasanya kalau mantan itu gak bakal datang ke nikahan mantannya lho." jawab Dina sambil memperhatikan Lili.


Lili memutar bola matanya dengan malas. Kenapa itu lagi yang dibahas, padahal dia sudah berusaha melupakan meskipun nanti dengan sendirinya akan teringat lagi.


"Buruan naik gak? Kalau gak aku tinggal ni." ancam Lili.


"Iya-iya tunggu." jawab Dina dan segera naik ke motor Lili.


Kemudian keduanya segera menuju ke rumah Dwi untuk menghadiri undangan pernikahan Dwi.


...****************...


Lili dan Dina sudah sampai dirumah Dwi. Mereka segera memberi salam kepada orang tua Dwi yang ternyata berada diluar karena memang sengaja menunggu kedatangan rombongan pengantin.


"Dwi belum datang Li." ucap Ayah Dwi tiba-tiba kepada Lili. Seakan beliau ingin membagi keresahannya dengan Lili karena takut jika terjadi apa-apa dengan rombongan pengantin tersebut. Dan Lili paham akan hal itu.

__ADS_1


"Iya ditunggu aja dulu Pak, masih terjebak macet mungkin." jawab Lili agar kedua orang tua Dwi tidak berpikiran macam-macam.


"Tapi Dwi tidak bisa dihubungi Li. Gimana ini." ucap Ibunya dengan panik.


"Iya Bu, kan masih dijalan mungkin ponselnya di tas kita gak tahu." jawab Lili kembali.


"Aduh tadi disuruh rias disini aja gak mau Sari." gumam Ibunya Dwi dengan kesal. Karena menantunya itu menolak untuk dirias dirumah Dwi karena Ibunya Dwi berpikir biar bisa lebih cepat dan ternyata kekhawatiran Ibunya pun terjadi.


Lili pun kemudian berpamitan untuk duduk ditempat dimana banyak teman-teman SMP nya disana. Karena Lili merasa tidak enak dengan tamu yang lain, Lili bukan keluarga inti.


...****************...


Hayo apa yang terjadi ya dengan rombongan pengantin? 🤭


Eh maaf ya kak jarang up 😭


Karena lagi ada sesuatu hal 🙏


Semoga tidak bosan menungguku 🙂

__ADS_1


Tetap semangat kak 💪


Jangan lupa tinggalkan jejak dengan cara like, komen dan hadiah 🙏


__ADS_2